Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Olahraga

Haruna dan (Silat) Lidahnya di Space Pandit Football

Iqbal AR oleh Iqbal AR
19 Januari 2022
A A
Share on FacebookShare on Twitter

Nama Haruna Soemitro akhir-akhir ini jadi perbincangan banyak orang, terutama para penggemar sepakbola nasional. Statement Exco PSSI ini di sebuah siniar JPNN tentang timnas, pelatih Shin Tae-Yong, dan tentang PSSI yang katanya butuh hasil daripada proses jadi penyebabnya. Beberapa hari terakhir, Pak Haruna dirujak habis-habisan, sampai disarankan mundur dari Exco PSSI melalui tagar #HarunaOut. Diskursus tentang PSSI, Timnas, dan Pak Haruna ini jadi sangat liar dan beragam di media sosial.

Adalah Pandit Football yang mencoba mewadahi diskusi ini. Bertajuk #RuangPandit Ada Apa Dengan PSSI dan STY, menghadirkan Pak Haruna Soemitro, Pandit Football mengajak Exco PSSI ini berdiskusi dengan para pengamat sepakbola. Ada Sirajuddin Hasbi dari Fandom ID, Ilhamzada sebagai wartawan sepakbola, dan Andie Peci dari perwakilan supporter. Selain mereka bertiga, ada juga beberapa pihak yang urun pendapat jadi pembicara. Diskusi yang berlangsung di Twitter Space pada Selasa, 18 Januari 2022 ini dihadiri banyak pendengar. Total pendengar yang sempat nongkrong di space sekitar ENAM RIBU ORANG LEBIH. Tentu saja nyaris semua dari mereka ingin dengar langsung penjelasan dari pernyataan Pak Haruna.

Sebelumnya, pernyataan Pak Haruna soal tidak butuh proses tetapi butuh hasil itu tidak sepenuhnya salah. Semua memang menginginkan hasil, tapi melihat gimana kinerja federasi—yang mana Pak Haruna ada di dalamnya—dalam mengelola kompetisi hingga timnas, nampaknya pernyataan beliau agak kurang tahu diri. Federasi ngurus kompetisi saja masih semrawut, masa iya mau hasil yang maksimal di timnas. Makanya, pernyataan ini yang jadi salah satu poin penting yang dibahas di space Pandit Football semalam.

Ada beberapa hal yang sebenarnya menarik dari pernyataan Pak Haruna Soemitro di Space semalam. Tentu saja, pernyataan-pernyataan beliau ini juga menarik untuk dikomentari.

#1 Naturalisasi yang pas

Pak Haruna mengatakan bahwa PSSI ingin menaturalisasi pemain yang pas. “Kenapa yang dinaturalisasi bek kanan? Bukannya kita sudah punya Asnawi? Katanya butuh striker, kok naturalisasi bek kanan?”

Pak Haruna, tahu namanya kedalaman skuat, nggak? Di AFF kemarin, kita hanya punya Asnawi dan Rizky Dwi di posisi bek kanan. Asnawi main ngotot banget, dan beberapa kali dijatuhkan lawan. Rizky Dwi, baru main sekali (dari bangku cadangan), jadi belum bisa dinilai. Pemain yang dinaturalisasi kan juga bagus (mungkin lebih bagus dari Asnawi), jadi mengapa harus dipermasalahkan. Kalau butuh pemain naturalisasi yang pas, ngapain dulu PSSI menaturalisasi van Beukering? Pas dari mananya itu?

Pak Haruna juga bilang ngapain pemain dari liga Belgia (yang akan dinaturalisasi) milih jadi pemain Indonesia, tidak jadi warga Belgia dan membela tim Belgia saja. Yaelah, Pak, Belgia ini tim bertabur bintang, seleksinya ketat, dan belum tentu pemain ini bisa masuk ke timnas Belgia. Jadi, kalau pemain ini mau membela tim nasional dan kebetulan punya kesempatan membela timnas Indonesia, ya mengapa tidak, gitu lho.

#2 STY belum mengumpulkan seluruh tim Liga 1 untuk menjabarkan roadmap-nya

Ini mungkin jadi PR Direktur Teknik Timnas, Indra Sjafri. Tapi, STY ini dilantik ketika kompetisi tidak jalan. Ketika kompetisi jalan, pun, jalannya di masa pandemi. Jadi, apa yang terjadi di AFF ini anggap lah jadi tolok ukur, bahwa tanpa adanya pertemuan antara STY dan tim Liga 1, kita sudah bermain cukup bagus. Tapi, ke depannya, bukan berarti tidak ada pertemuan antara STY dan tim Liga 1, kan?

Baca Juga:

Nekat Kuliah S3 di Taiwan Berujung Syok, tapi Saya Merasa Makin Kaya sebagai Manusia

Goa Jatijajar, Objek Wisata di Kebumen yang Cukup Sekali Saja Dikunjungi

Ayolah, Pak, sabar dulu, percaya proses. Timnas ini sedang membangun, jangan ngerecokin dulu, lah. Keadaan lagi susah gini kok mintanya banyak banget.

#3 Soal ekosistem timnas dan kompetisi

Pak Haruna bilang bahwa ekosistem timnas dan kompetisi harus sejalan, tidak bisa berjalan sendiri dan berbeda.

Sebenarnya tidak hanya itu PR-nya, Pak. Ekosistem federasi juga buruk banget, Pak, dan itu yang sebenarnya harus dibenahi total. PSSI selama ini kan tidak transparan, selalu main di balik layar, dan tidak jarang terjadi hal-hal mencurigakan. Jadi, coba deh Pak Haruna dan teman-teman Exco itu membenahi diri sendiri dulu aja.

Lucunya, beliau sempat bilang begini:

“Kalau keberadaan saya di dunia sepakbola memunculkan permusuhan, buat apa saya tetap berada di dunia sepak bola?”

Ya sudah, Pak, kalau nyatanya keberadaan Pak Haruna malah bikin ribut, mundur itu pilihan yang bijak, kok, Pak. Kalau pelatih timnas gagal dan bisa mundur, mengapa Exco ketika PSSI tidak berhasil tidak mundur juga? Ketua umumnya aja ganti-ganti, Exco-nya kok itu-itu saja.

#4 Proses dan hasil

Beliau masih mengulang perkara betapa pentingnya hasil di space tersebut. Beliau juga berkata bahwa sebagai petinggi Madura United, dia gagal karena tak memberi hasil.

Nah, ini masalahnya. Gini, Timnas kan nggak pernah juara AFF kan ya. Dipikir-pikir, sebenarnya nggak fair juga minta hasil. Yang dinilai harusnya proses dan upayanya. Dan itu nggak bisa dibebankan ke pelatih doang.

Lagian kalau pelatih nggak ngasih hasil harus terima dikritik dan pada titik tertentu, mundur, lalu kenapa exco PSSI nggak mundur waktu Timnas gagal?

Akhirul kalam, mengutip apa yang dikatakan Bang Fuad, bahwa kita sudah lama percaya PSSI. Sampe musyrik!

Penulis: Iqbal AR
Editor: Rizky Prasetya

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 19 Januari 2022 oleh

Tags: harunapandit footballpilihan redaksipssispace
Iqbal AR

Iqbal AR

Penulis lepas lulusan Sastra Indonesia UM. Menulis apa saja, dan masih tinggal di Kota Batu.

ArtikelTerkait

5 Tempat Horor di Surabaya yang Bisa Didatangi untuk Wisata Uji Nyali Terminal Mojok

5 Tempat Horor di Surabaya yang Bisa Didatangi untuk Wisata Uji Nyali

4 Agustus 2022
Dana Keistimewaan Jogja 2022 Sebesar Rp1,32 Triliun: Mau buat Apa? terminal mojok.co

Dana Keistimewaan Jogja 2022 Sebesar Rp1,32 Triliun: Buat Apa Aja?

10 November 2021
Hyundai dan Visi Besar Menciptakan Masa Depan yang Lebih Baik mojok.co

Hyundai dan Visi Besar Menciptakan Masa Depan yang Lebih Baik

26 Oktober 2021
KA Taksaka Nggak Perlu Bergelar Argo untuk Jadi Primadona dan Anak Emas KAI

KA Taksaka Nggak Perlu Bergelar Argo untuk Jadi Primadona dan Anak Emas KAI

15 September 2024
6 Fakta Menarik tentang Purwokerto yang Perlu Kalian Ketahui Terminal Mojok

6 Fakta Menarik tentang Purwokerto yang Perlu Kalian Ketahui

28 Agustus 2022
Sisi Gelap Kampung Durian Runtuh Upin Ipin yang Nggak Disadari Penonton

Sisi Gelap Kampung Durian Runtuh Upin Ipin yang Nggak Disadari Penonton

1 Maret 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Aerox Motor Yamaha Paling Menderita dalam Sejarah (unsplash)

Aerox: Motor Yamaha Paling Menderita, Nama Baik dan Potensi Motor Ini Dibunuh oleh Pengguna Jamet nan Brengsek yang Ugal-ugalan di Jalan Raya

8 April 2026
Dear Produser Film “Aku Harus Mati”, Taktik Promosi Kalian Itu Ngawur Bikin Resah Pengguna Jalan Mojok.co

Dear Produser Film “Aku Harus Mati”, Taktik Promosi Kalian Itu Ngawur Bikin Resah Pengguna Jalan

5 April 2026
Mobil Honda Mobilio, Mobil Murah Underrated Melebihi Avanza (Unsplash)

Kaki-kaki Mobil Honda Tidak Ringkih, Jalanan Indonesia Saja yang Kelewat Kejam!

5 April 2026
Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal Mojok.co

Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal

5 April 2026
TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk Mojok.co

TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk 

6 April 2026
4 Alasan yang Bikin User Kereta Api Berpaling ke Bus AKAP, Gratis Makan dan Lebih Aman Mojok.co

4 Alasan yang Bikin User Kereta Api Berpaling ke Bus AKAP, Gratis Makan dan Lebih Aman

7 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Sumbangan Pernikahan di Desa Menjebak dan Bikin Menderita: Maksa Utang demi Tak Dihina, Jika Tak Ikuti Dicap “Ora Njawani”
  • Mahasiswa Sudah Muak dengan KKN: Tak Dapat Faedah di Desa, Buang-buang Waktu untuk Impact Tak Sejelas kalau Magang
  • Ikut Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat sampai 4 Kali, setelah Diterima Malah Menyesal karena Nggak Sesuai Ekspektasi
  • Umur 30 Cuma Punya Honda Supra X 125 Kepala Geter: Dihina tapi Jadi Motor Tangguh buat Bahagiakan Ortu, Ketimbang Bermotor Mahal Hasil Jadi Beban
  • Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living
  • Slow Living Cuma Mitos, Gen Z dengan Gaji “Imut” Terpaksa Harus Hustle Hingga 59 Tahun demi Bertahan Hidup

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.