Fenomena Selebritis dan Klub Sepak Bola: Apakah Sebatas Tren Semata? – Terminal Mojok

Fenomena Selebritis dan Klub Sepak Bola: Apakah Sebatas Tren Semata?

Featured

Klub sepak bola di Indonesia telah merambah hingga ke dunia hiburan. Hal tersebut semakin diperkuat setelah RANS Cilegon FC, AHHA PS Pati, dan Persikota Tangerang menggaet jajaran selebritis seperti Raffi Ahmad, Atta Halilintar, dan Gading Marten untuk berbisnis di bidang olahraga.

Hal ini sangat menarik dan semakin membangkitkan ketertarikan masyarakat akan dunia sepak bola di Indonesia. Mengingat banyak klub baru yang bermunculan dengan dukungan modal yang cukup untuk bersaing di Liga 1. Well, jika kita tarik mundur, sebenarnya fenomena selebritis yang merambah di dunia bisnis bidang olahraga sudah tidak asing sejak dulu.

Walaupun tidak secara langsung terlibat sebagai investor, beberapa nama besar Hollywood juga kerap kali terang-terangan mendukung klub sepak bola kesayangannya. Seperti Daniel Craig yang merupakan fans Liverpool, Tom Hanks bersama Aston Villa, sang musisi legendaris Elton John dengan Watford, atau Noel Gallagher yang cukup vokal dalam mendukung Manchester City.

Sebagai penggemar sepak bola, saya pribadi cukup antusias menyambut banyaknya deretan selebritis yang secara serius mengelola klub-klub sepak bola di Indonesia. Situasi ini menimbulkan pertanyaan di benak penggemar sepak bola: Berapa banyak klub yang akan muncul di bawah naungan selebritis ternama?

Perlu ditekankan bahwa keadaan ini tidak akan menjadi masalah yang besar selama para pebisnis tersebut memiliki keseriusan dalam mengembangkan sepak bola di Indonesia. Siapa tahu RANS Cilegon FC, AHHA PS Pati, maupun Persikota Tangerang nantinya dapat menyumbangkan pemain muda berbakat di Timnas Indonesia.

Saya pribadi sangat berharap nama besar lain contohnya Ayu Ting-Ting untuk bersedia membangkitkan klub sepak bola di Kota Depok. Sebagaimana Ayu Ting-Ting merupakan figur yang paling tepat bagi Kota Depok. Jika memang melekatkan nama “Red Bull Depok” terlalu tinggi dan cenderung ngimpi, menurut saya nantinya warga Depok tetap akan memberikan dukungan penuh pada Ayu Ting-Ting sebagai seorang investor klub sepak bola.

Jika hal tersebut benar-benar terjadi, mungkin Persikad Depok yang berganti kepemilikan sejak 2017 dapat kembali muncul ke permukaan dengan wajah baru. Lalu, apa saja nama yang kira-kira cocok bagi klub sepak bola yang disponsori oleh Ayu Ting-Ting? Persikating Depok? Ting-Ting Depok FC? Menarik untuk ditunggu~

Pada akhir 2020, publik sepak bola Indonesia sempat diramaikan dengan munculnya tim PSG dari Indonesia. Bukan, berbeda dengan Paris Saint-Germain, PSG yang dimaksud adalah Putra Safin Grup (PSG) Pati. Sebuah klub sepak bola yang bermarkas di Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Nah, saat ini PSG Pati diberitakan akan menggelar konferensi pers. Lebih lengkapnya, konferensi tersebut diadakan untuk menindaklanjuti hubungan mereka dengan Atta Halilintar dan Putra Siregar sebagai pendiri dari klub AHHA PS Pati. Wah, bayangin kalau PSG Pati memutuskan untuk tetap melanjutkan kompetisi di Liga 2, mungkin Anda akan disuguhkan laga derby antara AHHA PS Pati dan PSG Pati di tahun-tahun yang akan datang. Indaaahhh….

Dari daerah pinggiran DKI Jakarta (bukan Depok), Persikota Tangerang juga resmi diakuisisi oleh Gading Marten. Berbeda dengan PSG Pati yang telah lolos di Liga 2, Persikota Tangerang masih terpaut 1 kasta di bawah PSG Pati. Meskipun demikian, penggemar sepak bola berharap yang terbaik bagi mereka yang ingin memajukan sepak bola Indonesia ke arah yang lebih baik.

Tidak menutup kemungkinan bahwa akan ada nama-nama lain yang akan muncul ke permukaan sebagai pemilik klub sepak bola di Indonesia. Mungkinkah mengakuisisi sebuah klub akan menjadi mainstream di kalangan selebritis maupun pebisnis? Mengutip cuitan Pangeran Siahaan di akun Twitter-nya, “Apparently klub sepak bola is the new kue artis.”

Jangan-jangan kemunculan selebritis dalam bisnis olahraga justru membantu mengangkat nama sepak bola Indonesia? Atau akankah hal tersebut berjalan dengan sebaliknya? Maka dari itu siapkah Anda untuk membayangkan nama-nama klub seperti: Ting-Ting Depok FC (Ayu Ting-Ting), Sekut FC (Gofar Hilman), Boring Bokir FC (Uus, Boris, Gilang), RANZ FC (Raditya Dika-Anissa Aziza), dan lain-lainnyaaa~

Dengan ini, tidak menutup kemungkinan bahwa Anda akan disuguhi oleh fans “militan” dari berbagai golongan maupun kalangan tergantung dari siapa pemilik klub tersebut. Hal yang nggak produktif ini tentu akan menjadi masalah tersendiri, pastinya. Hmmm… tapi nggak ada salahnya mencoba, ya, kan?

BACA JUGA Hanya Coach Justin, Sosok yang Pantas Jadi Pelatih RANS Cilegon FC dan tulisan Marshel Leonard Nanlohy lainnya.

Baca Juga:  Boso Walikan Mataraman: Sandi para Kriminal yang Beralih Menjadi Sapaan Akrab
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.



Komentar

Comments are closed.