Gini Rasanya Kerja di Indomaret, Nggak Boleh Malas dan Harus Multitalent – Terminal Mojok

Gini Rasanya Kerja di Indomaret, Nggak Boleh Malas dan Harus Multitalent

Artikel

Avatar

Dilihat dari luar, banyak yang bilang kerja di Indomaret itu enak, nyaman, tidak capek, gaji besar, tempat kerjanya ber-AC pula. Kerjanya cuma berdiri melayani konsumen, kalau pas sepi bisa ngobrol santai gibah ke mana-mana.

Tapi kenyataannya tidak seperti itu.

Kerja di Indomaret artinya harus tahan banting, mendadak punya seribu tangan, dan berubah jadi si multitalent atau serbabisa dalam satu waktu. Mau dibilang merugikan atau menguntungkan, entah juga. Tapi setidaknya bisa merasakan kerja di satu tempat, tapi menangani berbagai jenis bidang. Ini sih pendapat saya sebagai mantan karyawan Indomaret.

Bayangin saja deh, dalam satu hari kita bisa berubah menjadi berbagai jenis profesi. Kita bisa ngerasain jadi cleaning service, kasir, pramuniaga, sales, dan tenaga administrasi. Kita juga mendadak jadi tukang roti, tukang goreng ayam, tukang bakar sosis, bikin jus dan ngepak buah potong. Lulus dari Indomaret bisa langsung buka angkringan sendiri ini mah.

Jadi kasir Indomaret itu tidak hanya harus bisa senyum tiga jari, ramah pada konsumen, dan teliti dalam masalah uang. Mereka juga dilatih bisa menjadi sales yang kinerjanya harus dua kali lipat dari mbak-mbak SPG di mal. Kalau biasanya SPG di luar sana hanya menawarkan produk dari perusahaannya sendiri, kasir Indomaret tak begitu.

Kasir Indomaret harus bisa menawarkan semua produk yang sedang promo pada saat itu. Entah itu produk dari Unilever, P&G, Mayora, Danone, atau produk Indomaret sendiri. Makanya sering dengar penawaran, pulsanya sekalian, Kak? Rotinya masih hangat, Kak. Atau sosis bakarnya, beli 1 gratis 1? Serta masih banyak penawaran lainnya yang akan disebutkan oleh kasir Indomaret meskipun konsumen itu sudah belanja banyak produk.

Baca Juga:  Si Doel Anak Sekolahan Episode 2, Musim 3: Kabar Buruk untuk Mandra di Hari Pemakaman Babe

Selain itu, kasir Indomaret juga mendadak menjadi tenaga administrasi yang setiap hari harus melaporkan hasil penjualan mereka dan merekap atau menulis ulang semua barang yang datang ke toko ke dalam buku. Bahasanya anak toko, namanya regist document, ada sekitar 2-3 buku). Belum lagi kalau dapat atasan killer. Belum selesai satu kerjaan, sudah disuruh kerjain yang lainnya. Rasanya mendadak ingin punya jurus seribu bayangannya Naruto.

Apesnya, kalau kalian cuma masuk berdua, terus ada jadwal barang datang. Mulai dari roti, buah, produk kering, dan lain-lain. Saatnya berubah profesi lagi menjadi tukang angkut. Inilah saatnya mengalami gimana rasanya menurunkan dan menata berkarton-karton barang yang datang. Bayangin aja mengangkat 100 karton Aqua 1.500 ml, saya jamin lemaknya seketika berkurang.

Itu hanya beberapa pengalaman kecil. Cerita lainnya masih banyak. Namun, dari sekian hal yang tak terduga itu saya juga mendapat banyak ilmu baru.

Saya yang dari awalnya malu untuk bicara di depan umum, dilatih lebih berani. Secara tidak langsung saya belajar bagaimana menanggapi berbagai macam karakter orang. Soalnya, jadi kasir itu harus bisa membaca karakter konsumen seperti apa. Mulai dari yang ramah sampai marah emosi pun harus bisa menghadapi. Harus selalu ramah meskipun kepala rasanya mau pecah mikirin target promo yang belum tercapai. Kata lainnya sih: harus bisa akting bahagia terus.

Dari yang awalnya tidak pernah bersih-bersih di rumah, di tempat kerja mau tidak mau harus melakukannya. Sampai bersih-bersih kamar mandi sekalipun. Mungkin ini salah satu alasan orang selalu bilang kamar mandi di Indomaret itu bersih dan nyaman. Ya, pegawai Indomaret emang di-training gimana cara jadi cleaning service yang benar.

Baca Juga:  Mari Bersepakat Bahwa Indomaret Lebih Baik Daripada Alfamart

Jadi, gimana? Ada yang berminat latihan jadi orang multitalent dengan kerja di Indomaret?

BACA JUGA Damailah Indomaret dan Alfamart, Damailah Indonesiaku dan tulisan Nur Hidayati lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

---
24


Komentar

Comments are closed.