Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Acara TV

Episode Upin Ipin yang Sebaiknya Tidak Tayang di Indonesia

Erma Kumala Dewi oleh Erma Kumala Dewi
2 April 2025
A A
Episode Upin Ipin yang Sebaiknya Tidak Tayang di Indonesia Mojok.co

Episode Upin Ipin yang Sebaiknya Tidak Tayang di Indonesia (upinipin.fandom.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Penonton setia Upin Ipin di Indonesia pasti tidak asing dengan episode Bahaya Jerebu. Episode itu menceritakan Kampung Durian Runtuh yang dipenuhi asap kebakaran hutan. Itu mengapa Upin dan Ipin selalu mengenakan masker ketika bepergian. Akibat asap itu pula anak-anak di kampung tidak bisa main dengan bebas.

Sebenarnya, episode itu membawa pesan moral yang baik yakni tentang bahaya asap. Hanya saja, potongan video Upin Ipin episode Bahaya Jerebu mengundang perdebatan di dunia maya karena warganet Malaysia seolah-olah menyalahkan Indonesia atas kabut asap yang muncul. Asal tahu saja, di perbatasan Malaysia dan Indonesia memang kerap terjadi kebakaran hutan yang menimbulkan asap tebal. Respon warganet Indonesia beragam, ada yang setuju, tapi lebih banyak yang tidak suka dengan episode ini. 

ADVERTISEMENT

Satu episode Upin Ipin ternyata bisa memperkeruh hubungan dua negara bertetangga itu. Memang, sejak dahulu hubungan Malaysia dan Indonesia tidak selalu baik, kerap memanas di saat-saat tertentu. Namun, sebagai dua negara yang bertetangga, bukankah lebih baik untuk meminimalisir potensi-potensi konflik dan fokus memupuk hubungan yang baik?

Itu mengapa, hal-hal yang membuat hubungan kedua negara itu semakin memanas, seperti episode Bahaya Jerebu ini, sebaiknya tidak usah dibuat atau setidaknya tidak ditayangkan di Indonesia. Selain episode tersebut, sebenarnya ada beberapa episode lain yang sebaiknya tidak tayang di Indonesia: 

Episode Keris Siamang Tunggal yang menyertakan beberapa ikon budaya Indonesia sekaligus ke dalam cerita film

Upin Ipin: Keris Siamang Tunggal pertama kali muncul dalam bentuk film yang ditayangkan di bioskop. Lambat laut, film tersebut sering diputar di MNCTV. Saking seringnya, penonton setia Upin Ipin mungkin sudah bosan menontonnya.  

Cerita Keris Siamang Tunggal sebenarnya bagus dan banyak menyisipkan budaya tradisonal yang sarat akan makna. Persoalannya, banyak elemen budaya Indonesia yang dimuat dalam film tersebut. Pertama-tama, keris itu sendiri. Kedua, ada kisah Malin Kundang, yang dalam versi Malaysianya disebut Si Tanggang dalam cerita tersebut. Ketiga, ada kisah mirip dengan Bawang Merah Bawang Putih, cerita rakyat yang begitu terkenal di Indonesia. 

Banyaknya elemen cerita yang mirip dengan budaya dan cerita rakyat Indonesia membuat Upin Ipin: Keris Siamang Tunggal jadi tontonan yang sensitif. Bukan tidak mungkin bisa berakhir seperti episode Bahaya Jerebu. 

Di Sebalik Tabir yang mengangkat kesenian wayang kulit

Episode Di Sebalik Tabir menceritakan si kembar yang ingin belajar soal wayang kulit. Mereka juga ingin jago mendalang seperti Tok Dalang dan Tok Mat. Secara tidak langsung, episode ini seolah-olah ingin memperkenalkan wayang kulit sebagai salah satu budaya Malaysia. Itu mengapa, episode tentang wayang kulit ini rawan dituduh sebagai alat propaganda Malaysia. 

Baca Juga:

Upin Ipin Serial TV yang Tampak Aman untuk Anak-Anak, tapi Aslinya Bisa Merusak kalau Ditonton Tanpa Dampingan Orang Dewasa

10 Hari di Taiwan Bikin Sadar kalau Kualitas Hidup di Indonesia Sudah Tertinggal Jauh

Padahal, kalau mau mengulik lebih dalam, wayang adalah budaya yang ada di banyak negara. Setiap negara memiliki ciri khas wayangnya masing-masing. Jika kita perhatikan, bentuk wayang kulit yang ada di episode Upin Ipin sangat berbeda dengan wayang kulit Jawa yang kita kenal. Wayang Upin Ipin memiliki gaya khas Melayu yang kental. 

Upin Ipin episode Barang Baik Barang Kita, berisi promosi keunggulan produk buatan Malaysia

Episode yang satu ini sarat akan promosi mengenai barang-barang asli buatan Malaysia. Penonton setia Upin Ipin yang tinggal di Indonesia mungkin tidak akan terganggu dengan episode ini karena Indonesia juga punya produk-produk asli yang berkualitas. Sayangnya, Indonesia tidak punya alat promosi yang seampuh dan “semulus” serial Upin Ipin. 

Penonton mungkin baru terganggu dengan munculnya kain batik sebagai salah satu barang-barang asli Malaysia. Memang batik sebenarnya tidak hanya milik Indonesia, hanya saja, corak atau motifnya yang membuat kain batik menjadi khas. Dan, corak kain batik dalam episode tersebut begitu mirip dengan milik Indonesia. Bagian ini bisa memunculkan salah paham masyarakat internasional. Itu mengapa saya tidak begitu kaget ketika IShowSpeed, salah satu content creator ternama di dunia, pernah mengira batik hanya sebagai kain tradisional asal Malaysia.

Cerita Upin Ipin sebenarnya bisa lebih kaya

Episode dan cerita Upin Ipin yang bersinggungan dengan budaya Indonesia memang cukup banyak. Sebenarnya wajar saja, Indonesia dan Malaysia adalah negara satu rumpun yang memiliki banyak kemiripan. Sebenarnya, kalau penulis cerita Upin Ipin mau lebih ngulik dan kreatif, kemiripan budaya itu bisa menjadi diskursus menarik yang bisa diadopsi menjadi alur cerita. Toh, dalam semesta Upin Ipin ada Susanti yang bisa menjadi medium untuk memberi perspektif sebagai orang Indonesia. Akan tetapi,  kenyataannya, selama ini penulis cerita Upin Ipin lebih memilih menceritakan budaya-budaya tersebut berasal asli dari Malaysia. 

Itu mengapa, episode-episode terkait dengan budaya tersebut lebih baik tidak pernah dibuat, atau minimal, tidak ditayangkan di Indonesia supaya penonton Indonesia yang kebanyakan masih anak-anak tidak kebingungan dengan budaya mereka. Selain itu, tidak ditayangkan episode-episode tersebut bisa menghindari perselisihan-perselisihan seperti yang terjadi pada potongan video Bahaya Jerebu.  

Penulis: Erma Kumala Dewi
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA 4 Episode Upin Ipin Spesial Lebaran yang Bikin Banjir Air Mata

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 2 April 2025 oleh

Tags: IndonesiaMalaysiaupin-ipin
Erma Kumala Dewi

Erma Kumala Dewi

Penggemar berat film kartun walaupun sudah berumur. Suka kulineran dan kekunoan.

ArtikelTerkait

5 Karakter dalam Serial "Upin Ipin" Ini Punya Fobia yang Nggak Disadari Penonton Mojok.co

5 Karakter dalam Serial “Upin Ipin” Ini Punya Fobia yang Nggak Disadari Penonton

10 Januari 2025
livi zheng

Mewawancarai Livi Zheng Before It Was Cool

28 Agustus 2019
Misteri Cikgu Jasmin “Upin Ipin” Setelah Lama Menghilang (Upin Ipin Fandom)

Misteri Kondisi Cikgu Jasmi Setelah Lama Menghilang dan Tak Lagi Muncul dalam Serial “Upin Ipin”

14 April 2025
Mencicipi Durian Musang King yang Muncul dalam Serial Upin Ipin: Enak sih, tapi Bikin Saya Trauma

Mencicipi Durian Musang King yang Muncul dalam Serial Upin Ipin: Enak sih, tapi Bikin Saya Trauma

19 Maret 2024
Menebak Pekerjaan Orang Tua Susanti "Upin Ipin" di Malaysia Mojok.co

Menebak Pekerjaan Orang Tua Susanti “Upin Ipin” di Malaysia 

6 Maret 2025
3 Karakter Serial Upin Ipin yang Tak Kalah Cengeng dari Fizi adit sopo jarwo

Serial Adit Sopo Jarwo Akan Selalu Dibayang-bayangi Upin Ipin kalau Masih Gitu-gitu Aja

4 April 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Iuran wajib Hari Kemerdekaan Indonesia itu penjajahan gaya baru (Unsplash)

Tradisi iuran wajib untuk perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia di kampung itu nggak masuk akal karena nggak semua warga punya uang sisa cuma buat panggung hiburan yang bikin berisik

9 Agustus 2026
Ketika Buku Menebang Pohon

Ketika buku menebang pohon

4 Agustus 2026
Ospek kampus masih gini-gini aja, masih tidak berguna dan nggak ngasih apa-apa

Ospek kampus masih gini-gini aja, masih tidak berguna dan nggak ngasih apa-apa

6 Agustus 2026
Bridesmaid dan groomsmen nggak guna di nikahan desa, tetap saja sinoman dan ibu-ibu dapur yang kerja Mojok.co

Bridesmaid dan groomsmen nggak guna di hajatan desa, tetap saja muda-mudi sinoman dan ibu-ibu dapur yang kerja

5 Agustus 2026
Mobil Suzuki Swift Lama, Mobil Tanpa Musuh dan Bebas Makian di Jalan suzuki sx4

Dari gaya hingga performa, inilah 6 alasan Suzuki Swift ST 2008 cocok jadi mobil pertama

6 Agustus 2026
Realitas loker di Jogja: syaratnya begitu banyak, tapi gajinya bikin nangis

Realitas loker di Jogja: syaratnya begitu banyak, tapi gajinya bikin nangis

9 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.