Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Pendidikan

Tiga Dosa Fakultas Keguruan yang Membuat Calon Guru Tidak Berkembang

Femas Anggit Wahyu Nugroho oleh Femas Anggit Wahyu Nugroho
10 November 2023
A A
Tiga Dosa Fakultas Keguruan yang Membuat Calon Guru Tidak Berkembang Mojok.co

Tiga Dosa Fakultas Keguruan yang Membuat Calon Guru Tidak Berkembang (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Fakultas Keguruan merupakan tempat menempa calon-calon pendidik atau guru. Tentu saja, lulusan fakultas ini diharapkan bisa menjadi guru berkualitas karena akan mengajar anak-anak kita, penerus bangsa kelak. Sayangnya, sistem pembelajaran di fakultas keguruan justru tidak mengajarkan kemampuan-kemampuan yang harus dimiliki seorang guru yang baik. 

Itulah yang saya rasakan sebagai mahasiswa fakultas keguruan. Ketika berada di ujung semester 4, saya memikirkan kembali perkuliahan yang saya dapatkan selama ini. Saya rasa ada beberapa hal penting, tapi malah tidak diajarkan. Saya kemudian menyebutnya sebagai tiga dosa besar. Tentu saja ini berdasar pengalaman saya ya, tidak menyamaratakan dengan fakultas keguruan-fakultas keguruan lain. 

Modul ajar atau RPP lagi dan lagi 

Sudah menjadi rahasia umum bahwa tugas administrasi guru memang membludak. Namun, bukan berarti cara membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan modul ajar lebih diutamakan dong. Saat duduk di semester 5, saya hitung-hitung ada total 7 mata kuliah yang seluruhnya ditugaskan untuk membuat RPP atau modul ajar. 

Saya menyadari cara membuat RPP atau modul ajar itu penting, sebab dalam melakukan pembelajaran  memang perlu perencanaan. Namun, bukankah keutamaan kemampuan seorang guru lebih penting dalam praktik mengajar dan mendidik kelak?

Menurut saya, RPP dan Modul Ajar dan segala macam administrasi keguruan itu cukup dibahas dalam satu mata kuliah khusus saja. Mata kuliah lain pembelajarannya ya sesuai dengan nama mata kuliah tersebut. Jangan malah semua mata kuliah pembahasannya dan tugasnya membuat RPP atau Modul Ajar! 

Misal mata kuliah matematika nih, ya pembelajarannya lebih fokus pada bagaimana mengajarkan matematika dalam praktik pembelajaran. Harapan saya, mahasiswa fakultas keguruan diajarkan cara agar peserta didik mudah menerima dan memahami. Istilah kerennya didaktik metodik, sebuah disiplin ilmu mengenai pengetahuan, keterampilan, dan sikap guru kepada siswa. Apalagi nih ya, selama ini matematika menjadi momok menakutkan bagi siswa. 

Fakultas Keguruan minim membahas soal psikologi dan perkembangan peserta didik

Peserta didik itu jelas-jelas manusia, bukan mesin. Oleh karena itu perlu untuk membekali para calon guru dengan pemahaman terkait psikologi dan perkembangan peserta didik. Saya sempat mendapatkan mata kuliah ini, tapi hanya dua atau tiga SKS. Bagi saya, hal itu masih sangat kurang.

Saya mengalami sendiri dampak dari minimnya pembahasan mengenai psikologi peserta didik. Pada semester 5 ini saya mengikuti program kampus mengajar. Saya merasa pusing tujuh keliling memikirkan cara menghadapi peserta didik yang unik dan ada saja tingkahnya. 

Baca Juga:

Fakta tentang Guru yang Terjadi di Lapangan, tapi Tak Pernah Dibahas oleh Fakultas Pendidikan

Jurusan Ekonomi Menyelamatkan Saya dari Jurusan Kedokteran yang seperti Robot

Pertanyaan yang kemudian muncul di kepala, keunikan-keunikan peserta didik ketika pelaksanaan pembelajaran  dan cara mengatasinya itu dimasukkan di bagian mana ya? RPP atau Modul Ajar itu dibuat seolah olah pembelajaran akan terjadi secara mulus tanpa hambatan seperti jalan tol. Seolah-olah peserta didik dalam kegiatan pembelajaran akan bertingkah laku sesuai dengan yang sudah direncanakan. Padahal banyak hal bisa terjadi di ruang kelas. Bagi saya, pembelajaran yang dilakukan dengan hanya berpegang teguh pada RPP atau Modul Ajar adalah sebuah penindasan.

Sedikit sekali membahas filsafat pendidikan

Dosa yang terakhir yang saya anggap dosa paling besar adalah sangat jarang dibahas filsafat pendidikan di Fakultas Keguruan. Kalian yang berkuliah di Fakultas  Keguruan pernahkan membahas pemikiran tokoh-tokoh pendidikan seperti Bloom, Jean Piaget, Ivan Illich, Paulo Freire, dan Ki Hadjar Dewantara? Seberapa sering pemikiran tokoh-tokoh tersebut dikupas sampai tuntas?

Mungkin banyak yang mempertanyakan tujuan mempelajari filsafat pendidikan yang abstrak dan bikin pusing itu. Namun, saya dengan yakin dan senang hati akan menerangkan pentingnya memahami filsafat pendidikan. Mempelajarinya bisa memberikan gambaran yang jelas mengenai tujuan pendidikan, sekaligus cara menjalankannya. 

Saya coba beri gambaran pentingnya filsafat pendidikan yang saya ambil dari pendapatnya Bung Rocky Gerung. Kita mesti menemukan satu poin filosofi pendidikan kita. Sebagai contoh, di Perancis pendidikannya landasan filosofinya adalah kesetaraan karena ada pengalaman revolusi sosial (revolusi Perancis). Dengan landasan filosofi ini, pendidikan dijalankan dengan prinsip kesetaraan dan untuk kesetaraan. Contoh lain di Amerika, landasan filosofinya kebebasan. Maka pendidikan dijalankan dengan landasan tersebut dan bertujuan kebebasan. Oleh sebab itu, di Amerika bebas seseorang mau jadi apa saja.

Kalau di Indonesia landasan filosofinya apa? Masih remang-remang karena jejak feodalisme belum hilang sampai sekarang dan itu masih bisa dirasa di dunia pendidikan. Pendidikan Indonesia belum benar-benar membebaskan. Belum merdeka belajar saya kira, tapi belajar merdeka.

Mau dibawa kemana dunia pendidikan kita? 

Renungan-renungan di atas mau tidak mau membuat saya bertanya-tanya kemana arah pendidikan kita. Fakultas keguruan sangat minim mengajarkan kemampuan yang diperlukan oleh guru tentu kemampuan lulusannya akan minim pula. Di tengah Fakultas Keguruan yang tak acuh menghadapi ini, datanglah pahlawan yang menawarkan berbagai macam pelatihan dengan iming-iming sertifikat. 

Sekarang, siapa yang bisa menjamin bahwa orang yang memegang sertifikat itu menguasai kemampuan yang didapat dari pelatihan? Saya contohkan diri saya sendiri saja lah ya. Jujur, saya cuma peduli yang penting dapat sertifikat buat syarat ujian seminar proposal kelak. Persetan dengan materi yang dibawakan. Yang penting mengisi presensi dan rangkuman (rangkuman pun menyontek dari kawan lain) lalu dapat sertifikat. Sudah begitu saja.

Hal lain yang memberatkan pikiran saya lainnya adalah program PPG (Pendidikan Profesi Guru). Seakan-akan tidak cukup menjalani kuliah selama kurang lebih empat tahun, para calon guru harus kuliah lagi dengan mengikuti PPG. Jika memang materinya benar-benar dibutuhkan oleh seorang calon guru, kenapa tidak dimasukkan dan diajarkan saja ke dalam kurikulum kuliah? Bukankah bakal lebih irit waktu dan biaya.

Hal-hal ini sudah semacam bisnis saja. Tapi, kalau dipikir-pikir, bukankah memang bisnis paling menjanjikan memang pendidikan? Selama manusianya tetap ada dan sistem kolot tetap berjalan, selama itu pula bisnis pendidikan memiliki pasar. 

Penulis: Femas Anggit Wahyu Nugroho
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Ironi Mahasiswa Jurusan Pendidikan: Buangan dan Tidak Ingin Menjadi Guru

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 10 November 2023 oleh

Tags: calon gurufakultas keguruanfilsafat pendidikanguruMahasiswapsikologi peserta didik
Femas Anggit Wahyu Nugroho

Femas Anggit Wahyu Nugroho

Terdaftar secara resmi sebagai penduduk bumi angkatan 2003. Mengidentifikasi diri sebagai Hamba Allah yang tidak memiliki permintaan muluk-muluk kepada dunia.

ArtikelTerkait

Kerugian yang Bakal Diderita Mahasiswa kalau Program KKN Ditiadakan terminal mojok.co presma ketua BEM UGM organisasi mahasiswa

KKN Itu Momen Belajar Jadi Warga, Bukan Ajang Sok-sokan Mengubah Sistem Desa

29 Juli 2023
sukses, belum belajar

Ucapan Template Menyebalkan Dari Mahasiswa Sebelum Ujian: “Duh, Belum Belajar, Pasti Dapat Nilai Jelek”

12 Juni 2019
4 Hal Salah Kaprah tentang UNNES yang Bikin Geleng-geleng

4 Hal Salah Kaprah tentang UNNES yang Bikin Geleng-geleng

21 Juni 2023
Mahasiswa PGSD di Kampus Biasa Aja, tapi Idola di Tempat PPL-nya terminal mojok.co

Mahasiswa PGSD di Kampus Biasa Aja, tapi Idola di Tempat PPL-nya

26 November 2021
warung kopi

Ke Warung Kopi: Pamitnya Ngopi, Tapi Pesannya Teh Jumbo

28 Mei 2019
Cara Chat Dosen Pembimbing supaya Cepat Lulus. Mahasiswa Akhir Wajib Baca Ini! Mojok.co

Cara Chat Dosen Pembimbing supaya Cepat Lulus. Mahasiswa Akhir Wajib Baca Ini!

5 Desember 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jika Mall Berdiri di Purworejo, Akankah Kota yang Terlelap Selepas Isya Ini Terjaga dan Jadi Ramai?

Jika Mall Berdiri di Purworejo, Akankah Kota yang Terlelap Selepas Isya Ini Terjaga dan Jadi Ramai?

27 Februari 2026
Mudik ke Jogja Itu Bukan Liburan tapi Kunjungan Kerja (Unsplash)

Mudik ke Jogja Itu Bukan Liburan tapi Kunjungan Kerja karena Semua Menjadi Budak Validasi, Bikin Saya Rindu Mudik ke Lamongan

24 Februari 2026
4 Penyesalan yang Akan Kalian Rasakan jika Kuliah di Bangkalan Madura, Pikir-pikir Lagi

Pemkab Bangkalan Madura Diisi oleh Pejabat Lebay, Banyak Ritual Cuma Pengen Dapat Pujian!

1 Maret 2026
Ironi Lumajang: Dekat dengan Laut, tapi Sulit Menemukan Seafood

Ironi Lumajang: Dekat dengan Laut, tapi Sulit Menemukan Seafood

25 Februari 2026
Malang Kota Wisata Parkir, Tiap Sudut Kota Kini Dikuasai Tukang Parkir Semakin Nggak Nyaman

Bayar Parkir Liar di Malang: Nggak Dijagain, tapi Sungkan kalau Nggak Dibayar

28 Februari 2026
Trio Senator AS Roma: Mancini, Pellegrini, Cristante

Trio Senator AS Roma

23 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.