Skripsi Mandek Gegara Pandemi? Jangan Lebay Ah, Nih Tips Biar Kalian Nggak Setop Ngerjain

Artikel

Di era kenormalan baru yang memaksa kita berdamai dengan virus bernama Covid-19 itu, mau nggak mau kita harus mulai belajar beradaptasi. Hal itu lantaran kita akan memasuki pola dan cara hidup baru, tak terkecuali dalam aspek pendidikan. Ya, selain ekonomi, pendidikan adalah aspek paling berdampak pandemi corona, tak terkecuali pendidikan tinggi. Hal ini mengakibatkan motivasi dan semangat mahasiswa untuk mengerjakan skripsi juga ikutan surut.

Beberapa waktu lalu ada tetangga yang meminta saya untuk membagikan tips dan trik agar kita tidak menunda mengerjakan skripsi, apalagi di era pandemi corona seperti sekarang ini. Tips yang sempat saya bagikan kepada tetangga itu di antaranya sebagai berikut.

#1 Kumpulkan niat

Ya, sebelum kita melakukan sesuatu hal pertama yang harus dilakukan adalah mengumpulkan niat. Tanpa adanya niat semua akan terasa hampa dan tidak serius dalam mengerjakannya. Bahkan dalam agama saja ibadah tanpa niat tak lebih dari aktivitas biasa.

Karena itu, kumpulkan niat kita untuk mengerjakan skripsi saat ini juga, jangan pernah menundanya. Meskipun mood dalam kondisi baik, namun tidak ada niatan mengerjakan skripsi ya sama aja ndak klik.

Niatkan saja dengan sepenuh hati bahwa mengerjakan skripsi ini bagian dari darma kalian sebagai mahasiswa. Mau bagaimana lagi? Daripada harus telat ujian terus bayar UKT lagi. Wong ya kampus nggak mau tahu kesulitan mahasiswa untuk turun lapangan di masa pandemi.

#2 Kerjakan yang paling mudah terlebih dahulu

Mengerjakan bagian yang sulit, apalagi tidak disertai dengan data dan referensi yang cukup tentu akan menyita banyak waktu, menyulitkan sekaligus membosankan. Karena itu, kerjakanlah bagian-bagian yang menurut kita paling mudah terlebih dahulu.

Skripsi tentu saja akan lebih mudah dikerjakan apabila kita memiliki referensi dan data yang cukup. Lagian dari referensi tersebutlah kita akan mendapatkan inspirasi dalam penulisan skripsi. Selain itu, data yang lengkap dan valid akan memudahkan kita untuk mengolahnya.

Baca Juga:  Cara Anak Kompleks Mengadakan Pesta Mercon selama Ramadan

Namun, apabila dirasa belum mempunyai cukup data di lapangan. Kita bisa melengkapi bab 1 yang hanya butuh sedikit data lapangan atau bab 2 yang hanya memerlukan referensi dari buku, jurnal, dan penelitian terdahulu.

#3 Fokus pada hal yang berhubungan dengan tema skripsi

Maksudnya biasakan hari-hari kita mengulik hal-hal yang berkaitan dengan tema skripsi. Misalnya tema skripsi kita tentang “kehidupan anak jalanan”, maka sudah selayaknya sehari-hari kita harus banyak bergaul dengan anak jalanan. Namun, jangan lupa tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Dari kebiasaan kita inilah secara tidak langsung biasanya muncul ide-ide yang bertebaran dan apabila beruntung secara tidak sengaja kita malah akan menemukan data-data yang valid. Lah, ide dan data yang bertebaran itulah yang kita tulis di skripsi.

Atau mungkin kita ingin meneliti media online, sebut saja Mojok.co. Mau nggak mau setiap hari kita harus membaca artikel di Mojok. Mungkin bisa juga dengan iseng-iseng komen atau DM Instagram Mojok, siapa tahu nanti dibalas. Ya, kan?

#4 Komunikasi sama dosen pembimbing

Dalam proses mengerjakan skripsi, komunikasi dengan dosen pembimbing adalah kunci. Jangan sampai kita sebagai mahasiswa tidak ada komunikasi dengan dosen pembimbing atau malah miss komunikasi kan eman.

Di era digital seperti sekarang ini tidak ada alasan untuk tidak bisa berkomunikasi dengan dosen. Manfaatkanlah semua media yang ada dari mulai SMS, voice note, bahkan video call. Carilah timing yang pas untuk menghubungi dosen pembimbing kita.

Bagaimana kalau tidak ada respons? Tenang aja di era new normal kita sudah boleh kok berkunjung ke rumah dosen, namun tetap memperhatikan protokol kesehatan. Dan tentu saja pastikan bahwa kita sehat sebelum berkunjung.

Baca Juga:  Daftar Kegiatan Setya Novanto jika Jadi Dibebaskan Berkat Revisi PP 99/2012

#5 Seduh secangkir kopi dan ambil sedikit camilan

Bila kita adalah seorang penikmat kopi, tidak ada salahnya sekarang juga detik ini kita mulai menyeduh kopi panas. Oh ya, jangan lupa ambil sedikit camilan yang ada di rumah, mungkin camilan sisa Lebaran yang masih tersedia.

Setelah semuanya siap, bukalah laptop, ambil buku catatan dan referensi serta data-data mengenai skripsi kita. Tenangkan diri kita sejenak, buka file skripsi, fokus, dan mulailah mengerjakannya saat ini juga!

Jangan menunda, kumpulkan niat, kerjakan yang lebih mudah terlebih dahulu, dan jangan lupa minum kopi dan makan camilan yang ada. Jangan terlalu tegang, rileks saja, tidak ada yang mudah memang, namun juga tidak ada yang nggak mungkin.

Agar lebih ringan, alangkah baiknya setiap hari kita wajibkan diri untuk menulis atau menyicilnya 2-5 halaman saja, namun konsisten setiap hari. Semua juga tergantung situasi dan kondisi, pas banyak ide dan data nggak ada salahnya kok satu hari bisa dapat 10 halaman atau justru lebih.

Selamat mengerjakan!

BACA JUGA Pak Nadiem, Andai Promo Gojekmu Juga Berlaku untuk UKT Kami dan tulisan A. Fikri Amiruddin Ihsani lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

---
15


Komentar

Comments are closed.