Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Jangan Salah, Ngobrol Juga Butuh Keahlian Khusus

Raditia Yoke Pratama oleh Raditia Yoke Pratama
12 Januari 2021
A A
Jangan Salah, Ngobrol juga Butuh Keahlian Khusus Terminal Mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Pernahkah kamu merasa nyaman ketika ngobrol dengan seseorang? Pernahkah kamu menyaksikan tayangan di YouTube yang hanya berisi orang berbicara, dan meskipun sudah berpuluh-puluh menit mendengarkannya, kamu masih asyik menontonnya, bahkan hingga tuntas dan lupa waktu? Pertanyaannya adalah apa yang membuat obrolan dan cara berbicara seseorang terdengar menarik, membuat ketagihan untuk mendengar, dan nggak membosankan?

Untuk membahas tips konkretnya, kita akan membedah tayangan bercakap atau podcast di video berikut ini. Terdapat dua video, yang pertama adalah tayangan podcast dalam bentuk video milik channel YouTube Deddy Corbuzier yang berjudul “Nadiem, Kalau Bodo Satu Generasi Gimana Bro? NADIEM MAKARIM – Deddy Corbuzier Podcast.” Yang kedua adalah milik Arief Muhammad berjudul “Ngobrolin Karir & Haters Bareng Prilly.”

Keduanya memiliki penonton lebih dari satu juta, berarti kualitas dari pembawa acaranya dalam mengemas obrolan memiliki karakter tertentu sehingga bisa memancing jutaan penonton. Oh ya, bagi yang belum tahu, podcast artinya siniar atau hasil rekaman audio yang bisa didengarkan oleh khayalak. Hanya saja, dalam contoh ini podcast-nya ditambah dengan video obrolannya langsung.

Oke balik lagi, kedua podcast video tersebut memiliki berbagai macam kesamaan. Persamaan tersebut berada pada pembawa acara yang memiliki kuasa penuh dalam mengendalikan obrolannya. Berikut adalah persamaannya:

Pertama, present. Kedua pembawa acara tersebut menaruh fokus dan perhatiannya secara penuh dalam obrolan sehingga lawan bicara merasa diperhatikan dan dipedulikan ketika sedang berbicara. Dengan fokus dan menaruh perhatian secara penuh, lawan bicara akan merasa sedang ditunggu untuk menyampaikan pendapatnya. Hasilnya, keduanya dapat larut, nyaman, dan bergairah dalam obrolan.

Kedua, eye contact. Salah satu kunci percakapan dapat berjalan dengan lancar adalah dengan melakukan kontak mata yang erat. Dengan melakukan kontak mata kepada lawan bicara, kita seakan memegang erat lawan bicara supaya fokus dan nggak berani fokus ke selain topik obrolan. Melakukan kontak mata juga menunjukkan sebuah bentuk ketertarikan dalam obrolan sehingga kenyamanan antarpihak akan terbentuk. Obrolan akan semakin menjadi lebih menarik.

Ketiga, compliment. Jelas, nggak ada orang yang nggak suka dengan pujian. Dengan melempar pujian, lawan bicara semakin tertarik untuk bercerita lebih lagi. Tapi, pastikan juga nggak berlebihan ketika memberikan pujian, sewajarnya, dan secukupnya saja.

Keempat, no offense. Nggak perlu baper atau bawa perasaaan. Ketika sedang bercanda, nggak ada yang merasa sakit hati, easy going saja lah. Nggak ada penghinaan yang berlebihan. Kedua pihak selalu membawa obrolan menjadi asyik dengan cara berbicara yang nggak berlebihan sehingga terkesan menyerang atau menyakiti. Ketika sudah saling mengerti dan nggak berusaha berlebihan, maka obrolan akan menjadi lebih nyaman.

Baca Juga:

4 Dosa Pengendara Motor yang Hobi Ngobrol saat Berkendara, kalau Kalian Ketemu, Tabok!

Membedah Topik Obrolan Bapack-bapack ketika Sedang Nongkrong di Malam Hari

Terakhir, me too. Tips kelima ini adalah memberikan feedback yang menunjukkan jika sebagai pendengar juga setuju, merasakan, atau relate dengan yang disampaikan lawan bicara. Kedua pihak harus selalu memberikan feedback yang mengalir, yaitu nggak hanya sekadar menunggu untuk bergantian bercerita atau menyampaikan pesan yang lain, namun harus menyimak sambil melemparkan rasa persetujuan, kesesuaian, dan perasaan yang sama. Misalnya dengan gimik anggukan atau feedback kalimat seperti “Saya juga memiliki cerita yang sama”; “Sepakat”, “Wah itu rasanya kurang enak, saya pernah mencoba makanannya.” dan kalimat-kalimat sejenis lainnya.

Dengan melempar feedback seperti ini, lawan bicara akan merasa tertarik untuk terus melanjutkan obrolan dengan topik yang sama. Obrolan akan terkesan menjadi mengalir dan natural.

Dari kelima tips tersebut, perlu latihan dan pembiasaan sebelum akhirnya dapat mengimplementasikan dengan baik. Tapi tentu setiap orang dapat menjadi teman bercakap yang nyaman, tidak hanya untuk teman-teman dekatnya saja, namun juga kepada orang baru yang barangkali baru saja kenal. Sampai di sini, kita ketahui bahwa cara berbicara itu ternyata butuh keahlian khusus yang harus dikuasai, nggak bisa sembarangan.

Ketika telah bisa menguasai keahlian ngobrol dengan baik, kita akan merasakan hidup yang lebih berkesan dan bermakna, hal ini karena kita dapat menyelami setiap obrolan yang kita rasakan. Apalagi sejatinya hidup memang penuh dengan percakapan, jika nggak berusaha menguasai skill yang bisa dibilang sederhana ini, maka hidup kita juga akan terkesan kurang menarik, baik bagi diri kita sendiri maupun orang lain~

BACA JUGA Mengenal Kalimat-kalimat Template dalam Obrolan Julid.

Terminal Mojok merupakan platform Use Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 12 Januari 2021 oleh

Tags: cara berbicarangobrol
Raditia Yoke Pratama

Raditia Yoke Pratama

Suka menulis di ranah analisis sosiologis dan self-development.

ArtikelTerkait

Please deh, Kalau Lagi Diskusi Jangan Langsung Potong Pembicaraan Terminal Mojok

Please deh, Kalau Lagi Diskusi Jangan Langsung Potong Pembicaraan

18 Januari 2021
4 Dosa Pengendara Motor yang Hobi Ngobrol saat Berkendara, kalau Kalian Ketemu, Tabok!

4 Dosa Pengendara Motor yang Hobi Ngobrol saat Berkendara, kalau Kalian Ketemu, Tabok!

25 September 2023
Membedah Topik Obrolan Bapack-bapack ketika Sedang Nongkrong di Malam Hari terminal mojok

Membedah Topik Obrolan Bapack-bapack ketika Sedang Nongkrong di Malam Hari

31 Juli 2021
Ternyata Ngobrol via WhatsApp Bisa Bikin Urusan Jadi Rumit

Ternyata Ngobrol via WhatsApp Bisa Bikin Urusan Jadi Rumit

20 Maret 2020
Fenomena Slip of Tongue dan Sulitnya Membedakan Huruf F dan V untuk Sebagian Orang

Fenomena Slip of Tongue dan Sulitnya Membedakan Huruf F dan V untuk Sebagian Orang

11 Desember 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Kelebihan Kuliah di Samarinda yang Bikin Kuliah di Jogja Jadi Kelihatan Biasa Saja

Samarinda Tidak Ramah buat Mahasiswa yang Tidak Bisa Naik Motor karena Tidak Ada Transportasi Umum yang Bisa Diandalkan!

21 Mei 2026
Pintu Tol KM 99 Cipularang, Pemberi Berkah bagi Warga Purwakarta: Mobilitas Makin Mudah, Akses Pendidikan Makin Luas

Pintu Tol KM 99 Cipularang, Pemberi Berkah bagi Warga Purwakarta: Mobilitas Makin Mudah, Akses Pendidikan Makin Luas

15 Mei 2026
Low Maintenance Friendship: Tipe Pertemanan Dewasa yang Minim Drama, Cocok untuk Orang-Orang Usia 30 Tahunan Terminal

Low Maintenance Friendship: Tipe Pertemanan Dewasa yang Minim Drama, Cocok untuk Orang-Orang Usia 30 Tahunan

15 Mei 2026
Kegiatan Pramuka Memang Cuma Buang-buang Waktu, dan Justru Itulah Tujuannya

Kegiatan Pramuka Memang Cuma Buang-buang Waktu, dan Justru Itulah Tujuannya

21 Mei 2026
Mahasiswa Akuntansi yang Menghindari Bahasa Inggris Tak Ubahnya Menembak Kaki Sendiri, alias Menyulitkan Diri Sendiri!

Mahasiswa Akuntansi yang Menghindari Bahasa Inggris Tak Ubahnya Menembak Kaki Sendiri

20 Mei 2026
Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

17 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.