Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Format Turnamen Adalah Format yang Cocok jika Liga 1 Kembali Dilanjutkan

Yongky Choirudin oleh Yongky Choirudin
21 Oktober 2020
A A
Liga 1 ditunda pilkada pandemi mojok

Liga 1 ditunda pilkada pandemi mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Shopee Liga 1 2020 terpaksa ditunda sejak bulan Maret. Alasan ditundanya Liga 1 tahun ini bukan karena suporter rusuh, bukan juga karena kegabutan BOPI, juga bukan karena di-banned oleh FIFA. Tetapi, ditundanya Liga 1 karena adanya makhluk kecil bernama corona yang membuat Liga 1 ini harus berhenti sementara.

Tertundanya kompetisi tentu membuat para petinggi klub berang,karena mereka telah lama mempersiapkan klubnya agar bisa bersaing memperebutkan gelar juara. Fulus puluhan milliar telah mereka habiskan untuk belanja pemain-pemain bintang agar mau bermain di klub mereka. Selain itu, sponsor dan pemegang hak siar juga harus gigit jari akibat tertundanya kompetisi karena uang yang telah mereka investasikan ambyar semua.

Tak hanya sponsor dan klub yang harus merugi, pemain, pelatih, dan official pertandingan seperti wasit juga terkena imbasnya. Dampak tertundanya kompetisi bagi  mereka adalah pemotongan gaji yang signifikan karena berhentinya perputaran uang. Selain itu, mereka juga harus rela berlatih di rumah agar kondisi bisa tetap bugar.

Sebenarnya, sempat ada wacana kalau Liga 1 akan dimulai pada tanggal 1 Oktober kemarin dengan kompetisi berpusat di provinsi Yogyakarta. Berhasil membuat banyak orang senang karena mereka akan mendapatkan pendapatan yang selama ini macet karena tak  ada agenda liga. Selain itu, penonton di layar kaca juga bisa mendapatkan hiburan kembali setelah lebih dari enam bulan muak dengan berita tentang corona yang tak kunjung usai.

Namun, di hari H pertandingan seharusnya dimulai, tiba-tiba pihak kepolisian mengirimkan maklumat bahwa mereka tidak mengijinkan Liga 1 dilaksanakan. Sontak, pengumuman dari kepolisian itu seperti petir yang meledak di siang bolong. Ketika klub-klub sudah bersiap-siap untuk memulai Liga dengan persiapan yang maksimal, mereka harus mendapatkan kenyataan pahit bahwa Liga 1 kembali tertunda.

Namun, mungkinkah Liga 1 akan kembali bergulir kembali? Menurut Ketua Umum PSSI, Iwan Bule, kompetisi sementara akan ditunda kembali selama sebulan sampai bulan November. Seandainya kompetisi akhirnya mendapat lampu hijau dari kepolisian agar kembali dilanjutkan, apakah format liga masih relevan untuk terus dilanjutkan? Sepertinya tidak.

Liga 1 yang harusnya selesai pada bulan November, ternyata belum selesai dan masih masuk ke pekan ketiga. Tentu jika melanjutkan kompetisi dengan format liga sangat tidak cocok karena akan membuat jadwal sangat padat dan akan selesai tahun depan. Belum lagi hitungan tentang wakil Indonesia di ajang AFC Cup dan agenda liga untuk tahun depan yang membuat format liga harus diubah.

Lantas, apa format yang cocok agar kompetisi bisa selesai di tahun ini? Yaitu memakai format turnamen seperti Piala Presiden. Meski sangat bertentangan dengan kompetisi liga yang berjalan setiap pekan, namun format turnamen seperti Piala Presiden akan lebih realistis untuk kondisi klub saat ini yang sedang mengalami krisis keuangan.

Baca Juga:

Liga Indonesia Saat Ini Adalah Panggung Kuasa Modal: Serupa Mesin Industri Pragmatis Tanpa Ruh

Benang yang Kembali Kusut: Langkah Membingungkan PSSI Memecat STY di Tengah Jalan  

PSSI dan klub akan mendapat keuntungan jika Liga 1 dijalankan dengan format turnamen. Pertama, kompetisi akan berakhir lebih cepat. Adanya pilkada serentak di bulan Desember membuat kepolisian harus fokus menjaga pilkada. Dengan format turnamen, kompetisi bisa selesai dalam waktu kurang dari tiga minggu dan dipusatkan di Yogyakarta. Polisi bisa memusatkan perhatian mereka kepada turnamen yang berlangsung.

Kedua, keuntungan akan lebih meningkat. Bergabungnya klub kecil dan klub besar dalam satu grup akan membuat pendapatan dari hak siar dan sponsor akan lebih besar dan pembagian akan lebih merata, sehingga bisa membantu keuangan klub-klub semenjana.

Ketiga, agar agenda timnas di tahun depan tidak berantakan. Kita tahu bahwa pada 2021 nanti Indonesia akan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20. Selain itu akan ada piala AFF, kualifikasi piala dunia, dan Sea Games, juga kompetisi Asia. Dengan agenda yang sedemikian padat ini, molornya Liga 1 akan menjadi bumerang bagi timnas karena pemain akan kelelahan karena liga yang tak kunjung usai sehingga akan berdampak pada performa timnas di lapangan hijau.

Keempat, agar Liga 1 tahun depan bisa lebih menarik. Jika Liga 1 selesai pada tahun ini, klub akan mempunyai waktu yang cukup untuk membangun ulang kekuatan mereka yang remuk akibat corona. Klub juga akan memiliki waktu istirahat yang cukup agar performa mereka di liga bisa maksimal. Selain itu, pihak berwenang juga bisa leluasa merumuskan jadwal agar tidak bertabrakan dengan agenda timnas Indonesia.

Dengan berbagai keuntungan yang telah disebutkan di atas, mengubah format kompetisi dari liga menjadi turnamen adalah keputusan yang masuk akal pada saat ini. Mau tidak mau kompetisi tahun ini harus dilanjutkan agar pengorbanan klub di masa sulit ini tidak sia-sia.

Tetapi, semuanya tetap bergantung kepada kedisiplinan klub dan suporter akan pentingnya menjaga protokol kesehatan. Jika semua disiplin dan menurut pada aturan, kepolisian pasti akan memberikan izin agar pertandingan sepak bola bisa berjalan kembali.

BACA JUGA Menimbang Keputusan Resign buat Jadi Pengangguran dan tulisan Yongky Choirudin lainnya.

Baca Juga:  Teror Mistis dan Ketakutan di Gedung Perkantoran

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 21 Oktober 2020 oleh

Tags: izinLiga 1pssiturnamen
Yongky Choirudin

Yongky Choirudin

ArtikelTerkait

Kinerja Wasit Liga 1: Kalau Pengadil Tak Berlaku Adil, kepada Siapa Kita Harus Percaya?

4 Februari 2022
Benang yang Kembali Kusut: Langkah Membingungkan PSSI Memecat STY di Tengah Jalan  

Benang yang Kembali Kusut: Langkah Membingungkan PSSI Memecat STY di Tengah Jalan  

7 Januari 2025
jadi presiden selama sehari lambang negara jokowi nasionalisme karya anak bangsa jabatan presiden tiga periode sepak bola indonesia piala menpora 2021 iwan bule indonesia jokowi megawati ahok jadi presiden mojok

Piala Menpora 2021, Mengatasi Masalah dengan Menambah Potensi Masalah

19 Februari 2021
Nyatanya, FIFA Sama Saja dengan PSSI, Sama-sama Problematik!

Nyatanya, FIFA Sama Saja dengan PSSI, Sama-sama Problematik!

20 Oktober 2022
PSIW Wonosobo mojok

PSIW, Klub Sepak Bola yang Bermimpi Memiliki Stadion

20 Oktober 2020
liga 2 judi bola shin tae-yong konstitusi indonesia Sepakbola: The Indonesian Way of Life amerika serikat Budaya Sepak Bola di Kampung Bajo: Bajo Club dan Sejarahnya yang Manis terminal mojok.co

Benahi Dulu Liga, Baru Kita Berharap pada Timnas

21 Desember 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Feeder BRT Semarang, Murahnya Bikin Ikhlas, Kurangnya Bikin Tertawa

Dear Driver Feeder BRT Semarang, Tobatlah untuk Ngebut di Jalanan, Kalian Bukan Pembalap!

11 Juni 2026
Nggak Usah Ngadi-ngadi. Lembaga Pengawas di Drakor Teach You a Lesson Tidak Mungkin Bisa Ada di Indonesia

Nggak Usah Ngadi-ngadi. Lembaga Pengawas di Drakor Teach You a Lesson Tidak Mungkin Bisa Ada di Indonesia

11 Juni 2026
13 Tabiat Mahasiswa KKN yang Dibenci Warga Desa, Jangan Dilakukan atau Kalian Jadi Musuh Bersama Mojok.co

Sebelum KKN, Pahami bahwa Hal-Hal Menyebalkan dalam KKN yang Kebanyakan Datang dari Teman Satu Posko

14 Juni 2026
Warteg, Gambaran Soal Tegal Paling Ideal yang Ada di Kota-Kota Besar Mojok.co

Warteg, Representasi Tegal Paling Ideal yang Ada di Kota-Kota Besar

9 Juni 2026
10 Hari di Taiwan Bikin Sadar kalau Kualitas Hidup di Indonesia Sudah Tertinggal Jauh Mojok.co

10 Hari di Taiwan Bikin Sadar kalau Kualitas Hidup di Indonesia Sudah Tertinggal Jauh

10 Juni 2026
Cikupa Tangerang, Kota Seribu Industri yang Macetnya Bikin Pekerja Pabrik Dilema: Resign Jadi Gembel atau Bertahan Tapi Gila

Cikupa Tangerang, Kota Seribu Industri yang Macetnya Bikin Pekerja Pabrik Dilema: Resign Jadi Gembel atau Bertahan tapi Gila

11 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.