Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

10 Dosa Penjual Ayam Lodho yang Meresahkan dan Merusak Rasa

Marselinus Eligius Kurniawan Dua oleh Marselinus Eligius Kurniawan Dua
27 Agustus 2025
A A
10 Dosa Penjual Ayam Lodho yang Meresahkan dan Merusak Rasa

10 Dosa Penjual Ayam Lodho yang Meresahkan dan Merusak Rasa (Robijuniarta via Wikimedia Commons)

Share on FacebookShare on Twitter

Ayam lodho katanya makanan khas. Ia adalah identitas daerah sekaligus warisan budaya kuliner. Tapi coba kita jujur sebentar. Banyak yang mengaku jualan ayam lodho, tapi yang disajikan bukan lagi lodho. Hanya ayam rebus setengah jadi, disiram kuah pedas setengah matang, lalu dicap “lodho asli”.

Lodho bukan sekadar ayam rebus dicelup santan. Lodho itu proses panjang. Ayam kampung dibakar dulu, dagingnya dimatangkan dengan sabar, lalu disiram kuah santan berbumbu lengkuas, serai, cabai, kemiri, ketumbar, dan kawan-kawan. Kuahnya pekat, kental, dan meresap. Pedasnya dalam dan aromanya menusuk.

Akan tetapi, apa yang sering muncul di meja makan warung ayam lodho? Kuah cair, hambar, warna pucat, dan aroma yang nggak menggugah selera. Itu bukan lodho, melainkan santan kebingungan.

#1 “Mempermainkan” daging ayam, tak pakai ayam kampung

Dosa pertama penjual ayam lodho adalah “mempermainkan” daging ayam. Lodho sejati menuntut ayam kampung. Dagingnya keras tapi manis, urat terasa, dan aromanya khas. Tetapi penjual malah memilih ayam potong, ayam broiler, ayam yang penuh air. Dagingnya lembek, gampang hancur, dan rasanya datar.

Kalau sudah begitu, kuliner ini jadi terasa murahan. Lodho kehilangan jiwanya. Seharusnya gagah, tapi jadi lembek tak berkarakter.

#2 Bumbu diblender

Dosa selanjutnya berkaitan dengan bumbu. Bumbu adalah jantung kuliner ini. Bumbu harus ditumbuk dengan sabar hingga menyatu. Tapi banyak penjual pilih cepat. Bumbu diblender asal jadi.

Hasilnya? Kuah jadi kasar, rasa bumbu nggak menempel pada ayam. Rasa pedas hanya terasa di permukaan, sementara rasa gurih hanya singgah sebentar di lidah lalu lenyap. Ayam lodho jadi semacam sup pedas bersantan. Dosa ini yang membuat lidah kecewa.

#3 Siksaan cabai yang tak beradab

Selanjutnya mari bicara tingkat kepedasan. Ayam lodho asli itu pedasnya merasuk, bukan pedas cabai mentah yang dilempar sembarangan.

Baca Juga:

5 Kuliner Tulungagung yang Sulit Dijumpai di Daerah Lain, sekalipun Ada Rasanya Beda

Mempertanyakan Orang-orang yang Nggak Suka Dada Ayam padahal Bagian Ayam Ini Paling Worth It

Banyak penjual yang menipu dengan cabai rawit hijau segenggam. Pedasnya bikin perut panas, bukan bikin lidah menari. Akhirnya lidah jadi tersiksa menikmati kuliner ini, bukan menikmatinya.

#4 Nasi pera bikin ayam lodho jadi lauk seadanya

Jangan lupakan nasi. Ayam lodho tanpa nasi tiwul atau setidaknya nasi gurih hangat telah kehilangan setengah makna. Masalahnya, apa yang dijual di banyak warung? Nasi putih biasa, bahkan seringnya pera.

Lodho jadi sekadar lauk seadanya, bukan paket budaya kuliner yang utuh. Dosa ini sering diremehkan penjual. Padahal istilahnya nasi adalah panggung tempat lodho tampil. Kalau panggungnya berantakan, pertunjukan jadi tak berarti.

#5 Kuah ayam lodho jadi encer

Dosa penjual ayam lodho lainnya adalah memberikan sajian kuah encer kepada pembeli. Lodho sejati kuahnya kental, lengket, berminyak tipis, dan ada sisa santan yang berputar di permukaan. Kuahnya menyelimuti daging, meresap hingga ke serat ayam.

Tetapi banyak penjual yang bikin kuah lodho bening, bahkan mirip sayur lodeh. Warnanya pucat, rasanya tipis, dan aromanya kosong. Kuliner ini jadi seperti kehilangan citranya.

#6 Aroma asap yang hilang

Belum lagi soal aroma bakar. Ayam lodho harus ada aroma asap. Itu tanda bahwa dagingnya dipanggang terlebih dulu supaya rasanya makin kaya. Tapi banyak penjual melewatkan tahap ini.

Ayam langsung direbus, lalu diceburkan ke dalam kuah. Tak ada aroma arang, tak ada rasa hangus tipis yang bikin lidah bergairah. Dosa ini membuat lodho jadi seperti kuliner yang tersesat, soalnya mirip opor.

#7 Ukuran ayam yang menipu pembeli

Dosa penjual ayam lodho selanjutnya adalah menipu pembeli dengan ukuran ayam. Potongan ayam yang terlalu kecil, tulang banyak tapi daging sedikit malah dijadikan lodho. Akhirnya kuliner ini jadi bahan lelucon. Pembeli kecewa sementara penjual berusaha mendapatkan cuan sebanyak-banyaknya.

#8 Mematok harga selangit

Dosa lainnya adalah penjual mematok harga selangit. Lodho kerap diklaim “khas”, lalu dijual mahal. Padahal isinya bukan ayam lodho yang autentik karena kuahnya encer, bumbunya kurang mantap, dan isinya bukan ayam kampung. Orang membayar mahal tapi yang didapat bukan lodho yang autentik. Jadi bisnis licik.

#9 Lauk pendamping yang malah merusak harmoni

Kadang ada penjual yang menaruh sayur pelengkap sembarangan. Urap basi, trancam asal, atau kering tempe setengah hangus. Semua dilempar ke piring, lalu disebut “paket lodho”. Padahal seharusnya pendamping itu memperkuat rasa, bukan merusaknya. Dosa ini membuat lodho kehilangan harmoni.

#10 Menghilangkan identitas sesungguhnya ayam lodho

Paling fatal adalah ketika kuliner ini sudah kehilangan identitas akibat ulah penjual. Lodho dicampur-campur, ditambah bumbu instan, dibikin mirip gulai, bahkan ada yang digoreng ulang. Akhirnya kuliner ini berubah jadi kuliner campuran tanpa arah.

Orang dari luar daerah datang, mencicipi, dan memercayai kalau itulah lodho. Reputasi kuliner ini akhirnya rusak.

Itulah dosa-dosa penjual ayam lodho yang meresahkan sekaligus merusak rasa kuliner ini. Dosa-dosa tersebut membuat kuliner ini kehilangan marwahnya. Lodho berubah jadi dagangan ala kadarnya. Pembeli datang dengan harapan bisa mencicipi lodho asli, tapi malah pulang dengan kekecewaan karena hal-hal di atas.

Penulis: Marselinus Eligius Kurniawan Dua
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Mengenal Ayam Lodho, Kuliner yang Diperebutkan Warga Trenggalek dan Tulungagung.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 27 Agustus 2025 oleh

Tags: ayamayam kampungayam lodhoayam potongkuliner ayamkuliner trenggalekkuliner tulungagungpenjual ayam lodhoresep ayam lodhosantan
Marselinus Eligius Kurniawan Dua

Marselinus Eligius Kurniawan Dua

Guru yang baru terjun di dunia menulis. Gemar main game, jalan-jalan, dan kulineran. Suka membahas tentang daerah, sosial, ekonomi, pendidikan, otomotif, seni, budaya, kuliner, pariwisata, dan hiburan.

ArtikelTerkait

6 Dosa Penjual Nasi Padang yang Bukan Orang Minang Terminal Mojok

Nasi Padang Itu Enak, kecuali Dikonsumsi Tiap Hari

12 Juni 2023
Jujur Saja, McD Itu Memang Lebih Baik Dibanding KFC! terminal mojok.co

Jujur Saja, McD Itu Memang Lebih Baik Dibanding KFC!

4 Mei 2021
Tips Beternak Ayam di Rumah untuk Pemula

Mengenal Jenis-jenis Ayam Beserta Kepribadiannya

14 April 2020
Mengenal Ayam Lodho, Kuliner yang Diperebutkan Warga Trenggalek dan Tulungagung Mojok.co

Mengenal Ayam Lodho, Kuliner yang Diperebutkan Warga Trenggalek dan Tulungagung

28 Desember 2024
telur ayam usaha ternak ayam mojok

Duluan Mana, Ayam atau Telur Ayam? Duluan Ayamnya, Lah!

2 Juni 2021
bapak kos melihara ayam pengalaman aneh anak kos ayam jago sabung ayam mojok

Pengalaman Absurd Punya Bapak Kos yang Hobi Pelihara Ayam

22 April 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Orang Purwokerto Adalah Manusia Paling Sombong di Banyumas (Wikimedia Commons)

Orang Purwokerto Adalah Manusia Paling Sombong se-Kabupaten Banyumas

15 Februari 2026
QRIS Masuk Desa, yang Ada Cuma Ribet dan Cepat Miskin (Unsplash)

QRIS Masuk Desa, yang Ada Cuma Keribetan dan Bikin Cepat Miskin

19 Februari 2026
Lumpia Semarang Cerita Cinta yang Dibungkus Kulit Tipis (Wikimedia Commons)

Lumpia Semarang: Cerita Cinta Lelaki Tionghoa dan Perempuan Jawa yang Dibungkus Kulit Tipis

14 Februari 2026
Imlek 2026 Kenangan Simbah Mensyukuri Dodol sebagai Rezeki (Wikimedia Commons)

Imlek 2026 Menjadi Kenangan Manis akan Usaha Simbah Menurunkan Kasta Dodol sebagai Upaya Berterima Kasih kepada Rezeki

17 Februari 2026
Tebet Eco Park, Spot Hits Jakarta Selatan yang Sering Bikin Bingung Pengunjung Mojok.co

Tebet Eco Park Adalah Mahakarya yang Tercoreng Bau Sungai yang Tak Kunjung Dibenahi

20 Februari 2026
Honda Brio, Korban Pabrikan Honda yang Agak Pelit (Unsplash)

Ketika Honda Pelit, Tidak Ada Pilihan Lain Selain Upgrade Sendiri karena Honda Brio Memang Layak Diperjuangkan Jadi Lebih Nyaman

16 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Saudara Kandung di Desa Itu Bak Mafia, Justru Jadi Orang Paling Busuk dan Licik demi Sikat Sertifikat Tanah Saudara Sendiri
  • Ramai, ‘Cukup Aku Saja yang WNI’: Saya Justru Bangga Melepas Status Warga Negara Austria Demi Paspor Indonesia
  • Menapaki Minaret Pertama di Indonesia untuk Mendalami Pesan Tersirat Sunan Kudus
  • Rasanya Tinggal di Kos “Medioker” Jogja: Bayar Mahal, tapi Nggak Dapat Sinar Matahari
  • Beli Vespa Mahal-mahal sampai Rp50 Juta, tapi Tak Paham Fungsinya, Dibeli karena Warnanya Lucu
  • Pengalaman Nekat 24 Jam Naik Kereta Api Jogja-Jakarta, Cuma Habis Rp80 Ribuan tapi Berujung Meriang dan Dihina “Miskin”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.