Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Honda BeAT Terbaru: Generasi yang Menyimpan Dosa Besar, Mengkhianati DNA Honda, dan Paling Mengecewakan

Budi oleh Budi
12 Februari 2026
A A
Honda BeAT Terbaru, Motor Berdosa dan Paling Mengecewakan (Shutterstock)

Honda BeAT Terbaru, Motor Berdosa dan Paling Mengecewakan (Shutterstock)

Share on FacebookShare on Twitter

Kalau ada yang nanya ke saya, generasi Honda BeAT mana yang paling nggak worth it sepanjang sejarah, saya nggak akan muter-muter untuk menjawab. Kata saya, BeAT terbaru itu yang paling mengecewakan. 

Katanya, Honda BeAt adalah generasi yang secara desain terlihat paling modern. Tapi, bagi saya, justru paling jauh dari DNA Honda yang selama ini bikin orang percaya dan loyal.

Iya, Honda boleh saja bangga dengan BeAT terbaru yang mereka klaim punya efisiensinya mantap, bobot ringan, handling lincah, dan teknologi yang katanya makin canggih. Tapi di balik semua itu, ada satu nilai lama yang diam-diam dikorbankan Honda: durabilitas. Dan buat motor sejuta umat kayak Honda BeAT, itu dosa besar.

Baca juga Honda BeAT Terbaru: Motor Paling Laris, tapi Juga yang Paling Cepat Rusak, Mending Beli Yamaha Mio M3!

Kenapa orang bisa mencintai Honda BeAT

Sebelum ngomongin generasi terbaru yang bikin geleng-geleng kepala. Saya ingat bahwa Honda BeAT bukan motor sembarangan. Dari generasi awal, ia punya reputasi sebagai motor harian yang bandel, siap disiksa, dan cocok dipakai siapa saja. Dari mahasiswa sampai tukang galon, dari pegawai kantoran sampai kurir paket.

Honda BeAT generasi awal, terutama yang masih pakai rangka konvensional dan mesin karburator maupun injeksi awal, itu motor yang “nggak rewel”. Kamu mau memakainya untuk panas-panasan, hujan-hujanan, bahkan jarang servis pun masih mau hidup. Rangka kuat, walau berat. Memang sih, dari sisi mesin bukan yang paling kencang, tapi awetnya minta ampun. Sumpah.

Di sinilah Honda membangun citra. Honda adalah motor awet, tahan lama, dan punya nilai jual kembali yang tinggi. Saya kira, banyak orang membeli Honda bukan karena desainnya paling cakep atau fitur paling canggih. Tapi ya karena yakin Honda BeAT adalah motor bakal nemenin sampai akhir zaman.

Generasi Honda BeAT yang masih worth it

Kalau disuruh milih BeAT yang masih layak dibeli sampai hari ini, banyak orang akan menunjuk BeAT generasi lama sebelum eSAF. Entah itu BeAT FI awal, BeAT Pop, atau BeAT ESP generasi awal. 

Baca Juga:

Astrea Bulus 1991 yang Saya Beli Lima Juta, Dibilang Teman “Ora Jaman”, Ternyata Malah Jadi Motor Paling Masuk Akal Buat Saya

Saya Menyesal Nggak Pakai Vario 125 dari Dulu karena Motor Honda Ini Nggak Bikin Bangga tapi Nyatanya Nggak tergantikan

Motor-motor ini mungkin kalah modern. Lampunya belum LED semua, panel instrumennya masih sederhana, tak ada USB charger pula. Tapi soal struktur dan rasa aman, saya cukup yakin jauh lebih menenangkan.

Rangka besi konvensional mungkin bikin bobot motor lebih berat. Tapi, ada rasa solid di sana. Mau memakainya selama bertahun-tahun, mau itu kena jalan jelek, beban berat, atau pemakaian brutal, rangkanya jarang jadi sumber masalah. Kalau ada kerusakan pun, biasanya masih bisa ditangani bengkel biasa tanpa drama berlebihan.

Inilah generasi Honda BeAT yang pantas disebut worth it. Sebab Honda masih konsisten dengan janjinya: menjual motor yang tahan lama.

Datangnya rangka eSAF dan durabilitas yang menjadi korban

Masuklah Honda dengan rangka eSAF. Enhanced Smart Architecture Frame, katanya. Lebih ringan, lincah, dan efisien. Di atas kertas, semua terdengar indah. Bobot turun, konsumsi BBM makin irit, handling lebih enak buat stop-and-go di kota besar.

Secara teori Honda agak benar. Honda BeAT terbaru memang terasa enteng. Cocok untuk manuver di gang sempit. Buat pemula, motor ini terasa ramah. Desainnya juga paling segar dibanding generasi sebelumnya. Garis tajam, lampu LED, speedometer digital, semuanya terlihat modern.

Masalahnya, motor bukan cuma soal rasa hari ini. Motor itu investasi yang akan dipakai bertahun-tahun.

Di sinilah masalah utama Honda BeAT terbaru muncul. Rangka eSAF, yang jadi tulang punggung motor, justru jadi sumber kekhawatiran. Rangka gampang keropos, karat dari dalam, sampai retak bukan cuma cerita satu dua orang. Ini sudah jadi obrolan luas di bengkel, forum, sampai tongkrongan.

Buat motor harian yang sering kena hujan, panas, dan kondisi jalan Indonesia yang nggak ramah, rangka adalah komponen sakral. Sekali rangka bermasalah, selesai sudah.

Baca juga Honda Scoopy Adalah Bukti Kebobrokan Seni Menjual Motor Kosong dengan Wajah Lucu dari Honda

Honda terlalu percaya diri

Yang bikin makin menyebalkan, Honda terlihat terlalu percaya diri. Alih-alih mengakui dan mengevaluasi total, mereka tetap keras kepala mempertahankan eSAF dengan alasan efisiensi dan teknologi. Seolah-olah suara konsumen cuma noise yang nggak penting.

Padahal, kekuatan Honda selama ini bukan di gimmick teknologi dan desain semata, tapi di reputasi. Sekali reputasi awet itu runtuh, susah balikin kepercayaan.

Tapi kalau kamu cari Honda BeAT karena murah, irit, dan enteng, mungkin masih bisa menerimanya. Tapi kalau kamu cari BeAT karena ingin motor yang awet, tahan lama, dan bisa dipakai bertahun-tahun tanpa rasa khawatir, generasi ini bukan jawabannya.

Dan dalam sejarah panjang BeAT, ia layak dicatat sebagai generasi paling mengecewakan. Sebuah generasi yang seharusnya tidak pernah dilahirkan, tapi tetap saja

Honda dengan bangga melepasnya ke jalanan. Payah.

Penulis: Budi

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Honda Beat, Motor Matik yang Menjadi Favorit Maling karena Mudah “Dipetik”

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 12 Februari 2026 oleh

Tags: Beatbeat karbuhondahonda beathonda beat 2025honda beat 2026honda beat terbarumotor hondarangka eSAFrangka esaf beatrangka esaf honda
Budi

Budi

Seorang montir tinggal di Kudus yang juga menekuni dunia kepenulisan sejak 2019, khususnya esai dan fiksi. Paling suka nulis soal otomotif.

ArtikelTerkait

Honda BeAT

Nggak Masalah Dikatain Miskin karena Pakai Honda BeAT, yang Penting Menang Pemikiran!

24 Juli 2023
Ilustrasi Suzuki Skydrive Membunuh Bengkel Resminya Sendiri (Unsplash)

Suzuki Skydrive, Motor Aneh yang Membunuh Bengkel Resminya Sendiri

18 Januari 2024
Motor Honda Penyelamat Mahasiswa UNESA Ketintang Surabaya (Unsplash)

Berkat Irit dan Bobotnya Ringan, Motor Honda Menyelamatkan Mahasiswa UNESA Ketintang dari Ruwetnya Tempat Parkir dan Jalanan Surabaya

16 Maret 2024
Awalnya Bangga Beli Honda Scoopy, Lama-lama Malu karena Sering Bermasalah, Motor dan Pemiliknya Jadi Kelihatan Payah Mojok.co

Awalnya Bangga Beli Honda Scoopy, Lama-lama Malu karena Sering Bermasalah, Motor dan Pemiliknya Jadi Kelihatan Payah

12 Maret 2026
motor Honda Stylo 160: Motor Matik Baru dari Honda tapi Sudah Disinisin karena Pakai Rangka eSAF, Bagusan Honda Giorno ISS Honda motor honda spacy

ISS Honda, Fitur yang Bermanfaat sekaligus Merepotkan, Gampang Ngambek!

12 November 2024
Vario 110, Motor Honda Terbaik yang Bikin Saya Menyesal (Wikimedia Commons)

Setelah Mencoba 9 Generasi Vario, Saya Menyesal Sudah Menjadikan Vario 110 Sebagai Generasi Terbaik Motor Honda

10 Juni 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pengalaman Saya Menemani Anak 3 Tahun untuk Sunat (Unsplash)

Pengalaman Saya Sebagai Bapak Milenial Mengalahkan Rasa Takut untuk Menemani Anak Sunat di Usia 3 Tahun

29 Mei 2026
Orang Kampung yang Sekolah Tinggi Malah Paling Jarang Srawung Mojok.co

Orang Kampung yang Sekolah Tinggi Jarang Srawung karena Lingkungannya Toxic dan Pemikirannya Jalan di Tempat!

30 Mei 2026
Rasanya Hidup di Pengok Jogja: Tidur di Antara 2 Rel, Pasti Bisa Bangun Pagi karena Suara Kereta Begitu Membahana

Rasanya Hidup di Pengok Jogja: Tidur di Antara 2 Rel, Pasti Bisa Bangun Pagi karena Suara Kereta Begitu Membahana

26 Mei 2026
Banjarbaru, Ibu Kota Provinsi Rasa Kabupaten Gara-gara Keliatan Medioker (Kota Banjarbaru via Wikimedia Commons)

Banjarbaru, Ibu Kota Provinsi Rasa Kabupaten Gara-gara Keliatan Medioker

26 Mei 2026
Naik Bus Rosalia Indah Kelas Super Top Double Decker Bikin Saya Betah Berlama-lama di Dalam Bus Mojok.co

Naik Bus Rosalia Indah Kelas Super Top Double Decker Bikin Saya Betah Berlama-lama di Dalam Bus

31 Mei 2026
Perayaan Waisak di Borobudur: Momen Sakral yang Bawa Berkah bagi Warga Magelang

Perayaan Waisak di Borobudur: Momen Sakral yang Bawa Berkah bagi Warga Magelang

31 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.