Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Film

Film Nussa: Langkah Memanusiakan Nussa yang Tepat

Muhammad Sabilurrosyad oleh Muhammad Sabilurrosyad
20 Oktober 2021
A A
Share on FacebookShare on Twitter

Film Nussa yang rilis pada pertengahan Oktober menjadi amunisi film lokal berharga untuk mengajak kembali orang-orang ke bioskop. Nussa pantas untuk dinantikan, sekaligus menjadi pembuktian akan tuduhan Nussa yang dianggap memiliki agenda terselubung cuma karena atribut pakaiannya.

Saya termasuk orang yang merasa kontroversi yang sempat menghinggapi film ini sebagai sesuatu yang konyol. Sudah banyak tulisan di Terminal Mojok yang membahas masalah ini, dan rata-rata saya setuju. Bahwa menilai agenda dari sebuah film bermodalkan kecurigaan pada atribut sembari tutup mata pada elemen lainnya adalah suatu kedangkalan.

Nussa bagi saya pantas dinantikan karena film ini bisa jadi tolok ukur level industri animasi lokal, khususnya secara kualitas teknis. Hal ini dikarenakan Nussa sudah dianggap memiliki  kualitas teknis memukau semenjak berformat web series. Animasi yang mulus, ekspresi wajah yang hidup, serta kualitas pengisi suara dalam web series ini sudah dianggap sebagai yang terbaik di Indonesia. Jadi wajar rasanya penasaran melihat bagaimana teknisnya berkembang dalam format film panjang.

Satu-satunya isu di benak saya soal Nussa, semenjak di web seriesnya adalah menyoal kesempurnaan karakter Nussa. Seperti kebanyakan cerita religi atau cerita anak-anak di Indonesia, karakter utama teladan selalu diperlukan guna memberi contoh atau menjadi solusi bagi karakter pendukung lain sebagai pembelajaran.

Maksudnya, Nussa memiliki karakteristik yang sempurna dengan selalu bertingkah layaknya orang dewasa ketimbang anak-anak karena selalu mampu menjaga emosi, tingkah laku, dan pikirannya, agar memenuhi syarat sebagai karakter teladan yang bisa dijadikan role model.

Dalam web seriesnya, banyak episode yang menceritakan soal Nussa yang ngajarin adiknya, Rarra, soal berbagai hal, khususnya agama. Meski tidak selalu begitu, tapi secara kesan keseluruhannya, buat saya, web series ini menjadikan Rarra sebagai karakter yang melakukan banyak kesalahan sebagai media belajar, untuk kemudian Nussa sebagai karakter utama yang teladan berfungsi sebagai pemberi solusi.

Sebenarnya, gaya bercerita seperti ini tidak salah dan sah-sah saja. Hanya saja gaya bercerita ini bagi saya sudah terasa kuno. Menurut saya, kesempurnaan karakter saat ini terasa sebagai sesuatu yang berjarak untuk penonton. Sementara penonton saat ini berkeinginan melihat karakter yang dekat dan relate sebagai sesama manusia yang belajar dari kesalahannya.

Itulah kenapa karakter sesempurna Superman semakin ke sini semakin diberi berbagai kerapuhan agar membuatnya lebih relate dengan pembaca/penontonnya. Jika dulu Superman berkutat dengan masalah membasmi kejahatan, semakin ke sini Superman diberi berbagai kerapuhan seperti perasaan teralienisasi atau pencarian jati diri.

Baca Juga:

Upin Ipin Serial TV yang Tampak Aman untuk Anak-Anak, tapi Aslinya Bisa Merusak kalau Ditonton Tanpa Dampingan Orang Dewasa

10 Hari di Taiwan Bikin Sadar kalau Kualitas Hidup di Indonesia Sudah Tertinggal Jauh

Nah, itulah yang dilakukan film Nussa. Pada format film panjangnya, Nussa akhirnya dibuat manusiawi dengan membuatnya lebih vulnerable. Dalam cerita kali ini, Nussa diceritakan sebagai langganan juara lomba sains. Suatu hari, datang murid baru bernama Joni yang menantang posisi Nussa sebagai orang terpintar di sekolah itu. Mereka bersaing dengan cara adu bagus-bagusan pembuatan roket.

Dengan cerita itu, Nussa diberi kesempatan untuk merasakan berbagai emosi layaknya manusia biasa, seperti rasa iri, kesal, marah, hingga putus asa.

Hal ini membuat Nussa menjadi karakter yang rapuh. Selanjutnya, ketidaksempurnaan karakter akan membuat cerita menjadi maju dan berproses, dengan membuat karakter melakukan kesalahan lalu terjadi pembelajaran agar karakter berkembang.

Mengkritik aspek teknis dalam animasi ini sudah terlalu klise. Jelas ada peningkatan secara teknis untuk film Nussa jika dibandingkan dengan web seriesnya. Hanya saja, saya masih agak terganggu dengan pilihan dialog percakapan dalam film ini, suatu masalah klasik yang sering terjadi pada film animasi Indonesia.

Salah satunya adalah penggunaan bahasa baku di dialog percakapan sehari-hari dalam medium film animasi yang selalu mengganjal buat saya. Kemudian bagaimana film animasi men-treatment berbagai jenis percakapan, khususnya small talk yang masih terasa kurang natural. Sementara itu, untuk percakapan serius dan bercandaan atau berkomedi, Nussa sudah jauh lebih baik ketimbang film animasi lokal yang sudah-sudah. Tapi, semua permasalahan teknis yang ada bagi saya bisa ditolerir.

Semua kekurangan yang ada tertutupi dengan cerita sederhana yang hangat. Sejujurnya, secara cerita, konflik dan motivasi karakternya cenderung klise dan basic. Artinya, Nussa tidak begitu berambisi secara cerita, dan ini bisa disikapi secara positif.

Dengan cerita sederhana, Nussa tampaknya ingin berfokus untuk berbagi rasa pada penontonnya. Akhirnya, dengan struktur cerita dan pengkarakteran yang klise, kaku, basic, dan kuno itu, ternyata dikembangkan dengan hal-hal yang cukup fleksibel dan tidak terjebak dengan kekolotan.

Rivalitas antara Nussa dan Joni di eksplore dengan baik. Saya suka bagaimana Joni diperlakukan dalam film ini bahwa dia tidak terperangkap sebagai antagonis menyebalkan. Karakter Joni juga terasa manusiawi yang memiliki masalah yang bisa dihubungkan dengan Nussa, sehingga keduanya memiliki interaksi dan chemistry yang menarik.

Sumber kerapuhan Nussa bukan cuma dari Joni yang berhasil menimbulkan rasa iri. Pada film ini, Nussa juga memiliki masalah dengan Abbanya (sebutan untuk bapak Nussa). Semua pengalaman yang menyulitkan itu akan memberi Nussa pembelajaran untuk dirinya sendiri agar semakin dewasa.

Nah, proses pendewasaan inilah yang saya harapkan sebagai pembelajaran untuk penonton, melalui berbagi pengalaman. Bukan dengan sosok Nussa yang sudah tampak mapan bersikap dewasa dengan adegan-adegan menggurui, meskipun sah-sah saja sih tidak ada yang salah.

Ada adegan menarik ketika Abba Nussa memberi kado pada kedua anaknya, yaitu ketika dia memberi kado mobil-mobilan pada Rarra. Adegan ini bagi saya mementahkan semua tuduhan agenda-agenda radikal yang cenderung konservatif pada film ini. Melalui adegan itu, justru membuat film ini tampak memiliki agenda yang cukup relevan dengan tidak terjebak pada kado-kado klise seperti boneka ataupun hal-hal yang feminim pada Rarra.

Pada akhirnya, Nussa berhasil menjadi film yang menawarkan pengalaman rasa, khususnya perasaan hangat yang diperoleh melalui konflik keluarga dan konflik persaingannya dengan Joni. Meski memiliki beberapa kekurangan seperti cerita yang tidak padat dan terlampau sederhana dengan beberapa masalah teknis lainnya, tentu tidak menghalangi pesona Nussa sebagai film animasi yang hangat dan pesan moral yang baik.

Sumber Gambar: Akun Instagram Nussa Official

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 20 Oktober 2021 oleh

Tags: animasiFim NussaIndonesia
Muhammad Sabilurrosyad

Muhammad Sabilurrosyad

Tukang nonton.

ArtikelTerkait

Kuliah di Mesir Memang Menarik, tapi Nggak Semua Orang Indonesia akan Cocok Hidup di Sana Mojok.co

Kuliah di Mesir Memang Prestisius, tapi Nggak Semua Orang Indonesia akan Cocok Hidup di Sana

10 Februari 2025
10 Perbedaan Kehidupan Anak SMA Korea dan Indonesia Terminal Mojok

10 Perbedaan Kehidupan Anak SMA Korea dan Indonesia

13 Maret 2022
5 Hal yang Harus Disiapkan sebelum Kuliah di Turki Mojok.co

5 Hal yang Harus Disiapkan sebelum Kuliah di Turki

5 November 2024
5 Uang Kertas Indonesia dengan Desain Terkeren terminal mojok.co

5 Uang Kertas Indonesia dengan Desain Terkeren

19 November 2021
benjamin netanyahu palestina indonesia mojok

Bukan Palestina yang Mengakui Kemerdekaan Indonesia Pertama Kali, tetapi..

4 Agustus 2020
membandingkan statistik kematian itu goblok mojok

Membandingkan Statistik Kematian Akibat Pandemi Adalah Perbuatan Biadab

23 Juli 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Alasan modal Rp100 miliar lebih baik "disulap" jadi bisnis laundry daripada usaha yang ikuti tren Mojok.co

Alasan modal Rp100 miliar lebih baik “disulap” jadi bisnis laundry daripada usaha yang ikuti tren

2 Agustus 2026
Jombang memang nggak punya pantai, tapi senja pinggir Sungai Brantas sukses bikin iri warga kabupaten tetangga

Jombang memang nggak punya pantai, tapi senja pinggir Sungai Brantas sukses bikin iri warga kabupaten tetangga

5 Agustus 2026
Bendungan Rowo Jombor Klaten Membahayakan Pengunjung (Unsplash)

Stigma orang yang nongkrong di Rowo Jombor adalah jamet itu konyol, tapi dampaknya luar biasa

6 Agustus 2026
Akal-akalan loker isi survei dan nonton iklan online, menyedot banyak kuota, tapi hasilnya cuma cukup buat beli es teh Mojok.co

Akal-akalan loker isi survei dan nonton iklan online, menyedot banyak kuota, tapi hasilnya cuma cukup buat beli es teh

6 Agustus 2026
Tinggal dekat Ringroad Barat itu nggak nyaman, tiap malam diteror suara blayer motor yang meresahkan Mojok.co

Tinggal dekat Ringroad Barat itu nggak nyaman, tiap malam diteror suara blayer motor yang meresahkan

3 Agustus 2026
Berhasil kurangi medsos dan hapus pesan, seporsi kemenangan yang meringankan hidup saya Mojok.co

Berhasil kurangi medsos dan hapus pesan, seporsi kemenangan yang meringankan hidup saya

1 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.