Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

PCX 160 Motor Mewah tapi Menyedihkan, Mending Beralih ke Lexi 155

Budi oleh Budi
7 Agustus 2025
A A
PCX 160 Motor Mewah tapi Menyedihkan, Mending Beralih ke Lexi 155 yamaha lexi

PCX 160 Motor Mewah tapi Menyedihkan, Mending Beralih ke Lexi 155 (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Sebelum tersesat lebih jauh dengan PCX 160, mending tobat dan menjajal Lexi 155.

Ada satu fenomena yang bikin saya miris sekaligus heran sampai sekarang: pemuja fanatik Honda PCX. Mereka seperti sedang berada di jalan yang gelap, dipandu oleh lampu senja yang redup, namun percaya bahwa itu cahaya matahari. Padahal yang mereka ikuti hanyalah sorot lampu dari motor matic bongsor yang, maaf, ampas.

Ya, PCX 160 ini ibarat cinta yang kelihatan indah dari luar, tapi dalamnya penuh masalah. Kalau boleh saya beri nasihat, mending kalian tobat nasuha sebelum penyesalan datang.

Serius, saya nggak ngerti kenapa ada orang yang bisa segitunya memuja motor Honda satu ini. Apa karena bodinya bongsor? Apa karena lampunya tajam? Atau cuma karena ingin kelihatan seperti juragan tanah? Atau sekadar tergiur harga jual yang stabil? Kalau itu aja alasannya, selamat! Kalian sedang menjalani ibadah kesesatan otomotif.

PCX 160 indah di foto, menyedihkan di kenyataan

Honda PCX 160 memang punya daya tarik visual. Bodinya besar, garis desainnya elegan, dan dari jauh terlihat seperti motor matic premium yang siap bikin gengsi naik. Tapi semua itu hanya “pemoles luka”. Begitu dipakai harian, barulah kebohongan itu terkuak.

Salah satu kelemahan paling parah ada di blok mesin bagian bawah. Posisi komponen ini terlalu rendah karena efek engine mounting dipindah ke atas. Dan ini bukan sekadar teori, ini masalah nyata.

Banyak korban sudah merasakannya. Sedikit saja kena polisi tidur atau jalan berlubang, “crack” suaranya terdengar renyah lalu blok mesin pecah. Soal biaya perbaikan? Silakan siap-siap merogoh dompet sampai ke lapisan terdalam.

Belum lagi masalah ground clearance yang bikin PCX 160 gampang nyangkut. Di negara dengan jalanan super mulus seperti Eropa, mungkin ini bukan masalah. Tapi di Indonesia, di mana lubang bisa lebih sering ditemui daripada mantan yang masih chat tengah malam, ini jelas bencana.

Baca Juga:

Honda Air Blade, Produk yang Bakal Gagal Total Menantang Dominasi Yamaha Aerox

Setia Bersama Honda Beat Biru 2013: Motor yang Dibeli Mertua dan Masih Nyaman Sampai Sekarang, Motor Lain Mana Bisa?

Mesin yang bikin deg-degan

Di atas kertas, mesin Honda PCX 160 memang terdengar menggiurkan. Tenaganya lumayan, torsi cukup. Tapi dalam praktiknya, performa ini seperti kue ulang tahun. Cantik, tapi cepat habis.

Tarikannya terasa berat di putaran bawah, apalagi kalau sudah boncengan plus bawa belanjaan dari pasar. Konsumsi BBM memang hemat, tapi apa artinya hemat kalau tiap bulan harus menyisihkan dana untuk perbaikan karena komponen sensitif mesin rawan kena benturan?

Ada juga cerita klasik soal getaran mesin. Mungkin tidak separah generasi awal, tapi tetap terasa kalau dibandingkan kompetitor. Efeknya? Lama-lama bikin riding experience tidak nyaman. Dan kalau perjalanan jauh, dengungannya seperti backsound film horor. Nggak bikin tenang sama sekali.

Harga gengsi yang kebablasan

Mari bicara harga. PCX 160 dibanderol cukup tinggi. Dan entah kenapa banyak orang merasa ini tanda prestise. Padahal kalau melihat spesifikasi dan kualitas build-nya, perbandingannya seperti beli kopi sachet di hotel bintang lima. Mahal doang karena tempatnya, bukan karena kualitas isinya.

Di kelas matic bongsor, Anda sebenarnya punya banyak pilihan. Tapi sayangnya, banyak yang terjebak pada brand image Honda yang katanya “bandel” dan “awet”. Mungkin benar di beberapa model, tapi PCX jelas bukan termasuk di dalamnya.

Saatnya tobat dan menjajal Yamaha Lexi

Kalau Anda benar-benar ingin motor matic agak bongsor yang worth it, inilah saatnya melipir ke Yamaha Lexi 155. Motor ini adalah paket lengkap yang masuk akal. Harganya nggak bikin kantong bolong, spesifikasinya mumpuni, dan—ini yang penting—ground clearance-nya lebih manusiawi untuk jalanan Indonesia.

Lebih lagi, Lexi 155 sekarang dibekali mesin VVA (Variable Valve Actuation), yang artinya tenaga tetap responsif di berbagai putaran mesin. Tarikannya enteng, bahkan saat boncengan atau bawa barang. Konsumsi BBM-nya efisien, dan yang lebih penting posisi duduknya nyaman untuk perjalanan jauh plus nggak ada puduk di legroom depan. Suspensinya juga cukup bersahabat untuk jalan bergelombang, tidak membuat Anda merasa sedang naik becak tanpa peredam suspensi.

Lexi 155 lebih unggul ketimbang PCX 160

Yamaha Lexi 155 juga punya fitur Stop & Start System untuk menghemat bahan bakar saat berhenti di lampu merah, lampu hazard yang siaga, ada juga Smart Key System biar nggak ribet colok kunci, dan ruang kaki lega untuk bawa barang atau sekadar meluruskan kaki. Bahkan ada power socket untuk ngecas HP. Hal sederhana tapi berguna di era serba online seperti sekarang ini.

Bodinya memang tidak sebesar PCX 160 yang ampas itu, tapi justru ini keunggulan. Bobotnya lebih ringan, lincah untuk selap-selip di kemacetan, dan lebih aman dari risiko “blok mesin pecah” gara-gara menghantam polisi tidur.

Dengan semua fitur dan performa itu, motor Yamaha ini dijual di harga yang masih rasional. Anda tidak perlu menggadaikan masa depan demi terlihat keren di jalan. Bahkan, uang selisih dari tidak membeli PCX 160 bisa dialokasikan untuk servis rutin, modifikasi, atau sekadar jajan bakso tiap minggu.

Jangan sampai menyesal

Memilih motor itu seperti memilih pasangan. Jangan hanya melihat penampilan luar, tapi perhatikan juga bagaimana dia menghadapi jalanan hidup bersama Anda. Honda PCX 160 mungkin terlihat mewah, tapi kalau ujungnya bikin dompet bocor dan hati kesal, untuk apa?

Yamaha Lexi 155 mungkin bukan primadona di iklan TV, tapi di jalanan nyata, dia teman setia yang tidak gampang nyusahin. Jadi, sebelum terlanjur sesat, mari tobat. Dunia per-matic-an masih luas, dan Yamaha Lexi 155 siap menuntun Anda ke jalan yang lurus, secara literal maupun finansial.

Penulis: Budi
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Semua Orang Membenci Honda PCX dan Yamaha NMAX, Sampai Mereka Mencoba Motor Tersebut.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 8 Agustus 2025 oleh

Tags: honda pcxmotor hondamotor YamahapcxYamaha Lexi
Budi

Budi

Seorang montir tinggal di Kudus yang juga menekuni dunia kepenulisan sejak 2019, khususnya esai dan fiksi. Paling suka nulis soal otomotif.

ArtikelTerkait

motor Honda Stylo 160: Motor Matik Baru dari Honda tapi Sudah Disinisin karena Pakai Rangka eSAF, Bagusan Honda Giorno ISS Honda motor honda spacy

Honda Stylo Adalah Motor Paling Tidak Jelas: Mahal, tapi Value Nanggung. Motor Sok Retro, tapi Juga Modern, Maksudnya Gimana?

15 Maret 2026
All New Honda Vario 125 eSP 2018: Motor Matik Kencang, Nyaman, dan Paling Enak Dipakai Harian motor honda blade 110 honda vario 160 supra x 125 vario street

7 Motor Honda yang Wajib Dibeli: Jelas Irit, Jelas Keren, dan Jelas Lebih Bagus ketimbang Yamaha!

28 Maret 2024
Motor Honda PCX, Motor yang Bakal Mengantarmu Naik Kasta Kehidupan yamaha NMAX pajero kunci keyless tangki honda pcx

Review Motor Honda PCX Setelah 6 Tahun Pemakaian: Nggak Bisa Berharap Banyak, tapi Masih Begitu Nyaman buat Harian

11 Februari 2025
Motor Honda Supra X 125 Makin Langka, Harganya Makin Tinggi (Foto milik penulis)

Betapa Gaibnya Motor Honda Supra X 125 Cakram Belakang, Semakin Langka dan Harganya Mulai Nggak Masuk Akal

3 April 2024
Honda CS1, Motor yang Bikin Saya Menderita: Udah Servisnya Mahal, Disinisin Montir di Bengkel pula

Honda CS1, Motor yang Bikin Saya Menderita: Udah Servisnya Mahal, Disinisin Montir di Bengkel pula

14 Maret 2024
Yamaha Fazzio: Motor yang Awalnya Terlihat Aneh, tapi Lama-Lama Bikin Kepincut Mojok.co

Yamaha Fazzio: Motor yang Awalnya Terlihat Aneh, tapi Lama-Lama Bikin Kepincut

19 November 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kabel Bangkalan Madura yang Semrawut Bikin Nggak Nyaman Dipandang Mojok.co

Kabel Bangkalan Madura yang Semrawut Bikin Nggak Nyaman Dipandang

22 April 2026
5 Perguruan Tinggi Swasta Terbaik di Bandung dari Kacamata Orang Lokal, Nggak Kalah dari Kampus Negeri Mojok.co PTN

Tradisi Tahunan Datang, Sekolah Kembali Sibuk Merayakan Siswa Lolos PTN, sementara yang Lain Cuma Remah-remah

23 April 2026
Yamaha Aerox 155 Connected Nggak Cocok Dijadikan Motor Ojol, Bikin Resah Penumpang Mojok.co honda air blade

Honda Air Blade, Produk yang Bakal Gagal Total Menantang Dominasi Yamaha Aerox

22 April 2026
5 Kuliner Terbaik Demak yang Wajib Dicicipi Setidaknya Sekali Seumur Hidup Mojok.co

5 Kuliner Terbaik Demak yang Wajib Dicicipi Setidaknya Sekali Seumur Hidup

23 April 2026
Sudah Selayaknya Tegal Masuk dalam 10 Besar Kota Paling Toleran, Bukan Jogja Mojok.co

Sudah Selayaknya Tegal Masuk dalam 10 Besar Kota Paling Toleran, Bukan Jogja

26 April 2026
Film Horor “Songko” Memberi Kesegaran yang Menakutkan (Unsplash)

Film Horor “Songko” Memberi Kesegaran yang Menakutkan dari Cerita Rakyat Minahasa dan Membebaskan Kita dari Kebosanan Horor Jawa

23 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Kasih Tip Rp5 Ribu ke Driver Ojol Tak Bikin Rugi tapi Bikin Hidup Lebih Bermakna di Tengah Situasi Hidup yang Kacau
  • Tahlilan Ibu-ibu di Desa: Kegiatan Positif tapi Sialnya Jadi Kesempatan buat Flexing Perhiasan, Mengorek Aib, hingga Saling Paido
  • Merawat Nilai Luhur di Dalam Candi Plaosan agar Tak Memudar Seiring Zaman
  • Bagi Pelari Kalcer, Kesehatan Tak Penting: Gengsi dan Diterima Sirkel Elite Jadi Prioritas Mereka
  • 4 Jurusan Kuliah yang Kerap Disepelekan tapi Jangan Dihapus, Masih Relevan dan Dibutuhkan di Bisnis Rezim Manapun
  • UU PPRT Menyelamatkan Manusia dari Perbudakan Modern: Harus Kita Rayakan, Meski Jalan Kemenangan Masih Panjang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.