Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Festival Tawuran Jaksel: Kenapa sih Pemerintah Berlomba Bikin Ide Konyol?

Prabu Yudianto oleh Prabu Yudianto
13 Oktober 2022
A A
Festival Tawuran Jaksel: Kenapa sih Pemerintah Berlomba Bikin Ide Konyol?

Festival Tawuran Jaksel: Kenapa sih Pemerintah Berlomba Bikin Ide Konyol? (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Mengadakan festival nggak masuk akal sedang jadi tren di kalangan pemerintah daerah. Mau pemkot, pemkab, sampai pemprov sedang berebut menelurkan ide ra mashok. Salah satunya adalah ide festival tawuran. Saya pikir, ini ide dari Jogja untuk mengatasi klitih. Tapi, kok malah Pemkot Jakarta Selatan (Jaksel) yang membuat festival yang idenya patah bawah seperti ini?

Secara singkat, Festival Tawuran ini wacana dari Wali Kota Jaksel Munjirin dan PLT Wakil Wali Kota Ali Murtadho. “Kemarin muncul wacana nih, Pak Wali Kota coba kemas tawuran itu bisa menjadi destinasi wisata, sehingga yang mau kami sentuh kalbunya masyarakat. Intinya tawuran itu sudah tidak terjadi lagi,” kata Ali saat dikonfirmasi, seperti yang dilansir kompas.com

Perhelatan yang dikemas sebagai festival budaya ini diharapkan bisa mengalihkan tawuran sebagai kreativitas. Ali sendiri mengatakan akan ada acara mural dan saling lempar cat. Bahkan ada wacana saling lempar tomat sebagai pengganti batu saat festival tawuran. Harapannya adalah tawuran bisa menjadi destinasi wisata baru.

Kali ini saya tidak bisa mengkritik seperti biasa. Harus buka kamus bahasa Jaksel agar relate dengan cara komunikasi warga dan (mungkin) pemerintah setempat.

Honestly, ide ini adalah bukti Pemkot Jaksel salah paham terhadap tawuran. Just like pemerintah Jogja saat dihadapkan pada klitih. Somehow Pemkot Jaksel bisa memandang tawuran hanyalah kegabutan pemuda semata. Mereka seperti gagal memetakan akar tawuran, which is tidak relevan dengan solusi yang ditawarkan dengan festival tawuran ini.

If we look closely, tawuran di Jaksel ini melibatkan pelajar dan pemuda dari kampung berbeda. Pelaku dan provokator menggunakan isu sentimen antarkampung. Entah saling ejek, saling senggol saat ada event musik, atau dendam masa lalu. Penyerangan kampung lawan sering menjadi awal dari tawuran di Jaksel. IMHO, sumber masalah tawuran Jaksel bisa dilihat dari karakter tersebut.

Ada mental Chauvinis dari tawuran ini. Ada semangat untuk menjaga pride kampung yang dibawa pelaku tawuran. Apa pun sumber masalah yang mendasari, somehow para pemuda ini have a reason untuk baku hantam. Karena yang dibawa mereka adalah harga diri kampung dan mereka sendiri.

Mayoritas (atau hampir semua) pelaku adalah pemuda. So kita bisa melihat ada kultur toxic masculinity yang menjadi energi saat tawuran. Mental “gue cowok, gue nggak boleh jiper kalau ditantang” turn into keberanian untuk saling sabet senjata tajam. Feeling guilty ketika dipandang kurang laki membuat para pelaku rela bermain nyawa.

Baca Juga:

Tebet Eco Park, Spot Hits Jakarta Selatan yang Sering Bikin Bingung Pengunjung

Rute KRL dari Stasiun Duri ke Sudirman Adalah Rute KRL Paling Berkesan, Rute Ini Mengingatkan Saya akan Arti Sebuah Perjuangan dan Harapan

Dari alasan ini, somehow Pemkot Jaksel menelurkan ide festival tawuran. Festival macam ini jelas tidak akan berhasil menekan tawuran. Para pelaku akan memandang remeh festival yang idenya saja not relevant with them. Mental Chauvinis, overproud, dan toxic masculinity bertentangan dengan event yang membuat mereka terlihat konyol dan cupu.

Even festival tawuran bisa jadi sumber tawuran lain. Karena pride kampung dan personal issue bisa terlukai dalam rangkaian acara. Saling ejek saat saling lempar cat bisa berakhir baku hantam. Saling senggol saat menghadiri festival bisa menimbulkan provokasi. Just take a look on berbagai dangdutan untuk memahami potensi bahaya dari festival ini.

At last, festival tawuran tidak menjawab akar masalah pemuda ini. Chauvinisme tidak selesai dengan acara budaya. Overproud dengan golongan tidak pudar dengan mural. Toxic masculinity tidak usai dengan saling lempar cat atau tomat. Jika model festival seperti ini bisa menjawab, sudah dari dulu Pemkot London mengadakan festival tawuran untuk hooligans!

Maybe ketika melihat wacana dari pemerintah ini, para pelaku tawuran hanya menjawab, “Lo itu nggak diajak!”

Actually contoh nyata menyelesaikan gesekan dan tawuran seperti ini sudah di depan mata: Perdamaian antarkelompok suporter pasca Tragedi Kanjuruhan. Common issue dan kesadaran kolektif adalah kekuatan untuk mereduksi konflik. Tidak ada agenda kebudayaan dan destinasi wisata. Semua pure dari kesadaran bahwa ada common issue yang perlu dijawab dengan persatuan dan perdamaian ini. Ingat ya, it takes two to tango. Entah damai atau ribut.

Tapi, tidak ada salahnya mengapresiasi festival tawuran ini. Idenya out of the box, bahkan di luar masalah tawuran sebenarnya. Tujuannya mulia, meskipun offside. Dan potensi ekonomi yang ditawarkan juga tidak ada salahnya. Tapi, jika festival ini bisa meredakan tawuran yang tertanam belasan bahkan puluhan tahun, jujurly saya pesimis!

Penulis: Prabu Yudianto
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Klitih Adalah Soal Kesenangan, Orang Tua Membosankan Mana Paham

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 13 Oktober 2022 oleh

Tags: festival tawuranidejakselpemerintahsolusitawuran
Prabu Yudianto

Prabu Yudianto

Penulis kelahiran Yogyakarta. Bekerja sebagai manajer marketing. Founder Academy of BUG. Co-Founder Kelas Menulis Bahagia. Fans PSIM dan West Ham United!

ArtikelTerkait

Konser Coldplay Cuma Sehari di Jakarta, Harusnya Pemerintah Sadar Diri dan Berbenah xyloband

Konser Coldplay Cuma Sehari di Jakarta, Harusnya Pemerintah Sadar Diri dan Berbenah

11 November 2023
4 Hal Penting yang Harus Diketahui Jika Ingin Berkunjung ke Blok M Jaksel agar Kunjunganmu Tidak Sia-sia

4 Hal Penting yang Harus Diketahui Jika Ingin Berkunjung ke Blok M Jaksel agar Kunjunganmu Tidak Sia-sia

7 Desember 2025
Jakarta Timur Kota Tawuran, Perlu Punya 9 Nyawa untuk Hidup di Kota Ini Mojok bassura jaktim

Jakarta Timur Kota Tawuran, Jangan Sekolahkan Anak di Sini kalau Mau Selamat

6 Februari 2024
Pengalaman Jadi Petugas Survei di Jaksel: Melihat Sisi Gelap Jakarta Selatan yang Terkenal Berkelas dan Elite Mojok.co

Melihat Sisi Gelap Jakarta Selatan yang Terkenal Berkelas dan Elite

30 Maret 2024
Terogong, Daerah Kecil di Jakarta Selatan yang Dihuni para Bule. Jalan-jalan di Terogong bak Berada di Luar Negeri!

Terogong, Daerah Kecil di Jakarta Selatan yang Dihuni para Bule. Jalan-jalan di Terogong bak Berada di Luar Negeri!

9 Juli 2024
Sudah Saatnya Pemerintah Berhenti Main Duta-dutaan duta

Sudah Saatnya Pemerintah Berhenti Main Duta-dutaan

2 Oktober 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Kasta Kursi KA Probowangi yang Menentukan Nyaman Tidaknya Perjalanan Mudikmu

5 Kasta Kursi KA Probowangi yang Menentukan Nyaman Tidaknya Perjalanan Mudikmu

15 Maret 2026
Daihatsu Taruna, Mobil Sok Gagah yang Berakhir Gagal Total dan Bikin Penggunanya Bingung Setengah Mati

Daihatsu Taruna, Mobil Sok Gagah yang Berakhir Gagal Total dan Bikin Penggunanya Bingung Setengah Mati

17 Maret 2026
5 Hal yang Bikin Perantau Mikir-Mikir untuk Tinggal Lama dan Menetap di Kota Palu, meski Indahnya Bukan Main

5 Hal yang Bikin Perantau Mikir-mikir untuk Tinggal Lama dan Menetap di Kota Palu, meski Indahnya Bukan Main

17 Maret 2026
KlikBCA, Layanan Internet Banking Terbaik yang Perlu Dikritisi (Unsplash)

KlikBCA, Layanan Internet Banking Terbaik yang Perlu Dikritisi

17 Maret 2026
7 Barang Indomaret yang Semakin Laris Manis Saat Mudik Mojok.co

7 Barang Indomaret yang Semakin Laris Manis Saat Mudik

17 Maret 2026
Jalan Nasional Purworejo Kulon Progo Payah, Kondisi yang Normal Cuma Sekitar Bandara YIA Mojok.co

Jalan Nasional Purworejo-Kulon Progo Payah, Kondisi yang Normal Cuma Sekitar Bandara YIA

16 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Ujian Pemudik Lajang: Jadi Sasaran Pinjam Uang karena Belum Nikah dan Dianggap Tak Ada Tanggungan, Giliran Nolak Dicap Pelit
  • Rasa Sanga (8): Lontong dan Kangkung dalam Khazanah Suluk Sunan Bonang, Jalan “Merasakan” Kehadiran Tuhan
  • Memelihara Kucing adalah Patah Hati yang Direncanakan, Tapi 1.000 Kali pun Diulang Saya Akan Tetap Melakukannya
  • Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang
  • Rela Utang Bank buat Beli Mobil Ertiga demi Puaskan Ekspektasi Mertua, Malah Jadi Ribet dan Berujung Sia-sia
  • Mahasiswa UGM Rela Kejar Mudik di Hari Lebaran demi Kumpul Keluarga, Lewatkan “War” Tiket karena Jadwal Kuliah

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.