Hah, Budidaya Lele itu Mudah? Sepertinya Anda Terlalu Menyepelekan Lele – Terminal Mojok

Hah, Budidaya Lele itu Mudah? Sepertinya Anda Terlalu Menyepelekan Lele

Featured

Bastian Ragas

Saya kira banyak di antara kita mendadak punya asumsi bahwa budidaya ikan lele itu mudah setelah melihat beberapa orang banting stir jadi pembudidaya ikan lele untuk nyari tambahan pendapatan di saat pandemi seperti hari ini.

Isu soal mudahnya budidaya lele sebenarnya sudah ada sejek lama. Bahkan sudah jadi guyonan legend yang dilontarkan kepada orang-orang yang bingung mencari pekerjaan.

Dikiranya budidaya lele itu sepele ha ha ha ha. Saya sih numpang ketawa aja soalnya saya tahu kalau usaha ini tuh nggak bisa sembarangan karena ada ilmunya. Kalau nggak tahu ilmunya, jangan harap bisa meraup untung, yang ada, kamu bisa-bisa ketemu Ari Untung buntung.

Jadi, apakah benar budidaya lele itu mudah ?

Sebagai mahasiswa perikanan yang hampir meraih gelar sarjana, saya tidak sepenuhnya sepakat dengan asumsi tersebut. Sebab ada beberapa hal yang patut dipertimbangkan sebelum budidaya lele, sehingga dalam menjalankannya tidaklah semudah memelihara kutu di kepala Anda, perlu ilmu dan kesabaran tentunya.

Bukan bermaksud untuk mematahkan semangat calon atau pembudidaya lele muda, saya hanya berbagi beberapa hal yang patut dipertimbangkan dalam budidaya ikan lele. Sehingga nantinya juga dapat menjadi bahan evaluasi demi kelancaran usaha anda.

 1. Benih lele rentan mati

Meskipun ikan lele terkenal dengan ketahanannya yang katanya lebih tahan dari Kementerian Pertahanan, karena ikan ini mampu hidup hingga beberapa jam tanpa air. Namun, kondisi benih ikan lele malah berbanding terbalik dengan ikan lele dewasa. Benih ikan lele justru lebih rentan dan sering kali menjadi hambatan dalam memulai usaha budidaya lele.

Pengalaman kawan-kawan saya, mereka sering mendapati benih lelenya mati hanya karena hal-hal sepele. Seperti benih yang kekenyangan lalu mati, dan benih yang mati karena stres akibat terlalu seringnya orang berlalu lalang di sekitar kolam atau akuarium benih tersebut.

Hal itu menandakan bahwa ikan lele tidak sekuat lele dewasa. Penyebabnya sudah pasti sistem kekebalan tubuhnya yang belum terbentuk sempurna, sama halnya dengan bayi pada manusia.

Solusi yang bisa diterapkan untuk meminimalisir kematian benih di usia dini yaitu, pertama melalukan aklimatisasi atau adaptasi ke benih lele sebelum dimasukkan ke wadah budidaya yang baru, biarkan plastik mengambang terlebih dahulu diatas wadah baru selama 10-15 menit. Kedua, lakukan penebaran benih di pagi atau sore hari untuk menghindari suhu terlalu panas yang dapat mengakibatkan benih stres saat ditebar.

Ketiga, pasang paranet di atas kolam lele Anda jika penempatannya di ruangan outdoor, sebab suhu terlalu tinggi mampu membuat benih lele stres bahkan mati. Keempat, kontrol pemberian makan pada benih. Sebab benih ikan lele terkenal rakus, ia akan terus makan walau sebetulnya telah kenyang, alhasil perut mereka akan kembung dan rentan mati. Dan kelima, pilih ukuran benih lele yang seragam.

2 Lele adalah hewan kanibal

Inilah alasan mengapa dalam pemilihan benih ikan lele selain harus sehat, juga harus seragam. Ikan lele memiliki sifat alami sebagai hewan kanibal, ia akan memakan saudaranya sendiri yang berukuran lebih kecil, tak peduli masih benih maupun sudah dewasa. Lantaran ikan lele memiliki sifat alami yang kanibal, hal ini juga menjadi kesulitan tersendiri dalam budidaya lele. Pembudidaya harus bersabar untuk melakukan grading pada ikan secara berkala, itulah solusinya. Harus mengelompokkan ikan sesuai ukurannya, untuk menghindari ikan mati dimakan saudaranya sendiri.

Namun, alasan ikan lele kanibal bukan serta merta merupakan bawaan lahir atau memang kodratnya. Ikan lele bisa kanibal karena disebabkan oleh beberapa hal, antaranya yaitu karena lapar dan permasalahan pribadi (ikan lele juga berhak bertengkar dong). Jadi, jangan biarkan lele budidaya Anda kelaparan. Kalau kecolongan, sudah pasti si lele akan kanibal. Repot kan budidaya lele? Kekenyangan mati, kurang makan kanibal. Masih suka bilang budidaya lele mudah ?.

Baca Juga:  Ternak Lele adalah Kita yang Mulai Pragmatis

3 Harga jual tidak seperti ikan lainnya

Tidak seperti jenis ikan budidaya yang lainnya, ikan lele justru memiliki harga jual yang unik. Apabila pada ikan nila atau gurame yang semakin besar ukurannya maka akan semakin mahal harga jualnya, hak tersebut tidak berlaku pada ikan lele. Ikan lele mencapai harga tertingginya pada ukuran konsumsi, antara berat 100-300 gram/ekor. Apabila melebihi ukuran konsumsi, maka harga jual lele akan semakin turun. Hal itu disebabkan karena semakin tua ikan lele, daging yang dihasilkan pun akan semakin kurang nikmat jika dikonsumsi.

Itulah sebabnya sebelum membudidayakan lele, alangkah baiknya pembudidaya sudah mengetahui mau dijual kemana ikannya setelah panen. Agar ikan cepat terjual dan tidak terlalu lama berada di kolam, bisa-bisa ukuran ikan tiba-tiba jumbo.

4. Butuh modal

Sama halnya dengan usaha pada umumnya, budidaya lele juga perlu modal. Kali ini saya tidak akan membahas rincian modal dan keuntungan dalam usaha ini, lain kali akan saya sampaikan. Namun dari fakta yang menyatakan bahwa budidaya lele pasti butuh modal, sudah cukup mampu untuk mematahkan asumsi bahwa usaha ini adalah hal yang mudah.

Budidaya lele tidak serta merta bisa dilakukan di kala pandemi seperti saat ini, karena tidak setiap orang memiliki modal. Tapi kalau skala kecil sih sangat saya sarankan dilakukan untuk kegiatan sampingan di rumah anda. Selain mampu menjaga ketahanan pangan keluarga Anda, budidaya lele juga mampu membawa keuntungan secara finansial.

Jadi, setelah ini jangan lagi menyepelekan budidaya lele, itu adalah pekerjaan mulia. Tidak ada lele yang dibudidaya, maka tidak akan ada warung penyetan lele di sekitar rumah atau kos anda.

BACA JUGA Susah Cari Kerja Setelah Lulus Kuliah? Jangan Ternak Lele, Ternak Kambing Aja Bosqu! atau tulisan Bastian Ragas lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

---
16


Komentar

Comments are closed.