Fantasy Premier League: Permainan, Strategi, dan Kejelian dalam Memilih Pemain

Artikel

Seto Wicaksono

Kira-kira sudah 11 tahun saya bermain Fantasy Premier League, terhitung mulai dari 2009. Saya mengenal permainan dari salah seorang teman saat SMA. Ia mengajak saya juga teman-teman lainnya membuat akun, diajari cara bermain, aturan permainan, sampai dengan cara meracik strategi agar bisa mendapatkan poin maksimal.

Pada dasarnya, Fantasy Premier League (FPL) sama seperti permainan fantasy football atau fantasy manager pada umumnya. Perbedaan mendasarnya adalah poin yang didapat tiap pemain yang kita pasang/mainkan pada FPL merupakan hasil real time pada pertandingan antar klub Liga Inggris yang berlangsung di lapangan.

Berikut cara bermain dan sistem perhitungan poin pada FPL:

Posisi kita diibaratkan sebagai manajer suatu tim. Sebagai manajer, kita diberi modal awal 100 poundsterling untuk membeli total 15 pemain (2 kiper, 5 bek, 5 pemain tengah, dan 3 penyerang) dari tim yang bermain di Liga Inggris, dengan batas maksimal membeli 3 pemain dari suatu tim.

Soal strategi atau formasi, tergantung kalian sendiri sebagai manajer. Bek bisa dimainkan lima sekaligus, bisa empat, atau dengan minimal 3 bek. Intinya, terkait formasi ini, menyesuaikan dengan kondisi di lapangan (4-4-2, 3-5-2, 5-3-2, 3-4-3, 4-3-3, dan lain sebagainya).

Harga pemain sangat variatif, tergantung poin yang dihasilkan pada musim sebelumnya. Dan poin tersebut didapat berdasarkan statistik juga permainan di lapangan. Termasuk ketika seorang pemain mencetak gol.

Poin yang didapat dari kiper sampai dengan penyerang berbeda-beda. Jika melakukan clean sheet (tidak kebobolan dalam suatu pertandingan), kiper dan bek mendapat 4 poin tambahan dan 6 poin ketika berhasil mencetak gol. Sedangkan untuk pemain tengah akan mendapat 5 poin saat mencetak gol dan untuk penyerang 4 poin. Setiap pemain yang berhasil menciptakan assist, akan diberi 3 poin.

Rincian poin lainnya bisa dicek di beberapa situs, termasuk situs resmi permainan FPL di: fantasy.premierleague.com.

Ketika kali pertama memainkan Fantasy Premier League, rasanya memang membosankan karena tidak seperti FIFA atau PES di mana kita akan bermain secara langsung. Tapi, lambat laun, saya mulai menikmati merancang strategi pemain di FPL. Apalagi ketika poin yang didapat maksimal dan pemain yang dipilih, dalam pertandingan langsung mencetak gol, membuat assist, atau berhasil clean sheet.

Asli, saya dibuat ketagihan ketika mendapatkan poin penuh. Selain itu, saya juga jadi keranjingan meracik tim tiap pekan ketika ada pertandingan Liga Inggris. Mulai dari pemilihan kapten juga wakil kapten. Sebab, setiap kapten yang dipilih, total poin pada setiap pertandingan yang didapat akan digandakan (dikali 2). Dengan kata lain, akan menjadi penentu poin maksimal yang kita dapat.

Ketika bermain Fantasy Premier League, kita harus jeli dalam melihat potensi para pemain di lapangan. Siapa yang akan banyak mencetak gol, assist, bahkan mencetak clean sheet, dengan modal awal 100 poundsterling. Susah-susah gampang, dan membutuhkan kejelian karena kita tidak bisa membeli semua pemain ternama di tim besar. Antara uang yang dimiliki dan harga pemain harus disesuaikan.

Selain itu, yang membuat menarik adalah pemain yang pada musim lalu menghasilkan banyak poin atau mencetak gol, belum tentu bisa melakukan hal serupa di musim baru. Selalu saja ada bintang baru di FPL, dari musim ke musim. Bahkan para pemain dari tim papan bawah pada klasemen Liga Inggris yang sebenarnya pun masih bisa menghasilkan clean sheet dan mencetak gol.

Pada FPL, kita juga bisa memilih tim favorit dan secara otomatis akan mengikuti liga di kota tersebut. Misalnya saja saya memilih Liverpool sebagai tim favorit. Maka saya akan tergabung juga dalam liga FPL di Kota Liverpool. Dan tentu saja persaingannya tidak mudah. Karena beberapa pemain FPL dari seluruh negara akan tergabung pada liga yang sama.

Sesama pemain FPL juga bisa tergabung dalam liga yang sama dengan cara membuat liga, lalu bagikan kode liga agar pemain FPL lain bisa join. Peringkat akan ditentukan melalui total poin yang didapat tiap minggu dan akan diakumulasikan pada minggu berikutnya. FYI, FPL bisa menjadi salah satu hiburan yang menarik, sih, bagi pecinta sepak bola atau siapa pun yang ingin mencoba.

Jadi, gimana, kalian sudah membuat akun dan mengatur komposisi pemain kalian untuk FPL musim 2020/2021?

BACA JUGA Liga FPL Mojok Berhadiah Rp2 Juta: Syarat dan Ketentuan Peserta dan artikel Seto Wicaksono lainnya.

Baca Juga:  Sisi Kelam Gorengan di Prasmanan Asrama

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

---
2


Komentar

Comments are closed.