Fun Fact Hari Jumat: Apakah Nge-tweet #JumatBerkah Hidup Jadi Lebih Berkah?

Artikel

Avatar

Tagar #Jumatberkah selalu duduki posisi trending pertama tiap hari Jumat. Bahkan #Selasambat atau #Kamisambyar yang baru-baru ini sempat masuk daftar trending tidak bisa berhasil sekonsisten bertahan pada trending Twitter.

Coba kalau di Instagram, Facebook, atau media sosial lainnya ditampilkan trending tagar, saya yakin juga pasti #Jumatberkah selalu di posisi paling teratas tiap satu minggu sekali.

Hashtag Jumat berkah ini selalu bikin hati adem, ayem, tentrem. Pasalnya, setiap tweet yang berhashtag #Jumatberkah pasti berisikan kalam-kalam yang baik, nasihat, ngaji,sampai kata-kata bijak. Pokoknya sangat sedikit sekali hujatan dan julidan di dalamnya, bahkan nihil. Dijamin kalau baca tweet-tweetnya selalu ingin berdzikir deh. Subhanallah, alhamdulillah, masyaAllah, tabarakallah, allahu akbar.

Dinukil dari Ensiklopedi Tasawuf Imam Al-Ghazali, ‘Berkah atau Barokah’ berarti ziyadatul khair yakni ‘bertambahnya kebaikan’. Dengan bertambahnya kebaikan ini tentu untuk menuju kehidupan yang lebih baik, maka wajar jika setiap manusia berlomba meraihnya.

Apa iya salah satunya bisa diraih dengan cara nge-tweet #Jumatberkah? Salah satu kiai yang memiliki keajegan atau rutinitas nge-tweet #Jumatberkah setiap minggunya tiada pernah absen adalah Kiai Mustofa Bisri atau yang kerap disapa Gus Mus.

Gus Mus selalu mengawali tweet #Jumatberkah dan atau keterangan foto postingan Instagram dan Facebooknya dengan ucapan salam, dilanjutkan dengan kalimat “semoga Allah memberkahi Jumat kita dan …” Titik-titik tersebut selalu diisi dengan harapan dan doa-doa yang dipanjatkannya per minggu dengan doa yang berbeda. Doa tersebut seringkali berisikan doa yang mewakili seluruh umat, khususnya muslim di Indonesia.

Kemudian dalam caption selanjutnya berisikan nasihat-nasihat bertajuk ‘JUMAT CALL’ dengan narasi yang berbeda tiap minggunya Jumatnya dan setiap tweet ‘JUMAT CALL’ Gus Mus selalu berhasil mendapat like dan retweet yang cukup banyak.

Baca Juga:  Memahami Tweet Jefri Nichol: Ngapain Marah-Marah, kalau Kenyataanya Kita Memang Jelek?

Banyak hadits yang merupakan sumber pedoman umat muslim yang telah menjelaskan bagaimana kemuliaan hari Jumat.

Saya punya sedikit cerita. Dulu pas saya masih SD, wali kelas saya selalu menyuruh murid-muridnya, misal: menghapus papan tulis, mengisi absen kelas, bersih-bersih kelas di hari Jumat, pasti Bu Guru selalu berdalih, “hayo siapa yang mau panen pahala di hari Jumat? Pahalanya dilipat gandakan lho!”

Sontak kami sebagai murid yang masih kecil dan belum banyak ngeyel berlomba-lomba memanen pahala dengan cara bantu-bantu Ibu Wali kelas.

Pada jaman itu yang masih menggunakan kapur tulis, kami agak malas tiap membantu menghapus karena pasti berdebu. Pokoknya nggak enak banget. Tapi anehnya, tiap hari Jumat pasti pada rebutan menghapus papan tulis. Dengan iming-iming panen pahala cuy! hehe

Setiap muslim berlomba-lomba bersedekah tiap hari Jumat. Di Haromain, saya mendapati pemandangan yang berbeda pada hari Jumat. Para jamaah (khususnya penduduk asli sana) banyak yang membawa bekal kurma, kismis, yang cukup banyak untuk dibagi-bagikan kepada jamaah lainnya tanpa memandang tersebut berasal dari belahan dunia bagian mana.

Masih jarang dijumpai fenomena yang seperti ini di masjid-masjid Indonesia. Andai itu di masjid-masjid tiap jamaah salat Jumat ada yang bawa buah-buahan (ya apa kek selain kurma), pasti pada tambah rajin tuh mas-masnya buat berangkat salat Jumat. wqwq misalnya.

By the way di hari Jumat nih ya, apa cuma saya dan teman yang saya curhati saja yang berpendapat kalau Hari Jumat rasanya cuaca lebih panas dari hari-hari lainnya?

“Eh menurutmu tiap hari Jumat itu serasa panasnya lebih-lebih dari biasanya nggak sih?” tanya saya pada salah satu teman.

Baca Juga:  #GejayanMemanggil: Saya Mengalami Aksi yang Sangat Menyenangkan Kemarin

“Loh, tak kira cuma aku aja yang ngerasa begini.”

Ternyata eh ternyata teman saya juga merasakan yang sama. Kalau kalian ngerasa gitu juga nggak sih?

Tapi kalau saya ambil positifnya, ketika cuaca semakin panas, maka orang akan semakin malas beraktivitas di luar, orang akan malas ngapa-ngapain. Maka dari itu, ketika orang itu memilih untuk tetap lanjut beraktivitas, tersebut akan menambah pahala atau berkah karena telah mau berjuang dengan lebih.

Bukankah hasil yang kita dapat akan berbanding lurus dengan usaha yang kita lakukan?

Kalau nge-tweet hari Jumat menjadi wajib bagi sebagian umat, untuk menuju hidup yang semakin berkah. Bolehlah ya saya menulis artikel ini agar supaya berkah juga hidupnya. hehe 

Amiin! (*)

BACA JUGA  Auto Base dan Kecenderungan Bersembunyi di Balik Akun Anonim  atau tulisan Lulu Erzed lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

---
5


Komentar

Comments are closed.