Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Bobo, Majalah Literasi buat Anak yang Pertama Saya Kenal

Rezha Rizqy Novitasary oleh Rezha Rizqy Novitasary
29 Desember 2020
A A
Bobo, Majalah Literasi buat Anak yang Pertama Saya Kenal terminal mojok.co

Bobo, Majalah Literasi buat Anak yang Pertama Saya Kenal terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Sewaktu usia saya masih balita, ibu sudah memperkenalkan dengan majalah Bocil (Bobo Kecil). Keluarga saya memang bukan orang yang berada, sehingga ibu tak bisa membelikan majalah Bocil itu setiap pekan. Namun, ibu benar-benar memanfaatkan penggunaan majalah Bocil itu kepada saya.

Saat itu saya masih duduk di Taman Kanak-Kanak. Tidak banyak yang saya ingat tentang interaksi dengan Bocil itu. Namun, ada satu momen yang amat melekat di benak saya hingga sekarang. Momen itu adalah ketika ibu mengajak saya mencari jalan dalam labirin berkelok yang berbentuk sungai untuk menemukan jalan bagi nelayan.

Berkali-kali ibu sengaja mencoba jalan yang salah, hingga akhirnya pada kesempatan terakhir seolah-olah kami bisa menemukan jalan yang tepat. Itu adalah momen yang menyenangkan bagi saya. Bahkan sampai sekarang, saya selalu tertarik mencari jalan yang tepat dengan mencoba-coba jalan yang salah dulu (maksud saya nyasar dalam suatu perjalanan).

Ketika saya sudah menginjak usia anak-anak yang lebih besar lagi, ibu mulai membelikan majalah Bobo (bukan lagi Bocil). Meskipun hanya bisa beli majalah itu dua bulan sekali, saya merasa amat senang. Bahkan, ketika berkunjung ke rumah nenek yang ada di Surabaya saat libur kenaikan kelas, saya selalu minta tolong untuk mengantarkan ke toko buku bekas untuk membeli majalah Bobo bekas.

Majalah Bobo benar-benar menjadi teman bermain dan belajar bagi anak-anak seperti saya, persis seperti slogan yang ia bawa. Bobo mengajarkan keakraban dalam keluarga lewat cergamnya yang muncul di awal halaman. Ya, cerita tentang keluarga kelinci itu selalu unik untuk dinikmati. Tokoh yang dicantumkan pun juga memiliki karakter yang kuat. Misalnya Bibi Titi Teliti.

Melalui Cerita dari Negeri Dongeng yang diperankan oleh Nirmala, Oki, Ratu Bidadari, dan para dayang, anak-anak diajak untuk mengenal imajinasi yang tak terbatas di dunia dongeng. Selain itu, mereka juga jadi mengerti perbedaan antara dunia nyata dan dunia dongeng melalui cerita Bona, gajah kecil dengan belalai panjang dan sahabatnya Rongrong.

Melalui rubrik Ensiklopedia, Bobo juga mengenalkan kita dengan berbagai pengetahuan unik seputar dunia ilmiah. Cerita anak yang disajikan lengkap dengan ilustrasi juga membantu anak untuk memahami karakter baik.

Bobo juga selalu menyapa pembacanya melalui rubrik Bobosiana sebelum berpetualang lewat lembaran-lembaran kertas. Karya-karya para pembaca juga ditampilkan di halaman khusus lukisan dan puisi. Hal ini sangat membuat saya tertarik untuk belajar membuat puisi, meskipun tidak pernah berhasil.

Baca Juga:

4 Hal Menyebalkan yang Membuat Ibu-ibu Kapok Pergi ke Posyandu

Alasan Banyak Nama Anak Zaman Sekarang Semakin Rumit

Tentunya masih banyak rubrik-rubrik lain di majalah Bobo yang mendukung kreativitas anak. Misalnya teka-teki silang, uji imajinasi, cergam tentang Paman Kikuk, Husin, dan Asta, hingga soal-soal sederhana yang disajikan untuk anak usia SD.

Pendek kata, majalah Bobo benar-benar membantu anak-anak untuk mengenal nikmatnya berliterasi sejak dini. Ini adalah hal yang luar biasa.

Ketika saya beranjak dewasa, bahan bacaan saya sudah berganti. Perlahan saya berhenti mengoleksi majalah Bobo. Majalah dan tabloid remaja yang menggantikannya.

Hal ini terus saya lakukan. Hingga puncaknya, ketika saya sudah dewasa, tiba-tiba saya ingat majalah anak dengan tokoh kelinci biru berbaju merah dengan tulisan huruf b dan jambul hijau itu. Saya mencoba mencari di peramban. Saya bertanya-tanya, apakah majalah Bobo masih eksis sampai sekarang?

Saya tersenyum lega melihat majalah itu ternyata masih eksis hingga sekarang. Bahkan ternyata telah ada versi onlinenya. Ingatan saya tentang diri saya versi anak yang berteriak senang saat bapak pulang sambil membawa majalah Bobo di tangan kembali terngiang. Ilustrasi yang menarik pada sampul Bobo selalu membuat saya berdecak kagum dan bersemangat untuk membacanya.

Belakangan saya tahu bahwa ternyata majalah Bobo adalah dari Belanda. Hanya saja memang ada beberapa rubrik yang memang murni terbitan dari Indonesia. Namun, hal ini tidak lantas membuat saya kecewa. Saya tetap kagum akan majalah anak itu. Kegirangan saat mendapat benda-benda bonus seperti pensil, poster, atau magnet adalah kenangan yang seru bagi saya.

Bagaimanapun, Bobo menunjukkan cara terbaik untuk mengenalkan buku sebagai sahabat bagi anak. Bagi saya, majalah Bobo itu adalah sahabat pertama saya dalam dunia literasi. Terima kasih, Bobo!

BACA JUGA Dari Bobo, XY Kids, sampai GADIS: Inilah Romantika Manusia dan Majalah Favoritnya atau tulisan Rezha Rizqy Novitasary lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 28 Desember 2020 oleh

Tags: AnakBobomajalah
Rezha Rizqy Novitasary

Rezha Rizqy Novitasary

Seorang perempuan, pengajar SMA, dan penikmat waktu pagi.

ArtikelTerkait

keinginan orang tua pisah rumah dari orang tua pengalaman manfaat mojok.co

Menebak Keinginan Orang Tua Lebih Rumit daripada Menolaknya

6 Agustus 2020
gaya pengasuhan

Gaya Pengasuhan Orang Tua Punya Pengaruh Ke Kepribadian Kita

21 Oktober 2019
4 Hal Menyebalkan yang Membuat Ibu-ibu Kapok Pergi ke Posyandu Mojok.co

4 Hal Menyebalkan yang Membuat Ibu-ibu Kapok Pergi ke Posyandu

9 April 2025
Dear, Orang Tua_ Please Banget, Jangan Bonceng Anak Naik Motor dengan Posisi Berdiri. Bahaya! terminal mojok

Dear, Orang Tua: Please Banget, Jangan Bonceng Anak Naik Motor dengan Posisi Berdiri, Bahaya!

13 September 2021
musim permainan di sd anak 2000an tren remaja anak-anak di indonesia mojok.co

Pengalaman Saya Sekolah di SD yang Punya 6 Musim

16 Juli 2020
Mengenal Fase Falik pada Anak dan Tips Menghadapinya Terminal Mojok

Apa Itu Fase Falik pada Anak dan Cara Menghadapinya

8 November 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Andai Suzuki Burgman Street 125 Ganti Logo Jadi Honda, Pasti Laris di Indonesia

Saya Kira Orang Bilang Suzuki Burgman Jelek Itu Cuma Lebay, ternyata Memang Sejelek Itu

9 Juni 2026
Di Balik Sekolah Elit yang Eksploitatif dan Manipulatif Ada Guru yang Menderita karena (Terpaksa) Jadi Ojek dan ART untuk Yayasan  Terminal

Di Balik Sekolah Elit yang Eksploitatif dan Manipulatif Ada Guru yang Menderita karena (Terpaksa) Jadi Ojek dan ART untuk Yayasan 

8 Juni 2026
Debu Jalur Pantura Kendal Makin Meresahkan Pengendara Motor, Sebaiknya Sedia Masker kalau Nggak Mau Sesak Napas Terminal

Debu Jalur Pantura Kendal Makin Meresahkan Pengendara Motor, Sebaiknya Sedia Masker kalau Nggak Mau Sesak Napas

9 Juni 2026
Sisi Gelap Sekretariat UKM Kampus: Ketika Ruang Kerja Bergeser Menjadi Ruang Pribadi

Sisi Gelap Sekretariat UKM Kampus: Ketika Ruang Kerja Bergeser Menjadi Ruang Pribadi

7 Juni 2026
Lampung Bukan Tempat Merantau untuk Orang Lemah

Lampung Itu Nama Provinsi, Bukan Nama Kota. Pas SD Pernah Belajar IPS Nggak sih?

8 Juni 2026
Derita Di Balik Keindahan Brown Canyon Semarang: Kisah Warga yang Harus Berdamai dengan Truk Tronton dan Debu Tambang Mojok.co

Penderitaan Tinggal Dekat Tempat Wisata Brown Canyon Semarang, Warga (Terpaksa) Berdamai dengan Truk Tronton dan Debu Tambang

4 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.