Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Dukun Itu Nggak Bisa Mencari Barang Hilang, Sudah Nggak Usah Berharap

Aly Reza oleh Aly Reza
23 Oktober 2020
A A
perdunu pesugihan dewandaru dukun pemilu pesugihan tulungagung mojok.co

Menebak Alasan Mitos Pesugihan Tumbuh Subur di Tulungagung (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Saya sungguh heran sama orang-orang yang masih percaya sama tipuan murahan “orang pinter”, entah dukun atau siapapun yang katanya punya kelebihan magis. Khususnya orang-orang yang dateng ke dukun buat nerawang sesuatu yang hilang. Bisa duit, hp, motor, dan barang apa saja yang raib.

Mungkin sih si dukun bisa nerawang barang-barang kita yang hilang itu. Tapi, apa bakal jamin barang kita bakal balik lagi ke genggaman kita? Oke, mungkin si dukun ngasih kita amalan atau jimat tertentu yang katanya bisa balikin barang kita dalam jangka waktu tertentu.

Atau secara meyakinkan bilang ke kita bahwa semua akan balik tanpa kurang suatu apa. Tapi, berapa persentase keakuratan prediksi dari si dukun tersebut? Ah iya, sialnya semua yang dikatakan si dukun kepada kita hanya prediksi, kendati si dukun ngomongnya dengan nada mantap dan meyakinkan.

Dan yang namanya prediksi, ya mungkin bisa balik, tapi mungkin juga nggak. Artinya, jika si dukun nggak bisa ngasih jaminan pasti, lantas ngapain coba masih percaya saja dengan praktik kayak gini? Nanyain barang hilang ke dukun itu, bagi saya, adalah tindakan yang sia-sia. Nggak ada gunanya sama sekali. Untung nggak, rugi iya, karena pas minta si dukun buat nerawang, pasti kita harus ngasih pesangon. Jelek-jelekan paling nggak ya ngasih rokok lah.

Saya ngomong gini bukan ngasal, ya. Sebab, saya dulu juga sering jadi pelaku kesia-siaan ini. Sebelum akhirnya saya sadar dan bener-bener sudah nggak mau percaya lagi. Sudah terlalu sering kena PHP, Bosku.

Sepengalaman saya nih, waktu SMP dulu saya sempat kehilangan hape. Sama temen saya disaranin buat tanya ke salah satu dukun yang katanya cukup pengalaman kalau menangani urusan ginian. Sudah kepalang pusing, ya sudah saya ikutin saran temen-temen. Saya datang ke dukun yang dimaksud sambil bawain rokok dua bungkus.

Si dukun bilang kalau dia sudah ngelihat siapa yang bawa, dan dia berani jamin kalau dalam tiga-empat hari ke depan, itu orang pasti dengan sendirinya bakal menghampiri saya buat balikin hape saya yang dia curi. Denger gitu, auto ayem dong hati saya. Saya tunggu tiga hari, empat hari, eh sampai belasan tahun kemudian nyatanya hp saya nggak balik-balik.

Saya juga pernah kehilangan helm pas waktu SMA. Mumet poll saya waktu itu. Hla wong helm baru, je. Mana harganya—kalau pakai ukuran uang saku saya—bisa dibilang nggak murah lagi.

Baca Juga:

Kebohongan Pengguna iPhone yang Membuat Android Dianggap Murahan

Mengusut Kasus Pencurian dengan Bantuan Dukun Adalah Tradisi di Pondok Pesantren Paling Konyol, Nggak Masuk Akal, dan Rawan Fitnah

Sebenernya saya mencoba menolak pas temen saya nyaranin saya buat nanyain ke dukun kenalannya. Eh tapi karena temen saya bilang orangnya tokcer dan sudah terbukti ampuh, akhirnya saya ikutin juga sarannya. Kali ini sambil bawa pesangon sebungkus rokok, satu kilo kopi, dan sebotol minyak goreng.

Hati saya agak lega pas si dukun bilang, “Tenang, semua bisa diatasi.” Lebih-lebih pas dia nambahin, “Pokoknya, ini orang yang maling helm kamu dalam tiga hari ke depan bakal saya teror. Kalau sudah ketakutan, helmnya pasti dibalikin ke kamu.”

Dan seperti yang sudah saya alami, tiga hari, seminggu, sebulan, setahun, dan sampai belasan tahun kemudian nyatanya helm saya juga tetep hilang. Ketika lebih dari tiga hari, saya sempet sih nanyain lagi ke si dukun. Dengan santainya dia cuma jawab, “Udah, sabar dulu. Bentar lagi pasti bakal dibalikin kok.” Kalimat yang belasan tahun kemudian rasanya pengin saya bales, “Halah cangkemmu lamis, Mbah!!!”

Sebenernya banyak kasus sih yang saya alami. Tapi, bukan hanya saya saja yang pernah ngalamin hal kayak gini. Temen saya ada juga yang jengkelnya setengah mampus gegara kena omong kosong dari dukun.

Temen saya pernah kehilangan duit di rumahnya. Dua sampai tiga jutaan lah. Nah, pas dia minta tolong ke dukun, sama kayak saya, dia dikasih estimasi berapa hari uangnya balik kembali. Dan dalam rentang waktu tersebut, dia harus puasa mutih, yaitu puasa yang buka-sahurnya cuma boleh makan yang putih-putih. Cukup nasi sama air putih.

Terus setelah beberapa hari yang dia lewati dengan penuh penderitaan itu, apa uangnya akhirnya jatuh lagi ke genggamannya? Oh ternyata nggak segampang lambenya si dukun, Lur. Bahkan sampai hari ini itu uang juga nggak tahu kabarnya gimana.

Nah, dari sekian pengalaman tersebut, saya akhirnya menyimpulkan, menanyakan barang hilang ke dukun itu nggak bakal mengubah apa pun. Saya malah akhirnya berpikir, jangan-jangan memang nggak ada orang yang bisa nerawang bilang hilang, dibawa siapa, hilang di mana, sekarang bagaimana, nanti bisa balik atau nggak?

Mereka itu cuma berlagak saja di depan kita, biar tampak meyakinkan. Dengan gitu kan dia akhirnya bisa dapet jatah rokok dan kopi.

Atau mungkin saja sih si dukun memang bener-bener bisa nerawang. Tapi, kemampuannya hanya sebatas itu. Dia hanya bisa melacak siapa yang nyuri, terus tempatnya di mana. Namun, buat mastiin barang yang hilang itu bisa kembali atau nggak ke tuannya, itu yang ngak ada. Namun biar reputasinya terjaga dengan baik, ya dia bilang saja ke kita kalau semua bakal baik-baik saja.

Tapi, yang jelas, kayaknya kita memang harus sepakat, bahwa minta dukun buat melacak barang hilang itu adalah langkah yang sia-sia belaka.

BACA JUGA Adipati Wirabraja dan Adipati Wiranegara, Inisiator Islamisasi Lasem yang Terlupakan dan tulisan Aly Reza lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 22 Oktober 2020 oleh

Tags: barang hilangDukunhape
Aly Reza

Aly Reza

Muchamad Aly Reza, kelahiran Rembang, Jawa Tengah. Penulis lepas. Bisa disapa di IG: aly_reza16 atau Email: [email protected]

ArtikelTerkait

Rekomendasi Dukun yang Perlu Kamu Datangi Sebelum Ikut Tes CPNS

Rekomendasi Dukun yang Perlu Kamu Datangi Sebelum Ikut Tes CPNS

4 Desember 2019
wartel telpon umum nostalgia mojok

Mengenang Wartel, Penyelamat Anak Sekolah yang Telat Dijemput Zaman Dahulu

13 Juli 2021
emang ilangnya di mana

Pertanyaan yang Nggak Penting-penting Amat Buat Dijawab Saat Barang Hilang: Emang Ilangnya Di Mana?

19 Agustus 2019
perdunu pesugihan dewandaru dukun pemilu pesugihan tulungagung mojok.co

Dalam Politik, Jangan Percaya Dukun 100% jika Tidak Mau Kecewa

21 Juni 2020
Nggak Ganti Hape dengan Alasan Hemat Itu Konyol mojok

Nggak Ganti Hape dengan Alasan Hemat Itu Konyol

2 November 2020
Berhenti Menganggap Gudang Garam Merah sebagai Rokok Dukun, Zaman Sudah Berganti

Berhenti Menganggap Gudang Garam Merah sebagai Rokok Dukun, Zaman Sudah Berganti

2 November 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Nasib perempuan usia 20 tahunan di desa, dianggap sudah tua dan dipaksa menikah  Mojok.co

Nasib perempuan usia 20 tahunan di desa, dianggap sudah tua dan dipaksa menikah 

7 Agustus 2026
Nasib Stasiun Tegalluar, stasiun megah, tapi jauh dari peradaban, kalah ramai dari Padalarang

Nasib Stasiun Tegalluar, stasiun megah, tapi jauh dari peradaban, kalah ramai dari Padalarang

5 Agustus 2026
Wuling Aira EV, mobil yang bikin pabrikan merinding karena saking murahnya, LCGC kudu waspada dan wajib ketar-ketir

Wuling Aira EV, mobil yang bikin pabrikan merinding karena saking murahnya, LCGC kudu waspada dan wajib ketar-ketir

1 Agustus 2026
Pengalaman mencoba roti subuh yang lagi viral di Semarang: cukup sekali coba saja, nggak mau lagi-lagi

Pengalaman mencoba roti subuh yang lagi viral di Semarang: cukup sekali coba saja, nggak mau lagi-lagi

3 Agustus 2026
Seni bertahan hidup di desa, wajib ikut mengantar jenazah ke kuburan dan takziah kalau nggak mau jadi musuh bersama Mojok.co

Seni bertahan hidup di desa, wajib ikut mengantar jenazah ke kuburan dan takziah kalau nggak mau jadi musuh bersama

6 Agustus 2026
Kopdes mending jualan jasa aja ketimbang kalah sama Indomaret (Wikimedia Commons)

Kopdes mending jualan jasa aja ketimbang jualan barang entar pasti kalah sama Indomaret

7 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.