Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Lupakan Kursi Besi Indomaret, Orang Jogja Punya Ringroad untuk Meratapi Nasib

Yudhi Nur Prasetyo oleh Yudhi Nur Prasetyo
30 September 2025
A A
Lupakan Kursi Besi Indomaret, Orang Jogja Punya Ringroad untuk Meratapi Nasib Mojok.co

Lupakan Kursi Besi Indomaret, Orang Jogja Punya Ringroad untuk Meratapi Nasib (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Jauh sebelum kursi besi Indomaret viral, Ringroad Jogja sudah terlebih dahulu populer sebagau tempat menangis terbaik. 

Kursi besi Indomaret sempat viral karena dijadikan tempat merenung oleh banyak orang. Cukup dengan membeli Kopi Golda atau minuman murah meriah lain, orang bisa meratapi nasib di sana. Saking populernya, tidak sedikit orang yang kemudian bercanda menganggap kursi ini bisa jadi alternatif daripada ke psikolog yang mahal. 

ADVERTISEMENT

Melihat fenomena kursi besi Indomaret, saya jadi teringat akan Ringroad Jogja. Bagi warga lokal, Ringroad bukan sekadar jalan melingkar. Sudah sejak lama jalan sepanjang 37 km itu jadi pelarian warlok yang lagi mumet. Entah mumet karena patah hati, studi nggak kelar-kelar, hingga persoalan ekonomi karena UMR Jogja yang nggak seberapa itu. 

Persis seperti kursi Indomaret, apapun persoalannya, Ringroad Jogja menerima keluh kesah kalian apa adanya. Persoalan-persoalan itu memang tidak selesai dengan sendirinya. Namun, perjalan mengelilingi jalan melingkar bisa membantu berpikir lebih jernih sehingga bisa kembali bersiasat menghadapi hari-hari. 

Merenungi nasib selama sejam mengelilingi Ringroad

Entah siapa yang pertama kali ngide dan mempopulerkan Ringroad Jogja sebagai tempat menangis terbaik di Jogja. Namun, saya yakin banyak orang akan berterima kasih. Sebab, warga lokal jadi punya pilihan merenungi hidup dengan murah meriah. 

Sekarang bayangkan saja. Jalan melingkar sepanjang 37 km itu bisa ditempuh menggunakan kendaraan bermotor selama 1 jam. Jalannya relatif luas dan lurus doang. Konturnya pun landai dan sudah beraspal mulus. Kondisi jalan semacam ini membuat kalian bisa memacu mesin kendaraan sambil meratapi hidup. Saya rasa, waktu sejam cukup untuk menangis. Kalaupun masih kurang, kalian bisa mengelilingi Ringroad sebanyak yang dibutuhkan. 

Kritik atas minimnya ruang publik

Mungkin Ringroad Jogja memang punya “keajaiban” yang bisa membuat orang-orang lebih tenang. Saking ajaibnya, orang-orang jadi meromantisasi Jalan Ringroad untuk meratapi nasib. Namun, apabila mau melihat lebih jauh, siasat-siasat semacam itu muncul karena kondisi perkotaan yang minim ruang publik.

Memang, di Jogja makin banyak warung dan kafe yang bisa jadi tempat ngobrol atau melepas penat. Namun, hal itu tidak bisa diakses oleh semua orang. Ingat, tidak semua orang punya cukup uang untuk duduk-duduk di warung dan kafe setiap kepala ini pening. Ruang publik yang mudah diakses dan murah meriah seperti taman kota yang dibutuhkan. Sayangnya, tempat seperti ini tak banyak di Jogja. 

Baca Juga:

Lomba kebersihan kampung di Jogja hanya berefek sesaat, saat lomba mendadak bersih, selesai lomba kembali ke setelan pabrik

Menikmati hari Minggu di Sewon: Alternatif wisata underrated Jogja

Bayangkan saja kalau di Jogja banyak ruang publik seperti ruang terbuka hijau atau taman. Apalagi kalau fasilitas semacam akses kesehatan mental maupun support group berjalan dengan baik. Kursi-kursi di minimarket dan jalan Ringroad tidak akan difungsikan sebagai tempat pelarian dari berbagai masalah. 

Penulis: Yudhi Nur Prasetyo
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Umbulharjo Kecamatan Paling Overpower Se-Jogja, Apa-apa Ada di Sana.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 30 September 2025 oleh

Tags: healingindomaretJalan jogjaJogjakursikursi Indomaretringroadringroad jogja
Yudhi Nur Prasetyo

Yudhi Nur Prasetyo

Hidup seperti kunang-kunang padam.

ArtikelTerkait

Sandiaga Uno Betul, Jogja Butuh Sushi Salmon Mentai, Bukan Kesejahteraan (Unsplash)

Sandiaga Uno Betul, Jogja Butuh Sushi Salmon Mentai, Bukan Kesejahteraan

15 Januari 2023
Perjanjian Giyanti, Penyebab Orang Jogja Susah Menikahi Orang Solo

Perjanjian Giyanti, Penyebab Orang Jogja Susah Menikahi Orang Solo

10 November 2022
Menjadi Teroris di Jogja (Unsplash)

Menjadi Teroris di Jogja

17 Agustus 2023
Kerja Part Time di Jogja Adalah Jalan Pintas Menuju Perbudakan, Gaji Setengah UMR pun Nggak Ada! umr jogja gaji di jogja gaji umr jogja

Kerja Part Time di Jogja Adalah Jalan Pintas Menuju Perbudakan, Gaji Setengah UMR pun Nggak Ada!

20 Juli 2024
Foto kawasan Umbulharjo Jogja - MOJOK.CO

Umbulharjo Kecamatan Paling Overpower Se-Jogja, Apa-apa Ada di Sana

30 September 2025
Mudik ke Jogja Itu Bukan Liburan tapi Kunjungan Kerja (Unsplash)

Mudik ke Jogja Itu Bukan Liburan tapi Kunjungan Kerja karena Semua Menjadi Budak Validasi, Bikin Saya Rindu Mudik ke Lamongan

24 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Desa Jangkar, Desa Paling Nyaman di Bangkalan Madura. Menetap Sehari, Langsung Ingin Datang Lagi

Desa Jangkar Bangkalan: desa paling anomali di Madura saat musim kemarau, tapi bikin desa lain cemburu

12 Juli 2026
5 Kuliner Terbaik Demak yang Wajib Dicicipi Setidaknya Sekali Seumur Hidup Mojok.co

3 Kesalahpahaman Orang Jakarta Saat Melihat Demak: Dikira Membosankan dan Hampir Tenggelam

8 Juli 2026
Orang-orang yang menjalani double job itu nggak serakah, mereka cuma mencoba bertahan ketika negara gagal menyejahterakan rakyatnya Mojok.co

Orang-orang yang menjalani double job itu nggak serakah, mereka cuma mencoba bertahan ketika negara gagal menyejahterakan rakyatnya

10 Juli 2026
Potensi Pantai Cibugel Indramayu jadi sia-sia karena nggak diurus secara serius Mojok.co

Potensi Pantai Cibugel Indramayu jadi sia-sia karena nggak diurus secara serius

11 Juli 2026
Di Madura, Biaya Oleh-oleh Haji Hampir Sama Besarnya dengan Biaya Keberangkatannya, Bikin Orang Jadi Enggan Berangkat  

Banyak Orang Madura Mampu Berangkat Haji tapi Nggak Berani karena Harus Beli Oleh-oleh buat Tetangga, Bisa Habis Puluhan Juta!

10 Juli 2026
Orang Madura Serasa “Tamu” di Universitas Trunojoyo Madura, Mahasiswa hingga Dosen Isinya Pendatang Mojok.co

Nasib Alumni Universitas Trunojoyo Madura: Balik ke Rumah Menanggung Ekspektasi Orang Sekampung, Merantau Malah Jadi Insecure

7 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.