Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Fenomena Slip of Tongue dan Sulitnya Membedakan Huruf F dan V untuk Sebagian Orang

Seto Wicaksono oleh Seto Wicaksono
11 Desember 2019
A A
Fenomena Slip of Tongue dan Sulitnya Membedakan Huruf F dan V untuk Sebagian Orang
Share on FacebookShare on Twitter

Saya merasa cukup yakin bahwa banyak orang, mungkin semua orang, pernah mengalami slip of tongue (kepeleset lidah) atau salah ucap saat berbicara secara langsung, termasuk saya. Salah satunya adalah salah ketika menyebut “Psikologi” menjadi “Spikologi”. Tentu hal tersebut di luar kesadaran saya, lebih tepatnya tidak sengaja. Ada beberapa alasan mengapa hal tersebut bisa terjadi, entah karena bicara terlalu cepat, tidak fokus, atau kelelahan. Ya, kurang lebih mirip seperti typo (salah ketik) saat berbalas pesan singkat di mana pun platformnya.

Dalam suatu obrolan, bahkan teman saya pernah dengan suara yang lantang salah ucap. Kala itu dia bertanya, “Lotoknya di mana ya?”, lalu ada hening yang cukup panjang, sampai dia mengoreksi sendiri kesalahan ucap yang baru disebutkan. “Eh, maaf, maksudnya letak”. Ya, sering kali ditemui, slip of tongue bisa membuat malu seseorang yang salah dalam mengucapkan suatu kata.

Pada lain kesempatan, saya yang terbiasa melakukan wawancara kerja dengan para kandidat pun sering kali menemui hal serupa. Masih dengan alasan yang sama, berbicara terlalu cepat sekaligus tidak fokus saat proses wawancara berlangsung. Percakapan dengan salah satu kandidat yang paling saya ingat juga melibatkan slip of tongue hingga sekarang adalah seperti ini:

“Kemampuan Mbak ada dalam hal apa aja?”

“Saya bisa mikroskop excel, Pak.”

“Biasanya rumusan apa saja yang digunakan?”

“Oh, itu ada min, max, sum, avenger juga, Pak.”

Dahi saya mengerenyit seketika, bukan ingin marah atau kesal, lebih kepada saya tidak bisa menahan tawa selama wawancara berlangsung. Karena ada dua kata yang saya sadari salah diucapkan, mikroskop (microsoft) dan avenger (average). Ya, slip of tongue memang bisa terjadi kapan saja, di mana pun, dan siapa saja bisa terkena. Tak jarang, kita merasa malu karenanya.

Baca Juga:

4 Dosa Pengendara Motor yang Hobi Ngobrol saat Berkendara, kalau Kalian Ketemu, Tabok!

Membedah Topik Obrolan Bapack-bapack ketika Sedang Nongkrong di Malam Hari

Selain slip of tongue, pelafalan yang terkadang membuat sebagian orang salah paham adalah ketika menyebut huruf F dan V. Tidak sedikit orang yang kebingungan kapan suatu kata harus menggunakan huruf F, dan kapan harus menggunakan huruf V. Padahal, sudah jelas beda antara F (dibaca: ef) dan V (dibaca: ve). Wajar, karena jika disebutkan dalam suatu kata, kedua huruf tersebut memang seakan sulit dibedakan—apalagi jika sedang melafalkan kosakata dalam bahasa Inggris. Lucunya, terkadang saya dan seorang teman sampai harus berdebat karena membahas penggunaan huruf yang benar dalam suatu kosakata yang melibatkan huruf F atau V.

Pernah sewaktu masih SMP, saya menyebutkan kata “famous”, lalu disambut oleh pertanyaan dari seorang teman, “Eh, itu F-nya yang kayak lambang peace (sambil mengangkat dua jari membentuk huruf V) atau yang satunya lagi, ya?” Dan masih banyak contoh lain yang pada intinya serupa. Dari hal tersebut, akhirnya saya mulai coba memahami bahwa tidak semua orang dapat dengan mudah kapan harus menggunakan huruf F atau V. Apalagi ketika diucapkan secara langsung.

Oleh karena itu, saya juga mulai memahami kenapa spelling (ejaan) itu sangat penting dijabarkan, apalagi ketika memberi tahu sesuatu kepada orang lain yang sifatnya krusial. Seperti nama dan alamat email, misalnya. Jika salah mengeja lalu dituliskan untuk beberapa kepentingan, tentu akan menjadi fatal akibatnya. Perlu diketahui, sejak lama pula sudah ada dan dibuat spelling alphabet, yang biasanya digunakan untuk mengeja beberapa huruf dalam suatu aktivitas. Seperti contoh di bawah ini:

sumber gambar: Reddit.com

Tujuannya, jelas agar dapat meminimalisir kesalahpahaman dalam mengeja, khususnya menangkap suatu informasi. Termasuk membedakan antara huruf F dan V pada suatu penggunaan kata. Meskipun begitu, slip of tongue dan membedakan huruf F atau V bukan menjadi suatu permasalahan besar. Semua orang bisa salah ucap, dan semuanya bisa dilatih juga dipelajari. Wajar jika seseorang sesekali salah ketika berkomunikasi secara verbal.

Salah ucap bukan hanya terjadi secara tidak sengaja, bahkan banyak pelawak terdahulu—khususnya dari Srimulat—yang justru dengan sengaja memelesetkan beberapa kata. Satu yang paling saya ingat adalah kata “antisipasi” menjadi “antisisapi”, dan dagelan dengan formula tersebut hampir selalu berhasil mengundak gelak tawa para penonton.

Dan sekali lagi, ini bukan masalah yang besar, kok. Jika ada teman yang salah ucap atau salah pelafalan antara F dan V, cukup dikoreksi saja atau biasanya menjadi bahan bercanda juga mengundang tawa bersama.

BACA JUGA Mengarang Cerita Hidup Bohongan Saat Diajak Ngobrol Orang Tak Dikenal atau tulisan Seto Wicaksono lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 12 Agustus 2021 oleh

Tags: ngobrolsalah ucapSlip of tongue
Seto Wicaksono

Seto Wicaksono

Kelahiran 20 Juli. Fans Liverpool FC. Lulusan Psikologi Universitas Gunadarma. Seorang Suami, Ayah, dan Recruiter di suatu perusahaan.

ArtikelTerkait

Jangan Salah, Ngobrol juga Butuh Keahlian Khusus Terminal Mojok

Jangan Salah, Ngobrol Juga Butuh Keahlian Khusus

12 Januari 2021
Membedah Topik Obrolan Bapack-bapack ketika Sedang Nongkrong di Malam Hari terminal mojok

Membedah Topik Obrolan Bapack-bapack ketika Sedang Nongkrong di Malam Hari

31 Juli 2021
4 Dosa Pengendara Motor yang Hobi Ngobrol saat Berkendara, kalau Kalian Ketemu, Tabok!

4 Dosa Pengendara Motor yang Hobi Ngobrol saat Berkendara, kalau Kalian Ketemu, Tabok!

25 September 2023
Ternyata Ngobrol via WhatsApp Bisa Bikin Urusan Jadi Rumit

Ternyata Ngobrol via WhatsApp Bisa Bikin Urusan Jadi Rumit

20 Maret 2020
Please deh, Kalau Lagi Diskusi Jangan Langsung Potong Pembicaraan Terminal Mojok

Please deh, Kalau Lagi Diskusi Jangan Langsung Potong Pembicaraan

18 Januari 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

UMK Cikarang Memang Tinggi, tapi Biaya Hidup di Cikarang Tetap Murah, Jogja Can't Relate! scbd

Jika Harus Menjalani Sepuluh Ribu Kehidupan, Saya Tetap Memilih Jadi Pekerja Cikarang ketimbang Kakak-kakak SCBD

5 April 2026
4 Alasan yang Bikin User Kereta Api Berpaling ke Bus AKAP, Gratis Makan dan Lebih Aman Mojok.co

4 Alasan yang Bikin User Kereta Api Berpaling ke Bus AKAP, Gratis Makan dan Lebih Aman

7 April 2026
Suzuki Access 125 Motor Paling Kasihan: Tampilan Retro Elegan dan Fitur Lengkap, tapi Masih Aja Kalah Saing dari Skuter Matic Lain Mojok.co

Suzuki Access 125 Motor Paling Kasihan: Tampilan Retro Elegan dan Fitur Lengkap, tapi Masih Aja Kalah Saing dari Skuter Matic Lain

6 April 2026
Warga Tangerang Orang Paling Sabar Se-Jabodetabek, Sehari-hari Terjebak di Tol Jakarta-Tangerang yang Absurd Mojok.co

Warga Tangerang Orang Paling Sabar Se-Jabodetabek, Sehari-hari Terjebak Tol Jakarta-Tangerang yang Absurd

5 April 2026
Membuka Kebohongan Purwokerto Lewat Kacamata Warlok (Unsplash)

Membuka Kebohongan Tentang Purwokerto dari Kacamata Orang Lokal yang Jarang Dibahas dalam Konten para Influencer

4 April 2026
Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg Mojok.co

Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg

5 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis
  • Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia
  • #NgobroldiMeta: Upaya AMSI dan Meta Bekali Media untuk Produksi Jurnalisme Berkualitas di Era AI
  • Bangun Rumah Istana di Grobogan Gara-gara Sinetron, Berujung Menyesal karena Keadaan Aneh dan Merepotkan
  • Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elite dan Realitas yang Sulit

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.