Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Perkara Menu Mbak Kalis Mardiasih: kalau Menu kayak Gitu Dibilang Kurang Gizi, Terus Kita Suruh Makan Apa?

Ratih Kusuma Wardani oleh Ratih Kusuma Wardani
6 Juli 2021
A A
menu masakan indonesia kalis mardiasih mojok

menu masakan indonesia kalis mardiasih mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Perguliran info ataupun berita terkini via Twitter akhir-akhir ini memang sangat wasweswus. Saking cepatnya, kadang sering pada ngetwit “baru ditinggal blabla udah ketinggalan aja”. Saking cepatnya pula, banyak info, berita, update yang viral-viralnya dari hal-hal yang sebenarnya biasa aja tapi diributkan setengah mati. Tidak usah disebutkan, karena banyak dan sudah tenggelam, dan saya juga sudah lupa hehe.

Tapi, pagi ini ada yang lewat di timeline, seseorang yang quote tweet dari Mbak Kalis Mardiasih yang cukup ramai. Berawal dari Mbak Kalis yang mengupdate pada tanggal 4 Juli 2021 pukul 13.03 siang yang menuliskan “aku comeback. hari ini punya energi buat masak dan pamer makanan bergizi” disertai dengan sepiring cantik nasi, bayam, jagung, sambal, tempe gorang dan beberapa helai daun kemangi dengan kuah nyemek.

Saat melihat twit itu, dalam pikiran ini sama sekali tidak ada yang aneh bagi saya. Namun, mungkin berbeda dari sudut pandang akun CEO Ruang Gurau. Beliau menyampaikan, “Not to offend anyone, but.. Kalau makanan begini di Indonesia disebut bergizi, ya pantes pada kurang gizi” dengan emot murung. Menurut beliau, setelah cuitan itu banyak animo netizen untuk menyimak ilmu nutrisi banyak sekali. Dan mungkin bagi beliau, saatnya bikin utas siapa tahu viral wkwk  untuk berbagai info kepada khalayak ramai. Disampaikan beberapa hal mengenai nutrisi, gizi, vitamin, dan info lainnya.

Namun ada tweet lanjutan, “Disclaimer: saya tidak punya pendidikan formal di bidang nutrisi. Bisa jadi informasi yang saya sampaikan kurang akurat. Tujuan thread ini bukan untuk share informasi yang ditelan mentah-mentah, tapi sebagai trigger proses belajar masing-masing.”

Sebentar…

Saya tidak dalam posisi untuk berkata setuju ataupun tidak dengan hal tersebut. Namun, saya melihat dari sisi mbak-mbak biasa dari kabupaten. Dari awal, tweet dari Mbak Kalis Mardiasih sama sekali tidak ada yang aneh bagi saya. Sebab, menu itu memang lazim dimasak bagi kami warga kabupaten.

Saya tahu, niat Mas CEO tersebut ingin menumbuhkan kesadaran orang-orang akan pentingnya takaran gizi sehari-hari. Sebab, tiada logika tanpa logistik yang cukup. Tapi, masalahnya, sedari kecil kami diberitahu kalau makanan yang kalian bisa lihat di piring Mbak Kalis Mardiasih itu mengandung gizi yang banyak. Apalagi sayur, duh sampe dipaksa-paksa buat suka.

Namun, beliau—si CEO—menyampaikan bahwa tanaman memiliki kandungan antinutrisi dan racun, tahu dan produk kedelai, mengandung penghalang enzim yang mencerna protein, efek samping mengkonsumsi serat, dan beberapa penjelasan lainnya. Saat membaca itu, otak saya susah nyandak dan kesulitan memahaminya.

Baca Juga:

Upin Ipin Serial TV yang Tampak Aman untuk Anak-Anak, tapi Aslinya Bisa Merusak kalau Ditonton Tanpa Dampingan Orang Dewasa

10 Hari di Taiwan Bikin Sadar kalau Kualitas Hidup di Indonesia Sudah Tertinggal Jauh

Apabila memang beliau berniat mulia ingin memberi info mengenai kurang gizi pada sepiring makanan itu, sepertinya penjelasannya dan bahasanya susah dicerna bagi ibu-ibu seperti ibu saya yang hidup di kampung, hal ini sangat disayangkan. Meski statement ini akan terlihat bodoh tapi ya gimana ya, mohon maaf sekali tapi sampai usia saya 20-an makan sayur itu sehari-hari dan saya merasa baik-baik saja. Seluruh utas itu seakan mencoba memberi tahu bahwa banyak orang Indonesia yang salah kaprah perkara gizi ini. Padahal makanan yang biasa saya konsumsi, itu ya makanan yang bisa kita temui bahannya di sekitar kita. Masak ya bahan yang ada salah semua? Kan aneh.

Jika memang sepiring cantik masakan Mbak Kalis Mardiasih itu dikatakan kurang bergizi, lalu ingin berharap makanan apa yang harus dikonsumsi warga Indonesia khususnya daerah kabupaten seperti kami? Apa kita perlu mengganti menu masakan warga Indonesia?

Lalu diganti dengan apa jika sebagian bahan baku yang sering kita gunakan sepertinya kurang gizi? Atau sebenarnya bukan kurang gizi namun proses pengolahannya saja yang kurang pas? Perlu penjelasan lebih lanjut dan dengan bahasa yang gampang sajalah ngomongnya. Padahal beliau saja berkata bukan pakar. Lah?

Dari semua keributan diskusi mengenai sepiring masakan Mbak Kalis Mardiasih yang juga menjadi pemandangan di pawon saya hampir setiap hari, membuat saya berpikir kalau hal-hal viral itu sebenarnya nggak penting-penting amat. Apanya yang penting coba dari ngomentarin makanan orang?

Dulu mungkin banyak yang bilang karena sebagai figur publik harus siap dengan semua komentar orang-orang. Namun kini, sosial media membuat semua itu berlaku bagi siapa saja. Hal biasa yang kita lakukan lalu diunggah di sosmed itu sama saja seperti kita melemparkan diri ke jurang untuk siap dengan semua tanggapan bahkan nyinyiran.

Saya pikir kalau memang menu Mbak Kalis Mardiasih itu dianggap nggak sehat, ya sudah. Nyatanya makanan yang blio makan itu adalah makanan yang bahannya tumbuh di negara ini dan layak dikonsumsi. Kalau harus mengganti makanan secara ekstrem, nggak mungkin.

Lagian ngapain orang yang bukan pakar ngatur-ngatur menu makan orang?

BACA JUGA Suka Duka Jadi Satgas Covid-19: Dicari Saat Ada Paparan, Dimusuhi Saat Beri Imbauan atau tulisan Ratih Kusuma Wardani lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 19 Oktober 2021 oleh

Tags: giziIndonesiakalis mardiasihkandungan nutrisiKuliner Terminalmenu
Ratih Kusuma Wardani

Ratih Kusuma Wardani

Perempuan biasa yang bekerja dari mana saja, pemerhati sekitar kadang juga media sosial. Tea person, suka berkebun, kadang fun hiking, atau nonton film nostalgia.

ArtikelTerkait

7 Nama Daerah Unik di Indonesia yang Bikin Melongo terminal mojok

7 Nama Daerah Unik di Indonesia yang Bikin Melongo

30 November 2021
8 Alasan TK Shinchan di Jepang Layak Jadi Role Model TK di Indonesia terminal mojok.co

8 Alasan TK Shinchan di Jepang Layak Jadi Role Model TK di Indonesia

22 Juli 2021
Paula Gianita Membagikan Rahasia agar UMKM di Indonesia Mampu Bertahan Lama

Paula Gianita Membagikan Rahasia agar UMKM di Indonesia Mampu Bertahan Lama

20 April 2023
Jepang Bikin Standar Transportasi Umum Jadi Terlalu Tinggi

Jepang Bikin Standar Transportasi Umum Jadi Terlalu Tinggi

5 November 2022
Diterpa Bencana dan Konflik Bertubi-tubi, Indonesia Tetap Berdiri Tegak Menantang, kok Bisa?

Diterpa Bencana dan Konflik Bertubi-tubi, Indonesia Tetap Berdiri Tegak Menantang, kok Bisa?

10 Juli 2023
The Boba Time, KOI Thé, Street Boba, dan Boba Party: Mana yang Rasanya Bikin Takjub? terminal mojok.co

The Boba Time, KOI Thé, Street Boba, dan Boba Party: Mana yang Rasanya Bikin Takjub?

30 Juli 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Potensi Pantai Cibugel Indramayu jadi sia-sia karena nggak diurus secara serius Mojok.co

Potensi Pantai Cibugel Indramayu jadi sia-sia karena nggak diurus secara serius

11 Juli 2026
Melawan serbuan semut di kamar, drama anak kos yang tampak sepele, tapi cukup bikin puyeng Mojok.co

Melawan serbuan semut di kamar, drama anak kos yang tampak sepele, tapi cukup bikin puyeng

16 Juli 2026
Kebodohan konsumen Indomaret yang merusak kenyamanan belanja (Unsplash)

Akulah pelanggan Indomaret yang resah itu gara-gara konsumen nggak ada akhlak yang merusak kenyamanan belanja

17 Juli 2026
Orang desa paham prioritas, nggak tergoda beli mobil murah seharga motor, lebih pilih motor mahal dan bagus karena kebutuhan Terminal

Orang desa paham prioritas, nggak tergoda beli mobil murah seharga motor, lebih pilih motor mahal dan bagus karena kebutuhan

15 Juli 2026
Bakso Malang adalah makanan khas Jawa Timur terbaik no debat (Wikimedia Commons)

Bakso Malang adalah makanan khas Jawa Timur yang paling bisa diterima semua lidah orang Indonesia ketimbang kuliner Jatim lainnya

12 Juli 2026
3 Kebohongan tentang Lembang yang Perlu Diluruskan

Bukan cuma soal dingin, ini 4 kejanggalan di Lembang yang bikin wisatawan Semarang heran

15 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.