Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Hal yang Mungkin Luput dari Proyek Pembersihan Kabel Utilitas di Sekitaran Tugu Jogja

Taufik oleh Taufik
28 Desember 2020
A A
Hal yang Mungkin Luput dari Proyek Pembersihan Kabel Utilitas di Sekitaran Tugu Jogja terminal mojok.co

Hal yang Mungkin Luput dari Proyek Pembersihan Kabel Utilitas di Sekitaran Tugu Jogja terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Ingin sekali rasanya saya berkomentar mengenai apa saja yang bisa sedang Jogja alami sebagai perubahan yang tidak seharusnya. Melihat apa yang sedang gonjang-ganjing saat ini. Terutama bangunan kuno yang sudah mendarah daging sebagai ikon Jogja, Tugu Pal Putih.

Namun, tenang saja. Saya tidak hendak memprotes sana-sini mengenai dana yang dipakai untuk proyek tahunan tersebut. Juga tidak akan memprotes bagaimana ikon ini seakan wajib adanya diperbaiki tiap tahunnya, mengingat masih banyak hal yang bisa dan seharusnya dilaksanakan oleh pemerintah dan berguna untuk kelangsungan kehidupan Jogja.

Saya hanya akan melirik satu hal, polusi visual kabel utilitas yang menurut berbagai sumber yang saya dapat dari internet, sudah sejak lama dikeluhkan berbagai pihak di Jogja. Pun usaha dari pemerintah yang akhirnya berhasil menghalau morat-marit malang melintangnya kabel di sekitaran Tugu Pal Putih beberapa saat lalu. Sudah sepantasnya apresiasi diberikan kepada pemerintah yang dalam hal ini diwakilkan pemenang dan penggarap tender. Kabel-kabel yang mengganggu pemandangan Instagram-able dan estetika tugu kebesaran Jogja itu, akhirnya bisa dibenamkan ke dalam tanah.

Semua orang bergembira. Bukan hanya wisatawan yang semringah karena foto mereka sudah tidak ada lagi garis pemotong akibat kabel malang melintang di kanan kiri tugu. Akun-akun yang selalu memposting berbagai hal mengenai istimewanya Jogja juga tidak kalah girang. Postingan mereka mengenai hasil kerja proyek revitalisasi Tugu Pal Putih ini memberikan isyarat bahwa tugas besar telah terlaksana dengan sempurna. Mission accomplished.

Saya ikut senang dong dengan pencapaian ini, awalnya. Lalu saya mencermati apa yang terjadi sebenarnya. Apa yang seharusnya dilakukan sebagai ekses dari sesuatu hal tidak baik yang bertahan selama puluhan tahun lalu tercerabut diganti pemandangan baru yang lebih baik.

Jadi begini, setiap bentuk pembangunan berbagai kawasan didasarkan pada Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Ada yang tingkatannya nasional, provinsi, sampai yang tingkatan paling rendah terdapat di kelurahan-kelurahan dan desa-desa. Intinya, semua kerangka pembangunan yang merujuk pada visi pembangunan skala nasional itu ujung-ujungnya dikembalikan kepada masing-masing daerah. Terlihat jelas sekali bahwa otonomi menjadi motor penggerak pembangunan di wilayah-wilayah terendah di bawah tingkatan nasional dan provinsi. Maka sekiranya tanggung jawab juga ada di pundak para pemangku kebijakan di tingkat tersebut.

Kebijakan RTRW skala kota dan kabupaten inilah sebenarnya yang jadi acuan. Maka, ketika terjadi silang sengkarut terkait kabel utilitas di sekitaran Tugu Pal Putih dan atau lokasi lain di Jogja sebelum kemudian ditertibkan, sudah sepantasnya kita menelusuri siapa yang memulai adanya proyek besar yang menyebabkan sengkarut kabel terjadi di Tugu Pal Putih. Sudah seharusnya kita menaruh curiga kepada pemda/pemkot yang sejak bertahun-tahun lalu seperti tidak punya kuasa untuk penertiban itu. Beda jika memang mereka justru yang punya andil terciptanya kekacauan kabel-kabel itu. Eh.

Namun, ada satu hal lain yang menggerogoti kepala saya sejak tahu bahwa Tugu Pal Putih sudah bersih dari kabel. Saya bertanya satu hal dalam hati, apa iya, pembersihan area Tugu Pal Putih dari kabel-kabel itu adalah hal yang benar dilakukan? Mengingat Jogja ini berdiri atas sebuah keistimewaan yang no debat. Jangan-jangan, pembersihan kabel-kabel di sekitaran tugu itu justru akan perlahan menghilangkan status Jogja sebagai kota yang istimewa?Atau jangan-jangan malah akan menghilangkan keberadaan wisatawan yang dibuka lagi akses masuknya sejak beberapa bulan yang lalu, ramenya nggak karu-karuan, dan tetap tidak ada, minimal lockdown lokal melihat kasus positif Covid-19 makin menjadi?

Baca Juga:

Salah Paham Terkait Jalan Malioboro Jogja yang Telanjur Dipercaya Banyak Orang, bahkan oleh Orang Jogja Sendiri

Tugu Jogja Kini Lebih Menarik Bagi Warga Lokal dan Wisatawan ketimbang Malioboro yang Terlalu Ramai dan Kaku

Saya berpikir, jangan-jangan sengkarut kabel utilitas yang membelit hampir semua kawasan di Jogja ini sebenarnya adalah cita-cita luhur dari para pemangku kebijakan. Tidak sadarkah kita bahwa jangan-jangan kita justru salah dengan mencoba menghilangkan kabel-kabel di sekitaran Tugu dan tempat-tempat lain dan malah menghilangkan estetika yang telah terjalin di kota Jogja sejak puluhan tahun yang lalu.

Kita juga bisa melihatnya dari perspektif Jogja sebagai kota seni dan telah melahirkan berbagai tokoh besar dalam dunia seni. Mereka pasti mengamini bahwa ketidakteraturan juga merupakan sesuatu yang bersifat seni. Dan itu sudah seni tingkat tinggi. Seni yang sangat abstrak. Tentu saja estetikanya sudah sundul langit tanpa harus dibikin begini atau begitu lagi. Termasuk tidak butuh proyek-proyekan revitalisasi, di Tugu Pal Putih dan di tempat-tempat lain di penjuru Jogja.

Saya nanti mungkin akan sangat merindukan Tugu yang penuh dengan kabel sana-sini. Mengingat itu adalah sesuatu yang ada sejak pertama kali berkunjung ke kota ini bertahun-tahun lalu. Hal yang paling membekas dalam ingatan saya adalah kesemrawutan kabel di seantero kota pelajar yang istimewanya tiada tanding tiada banding ini. Bahkan saya menyimpulkan bahwa keistimewaan Jogja justru berangkat dari silang sengkarut kabel di hampir semua wilayah di kota Jogja.

Maka dari itu, ada baiknya, kesemrawutan kabel yang melilit Jogja ini dibiarkan saja.

BACA JUGA Tugu Jogja: Destinasi Wisata serta Destinasi Proyek Tahunan yang Minim Kreativitas dan tulisan Taufik lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 28 Desember 2020 oleh

Tags: kabeltugu jogja
Taufik

Taufik

Ide adalah ledakan!

ArtikelTerkait

7 hotel murah tak jauh dari Tuju Jogja kemiskinan di Jogja

7 Rekomendasi Hotel Murah di Dekat Tugu Jogja

7 April 2022
Membayangkan Stasiun Tugu Jogja Lenyap, Kira-kira Apa yang akan Terjadi? Mojok.co

Membayangkan Stasiun Tugu Jogja Lenyap, Kira-kira Apa yang Akan Terjadi?

25 Februari 2025
Tugu Jogja Kini Lebih Menyenangkan ketimbang Malioboro (Unsplash)

Tugu Jogja Kini Lebih Menarik Bagi Warga Lokal dan Wisatawan ketimbang Malioboro yang Terlalu Ramai dan Kaku

31 Oktober 2025
10 Wisata Kuliner di Dekat Tugu Jogja terminal mojok

10 Wisata Kuliner Dekat Tugu Jogja

12 November 2021
Jogja Istimewa: Realitas atau Ilusi? kill the DJ

Ciri-ciri Orang yang Dimabuk Jogja

16 Maret 2023
Mouse Kabel vs Mouse Wireless Mana yang Lebih Mantap terminal mojok

Mouse Kabel vs Mouse Wireless: Mana yang Lebih Mantap?

12 Desember 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tol Trans Sumatera Kayu Agung–Palembang Bikin Istigfar: Jalan Berlubang, Licin, Minim Penerangan Padahal Tarif Mahal, Bukan Bebas Hambatan Malah Jadi Terhambat

Tol Trans Sumatera Kayu Agung–Palembang Bikin Istigfar: Jalan Berlubang, Licin, Minim Penerangan padahal Tarif Mahal~

30 Januari 2026
4 Cara Mudah Menikmati Mie Ayam untuk Sarapan ala Warga Lokal Jakarta Mojok.co

Mie Ayam Tengah Malam, Kuliner yang Akan Membuatmu Kecewa Setengah Mati, Berkali-kali

28 Januari 2026
Betapa Dangkal Cara Berpikir Mereka yang Menganggap Jadi IRT Adalah Aib Mojok.co

Betapa Dangkal Cara Berpikir Mereka yang Menganggap Jadi IRT Adalah Aib

1 Februari 2026
3 Kuliner Probolinggo yang Direkomendasikan, Wisatawan Wajib Tahu

3 Kuliner Probolinggo yang Direkomendasikan, Wisatawan Wajib Tahu

28 Januari 2026
Jurusan Ekonomi Menyelamatkan Saya dari Jurusan Kedokteran yang seperti Robot Mojok.co

Jurusan Ekonomi Menyelamatkan Saya dari Jurusan Kedokteran yang seperti Robot

30 Januari 2026
Sudah Saatnya Soreang Punya Mal supaya Nggak Bergantung sama Mal di Kota Bandung

Sudah Saatnya Soreang Punya Mal supaya Nggak Bergantung sama Mal di Kota Bandung

30 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Misi Mulia Rumah Sakit Visindo di Jakarta: Tingkatkan Derajat Kesehatan Mata dengan Operasi Katarak Gratis
  • DLH Jakarta Khilaf usai Warga Rorotan Keluhkan Bau Sampah dan Bising Truk dari Proyek Strategis Sampah RDF
  • Fakta Pahit soal Stunting. Apabila Tidak Diatasi, 1 dari 5 Bayi di Indonesia Terancam “Bodoh”
  • Indonesia Hadapi Darurat Kualitas Guru dan “Krisis Talenta” STEM
  • Kisah Pelajar SMA di Bantul Melawan Trauma Pasca Gempa 2006, Tak Mau Kehilangan Orang Berharga Lagi
  • Ironi Jogja yang “Katanya” Murah: Ekonomi Tumbuh, tapi Masyarakatnya Malah Makin Susah

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.