Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Musik

Fenomena Bus Hantu dan Kita yang Kelewat Peduli Terhadap Hal Nggak Penting-penting Amat

Erwin Setia oleh Erwin Setia
7 Juli 2019
A A
bus hantu

bus hantu

Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai orang yang tinggal di Bekasi dan kuliah di Bandung, mata saya langsung mencelat begitu membaca kabar soal bus hantu jurusan Bekasi-Bandung yang belakangan viral. Itu jurusan yang saban berangkat ke Bandung saya naiki. Wagelaseh ngeri juga.

Sejak mendengarnya, saya jadi waspada kalau-kalau mau naik bus jurusan tersebut dan berencana untuk naik pesawat saja. Tapi, pas dipikir-pikir ulang, kayaknya harga tiket pesawat yang masih saja mahal lebih menakutkan ketimbang ketemu hantu. Ketemu hantu paling banter cuma bakal bikin saya merinding seharian. Adapun kalau dompet menipis hanya gara-gara selembar tiket, penderitaannya bisa jadi bahan list garapan Mbak Aprilia. Malang nian memang nasib sobat misqueen~

Soal bus hantu yang diunggah oleh akun @hebosto dalam Instastory ini mendapat ragam tanggapan. Sebagian warganet memercayainya dan bahkan menurut pengakuan orang-orang yang konon punya ‘mata batin’, dalam foto kursi-bus-kosong-padahal-aslinya-ada-orang-orang-dengan-muka-pucat itu memang ada kuntilanak, pocong, genderuwo, dan Setya Novanto. Eh, mana ada hantu kejedot tiang listrik dan makan nasi padang. Ups.

Ada juga yang tak serta merta memercayainya. Orang jenis ini umumnya memang orang-orang yang skeptis terhadap hal-hal gaib. Mereka lebih mengedepankan logika ketimbang buru-buru percaya soal hantu-hantuan macam ini.

Soal ini, saya jadi teringat cerita Kukuh Purwanto. Suatu malam beliau mengunjungi rumah Janoary M. Wibowo—kawan karibnya. “Dan semalam cuma gangguan suara gitu. Kipas anginnya Jano, yang sebelumnya baik-baik aja dan tampak sanggup bertahan seribu tahun lagi, tiba-tiba pelindung bilahnya copot. Kan bangke,” tulis beliau dalam satu grup WhatsApp yang kebetulan saya juga bergabung di dalamnya. “Yang lebih bangke lagi, gue sama Jano, bukan Mbak Mora yang lebih mungkin membuat rasa heran gue jadi takut. Pas gue pandang-pandangan sama Jano, dia bilang itu karena momentum gravitasi dan semacamnya. Kan sialan. Orang pengen takut malah jadi pinter.”

Njir, soal horor, kok bisa-bisanya jadi edukatif dan lucu begini.

Tapi, nggak semua orang yang menolak percaya pada hal-hal mistis berarti cerdas dan ber-IQ di atas rata-rata. Kadang mereka juga nggak lebih pintar dari pengiman teori konspirasi, kok. Contohnya adalah orang-orang yang nggak percaya kepada Instastory @hebosto dan lantas meneror si pemilik akun lewat DM.

Sebagaimana yang diakui Hebbie Agus Kurnia (orang di balik akun @hebosto) melalui rekaman suara dalam vlog terbaru Raditya Dika, ia mengatakan banyak orang mengatainya macam-macam sejak postingannya soal bus hantu viral. Ada yang menyebutnya halu, menganggap istrinya tolol karena mau bersuami dengan lelaki kayak dia, dan sebagainya.

Baca Juga:

4 Kebohongan SCBD Jakarta yang Telanjur Kita Terima Begitu Saja

Pantai Padang Tempat Wisata yang Sempurna di Kota Padang Seandainya Nggak Ada Parkir Liar

Orang-orang yang menerornya lewat DM rata-rata orang-orang yang sangsi dan nggak percaya soal bus hantu tersebut. Anehnya, mereka nggak percaya sama bus hantu, tapi kok malah meneror dan mengatai orang yang  sama sekali nggak memaksanya untuk percaya terhadap apa pun. Itu kan lebih parah dari hantu. Hantu paling-paling cuma teriak hihihi atau pasang muka seram. Nggak ada hantu mengumpat-umpat orang nggak bersalah.

Selain itu, poin yang bikin saya heran, orang-orang kok peduli banget ya sama hal beginian. Hal-hal yang nggak bikin tingkat kemiskinan menurun, mutu kesehatan membaik, atau menguatkan nilai rupiah. Dan yang jauh lebih mengherankan lagi, lha kok saya juga ikutan peduli sama orang-orang yang peduli sama beginian. Eits, beda dong. Penulis mah kan bebas xixixi~

Hal-hal berbau mistis, klenik, hubungan rumah tangga, keyakinan, dan persoalan seksual memang jadi tema yang melulu laris di negeri yang baru saja mengadakan acara lawak akbar di Gedung Mahkamah Konstitusi ini. Itulah alasan kenapa perkara hantu, perceraian artis, pindah agamanya Deddy Corbuzier, dan kasus prostitusi online Vannesa Angel jadi perbincangan di mana-mana.

Kita sudah kelewat biasa memedulikan dan menanggapi secara panjang lebar hal-hal yang nggak penting-penting amat. Makanya dalam forum-forum ghibah yang biasa kita sebut grup WhatsApp, jarang ada tuh bahasan soal kandidat peraih Nobel atau penemuan-penemuan sains terkini. Hal-hal begituan cuma ada di jurnal ilmiah dan sekolahan. Kurang seksi lah buat jadi bahan obrolan.

Kita lebih suka membahas penampakan perempuan berbaju putih-berambut panjang botak atasnya-yang melayang-layang dalam video amatir, agama baru Bapak Smart People, dan video porno terbaru selebriti (sambil diam-diam memburu link-nya).

Pada titik ini, kita perlu bersedih. Kita perlu prihatin karena rendahnya minat kita terhadap hal-hal penting. Oleh karena itu, marilah kita… Eh, ini bukan situs pendidikan ya? Padahal saya mau mengajak pembaca sekalian untuk lebih banyak belajar dan membaca buku agar lebih paham mana hal yang penting dan bukan. Atau, marilah kita… Eh, ini juga bukan situs agama ya? Padahal saya mau mengajak pembaca sekalian berdoa agar generasi mendatang menjadi generasi yang dipenuhi oleh orang-orang yang nggak kebanyakan membahas hal yang nggak penting-penting amat.

Namun, pada titik lain, minat kita yang tinggi terhadap hal nggak penting-penting amat juga banyak dampak positifnya. Coba bayangkan kalau mayoritas orang negeri ini hanya peduli pada masalah-masalah yang sifatnya akademis. Jadi, nggak bakal ada tuh yang ngomongin tentang Deddy Corbuzier sebagai Bapak YouTube, Didi Kempot sebagai Bapak Patah Hati, atau Prabowo Subianto sebagai Bapak Capres Paling Tabah Sedunia.

Kemudian, yang bakal ramai pengunjungnya adalah situs-situs sejenis NatGeo dan The Conversation. Adapun situs macam Mojok pasti nggak akan laku dan nggak akan bisa menembus peringkat 100 besar Alexa.

Untung saja itu semua nggak terjadi. Kita masih kelewat peduli terhadap hal nggak penting-penting amat dan traffic Mojok masih terus tinggi, menuju tak terbatas, dan melampauinya. Dan untuk itu, mari bersulang! (*)

Terakhir diperbarui pada 20 Januari 2022 oleh

Erwin Setia

Erwin Setia

Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

ArtikelTerkait

kompor gas kulkas kado terbaik paling cocok untuk pernikahan hadiah uang mojok.co

Berhenti Sok Tahu dengan Memilih Ngasih Kado Barang ketimbang Uang

18 Mei 2020
Salah Kaprah Hidup Hemat, dari Dinilai Pelit Sampai Dianggap Miskin terminal mojok

Salah Kaprah Hidup Hemat, dari Dinilai Pelit Sampai Dianggap Miskin

28 Agustus 2021
rasis

Apakah Kita Bangsa yang Rasis?

19 Agustus 2019
sinopsis preman pensiun episode 1 musim 1 mojok.co preman pensiun episode 2 preman pensiun episode 3 episode 4 episode 5 episode 8 episode 10 episode 19 kang bahar

Preman Pensiun Episode 23, Musim 1: Anak Buah Kang Mus kok Gitu?

16 Juni 2020
Jalan Jembangan Kartasura Kabupaten Sukoharjo Rusaknya Abadi

Jalan Jembangan Kartasura Kabupaten Sukoharjo Rusaknya Abadi

8 Oktober 2024
3 Jenis Orang yang Paling Bahagia dengan Adanya Wisuda Online terminal mojok.co

Fungsi Alternatif Jubah dan Toga Wisuda Biar Nggak Sia-Sia Udah Dibeli Tapi Cuma Dipake Sekali

11 Mei 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Aib Guci Tegal yang Membuat Wisatawan Malas ke Sana Mojok.co

Objek Wisata Guci Tegal Harus Bangkit karena Kabupaten Tegal Tak Ada Apa-Apanya Tanpa Guci

2 Februari 2026
Panduan Bertahan Hidup Warga Lokal Jogja agar Tetap Waras dari Invasi 7 Juta Wisatawan

Jogja Memang Santai, tapi Diam-diam Banyak Warganya yang Capek karena Dipaksa Santai meski Hampir Gila

2 Februari 2026
5 Bentuk Sopan Santun Orang Solo yang Membingungkan dan Disalahpahami Pendatang  MOjok.co

5 Sopan Santun Orang Solo yang Membingungkan dan Disalahpahami Pendatang 

2 Februari 2026
Di Sumenep, Tidak Terjadi Invasi Barbershop, Diinjak-injak Sama Pangkas Rambut Tradisional

Di Sumenep Tidak Terjadi Invasi Barbershop, Diinjak-injak Sama Pangkas Rambut Tradisional

4 Februari 2026
4 Alasan Saya Meninggalkan iPusnas dan Beralih Membeli Buku Fisik Mojok.co

4 Alasan Saya Meninggalkan iPusnas dan Beralih Membeli Buku Fisik

7 Februari 2026
Kelas Menengah, Pemegang Nasib Paling Sial di Indonesia (Unsplash)

Kelas Menengah Indonesia Sedang OTW Menjadi Orang Miskin Baru: Gaji Habis Dipalak Pajak, Bansos Nggak Dapat, Hidup Cuma Jadi Tumbal Defisit Negara.

2 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • BPMP Sumsel Bangun Ekosistem Pendidikan Inklusif Melalui Festival Pendidikan
  • Ironi Kerja di Luar Negeri: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Tak Pulang demi Gengsi dan Standar Sukses yang Terus Berganti
  • Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak
  • Tak Menyesal Ikuti Saran dari Guru BK, Berhasil Masuk Fakultas Top Unair Lewat Golden Ticket Tanpa Perlu “War” SNBP
  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.