Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Kesehatan

Ibu yang Kasih Kopi Instan ke Bayi Itu Logikanya di Mana sih?

Erma Kumala Dewi oleh Erma Kumala Dewi
25 Januari 2023
A A
Ibu yang Kasih Kopi Instan ke Bayi itu Logikanya di Mana sih Terminal Mojok

Ibu yang Kasih Kopi Instan ke Bayi itu Logikanya di Mana sih? (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Ada bahaya yang mengancam kesehatan bayi yang diberi kopi instan Good Day oleh ibunya, lho!

Saya kira siaran langsung yang mempertontonkan orang tua diguyur malam-malam adalah konten paling nggak beradab di TikTok. Ternyata saya salah, ada lagi konten lain yang nggak kalah anehnya. Kali ini bukan lansia yang dieksploitasi, melainkan bayi. Usianya juga belum genap setahun.

Sejauh ini memang belum ditemukan kalimat eksplisit yang merujuk pada ngemis online. Jadi saya nggak tahu persis apa motivasi si ibu menyuapkan kopi instan Good Day pada anaknya yang masih berumur 7 bulan. Video tersebut menuai kontra dari netizen di berbagai platform media sosial. Sebab apa yang dilakukan si ibu jelas-jelas bisa membahayakan sang bayi.

Bagaimanapun kopi instan bukanlah minuman yang sesuai untuk bayi. Kopi nggak disarankan untuk diminum anak-anak hingga usia 12 tahun. Bahkan memberikan kopi untuk bayi yang step juga nggak disarankan, mau sesedikit apa pun jumlahnya. Keberhasilan kopi dalam meredakan step pada bayi belum ada bukti ilmiahnya, sehingga life hack ini bisa dikategorikan sebagai mitos.

Bahaya memberikan kopi instan pada bayi

Kopi mengandung kafein yang bisa membuat jantung berdebar kencang. Selain itu, konsumsi kopi juga dapat mengganggu jam tidur bayi. Mereka akan mengalami insomnia, sedangkan di siang hari mereka cenderung terlalu aktif. Padahal bayi butuh waktu istirahat yang banyak untuk proses tumbuh kembangnya, lho. Kurangnya jam tidur bisa membuat suasana hati si bayi memburuk, mudah gelisah, dan mudah rewel.

Mengonsumsi kopi juga tidak baik untuk pencernaan, sebab dapat menaikkan produksi asam lambung. Nggak menutup kemungkinan si kecil akan mengalami diare karena organ pencernaannya nggak siap menerima kopi instan. Ujung-ujungnya bayi akan mengalami dehidrasi jika diarenya nggak ditangani dengan tepat.

Orang dewasa saja nggak sedikit yang pencernaannya bermasalah gara-gara minum kopi, lha apalagi bayi. Nggak heran kalau di video yang viral di TikTok tersebut disebut sang anak bisa pup 10 kali sehari. Dan frekuensi pup yang berkurang jadi 9 kali sehari bukanlah prestasi.

Konsumsi kopi juga dapat meningkatkan produksi urin. Pada bayi, kondisi ini bisa mengakibatkan gangguan penyerapan kalsium. Padahal kalsium sangat dibutuhkan oleh bayi untuk pembentukan tulang dan gigi. Justru konsumsi kopi yang terus menerus bisa merusak gigi si kecil karena kandungan asam pada kopi yang cukup tinggi dan bersifat korosif.

Baca Juga:

Suka Duka Pengusaha Kecil Jualan Live di TikTok: Nggak Ada yang Nonton, Sekalinya Ada yang Nonton Malah PHP

Konten “5 Ribu di Tangan Istri yang Tepat” Adalah Bentuk Pembodohan

Kandungan gizi kopi instan yang nggak layak untuk anak

Ada bahaya yang mengancam dari kopi instan kemasan, yakni gula dan garam. Good Day Mocacinno yang diberikan pada video itu punya kandungan gula 13 gram dan natrium 10 mg per saset.

Dilansir dari website resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia, penambahan gula dan garam pada MPASI anak di bawah 1 tahun perlu dikontrol. Anak boleh diberikan gula dan garam jika pemberian gula dan garam dapat membuat anak mau makan.

Penambahan garam dan gula ini ada batas maksimalnya. Garam yang diberikan tak boleh lebih dari 0,4 gram natrium atau < 1 gram garam sehari. Sedangkan untuk gulanya nggak boleh lebih dari 1 sendok teh atau sekitar 4 gram. Nah, sekarang coba bandingkan ambang batas aman ini dengan kopi instan Good Day tadi. Udah kelewat jauh, kan?

Apalagi dengan pede-nya si ibu masih sempat mencari pembenaran kalau kopi instan Good Day mengandung susu. Lebih baik daripada kental manis yang sudah disepakati untuk dicoret dari produk susu. Padahal nih ya, susu di Good Day juga nggak jelas-jelas amat keberadaannya.

Komposisi di balik kemasan Good Day Mocacinno cuma tertulis krimer nabati. Sedangkan pada kemasan Good Day Duet tertulis krimer nabati (mengandung susu). Cuma varian rock salt caramello pada Good Day Duet yang mencantumkan susu skim bubuk. Itu pun jumlahnya masih sangat kurang untuk memenuhi kebutuhan harian bayi.

Bahaya kelebihan gula dan garam pada anak

Konsumsi gula dan garam berlebih sejak dini akan menyebabkan anak rentan terhadap obesitas, hipertensi, dan diabetes. Obesitas akan menjadi pintu gerbang dari penyakit-penyakit yang lebih serius jika nggak ditangani dengan tepat. Selain itu aktivitas bayi bisa mengalami gangguan jika berat badannya berlebihan.

Perlu diingat bahwa kondisi bayi yang gembul dan menggemaskan nggak selamanya berdampak positif. Bisa jadi mereka sedang mengalami malnutrisi, sebab gizi yang diasup nggak seimbang. Mudahnya mereka terlalu berlebihan mengasup hal-hal nggak berguna, dan kekurangan nutrisi-nutrisi baik yang diperlukan untuk tumbuh kembangnya.

Bayi yang nampak lahap memakan makanan nggak sehat nggak bisa menjadi pembenaran, lho. Secara naluriah bayi bakalan mangap kalau disuapin sesuatu ke mulutnya. Apalagi makanannya punya rasa-rasa yang menyenangkan. Sebab selama 6 bulan mereka biasa minum susu yang rasanya tawar. Padahal tubuhnya sedang nggak baik-baik saja mencerna makanan-makanan bermasalah itu.

Alasan finansial nggak bisa dijadikan pembenaran pemberian kopi instan

Dalam banyak kasus serupa, finansial sering dijadikan alasan atas keteledoran ini. Padahal ketika hamil dan pada akhirnya melahirkan, artinya kita harus sudah siap berkomitmen mencukupi kebutuhan si anak. Nggak perlu serba mahal, yang penting aman dan sesuai umurnya.

Tuhan sudah menganugerahkan ASI yang bisa didapat secara gratis. ASI sangat bernutrisi dan murah untuk menyambung hidup si kecil. Jika ASI nggak keluar, masih banyak opsi susu formula murah yang lebih layak dengan syarat harus dikonsultasikan terlebih dulu ke dokter anak. Biasanya fasilitas kesehatan setempat juga akan memberi bantuan untuk bayi kurang gizi dari keluarga kurang mampu. Sebab saya juga pernah menerima bantuan itu di usia balita. Intinya, banyak sekali jalan untuk memberikan asupan gizi yang layak untuk si kecil jika orang tua mau berusaha.

Dalam kasus video viral, si kecil sudah berumur 7 bulan. Memasuki usia MPASI, susu bukanlah sumber makanan utama. Bayi bisa diberi makanan padat yang gizinya jauh lebih kompleks. Banyak lho opsi bahan makanan murah untuk MPASI yang kualitas gizinya nggak murahan.

Perlunya sanksi dari instansi terkait

Kalau alasan pemberian kopi instan karena nggak punya uang untuk beli susu, si ibu kan masih bisa ber-TikTok ria, kenapa bujet belanja kuota internetnya nggak dipakai buat beli kebutuhan si kecil aja, sih? Logikanya bener-bener nggak jalan, deh. Diingatkan viewers pun tetap nggak mempan. Nyatanya dia dengan enteng lebih memilih bisa TikTok-an daripada ngasih makanan layak ke anaknya. Jelas sebuah keteledoran yang disengaja.

Untuk Dinas Sosial, saya rasa ibu-ibu meresahkan seperti ini perlu ditertibkan dan diberi sanksi tegas, deh. Supaya ke depannya nggak ada lagi orang tua problematik yang bisa membahayakan anaknya sendiri. Si ibu juga perlu diberi edukasi tentang parenting yang layak.

Saya jadi semakin yakin kalau pendidikan untuk perempuan itu sangatlah penting. Biar bisa jadi ibu yang baik dan nggak ngawur kayak ibu yang lagi viral ini. Jadi, nggak perlu insecure berlomba-lomba nikah dan punya anak cepat-cepat kalau memang belum siap.

Penulis: Erma Kumala Dewi
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Viral Konten TikTok Ibu Kasih Bayi Kopi Good Day, Bukti Jadi Ibu Rumah Tangga Harus Berpendidikan Tinggi.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 25 Januari 2023 oleh

Tags: Bayikonten tiktokkopi instanMPASIvideo viral
Erma Kumala Dewi

Erma Kumala Dewi

Penggemar berat film kartun walaupun sudah berumur. Suka kulineran dan kekunoan.

ArtikelTerkait

Mal Lebih Ramai dari Sekolah Adalah Bukti Nyata Pendidikan di Indonesia Nomor Dua terminal mojok

Mal Lebih Ramai dari Sekolah Adalah Bukti Nyata Pendidikan di Indonesia Nomor Dua

3 Mei 2021
Emak-emak Sufor Melawan Sinisme Fanatikus ASI

Emak-emak Sufor Melawan Sinisme Fanatikus ASI

27 Maret 2023
Konten TikTok Buiramira: Jalan Ninja Mahasiswa yang Bingung Skripsi dan Malas Bimbingan mahasiswa akhir

Konten TikTok Buiramira: Jalan Ninja Mahasiswa yang Bingung Skripsi dan Malas Bimbingan

12 Oktober 2023
Dukun Beranak, Profesi yang Harusnya Diperhatikan Pemerintah

Dukun Beranak, Profesi yang Harusnya Diperhatikan Pemerintah

15 Agustus 2022
5 Sosok yang Cocok Melatih Pendidikan Militer jika Wibu yang Menentukan

Pasang Surut Sentimen Sipil vs Militer di Balik Fenomena Video ‘Pacar Kamu Ganteng? Bisa Gini Ga?’

20 Mei 2020
Memahami Apa Itu PMO yang Ramai Diperbincangkan di TikTok dan Cara Mengatasinya Terminal Mojok

Memahami Apa Itu PMO yang Ramai Diperbincangkan di TikTok dan Cara Mengatasinya

1 Januari 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pulang ke Lembata NTT Setelah Lama Merantau di Jawa, Kaget karena Kampung Halaman Banyak Berubah Mojok.co

Momen Pulang ke Lembata NTT Setelah Sekian Lama Merantau di Jawa Diliputi Rasa Kaget, Kampung Halaman Banyak Berubah

25 Februari 2026
Cuan Jualan Takjil Memang Menggiurkan, tapi Cobaannya Nggak Kalah Besar Mojok.co

Cuan Jualan Takjil Memang Menggiurkan, tapi Cobaannya Nggak Kalah Besar

21 Februari 2026
Vespa Matic: Tampilannya Keren, tapi Payah di Jalan Nggak Rata dan Tanjakan Mojok.co

Vespa Matic, Motor Mahal yang Nggak Masuk Akal, Harga Setara Mobil Bekas, Fiturnya Minim!

21 Februari 2026
Bukan Buangan dari UNDIP: Kami Mahasiswa UNNES, Bukan Barang Retur! kampus di semarang

UNNES Semarang Rajin Menambah Mahasiswa, tapi Lupa Menyediakan Parkiran yang Cukup

24 Februari 2026
Mari Mengenal Salah Satu ‘Keajaiban’ dalam Hidup: Compounding

Mari Mengenal Salah Satu ‘Keajaiban’ dalam Hidup: Compounding

25 Februari 2026
Ilustrasi Bus Bagong Berisi Keresahan, Jawaban dari Derita Penumpang (Unsplashj)

Di Jalur Ambulu-Surabaya, Bus Bagong Mengakhiri Penderitaan Era Bus Berkarat dan Menyedihkan: Ia Jawaban dari Setiap Keresahan

20 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • 8 Tahun Pakai iPhone, Ternyata Saya Dibutakan Gengsi padahal Android Lebih Praktis dan Nyaman
  • Adhit & Carlo Jikustik Gandeng Klaten Project Rilis Lagu Religi “Tuhan itu Ada”
  • User Bus Sumber Selamat Pertama Kali Makan di Kantin Kereta, Niat buat Gaya dan Berekspektasi Tinggi malah Berakhir Meratapi
  • Penerima LPDP Dalam Negeri Terkena Getah Awardee Luar Negeri yang “Diburu” Seantero Negeri, padahal Tak Ikut Bikin Dosa
  • Kumpul Keluarga Justru bikin Ortu Makin Kesepian dan Terabaikan, Anak Sibuk sama HP dan Tak Saling Bicara
  • Makan Mie Ayam, “Quality Time” Orang Surabaya dan Balas Dendam Terbaik untuk Melampiaskan Getirnya Hidup

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.