Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Fenomena Zumping, Diputusin Online via Zoom karena Sedang Physical Distancing

Aminah Sri Prabasari oleh Aminah Sri Prabasari
20 April 2020
A A
putus online lewat zoom zumping mojok

putus online lewat zoom zumping mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Ketika imbauan untuk jaga jarak bahkan lockdown diberlakukan orang ramai memanfatkan teknologi untuk saling terhubung. Belakangan aplikasi Zoom banyak dipakai untuk melakukan video call sebagai pengganti pertemuan secara langsung. Banyak orang merasa tertolong dengan aplikasi buatan Amerika Serikat ini karena mulai dari urusan kerja, menyapa teman hingga pacar, semua bisa dilakukan via Zoom.

Sampai bosan rasanya melihat aktivitas Zoom dari netizen yang di-capture lalu unggah di media sosial. Salah satu yang viral karena lain daripada yang lain adalah kisah Mbak Julia Moser pemilik akun @juliamoserrrr di Twitter, jurnalis BuzzFeed. Mbaknya curhat diputus pacar via Zoom. “Am I the first person who’s been dumped via zoom?” (Apakah aku orang pertama yang diputuskan lewat Zoom?)

Kok ya pas physical distancing malah hubungan percintaan itu kandas, capek ati dua kali euy, mau merayu-rayu biar mantan berubah pikiran gitu juga susah kan. Ibarat nastar yang adonannya kurang kalis dan tidak dioles kuning telur di permukaannya sebelum dipanggang. Hasilnya selain retak-retak juga ambyar, lalu dimakan sendiri, nggak jadi buat kue lebaran.

Tentu saja Mbak Julia adalah nastar yang terpuruk itu. Diputus via Zoom dan nggak bisa berbuat apa-apa. Apalagi momen “ati cidro kelara-lara” seharusnya menjadi melankolia yang perlu dihayati bersama teman dan handai taulan, mbaknya ini malah harus menghadapinya sendirian karena sedang pandemi, curhat ke adiknya pun hanya bisa via FaceTime tanpa bisa ketemu langsung buat tangis-tangisan.

Selain putus via Zoom ini kekinian sekali, makanya viral di Twitter, curhat setelah patah hati adalah kewajaran untuk mendapat dukungan dari pihak lain dan niscaya pasti ramai tanggapan jika mengunggahnya di media sosial karena relatable dengan pengalaman (hampir) semua orang.

Banyak alasan kenapa momen patah hati memerlukan dukungan dari orang lain sehingga curhat di medsos menjadi perilaku yang wajar, di antaranya:

#1 Punya pacar sudah menjadi kebiasaan

Melakukan aktivitas dan kebiasaan yang disukai itu menyenangkan, saat kesenangan terpaksa berhenti wajar jika merasa sakit dan patah hati. Penelitian menunjukkan bahwa ketika jatuh cinta, pusat kecanduan pada otak akan aktif, ini adalah pusat yang sama ketika seseorang kecanduan heroin atau kokain. Putus cinta juga membuat seseorang merindukan kenangan manis saat bersama pacar.

#2 Menganggap cinta berjalan selamanya tapi ternyata hanya sementara

Ada harapan yang kandas di sini. Harus disadari bahwa jatuh cinta punya tempo karena itu akan ada jatuh tempo. Saat jatuh cinta banyak harapan tumbuh seperti menikah atau sekadar punya teman berbagi yang lebih intim daripada teman. Harapan inilah yang akhirnya menimbulkan rasa kecewa dan sakit hati saat putus cinta.

Baca Juga:

6 Hal Sepele, tapi Menyebalkan Saat Zoom Meeting

5 Alasan Zoom Jadi Penguasa Platform Online Meeting

#3 Cinta membuat seseorang menjadi tidak realistis

Cinta itu soal perasaan. Membuat seseorang mengabaikan kenyataan yang sebenarnya sedang dihadapi. Jadi ketika perasaan cinta itu hilang seseorang tiba-tiba bisa melihat segala sesuatunya lebih realistis. Inilah yang menimbulkan kekecewaan.

Curhatan Mbak Julia yang diputus via Zoom dan harus menghadapi beratnya patah hati sendirian karena physical distancing diceritakan kembali oleh The Guardian, dari sanalah istilah “zumping” mulai dipakai pertama kali, gabungan antara nama aplikasi Zoom dan “dumping” yang artinya diputus.

***

Putus cinta lewat perantara bukanlah hal baru. Jaman baheula nenek moyang kita pakai media surat, pacaran bisa surat-suratan, putus pun demikian. Setelah ada teknologi telepon mulai bisa langsung ngobrol saat memutus pacar. Kemudian era SMS, lebih singkat dan menguntungkan untuk ghosting, sampai-sampai ada artis yang menjadi istri simpanan diceraikan via SMS. Bahkan di masa kini ada yang lewat Facebook, seperti salah satu cuitan yang menanggapi curhatan Mbak Julia, bercerita diceraikan mantannya via Facebook.

Cerai via Facebook lebih ngenes ketimbang putus cinta lewat Zoom yang sebenarnya meski nyesek, tapi nggak malu-malu amat. Karena pakai jalur pribadi—seperti halnya WhatsApp—jadi nggak jauh beda dengan surat atau telepon dan SMS. Beda ceritanya, jika lewat media sosial, kata pisah diucap lewat postingan status Facebook atau di kolom komentar, duh! Makanya Mbak Julia merasa terhibur setelah tahu ada yang lebih ngenes ini, hahaha.

Seandainya Anda juga mengikuti thread putus via Zoom Mbak Julia, saya akan ceritakan bahwa di negara +62 ada cara yang lebih dahsyat untuk memberinya penghiburan: putus via baliho! Terjadi di Semarang pada Juli 2019, seorang pria mengakhiri hubungan percintaan dengan kekasihnya karena diselingkuhi lewat baliho besar lengkap dengan foto sang pacar dipasang di pinggir jalan.

Jika putus cinta via baliho itu membuat saya tepok jidat, membaca kisah putus cinta Mbak Julia yang kemudian menjadi kosakata baru ini membuat tercenung sejenak.

Sepertinya kita sekarang sudah mulai beranjak ke cara hidup yang baru, penggunaan teknologi bahkan memasuki ruang pribadi seseorang, dipakai untuk membicarakan segala urusan termasuk percintaan, peruntukannya menjadi tanpa batas.

Tapi seperti halnya work from home, it’s time for the new normal. Setelah ada pandemi corona memang kita dipaksa memaknai ulang kata normal di keseharian.

BACA JUGA Makna Baru ‘Ok Sip’ di Chat WA Terungkap di Persidangan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dan tulisan Aminah Sri Prabasari lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 12 Agustus 2021 oleh

Tags: putus onlinewabah coronazoomzumping
Aminah Sri Prabasari

Aminah Sri Prabasari

Perempuan yg merdeka, pegawai swasta yg punya kerja sambilan, pembaca yg sesekali menulis. Tertarik pada isu gender, politik, sosial dan budaya.

ArtikelTerkait

istilah new normal salah diganti adaptasi kebiasaan baru mojok.co

Pemerintah Akui Istilah New Normal Salah. Lho, Bukannya Sudah Serbasalah sejak Awal?

19 Juli 2020
suasana kuliah kerja nyata kkn offline uns 2020 wabah corona mojok.co

Bagaimana KKN Mahasiswa UNS Tetap Offline di Masa Pandemi

8 September 2020
lowongan kerja palsu penipuan wabah corona pandemi corona covid-19 mojok.co

Pembuat Lowongan Kerja Palsu di Tengah Pandemi Covid-19 Amat Layak Dikutuk!

1 Juni 2020
nama ridwan kamil di masker bantuan langsung tunai BLT pemprov jawa barat mojok.co

Kenapa Ada Nama Ridwan Kamil di Bantuan Masker Pemprov Jawa Barat?

9 Agustus 2020
indonesia di jurang resesi kuartal 3 2020 mojok.co

Maaf, Ada Kabar Buruk: Indonesia Diprediksi Alami Resesi pada Kuartal 3 Ini

26 Juli 2020
khofifah indar parawansa gubernur jawa timur risma tri rismaharini wali kota surabaya sinetron konflik mobil tes pcr wabah corona mojok.co

Konflik Khofifah-Risma Adalah Contoh Sinetron yang Baik

2 Juni 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ramainya Jogja Sudah Nggak Masuk Akal, bahkan bagi Orang Luar Kota Sekalipun kota jogja

Hal Unik yang Lumrah Terjadi di Perkampungan Padat Penduduk Kota Jogja, dari yang Biasa Saja sampai yang Menyebalkan

8 Januari 2026
Jogja Kombinasi Bunuh Diri Upah Rendah dan Kesepian

Memutuskan Merantau ke Jogja Adalah Langkah “Bunuh Diri Upah”: Terpaksa karena Keadaan dan Berakhir Menderita karena Kesepian

11 Januari 2026
Pengendara dengan Refleks Terbaik Itu Ada di Malang, sebab Selalu Dilatih dengan Menghindari Jalanan Berlubang!

Pengendara dengan Refleks Terbaik Itu Ada di Malang, sebab Selalu Dilatih dengan Menghindari Jalanan Berlubang!

11 Januari 2026
Rujak Teplak Khas Tegal Adalah Anomali bagi Warga Blora, Rujak kok Jadi Menu Sarapan, Aneh!

Rujak Teplak Khas Tegal Adalah Anomali bagi Warga Blora, Rujak kok Jadi Menu Sarapan, Aneh!

9 Januari 2026
Jangan Bergaul dengan 5 Tipe Orang Ini agar Skripsi Cepat Kelar Mojok.co

Jangan Bergaul dengan 5 Tipe Orang Ini agar Skripsi Cepat Kelar

5 Januari 2026
Made, Desa Hidden Gem di Wilayah Paling Barat Surabaya. Masih Asri dan Hijau!

Made, Desa Hidden Gem di Wilayah Paling Barat Surabaya. Masih Asri dan Hijau!

10 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Lalu-lalang Bus Pariwisata Jadi “Beban” bagi Sumbu Filosofi Jogja, Harus Benar-benar Ditata
  • Sensasi Pakai MY LAWSON: Aplikasi Membership Lawson yang Beri Ragam Keuntungan Ekslusif buat Pelanggan
  • Super Flu yang Muncul di Jogja Memang Lebih Berat dari Flu Biasa, tapi Beda dengan Covid-19
  • Derita Anak Bungsu Saat Kakak Gagal Penuhi Harapan Orang tua dan Tak Lagi Peduli dengan Kondisi Rumah
  • Nasib Sarjana Kini: Masuk 14 Juta Pekerja Bergaji di Bawah UMP, Jadi Korban Kesenjangan Dunia Kerja
  • Mengajari Siswa Down Syndrome Cara Marah, karena Dunia Tidak Selalu Ramah

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.