Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Kalau Selebritis Sibuk Tinju, Petinju Asli (Harus) Sibuk Ngapain?

Rahadi Siswoyo oleh Rahadi Siswoyo
20 November 2023
A A
Kalau Selebritis Sibuk Tinju, Petinju Asli (Harus) Sibuk Ngapain?

Kalau Selebritis Sibuk Tinju, Petinju Asli (Harus) Sibuk Ngapain? (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Dunia tinju Indonesia kembali ramai akhir-akhir ini. Bukan karena pertandingan petinju profesional atau pertandingan legenda tinju Indonesia. Melainkan pertandingan yang mempertemukan para selebritis negeri ini. Sebut saja yang barusan viral, Jefri Nichol vs El Rumi. Masih banyak lagi kok yang lainnya. Hal itu menjadi fenomena baru yang menarik perhatian publik. Para selebritis negeri ini justru berbondong-bondong pergi menuju ring dengan alasan yang sebenarnya nggak terlalu jelas.

Tinju di kalangan selebritis sebenarnya bukan hal baru. Di dunia internasional, pelaku tinju dari kalangan selebritis dikenal sebagai influencer boxing. Sebut saja nama Logan Paul, Jack Paul, dan KSI misalnya. Tiga nama di atas adalah contoh para selebritis yang sukses menjadi influencer tinju dunia. Barangkali para slebritas negeri ini mulai mendalami dunia adu jotos ini karena terinspirasi oleh mereka.

ADVERTISEMENT

Bisa juga, cuman lagi cari panggung aja. Harus diakui kalau kemampuan tinju selebritis negeri ini belum oke punya. Yang penting naik ring dan bikin gaduh dunia maya. Tetapi, satu hal yang tidak bisa dimungkiri bahwa masyarakat begitu menikmati pertandingan tinju yang sebenernya nggak tinju-tinju banget. Kok bisa?

Bukan pertandingannya yang menarik

Bagi saya, hal menarik dari tinju para selebritis negeri ini bukanlah pertandingannya, melainkan hal lain di luar pertandingan mereka. Jujur saja saat melihat beberapa pertandingan para selebritis di atas ring, aksi tinjunya ya, biasa-biasa saja. Boleh dibilang tak ada yang istimewa dari pertandingan yang promosinya setara dengan pertandingan Gervonta Davis dan Rian Garcia. Padahal, hal yang seharusnya menarik dari sebuah pertandingan tinju adalah skill petarungnya. Bukan yang lainnya.

Menurut saya hal yang “menarik” dari tinju para selebritis ini justru datang dari luar ring. Sebut saja saat mereka melakukan konferensi pers, penimbangan berat badan, dan psywar di media sosial masing-masing. Momen yang seharusnya dibuktikan dengan adu jotos saat di atas ring nanti, malah makin banyak dihabiskan dengan adu mulut dan saling sindir.

Memang, dalam tinju diperlukan drama-drama seperti itu untuk menambah atmosfer keseruan pertandingan. Mereka, sebagai pelaku seni jelas dapat memainkan momen tersebut dengan baik. Tapi, kalau cuman mau sindiran-sindiran di medsos, kenapa harus repot pakai tinju segala?

Karakter tengil selebritis dan skill yang nggak sebanding

Seperti yang kita ketahui bersama, kebanyakan atlet termasuk petinju pasti memiliki karakter yang tengil. Karakter tersebut dapat bersifat alami dan buatan. Sebagian besar atlet memang sengaja membuat karakter itu untuk menarik perhatian. Namun, perlu dimengerti jika para atlet jelas memiliki skill yang sebanding dengan karakter tengilnya.

Berbeda dengan beberapa selebritis di Indonesia yang skill dan karakter tengilnya begitu jomplang. Keras saat di bawah, lembek saat sudah di atas. Parahnya lagi, ketika sudah memenangkan suatu pertandingan ketengilan mereka ini makin menjadi. Mereka jadi sok menantang selebritis lain, bahkan sampai petinju profesional. Padahal baru menang sekali, tengilnya minta ampun.

Baca Juga:

Fenomena Pemuda Citayam: Kalau Nggak Good Looking, Nggak Boleh Banyak Gaya, Gitu kan Maksudnya?

Fenomena Selebritis dan Klub Sepak Bola: Apakah Sebatas Tren Semata?

Menaikkan atau malah menjatuhkan marwah tinju?

Bagi saya, tinju kalangan selebritis Indonesia ini seolah menjadi suatu paradoks. Niat hati untuk menghidupkan kembali dunia tinju, sepertinya harus terganjal kepentingan-kepentingan industri dunia hiburan. Tidak bisa dimungkiri, mempertemukan para selebritis di atas ring jelas membawa keuntungan lebih banyak bagi para penyelenggara, daripada menyelenggarakan pertandingan tinju profesional. Lagi pula, nggak banyak juga masyarakat yang tahu nama-nama petinju profesional negeri ini setelah masa jaya Chris John dan Daud Yordan selesai. 

Mirisnya lagi, ada ketimpangan pendapatan yang cukup tinggi antara petinju profesional dan influencer tinju di negeri ini. Pendapatan influencer tinju bisa mencapai 3-5 kali lipat lebih besar dari petinju profesional. Data itu berdasarkan penuturan salah satu atlet MMA Indonesia (baca: Suwardi) di media sosialnya. Seharusnya, para selebritis cukup mempromosikan dan mengedukasi olahraga ini melalui media sosial mereka yang banyak pengikutnya. Bukan malah sibuk ikut cari panggung. Kalau selebritis sudah sibuk tinju, petinju asli harus ngapain?

Penulis: Rahadi Siswoyo
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Lupakan Sepakbola, Olahraga yang Dibutuhkan Indonesia adalah Tinju

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 20 November 2023 oleh

Tags: jefri nichololahraga tinjupentinjuselebritis
Rahadi Siswoyo

Rahadi Siswoyo

Penganut efisiensi energi yang meledak pada waktunya.. Gemar menghibur teman tongkrongan.

ArtikelTerkait

4 Hikmah dari Aksi Arie Untung 'Buang' Tas Prancis Mahal terminal mojok.co

4 Hikmah dari Aksi Arie Untung ‘Buang’ Tas Prancis Mahal

3 November 2020
orang jelek cinta pacaran tahu diri Memahami Tweet Jefri Nichol: Ngapain Marah-Marah, kalau Kenyataanya Kita Memang Jelek?

Memahami Tweet Jefri Nichol: Ngapain Marah-Marah, kalau Kenyataanya Kita Memang Jelek?

2 Februari 2020
Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Good Looking

Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Good Looking

16 Februari 2020
narkoba

Mau Pakai Narkoba? Jangan Coba-Coba Deh

25 Juli 2019
liga 2 judi bola shin tae-yong konstitusi indonesia Sepakbola: The Indonesian Way of Life amerika serikat Budaya Sepak Bola di Kampung Bajo: Bajo Club dan Sejarahnya yang Manis terminal mojok.co

Fenomena Selebritis dan Klub Sepak Bola: Apakah Sebatas Tren Semata?

6 Juni 2021
jamu

Kalau Para Artis Rajin Mengonsumsi Jamu, Tentu Tak Ada Alasan Menggunakan Sabu Untuk Stamina Lagi

25 Juli 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Honda Vario 150 keyless, motor sialan yang berhasil bikin saya malu di hadapan bos Mojok.co

Honda Vario 150 keyless, motor sialan yang berhasil bikin saya malu di hadapan bos

28 Juli 2026
Motor Honda Vario 150, Sahabat Terbaik Toko Kelontong (Unsplash). daihatsu sigra

Honda Vario 150 LED Old, motor yang semakin tua justru semakin diburu, motor Honda terbaik!

27 Juli 2026
Semua orang tahu Jalan Juanda Ciputat dan Jalan Raya Sawangan adalah jalan neraka kemacetan

Semua orang tahu Jalan Juanda Ciputat dan Jalan Raya Sawangan adalah jalan neraka kemacetan

27 Juli 2026
Bangkalan nggak butuh seminar dan jargon literasi, butuhnya gerakan nyata dan bukti

Bangkalan nggak butuh seminar dan jargon literasi, butuhnya gerakan nyata dan bukti

31 Juli 2026
Ide bisnis buat pebisnis Semarang kalau punya punya 100 miliar (Unsplash)

Ide bisnis yang muncul di kepala saya kalau punya uang 100 miliar adalah bikin rumah kesejahteraan khusus anjing di Semarang

2 Agustus 2026
Saya kapok pakai tumbler mahal yang tahan panas dingin, mendingan tetap setia pakai botol Tupperware jadul kesayangan Ibu

Saya kapok pakai tumbler mahal yang tahan panas dingin, mendingan tetap setia pakai botol Tupperware jadul kesayangan Ibu

29 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.