Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Karawang dan Masalah Banjir yang Tak Kunjung Usai: Pemda Sibuk Urusi Izin Investasi, tapi Lupa Menjaga Ekologi

Ferika Sandra oleh Ferika Sandra
10 Februari 2026
A A
Karawang dan Masalah Banjir yang Tak Kunjung Usai: Pemda Sibuk Urusi Izin Investasi, tapi Lupa Menjaga Ekologi

Karawang dan Masalah Banjir yang Tak Kunjung Usai: Pemda Sibuk Urusi Izin Investasi, tapi Lupa Menjaga Ekologi

Share on FacebookShare on Twitter

Beberapa kolega saya di Karawang membagi story di WhatsApp mengenai kondisi pasca banjir yang terjadi di sana. Tahun ini, banjir di daerah yang terkenal dengan industrinya itu terjadi berkali-kali. Sejak awal Januari, sudah ada beberapa banjir yang terjadi. Menurut kolega saya, ini jadi banjir yang terparah dalam sejarahnya ia tinggal di Karawang.

Banjir sebenarnya bukan hal yang mengagetkan untuk orang Karawang. Ada tiga sungai besar yang membelah wilayah Karawang, mulai Sungai Cibeet, Cilamaya, dan Citarum. Jika satu saja meluap, Karawang jelas akan tertutup banjir. Dan itu tak bisa dihindarkan, sebab sungai-sungai tersebut mengalami penyempitan.

ADVERTISEMENT

Imbasnya pada awal 2026 ini kawasan Karawang jadi salah satu yang terdampak bencana banjir. Tidak cukup satu hari, bahkan sampai dua pekan banjir merendam beberapa kawasan, utamanya yang ada di sekitar DAS Citarum.

Banjir Karawang yang begitu parah luput dari perhatian pemerintah daerah

Masifnya pembangunan di wilayah Karawang dalam tiga dekade ini jadi penyumbang utama penyebab banjir yang dirasakan warganya. Sebut saja di wilayah Karangligar, Telukjambe Barat yang beberapa waktu lalu terendam banjir hingga dua pekan lamanya. Alih-alih dapat perhatian dari Pemerintah Daerah Karawang, warga di wilayah ini seakan-akan dibiarkan tenggelam. Padahal ada banyak solusi yang bisa dilakukan pemangku kebijakan untuk menangani banjir ini.

Salah satunya Pemda Karawang Bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum bisa melakukan mitigasi penanganan banjir agar tidak berangsur lama dan merugikan warganya. Saya akui wilayah ini memiliki topografi yang rendah dan rentan menjadi kawasan langganan banjir di Karawang bagian barat. Namun idealnya sebagai tampuk pimpinan tertinggi di daerah sudah seharusnya pemerintah mengambil kebijakan cepat agar masalah banjir di sana bisa diatasi sesegera mungkin.

Untuk jangka panjang, normalisasi sungai Citarum bisa menjadi pilihan di tengah kondisi sungai yang kini mulai banyak ditemukan sedimen tanah dan penyempitan.

BACA JUGA: Karawang Memang Kawasan Industri dan Tempat Uang Berkumpul, tapi Tak Nyaman untuk Ditinggali

Banjir tiap tahun, izin industri tetap turun

Kolega saya yang tinggal di Karawang memang menyebut jik banjir yang terjadi di sana memang jadi langganan setiap tahunnya. Namun yang ia sayangkan justru tidak ada perhatian lebih dari Pemda melakukan penanganan dalam jangka panjang. Pemda malah sibuk menambah permasalahan dengan menambah izin industri yang tidak sedikit abai akan ekologi. Sebut saja  Kawasan Industri di Ciampel, Karawang wilayah yang tidak jauh dari Sungai Citarum yang justru menambah kerusakan ekosistem di sana.

Baca Juga:

Nasib Stasiun Karawang: Terasing di Rel Sendiri, Kalah Mentereng dari Stasiun Cikarang

Cilegon, Kota Industri yang Nggak Kompetitif dan Terlihat Miskin

Belum lagi yang ada di Telukjambe Barat , yang kabarnya juga ditemukan aliran limbah yang dibuang ke Sungai Citarum. Kalau begini, industri yang untung, warganya buntung, karena mereka Cuma dapat banjirnya saja. Ini belum lagi beban sungai yang menopang industri di sana mulai dari Parungmulya hingga Cikampek, Karawang.

Namun hingga kini, tetap saja izin bisa turun meski ekologi hancur lebur. Lagi-lagi warga yang jadi korbannya.

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

BACA JUGA: Karawang Ada di Peringkat 4 dari Bawah Soal Kemajuan Daerah di Jawa Barat: Sebuah Penghinaan!

Masalah ekologi perlu dipikirkan sejak dini

Saya herannya begini. Kawasan Karawang ini sudah maju, industrialisasinya yang masif jelas jadi penyumbang utama kemajuannya. Tapi, perkara ekologi, selalu jadi nomor sekian. Maksudnya tuh, jika ingin fokus membangun industri, jangan lupakan perkara ekologi. Sebab percuma banget pabrik berdiri kokoh kalau wilayah sekitarnya terendam banjir.

Idealnya, Pemda wajib menerbitkan aturan baku guna mengembalikan ekologi sungai yang ada di wilayah Karawang. Jangan sampai di masa mendatang Karawang jadi Jakarta yang siap tenggelam tiap hujan. Itu ya kalau peduli, sih.

Penulis: Ferika Sandra
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Saya Sungguh Malu ketika Harus Mengakui Karawang Adalah Kota yang Rusak, Disia-siakan oleh Pemodal Brengsek yang Nggak Sayang Lingkungan

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 10 Februari 2026 oleh

Tags: banjir di karawangindustri di karawangKarawangsungai citarum
Ferika Sandra

Ferika Sandra

Seorang pustakawan dari Kota Malang yang mencoba menulis untuk menertibkan pikiran. Gemar dengan isu-isu literasi dan kebudayaan.

ArtikelTerkait

Menanti Stadion Singaperbangsa Karawang Bangkit dari Mati Suri Mojok.co

Saya Dukung Revitalisasi Stadion Singaperbangsa Karawang supaya Nggak Malu-maluin lagi

26 Oktober 2024
Surat Terbuka untuk Pemda Karawang Terkait Pengelolaan Rusunawa Adiarsa: Masak Kalah sama Cerita Angker?

Surat Terbuka untuk Pemda Karawang Terkait Pengelolaan Rusunawa Adiarsa: Masak Kalah sama Cerita Angker?

23 Mei 2023
Slogan I Love Karawang Wujud Miskin Ide Pemda Karawang (Unsplash)

Saya Malu dengan Slogan I Love Karawang yang Tidak Representatif, Tidak Cinta Bahasa Daerah, dan Miskin Ide

26 Juni 2024
Hal Menarik Lainnya yang Bisa Kamu Temukan di Karawang Selain Goyang Karawang

Hal Menarik Lainnya yang Bisa Kamu Temukan di Karawang Selain Goyang Karawang

7 Desember 2019
Karawang Utara Juga Perlu Universitas, Jangan Bangun di Karawang Barat Melulu Dong! Mojok.co

Karawang Utara Juga Perlu Universitas, Jangan Bangun di Karawang Barat Melulu, dong!

12 November 2023
Bupati Karawang “Menghilang” ketika Rakyat Membutuhkan Dia (Unsplash)

Bupati Karawang Malah “Menghilang” ketika Warga Sangat Membutuhkan. Bukan Sikap yang Baik dari Seseorang yang Mau Menjadi Anggota DPR

6 November 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bangkalan Lebih Cocok Jadi Ibu Kota Provinsi Madura daripada Pamekasan Terminal

Bangkalan Lebih Cocok Jadi Ibu Kota Provinsi Madura daripada Pamekasan

8 Juli 2026
Pengalaman saya sebagai lulusan jurusan Hukum Islam yang memilih jadi petani kopi di desa, ilmunya nggak sia-sia Mojok.co

Pengalaman saya sebagai lulusan jurusan Hukum Islam yang memilih jadi petani kopi di desa, ilmunya nggak sia-sia

12 Juli 2026
Karangmalang UNY tidak ramah pejalan kaki, jalan kaki di sana serasa uji nyali Mojok.co

Karangmalang UNY tidak ramah pejalan kaki, jalan kaki di sana serasa uji nyali

7 Juli 2026
Pengalaman Naik Honda Win 100 di Tanah Rantau Adalah Mimpi Buruk, Hidup Tambah Repot Mojok.co

Honda Win Memang Bikin Repot, tapi Sejak Kapan Motor Tua Punya Kewajiban Memanjakan Pemiliknya?

6 Juli 2026
Pengakuan jujur saya sebagai orang Semarang menghadapi kuliner kambing Tegal yang garang Mojok.co

Pengakuan orang Semarang yang kalah mental menghadapi garangnya kuliner kambing Tegal

7 Juli 2026
Freelancer in this economy: nggak bisa pilih-pilih kerjaan, upah nggak seberapa dan cuma numpang lewat Mojok.co

Freelancer in this economy: nggak bisa pilih-pilih kerjaan, upah nggak seberapa dan cuma numpang lewat

10 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.