Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Jalur Hutan Jati Balapulang, Jalur Penghubung Banyumas dan Tegal yang Mencekam

Yanuar Abdillah Setiadi oleh Yanuar Abdillah Setiadi
7 Oktober 2023
A A
Jalur Hutan Jati Balapulang, Jalur Penghubung Banyumas dan Tegal yang Mencekam

Jalur Hutan Jati Balapulang, Jalur Penghubung Banyumas dan Tegal yang Mencekam (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Bagi kalian yang hendak bepergian ke Slawi atau Kota Tegal dari arah Purwokerto, pasti akan melewati jalan hutan satu ini. Yaps, jalur Hutan Jati Balapulang. Jalan yang dipenuhi pohon jati di sepanjang jalan ini terletak di Kecamatan Balapulang. Area jalan ini juga menjadi akses bagi para pengendara yang hendak menuju ke jalur pantai utara Jawa, tak terkecuali Tegal.

Kendaraan roda dua dan empat yang berasal dari Kecamatan Ajibarang (Banyumas), menggunakan jalur ini sebagai akses utama menuju Tegal. Bukan hanya itu, jalan Hutan Jati Balapulang juga digunakan sebagai akses bus-bus besar seperti Sinar Jaya.

Saya sendiri sudah tidak terhitung berapa kali melewati jalur ini kalau mau ke Tegal dan sekitarnya. Saking seringnya, saya sampai lupa. Namun, saya selalu merasa kerepotan saat melintasi jalan yang menghubungkan Bumiayu dan Slawi ini.

Kenapa bisa begitu? Jadi, begini…

Katanya jalur hutan jati, tapi kok panas?

Saat pertama melintasi jalur ini, saya merasa senang karena bisa menikmati pemandangan serba hijau yang menyehatkan mata. Namun, alih-alih merasa sejuk saat melewatinya, saya tetap merasa gerah tatkala membelah jalanan di area ini. Kebetulan saat itu sedang musim kemarau, jadi ada beberapa pohon jati di sepanjang jalan yang daunnya rontok dan hanya menyisakan ranting.

Oh ya, saya rasa pohon jati adalah tipe tumbuhan yang tidak memiliki daun yang lebat. Sehingga pohon ini tidak cocok untuk ditanam di pinggir jalan karena kurang rindang. Sehingga jalan yang mulus itu akan tetap terasa menyengat bagi pengendara walaupun sekelilingnya ada pohon jati.

Jalur Hutan Jati Balapulang begitu sunyi dan jauh dari pemukiman warga

Memang kondisi jalur Hutan Jati Balapulang memiliki kontur yang rata. Namun, kontur jalan yang nyaman itu pun terkesan percuma manakala kendaraan kita bermasalah atau mogok di tengah jalan. Jalan yang panjangnya sekitar 3 kilo meter ini hanya dikelilingi oleh pohon jati saja tanpa ada area pemukiman warga. Jangankan pemukiman, mencari tukang tambal ban di sini sulitnya seperti mencari jarum dalam tumpukan jerami. Angel tenan, Lur!

Makanya, saya mewanti-wanti kepada pengandara jika melewati jalur ini supaya mengecek kondisi kendaraan terlebih dahulu. Jangan sampai mogok di tengah hutan yang sepi itu. Hal ini berpotensi merepotkan diri kalian karena harus menuntun motor untuk mencari bengkel dengan jarak yang lumayan jauh. Apalagi kalau kalian mogok pas pakai kendaraan roda empat. Sudah pasti ciloko, Guys!

Baca Juga:

Purwokerto Memang Kota Wisata, tapi Wisatawan Tak Diberi Petunjuk dan Dibiarkan Bingung Mau ke Mana

Bayu Skak dan Film Ngapak Banyumas: Mengangkat Martabat atau Mengulang Stereotipe Buruk?

Baca halaman selanjutnya

Makin malam, makin mencekam

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 9 Oktober 2023 oleh

Tags: ajibarangbanyumasHutan Jati BalapulangSlawitegal
Yanuar Abdillah Setiadi

Yanuar Abdillah Setiadi

Santri. Murid Cak Nun, Rocky Gerung, Sujiwo Tejo. Instagram: @yanuarabdillahsetiadi

ArtikelTerkait

12 Kosakata Bahasa Tegal yang Biasa Digunakan dalam Percakapan Sehari-hari

4 Industri Warisan Nenek Moyang yang Masih Eksis di Tegal

19 Maret 2022
Gang Trisanja 16, Gang Mewah yang Jadi Antitesis UMK Kabupaten Tegal 

Wali Kota Tegal, Wali Kota yang Amat Sangat Dicintai Warganya, Bener kan, Lur?

19 Maret 2024
5 Culture Shock Orang Jogja Datang Kondangan di Tegal. Ada Welcome Drink seperti di Hotel-hotel Mojok.co

Culture Shock Orang Jogja Datang Kondangan di Tegal. Ada Welcome Drink seperti di Hotel-hotel

16 Desember 2023
Stasiun Purwokerto, Kini Stasiun Terbaik di Sekitar Banyumas (Rio Adhitya Cesart via Wikimedia Commons)

Stasiun Purwokerto Setelah Renovasi Kini Punya Parkiran Lebih Luas dan Fasilitas Tambahan Membuat Pengunjung Puas

14 April 2024
Enaknya Hidup di Kecamatan Kembaran Banyumas: Dekat Kota, tapi Masih Asri dan Banyak Makanan Enak

Enaknya Hidup di Kecamatan Kembaran Banyumas: Dekat Kota, tapi Masih Asri dan Banyak Makanan Enak

2 November 2025
purwokerto banyumas mojok

Biar Kalian Nggak Bingung, Saya Kasih Tahu Bedanya Purwokerto dan Banyumas

26 Mei 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

7 Kebiasaan Orang Kebumen yang Terlihat Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warga Lokal Mojok.co

6 Mitos di Kebumen yang Nggak Bisa Dibilang Hoaks Begitu Saja

3 Februari 2026
Pantai Watu Bale, Tempat Wisata Kebumen yang Cukup Sekali Saja Dikunjungi Mojok.co

Pantai Watu Bale, Tempat Wisata Kebumen yang Cukup Sekali Saja Dikunjungi 

5 Februari 2026
5 Menu Seasonal Indomaret Point Coffee yang Harusnya Jadi Menu Tetap, Bukan Cuma Datang dan Hilang seperti Mantan

Tips Hemat Ngopi di Point Coffee, biar Bisa Beli Rumah kayak Kata Netijen

3 Februari 2026
Lawang Sewu, Destinasi Wisata Semarang yang Nggak Perlu Diulang Dua Kali Mojok.co

Lawang Sewu, Destinasi Wisata Semarang yang Nggak Perlu Diulang Dua Kali

1 Februari 2026
Es Teh Jumbo Cuan, tapi Jualan Gorengan Bikin Saya Bisa Kuliah (Unsplash)

Bisnis Kecil Seperti Gorengan dan Es Teh Jumbo Dipandang Remeh Nggak Bakal Cuan, Padahal Berkat Jualan Gorengan Saya Bisa Kuliah

2 Februari 2026
Di Sumenep, Tidak Terjadi Invasi Barbershop, Diinjak-injak Sama Pangkas Rambut Tradisional

Di Sumenep Tidak Terjadi Invasi Barbershop, Diinjak-injak Sama Pangkas Rambut Tradisional

4 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Ironi TKI di Rembang dan Pati: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Karena Harus Terus Kerja di Luar Negeri demi Gengsi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial
  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.