Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Enak dan Nggak Enaknya Tinggal di Zona WITA ketika Apa-apa Selalu Ngikutin Zona WIB

Rian Andini oleh Rian Andini
19 Juni 2020
A A
zona waktu di indonesia wita wib wit duluan 1 jam mojok.co

zona waktu di indonesia wita wib wit duluan 1 jam mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Saya tumbuh besar dengan menyaksikan tayangan kartun Doraemon di hari Minggu setiap jam 9 pagi, bukannya jam 8. Sedari kecil, semua bocah di zona waktu WIT dan WITA, sudah dibekali kemampuan untuk bisa mengonversi waktu tayang kartun dalam WIB menjadi zona waktu masing-masing.

Karena tinggal di zona WITA, saya bahkan pernah sedikit merasa iri dengan bocah-bocah di zona WIT yang mesti menambahkan waktu dua jam dari jadwal tayang di televisi sehingga bisa nonton program acara Hamtaro tanpa perlu bangun pagi. Untuk tujuan menonton kartun, semakin banyak jeda waktunya dengan WIB, jelas akan semakin menguntungkan untuk para bocah.

Di balik semua keuntungan tersebut, ternyata perbedaan zona waktu menimbulkan banyak masalah di masa dewasa, terutama untuk tayangan program film bioskop di televisi.

Kebanyakan orang pasti sudah paham bahwa program acara semacam ini sering ditayangkan di atas jam 22.00 WIB, yang mana artinya itu sudah jam 11 malam di zona waktu WITA. Okelah, ya, saya tetap jabanin demi bisa menyaksikan film layar lebar secara gratis dan legal.

Namun, sialnya, film bioskop lawas ini kerap memiliki jeda iklan yang lumayan kurang ajar. Iklan dalam program televisi begini bisa memiliki durasi sepanjang lima menit tiap dua menit penayangan film.

Terus terang saja, hal ini membuat film berjalan bak kura-kura yang lagi lari maraton. Semua orang bisa sampai di garis finish dalam waktu dua jam, nah, dia nggak bisa karena terus-menerus istirahat tiap dua menit sekali. Kebanyakan istirahatnya, Bos, ketimbang jalannya.

Sudah begitu, karena saking lambatnya dan nggak tamat-tamat, akhirnya film tersebut dipotong di adegan masalah sedang klimaks. Sudah mah begadang sampai jam satu, nonton film nggak kelar karena kebanyakan nonton iklannya, nggak bisa tidur pula karena kepikiran alur cerita yang menggantung. Zona waktu yang punya surplus begini emang paling nggak diuntungkan untuk program acara malam.

Zona waktu berbeda juga paling nggak enak buat janjian rapat online. Apalagi, jika partner rapatnya adalah orang dari zona WIB. Kalau janjian siang atau sore seringnya nabrak waktu salat. Emak di rumah sudah pasti mengomel nyuruh ibadah, di Zoom pun bos sedang mengomel soal target bisnis yang nggak tercapai. Diomelin dari dua sisi itu beraaat sekaliii, bosque.

Baca Juga:

Nasihat untuk Kamu yang Sedang LDR dari Orang yang Sukses Menjalaninya

5 Hal Nggak Enak Tinggal di Luar Zona WIB Saat Ramadan

Penderitaan ini menjadi ganda ketika ada rapat online mendadak pada malam hari. Rapat yang dimulai jam 8 malam artinya sudah jam 9 di zona WITA. Dengan durasi diskusi satu jam saja, di tempat saya sudah mencapai jam 10. Jam segitu jelas mata sudah nggak bisa dikondisikan, mulai berat, terasa pedih, dan gatalnya minta ampun sebagai bentuk protes agar segera dipejamkan.

Saya kira hanya itu kerugian berada di zona waktu yang berbeda dengan WIB. Ternyata masih ada banyak, salah satunya adalah gagal mendapatkan jodoh dari area WIB.

Kok bisa? Bisa, karena bagaimanapun kami (saya dan gebetan) punya pola pikir yang bertentangan akibat menonton Doraemon di jam yang berbeda.

Akibat tinggal di zona waktu yang lebih cepat sejam dibanding zona WIB, saya menjadi cepat matang sehingga ingin cepat-cepat jadian, hahaha. Gebetan saya yang terdidik lebih lambat satu jam dari zona waktu saya, jelas akan menolak ajakan ini karena menurut dia belum waktunya.

Bukan hanya itu, kadang saya dan gebetan berantem karena ia tak punya skill mengonversi waktu antara WIB dan WITA. Sering kali, terjadi kesalahpahaman janji hanya karena soal waktu.

Misalnya, saya membuat janji untuk video call jam 10 malam, namun doi baru ready saat saya sudah ketiduran di pukul 11. Jadi dia nggak paham ketika saya bilang jam 10, itu artinya jam 9 di tempatnya.

Begini memang kalau tinggal di zona WIB yang selalu dimanjakan dengan kondisi jadwal televisi tanpa harus mengonversi. Bisa dipastikan dia (gebetan saya) selalu gagal menonton film bioskop di HBO karena nggak bisa hitung-hitungan waktu.

Perbedaan waktu juga menjadikan kami punya keyakinan yang berbeda. Saya yakin, dianya enggak, hahaha. Akan tetapi, setidaknya saya punya satu keuntungan hakiki yang jelas akan membuat iri semua orang di zona WIB, yakni deadline kerja yang lebih lambat.

Jika ada deadline kerjaan jam 5 sore, berarti saya bisa mulai mengerjakan jam 5 sore zona WITA dan mengumpulkannya satu jam kemudian. Jika, membahas soal deadline, saya inginnya tinggal di Pulau Baker saja, yang punya zona waktu yang lebih cepat lima jam dibandingkan dengan WIB. Sehingga, deadline kerja bisa tertunda selama lima jam.

BACA JUGA Waktumu Terasa Lebih Cepat? Ini Penjelasan Psikologisnya dan tulisan Rian Andini lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 19 Juni 2020 oleh

Tags: WIBWITAzona waktu
Rian Andini

Rian Andini

ArtikelTerkait

5 Hal yang Bikin Tinggal di Zona Waktu WITA Menyenangkan Terminal Mojok

5 Hal yang Bikin Tinggal di Zona WITA Menyenangkan

6 Maret 2022
5 Hal Nggak Enak Tinggal di Luar Zona WIB Saat Ramadhan

5 Hal Nggak Enak Tinggal di Luar Zona WIB Saat Ramadan

3 April 2022
Nasihat untuk Kamu yang Sedang LDR dari Orang yang Sukses Menjalaninya

Nasihat untuk Kamu yang Sedang LDR dari Orang yang Sukses Menjalaninya

21 Maret 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tulungagung Perlu Banyak Belajar dari Pacitan agar Wisata Pantainya Tidak Makin Tertinggal Mojok.co

Tulungagung Perlu Banyak Belajar dari Pacitan agar Wisata Pantainya Tidak Makin Tertinggal

22 April 2026
4 Alasan Samarinda Ideal untuk Bekerja, tapi Tidak untuk Menua

Curahan Mahasiswa Baru Samarinda: Harus Mencicil Motor karena Tak Ada Kendaraan Umum di Samarinda, padahal Bukan Orang Berduit

22 April 2026
6 Dosa Penjual Cilok yang Bikin Pembeli Kapok Jajan Lagi Mojok.co

6 Dosa Penjual Cilok yang Bikin Pembeli Kapok Jajan Lagi 

21 April 2026
7 Jajanan Indomaret Terburuk Sepanjang Masa (Unsplash)

Terima Kasih Indomaret, Berkatmu yang Semakin Peduli dengan Lingkungan, Belanjaan Jadi Sering Nyeprol di Jalan Gara-gara Plastik yang Makin Tipis

20 April 2026
3 Dosa Jalan Bantul yang Membuat Warga Lokal seperti Saya Sering Apes ketika Melewatinya Mojok.co

Bantul Itu Maju ya, Gaes, Bukan Desa Tertinggal dan Tak Tersentuh Peradaban seperti yang Ada di Pikiran Kalian!

17 April 2026
4 Tabiat Tukang Parkir yang Disukai Pengendara. Sederhana, tapi Tidak Semua Tukang Parkir Bisa Melakukannya  Mojok.co

4 Tabiat Tukang Parkir yang Disukai Pengendara. Sebenarnya Sederhana, tapi Tidak Semua Tukang Parkir Bisa Melakukannya 

18 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Nongkrong Makin Membosankan dan Toksik Semenjak Teman Cuma Sibuk Main Game, Saya Dibilang Spaneng dan “Nggak Asyik” karena Tak Ikut Mabar
  • Ironi WNI Jadi Guru di Luar Negeri: Dapat Gaji 2 Digit demi Mengajari Anak PMI, Pulang ke Indonesia Tak Dihargai dan Sulit Sejahtera
  • Tongkrongan Gen Z Meresahkan, Mengganggu Kenyamanan dari Yang Bisik-bisik sampai Berisik
  • Mahasiswa Gen Z Bukan Tak Bisa Membaca, tapi “Brain Rot” karena Sering Disuapi dan Kecanduan AI
  • Kena Mental Punya Kebun di Desa: Hasil Berkebun Tak Bisa Dinikmati Sendiri, Sudah Dirampok dan Dirusuhi Masih Digalaki
  • “Solo Date” Menjelang Usia 25: Meski Tampak Menyedihkan, Nyatanya Lebih Bermanfaat daripada Nongkrong Bersama

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.