Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Buku

‘Hot Chord’, Pahlawan Gitaris Pemula pada Masanya

Iqbal AR oleh Iqbal AR
24 Maret 2021
A A
hot chord Panduan Membeli Gitar Akustik Tripleks Harga Satu Juta ke Bawah Terminal Mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Kalau bicara tentang era 2000-an, salah satu yang mungkin bisa dibahas adalah di mana era akhir kejayaan dari majalah cetak. Mulai maraknya internet menjadi salah satu sebab mengapa majalah cetak sudah berada di titik nadir. Namun, ada beberapa majalah yang malah mengalami masa kejayaannya di era ini. Ya walaupun hanya sebentar, setidaknya beberapa majalah yang jaya di era ini berhasil menancapkan panji-panjinya dan berhasil diingat sampai sekarang. Salah satu majalah yang sempat tenar dan masih diingat sampai sekarang adalah majalah Hot Chord.

Sebagian dari kita yang besar di era 2000-an dan dekat dengan dunia musik, sudah pasti pernah bersinggungan dengan majalah ini. Apalagi kalau kita belajar main gitar, pasti punya majalah Hot Chord. Iya, majalah ini adalah majalah musik yang konten utamanya adalah panduan chord gitar lagu-lagu populer pada masa itu. Panduan chord gitar dari majalah ini bisa dibilang lengkap, karena tidak hanya chord-nya saja, tetapi diagram chord (gitar dan piano) juga ditunjukkan. Walhasil, majalah ini menjadi salah satu “kitab suci” kalau kita mau belajar memainkan lagu-lagu populer.

Majalah yang berkantor pusat di Surabaya ini bisa dibilang cerdas dalam memilih pasar. Ketika majalah musik saat itu seperti Rolling Stone, Hai, atau Trax memilih konten-konten serius dan cenderung panjang, Hot Chord memilih hal yang berbeda. Hot Chord lebih memilih untuk fokus di panduan chord gitar, dan ada beberapa konten musik (wawancara musisi atau ulasan album) yang disajikan singkat saja. Di daerah Jawa Timur terutama, Hot Chord menjadi majalah yang sangat populer. Di setiap kios koran dan majalah, sudah hampir pasti dapat kita temukan majalah ini. Dengan harga 7000 rupiah saja, kita sudah bisa membawa majalah ini pulang.

Konten-kontennya pun cukup menarik. Ada Hot Indo dan Hot Manca, yang memberikan panduan chord lagu lokal dan mancanegara. Kita sebenarnya bisa request ke redaksi apabila lagu kesayangan kita ingin ada panduannya, dengan cara kirim SMS atau surat ke redaksi Hot Chord. Ada juga Hot Musician, yang mengulas tentang musisi. Ada juga Hot Clinic, yang memberikan tips tentang skil main gitar. Ada Hot Event, yang membahas acara-acara yang berkaitan dengan dunia musik. Intinya, semua hal tentang musik ada porsinya, lah, di majalah ini. Ya meskipun ada beberapa konten tentang stereotip musik yang malah dibahas terlalu dalam, padahal faktanya juga belum tentu benar.

Perjumpaan saya dengan majalah ini terjadi di sekitar 2008-2009. Saat itu saya masih kelas 6 SD, dan saya sedang belajar main gitar. Kebetulan di depan SD saya, ada kios yang berjualan majalah, dan ketika saya lewat, terpampang satu majalah yang cukup membuat saya penasaran. Saya berhenti dan memandangi majalah tersebut, dan agak kecewa setelah tahu harganya mahal. Waktu itu, uang 7000 rupiah sudah terhitung besar bagi anak SD. Akhirnya saya pulang dengan perasaan sedikit kecewa.

Esok harinya, saya sudah berniat membeli majalah tersebut. Bermodalkan sebagian uang tabungan saya dan uang pemberian ayah, saya berhasil membeli majalah tersebut setelah pulang sekolah. Saya masih ingat, saat itu cover depannya ada gambar Kaka Slank. Walhasil, majalah Hot Chord menjadi majalah yang selalu saya beli setiap bulannya. Dengan tabungan uang jajan, saya berhasil untuk rutin beli majalah Hot Chord tanpa ada satu pun yang terlewat (saya punya semua edisi bulanan 2009).

Tahun 2009 adalah tahun terakhir saya membeli majalah ini. Setelah saya lulus SD dan masuk ke SMP, saya sudah tidak pernah lagi beli majalah ini. Bukan karena sudah tidak suka musik lagi, tetapi saya sudah bisa sedikit-sedikit ngulik lagu dengan cara mendengarkan, tanpa perlu panduan tulis lagi. Ketika SMP, saya lebih suka main bola daripada main musik. Maka Hot Chord edisi ke-18 yang terbit pada Desember 2009 adalah majalah Hot Chord terakhir saya.

Meskipun sekarang entah apa kabarnya, setidaknya Hot Chord adalah pahlawan bagi sebagian orang yang pernah belajar gitar. Hot Chord setidaknya membantu untuk memberi chord dasar dari sebuah lagu. Perkara nadanya pas atau tidak, itu urusan masing-masing. Tulisan ini saya buat untuk setidaknya mengenang majalah Hot Chord, yang sudah menemani saya dalam belajar main gitar.

Baca Juga:

Rame-rame Ulang Tahun Majalah Bobo ke-50 Bikin Saya Sadar Betapa Tidak Meratanya Akses Literasi di Indonesia

5 Dosa Gitaris yang Susah Dimaafkan

BACA JUGA Panduan Membeli Gitar Akustik Tripleks Harga Satu Juta ke Bawah dan tulisan Iqbal AR lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 6 Januari 2022 oleh

Tags: gitarishot chordmajalah
Iqbal AR

Iqbal AR

Penulis lepas lulusan Sastra Indonesia UM. Menulis apa saja, dan masih tinggal di Kota Batu.

ArtikelTerkait

Selain Majalah Bobo, Tabloid Fantasi dan Majalah Mentari Adalah Harta Karun Anak 90-an Pada Masanya terminal mojok

Selain Majalah Bobo, Tabloid Fantasi dan Majalah Mentari Adalah Bacaan Anak 90-an yang Wajib Dikenang

29 April 2021
5 Dosa Gitaris yang Susah Dimaafkan terminal mojok.co

5 Dosa Gitaris yang Susah Dimaafkan

25 Desember 2021
Dari Bobo, XY Kids, sampai GADIS: Inilah Romantika Manusia dan Majalah Favoritnya

Dari Bobo, XY Kids, sampai GADIS: Inilah Romantika Manusia dan Majalah Favoritnya

1 Juni 2020
Daftar Hadiah Majalah Jadul yang Paling Ditunggu oleh Kawula Muda Tahun 2000-an terminal mojok

Daftar Hadiah Majalah Jadul yang Paling Ditunggu oleh Kawula Muda Tahun 2000-an

6 Juli 2021
Bobo, Majalah Literasi buat Anak yang Pertama Saya Kenal terminal mojok.co

Bobo, Majalah Literasi buat Anak yang Pertama Saya Kenal

29 Desember 2020
Rame-rame Ulang Tahun Majalah Bobo ke-50 Bikin Saya Sadar Betapa Tidak Meratanya Akses Literasi di Indonesia

Rame-rame Ulang Tahun Majalah Bobo ke-50 Bikin Saya Sadar Betapa Tidak Meratanya Akses Literasi di Indonesia

29 Juni 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Paris Van Java Mall Bandung: Estetik, tapi Sama Sekali Nggak Nyaman

Paris Van Java Mall Bandung: Estetik, tapi Sama Sekali Nggak Nyaman

18 Mei 2026
Mal-Mal Jombang Kelewat Jadul Bikin Warlok Lebih Senang Ngemal di Mojokerto atau Kediri Mojok.co

Mal-Mal Jombang Kelewat Jadul Bikin Warlok Lebih Senang Ngemal di Mojokerto atau Kediri

19 Mei 2026
Penjilat Atasan Adalah Borok dalam Dunia Kerja yang Bikin Pekerja Keras Tersingkir dan Menderita Mojok.co

Penjilat Atasan Adalah Borok dalam Kantor yang Bikin Pekerja Lain Tersingkir dan Menderita

21 Mei 2026
Tulungagung Perlu Banyak Belajar dari Pacitan agar Wisata Pantainya Tidak Makin Tertinggal Mojok.co

Masalah Utama Tulungagung Bukan Wisata, tapi Tradisi Korupsi di Kursi Bupati

19 Mei 2026
6 Alasan Jatinangor Selalu Berhasil Bikin Kangen walau Punya Banyak Kekurangan Mojok.co

3 Alasan Kuliah di Jatinangor Adalah Training Ground sebelum Masuk Dunia Kerja

18 Mei 2026
Jogja Aneh, Membiarkan Tukang Becak Mati dalam Kemiskinan (Unsplash)

Jogja Itu Aneh: Becaknya Dianggap Warisan Budaya, tapi Pengemudinya Dibiarkan Menua, Lalu Mati dalam Kemiskinan

21 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.