Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Gajah Mati Berdiri di India, Kodok Diledakin pakai Petasan, Kucing dan Kura-kura Dikeroyok sampai Ajal

Imamul Muttaqin oleh Imamul Muttaqin
7 Juni 2020
A A
gajah hamil mati berdiri di india petasan dalam nanas penyiksaan hewan mojok.co

gajah hamil mati berdiri di india petasan dalam nanas penyiksaan hewan mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Seperti biasa, pagi sehabis mandi saya menjalankan sidak ngintipin Insta Story orang-orang. Karena gabut ini masih berlanjut, saya putuskan beralih pada aplikasi milik Facebook lainnya, WhatsApp. Di aplikasi sumber berita nomor wahid emak-emak itu, saya bingung saat mendapati beberapa orang kawan kompakan masang status yang sama. Setelah saya selidiki, isinya ternyata berita seekor gajah hamil yang wafat sambil berdiri usai di-prank nanas berisi petasan di India. Foto-foto dan meme penuh simpati sontak menyebar secepat naiknya subscriber T-Series. Wajar, ulah biadab ini emang bikin gonjang-ganjing dunia perikehewanan.

Selain disebut di lagunya Mas Tulus dan jadi merek sarung sejuta umat, si gajah ini emang tergolong sering masuk berita. Tiap tahun, pasti ada saja kasus gajah yang diburu, tersiksa di sirkus, diambil gadingnya, diracun, bahkan kesetrum pagar elektrik ladang singkong milik warga. WWF menyatakan jika aksi pemburuan tidak segera dihentikan, beberapa puluh tahun lagi gajah akan punah.

ADVERTISEMENT

Entah kenapa kejadian ini bikin saya seolah seperti Zidan yang masuk Lorong Waktu bersama Pak Haji. Sekejap saya terbayang obrolan di pekarangan SD sehabis Idul Fitri 2007 silam. Ketika itu, kolega seperbangkuan saya, inisialnya AR, dengan penuh prestise melaporkan tentang aksinya mengebom kodok pakai mercon korek sehabis Tarawih. Kodoknya sampai salto dan hancur, begitu katanya.

Belum lagi habis kaget saya, teman saya yang lain (DN) yang baru datang sambil manggut-manggut bilang bahwa ia juga pernah menjalankan aksi teror yang sama. Saya bergidik mendengar keterangan dua bocah tersebut. Sambil menyeruput es Segar Sari, saat itu saya membatin agar mereka masuk Neraka, Astaghfirullah….

Belum lama ini juga sempat viral sebuah video mbak-mbak sok asik yang nginjak kucing kecil sampai mati. Sebelumnya ada pelajar yang ntah kerasukan apa malah gebukin seekor penyu. Sebagai seseorang yang tiap hari ngasih makan kucing kampung di rumah pakai Whiskas, saya jelas nggak terima liat kelakuan gendeng yang sulit diterima urat saraf itu.

Mungkin ini juga alasannya kenapa corona itu kecil. Kalau corona ukurannya gede, mungkin udah diseret dan dipukuli hingga babak belur sama orang barbar kayak gini.

Sebenarnya saya betulan paham bahwa ada yang menjadikan aneh dan senewen sebagai jalan ninjanya. Boro-boro mengamalkan konsep utilitarianisme dalam berperilaku, beberapa oknum seperti ini justru lebih istiqomah mengamalkan pakem “Hidup seperti Larry”.

Sejujurnya saya ini cuma kasihan, orang-orang seperti tukang prank gajah, mercon kodok, injak kucing, dan keroyok penyu di atas sama sekali nggak punya peluang kalau pengen jadi sosok elit dan pejabat di negeri ini. Sebab….

Baca Juga:

Tetangga yang Nggak Niat Mengurus Hewan Peliharaan Wujud Kehidupan Tanpa Adab: Kalau Nggak Niat Pelihara, Mending Nggak Usah

Rela Utang Koperasi Kantor demi Biaya Berobat Kucing yang Sudah seperti Keluarga, Saya Dicap Nggak Waras dan Bodoh

#1 Mereka suka berkamuflase di balik penampilan

Saya hakulyakin, gajah hamil di India tersebut nggak bakal makan petasan itu kalau nggak disembunyikan disimpan di dalam nanas. Berdasarkan riset saya di beberapa filem Rambo, bentuk nanas biasanya emang rada mirip sama granat. Tampak sekali bahwa pelaku ini punya kecerdasan menengah tanggung. Namun, sayang malah dipakai menipu. Sifat ini sama sekali nggak mencerminkan pejabat yang harus jujur.

#2 Baik, tapi pilih kasih

Sebenarnya saya sempat beradu argumen dengan kawan saya sang bomber kodok tadi. Dia beralibi kalau kodok itu kan nggak ada gunanya, badannya lembek, dan cuma hidup liar di pinggir kali. Jika dia tidak segera tobat nasuha, saya khawatir dua bocah itu jadi orang pilih kasih dan tukang eksploitasi. Sangat beda dengan pejabat yang harus merakyat dan adil bijaksana.

#3 Biasa menyia-nyiakan kepercayaan

Dari sekian banyak meme yang beredar, ada yang isinya bikin bikin saya merinding. Isinya, “Dia bikin kesalahan karena udah percaya sama manusia”. Kalau dipikir-pikir ya benar juga, gajah itu terlalu yakin kalau nanas itu adalah alokasi program bantuan buatnya yang sedang hamil dan kelaparan. Nahas, ia dikhianati. Saya ingatkan sekali lagi, orang yang kayak si pelaku ini tidak layak jadi pejabat. Karena pejabat harus selalu menjaga kepercayaan rakyat yang udah ngasih suara.

#4 Tega menindas yang lemah

Masih ingat video mbak-mbak main keroyokan cuma buat bikin K.O. satu ekor anak kucing? Saya menerawang bahwa dia adalah tipe orang yang suka menindas yang lemah mentang-mentang punya kekuatan yang besar. Nggak seperti Mihawk yang sengaja lawan Zoro pakai pisau kecil waktu ditantangin gelud di East Blue. Udahlah, saya sudah capek mengingatkan, mereka itu jangan lagi coba-coba ngimpi jadi pejabat.

Jadi tolong bawa pesan ini ke persekutuanmu, temanmu yang suka main mercon ke kodok, atau malah kamu sendiri. Mau kalian punya cita-cita jadi pejabat apa nggak, jangan sekali-kali menyiksa sesama makhluk hidup. Kalau kata Konfusius:

Jangan melakukan apa yang kamu tidak ingin orang lain lakukan padamu.

Kalau tidak suka menyiksa, jangan menyiksa. Dan seterusnya. Sesimpel itu.

BACA JUGA Kenapa Ada Orang yang Gampang Banget Jahatin Kucing?

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 7 Juni 2020 oleh

Tags: gajahKucingpenyiksaan hewan
Imamul Muttaqin

Imamul Muttaqin

Mahasiswa UIN, lebih suka ujian tulis daripada take home.

ArtikelTerkait

Jatuh Cinta pada Kucing dan Konsekuensi Terburuknya terminal mojok

Jatuh Cinta pada Kucing dan Konsekuensi Terburuknya

1 September 2021
kebiasaan kucing menyebalkan tanda-tanda kucing arti kelakuan kucing grumpy cat mojok

6 Kebiasaan Kucing yang Nyebelin Banget! Nggak Ada Lucu-lucunya

9 April 2020
Punya Kucing Tenang Saat Mandi Adalah Privilese

Punya Kucing Tenang Saat Mandi Adalah Privilese

28 Februari 2022
Kucing Liar Primadona dan Punya Tempat Istimewa di Istanbul (Unsplash.com)

Kucing Liar: Primadona dan Punya Tempat Istimewa di Istanbul

7 Agustus 2022
Pengalaman Merayu Orang Tua Biar Boleh Pelihara Kucing di Rumah

Ibu, Bapak, Izinkan Aku Pelihara Kocheng

30 Desember 2019
Alasan Kenapa Anak Kost Harus Memelihara Kocheng

Alasan Kenapa Anak Kos Harus Memelihara Kocheng

17 Maret 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Rekomendasi Motor Second yang Cocok untuk Mahasiswa Pertama Kali Merantau Mojok.co

4 Rekomendasi Motor Second yang Cocok untuk Mahasiswa Pertama Kali Merantau

25 Juni 2026
Saya Orang Asli Depok dan Tidak Bangga Tinggal di Daerah yang Aneh Ini Mojok.co pasar rebo

Udara Bersih, Hak Asasi yang Cuma Bisa Dirasakan Warga Depok Sebulan Sekali

28 Juni 2026
Pekerjaan Apa pun Itu, Dekat dengan Kematian, dan Kita Tidak Perlu Menambah dengan Risiko yang Tak Perlu

Pekerjaan Apa pun Itu, Dekat dengan Kematian, dan Kita Tidak Perlu Menambah dengan Risiko yang Tak Perlu

29 Juni 2026
Hal-Hal yang Nggak Saya Sukai dari Gandus Palembang, Bau Pabrik Karet hingga Berasa Dipanggang Matahari Terminal

Hal-Hal yang Nggak Saya Sukai dari Gandus Palembang, Bau Pabrik Karet hingga Berasa Dipanggang Matahari

30 Juni 2026
4 Kuliner Khas Tulungagung yang Disukai Warlok, tapi Kurang Cocok di Lidah Pendatang Mojok.co

4 Kuliner Khas Tulungagung yang Disukai Warlok, tapi Kurang Cocok di Lidah Pendatang

28 Juni 2026
4 Coffee Shop yang Jadi Pusat Skena Perkopian di Klaten, Wajib Kalian Coba!

Coffee Shop Skena di Klaten Part 2: Pemain Baru, tapi Kualitas Kopinya Boleh Diadu

26 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.