Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Tebet Eco Park Adalah Mahakarya yang Tercoreng Bau Sungai yang Tak Kunjung Dibenahi

Mohammad Rafatta Umar oleh Mohammad Rafatta Umar
20 Februari 2026
A A
Tebet Eco Park, Spot Hits Jakarta Selatan yang Sering Bikin Bingung Pengunjung Mojok.co

Tebet Eco Park, Spot Hits Jakarta Selatan yang Sering Bikin Bingung Pengunjung (wikipedia.org)

Share on FacebookShare on Twitter

Setelah menulis informasi yang perlu diketahui pengunjung Tebet Eco Park agar tidak kebingungan yang tayang di Terminal Mojok, sekarang saya ingin menulis satu masalah krusial yang ada di taman ini. Masalah itu adalah semerbak bau busuk dari sungai di dalamnya.

Bagi teman-teman yang belum mengenal Tebet Eco Park, itu adalah salah satu taman di Jakarta Selatan yang bisa disebut sebagai mahakarya. Taman ini begitu indah dengan segala pepohonan dan tanaman yang hijau. Keasrian tersebut membuat taman ini cocok untuk berbagai hal, seperti piknik, jogging, bahkan ada ibu-ibu yang menggelar pengajian di sini. Namun, di tengah taman ini dialiri sebuah sungai yang mengeluarkan bau yang benar-benar mengganggu.

Ibaratnya begini. Katakanlah ada seorang pria yang memakai kemeja lengan panjang, rambut klimis, dan jam mahal yang menemplok di pergelangan tangannya. Perawakannya begitu rapi dan enak dipandang. Namun, ketika seorang perempuan tertarik untuk mendekatinya, ia terkejut dengan bau busuk dari badannya dan malah ingin menghindarinya. Begitulah gambaran Tebet Eco Park, enak dipandang, tapi menyakitkan untuk dicium.

Setelah melakukan riset kecil-kecilan terkait masalah ini, ternyata ada beberapa temuan menarik. Mulai dari bagaimana kualitas air pada sungai taman ini hingga komitmen pemerintah yang tidak dapat dipercaya. Mari kita bahas satu per satu.

Kualitas air Tebet Eco Park yang buruk dan tak sesuai standar

Bila kita mendekati sungai yang ada di Tebet Eco Park, maka kita akan mendapati air yang begitu keruh dan tidak indah untuk dilihat. Ternyata kualitas air di taman ini pernah dijadikan topik penelitian pada studi kualitas lingkungan. Ardhini (2024) menjelaskan dalam penelitiannya bahwa kualitas air sungai di taman bagian utara memiliki kandungan amonia sebesar 18,3 mg/L dan total coliform yang tinggi sebesar 4.300.000MPN/100 mL.

Bingung dengan istilah kimianya? Sini saya jelaskan pelan-pelan. Amonia merupakan senyawa nitrogen yang biasanya berasal dari kotoran dan pembusukan. Semakin tinggi angka amonia pada air, maka pencemaran pada air sedang aktif-aktifnya atau baru terjadi. Biasanya, sumber amonia dapat berasal dari urine, feses, limbah, atau dekomposisi bahan organik. Kandungan ini berbahaya untuk lingkungan karena jika kadarnya tinggi bisa beracun bagi ikan dan menyebabkan bau menyengat.

Lalu, ada total coliform yang merupakan sekelompok bakteri yang dijadikan penanda apakah air tercemar kotoran atau tidak. Angka yang tinggi pada total coliform dapat menjadi penanda bahwa air dapat berbahaya jika disentuh atau dikonsumsi.

Sekarang kita kembali kepada hasil penelitian tersebut. Kedua kandungan tersebut di sungai taman ini terbilang sangat tinggi dan melebihi standar aman. Maka tidak heran sungai tersebut terlihat kotor dan mengeluarkan aroma yang sangat busuk. Penelitian lain oleh Putri (2024) yang berfokus pada air di sungai Tebet Eco Park bagian selatan juga menunjukkan bahwa kualitas air di sana sangat kotor. Bahkan, penelitian tersebut menekankan bahwa kualitas air tersebut tidak sesuai dengan standar dari Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2021.

Baca Juga:

Tebet Eco Park, Spot Hits Jakarta Selatan yang Sering Bikin Bingung Pengunjung

Tebet Eco Park: Taman Kota yang Asik di Jaksel, tapi Tukang Parkirnya Bikin Kesel

Pemerintah yang cuman omon-omon

Sebetulnya, ketika Tebet Eco Park diresmikan dan dibuka pada 2022, masalah sungai bau tersebut sudah ada. Masalah ini bahkan disoroti oleh Ketua Komisi D DPRD DKI ketika sedang melakukan kunjungan ke taman ini. Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta pun didesak untuk membenahi masalah ini oleh DPRD DKI Jakarta.

Tiga tahun setelah itu pada 2025, gubernur Jakarta terbaru, Pramono Anung, juga menyadari sungai di taman tersebut yang begitu bau dan hitam. Beliau juga menyebutkan bahwa air yang masuk ke taman ini sudah difilter sehingga kualitas airnya membaik. Namun beberapa hari lalu pada 2026, saya mengunjungi taman ini dan bau dari sungai tersebut masih merebak.

Sekarang pertanyaannya adalah selama empat tahun ini sebenarnya pemerintah niat nggak sih mau membenahi masalah ini? Empat tahun itu waktu yang lama lho. Di rentang waktu tersebut kepemimpinan di Jakarta juga sudah berkali-kali pindah tangan. Masa iya tidak ada perubahan sama sekali?

BACA JUGA: 4 Hal yang Perlu Kamu Tahu tentang Tebet, Kecamatan yang Tak Pernah Tidur

Pada akhirnya warga dipaksa menerima

Memang betul, meskipun ada bau yang merebak dari sungai tersebut, pengunjung Tebet Eco Park masih juga ramai sampai hari ini. Namun, angka jumlah pengunjung yang tinggi tidak bisa dijadikan patokan bahwa taman ini baik-baik saja. Harusnya pemerintah provinsi terus melakukan evaluasi rutin agar memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Bila masalah ini dibiarkan, lama kelamaan pengunjung juga ogah untuk berkunjung ke taman ini.

Sangat disayangkan taman sebagus Tebet Eco Park di–treat secara setengah-setengah. Di mana lagi kita bisa melihat kawasan hijau di Jakarta yang begitu besar asri selain di sini?

Namun, apa boleh buat? Sebagai WNI kita terbiasa menyuarakan suatu masalah dengan lantang dan berujung diabaikan. Hingga akhirnya, kita terus dipaksa menerima pelayanan dan kebijakan pemerintah yang penuh kekurangannya.

Penulis: Mohammad Rafatta Umar
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Tebet Eco Park: Taman Kota yang Asik di Jaksel, tapi Tukang Parkirnya Bikin Kesel

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 19 Februari 2026 oleh

Tags: sungai di tebet eco parktaman di jakartatebettebet eco park
Mohammad Rafatta Umar

Mohammad Rafatta Umar

Mahasiswa Ilmu Politik di Jaksel yang pesimis sama negara.

ArtikelTerkait

5 Rekomendasi Warung Makan Underrated di Tebet yang Wajib Dicoba

5 Rekomendasi Warung Makan Underrated di Tebet yang Wajib Dicoba

19 September 2022
Baca Di Tebet, Tempat Menepi dan Menyepi dari Tebet yang Bising Mojok.co

Baca Di Tebet, Tempat Menepi dan Menyepi dari Kebisingan Tebet yang Kian Nggak Masuk Akal

1 Juli 2024
Tebet, Sebaik-baiknya Daerah di Jakarta untuk Merantau Mojok.co

Tebet, Sebaik-baiknya Daerah di Jakarta untuk Merantau

14 Agustus 2024
Taman Kota di Bandung Nggak Butuh Tanaman Hias Banyak-banyak

Taman Kota di Bandung Nggak Butuh Tanaman Hias Banyak-banyak

7 Februari 2023
Tebet Eco Park: Taman Kota yang Asik di Jaksel, tapi Tukang Parkirnya Bikin Kesel

Tebet Eco Park: Taman Kota yang Asik di Jaksel, tapi Tukang Parkirnya Bikin Kesel

21 Oktober 2025
Tebet Eco Park, Spot Hits Jakarta Selatan yang Sering Bikin Bingung Pengunjung Mojok.co

Tebet Eco Park, Spot Hits Jakarta Selatan yang Sering Bikin Bingung Pengunjung

11 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Konten Tutorial Naik Pesawat Nggak Norak Sama Sekali, Justru Amat Penting buat Mayoritas Rakyat Indonesia

Konten Tutorial Naik Pesawat Nggak Norak Sama Sekali, Justru Amat Penting buat Mayoritas Rakyat Indonesia

20 April 2026
4 Pertanyaan yang Paling Sering Ditanyakan ke Mahasiswa Universitas Terbuka mahasiswa UT kuliah di UT

Saya Sempat Meremehkan Universitas Terbuka, Sampai Akhirnya Saya Menjalaninya Sendiri sambil Kerja

20 April 2026
10 Pantai yang Bikin Kebumen Nggak Pantas Menyandang Status Kabupaten Termiskin, Cocoknya Jadi Kabupaten Wisata Mojok.co

Kebumen: Banyak Pantainya, tapi Belum Jadi Primadona Wisata Layaknya Yogyakarta

21 April 2026
Orang Wonogiri Layak Dinobatkan sebagai Orang Paling Bakoh Se-Jawa Tengah Mojok.co jogja

Saya Orang Wonogiri, Kerja di Jogja. Kalau Bisa Memilih Hidup di Mana, Tanpa Pikir Panjang Saya Akan Pilih Jogja

24 April 2026
4 Menu Janji Jiwa yang Perlu Dihindari biar Nggak Rugi, Saya Aja Kapok Pesan Lagi

Kopi Janji Jiwa Mungkin Sudah Bukan di Posisi Teratas Kopi Kekinian, tapi Menyebutnya Air Comberan Jelas Adalah Penghinaan

24 April 2026
6 Tanda Penjual Nasi Ayam Semarang yang Harus Dikunjungi Lebih dari Sekali karena Rasanya Tidak Mengecewakan Mojok.co

6 Ciri Penjual Nasi Ayam Semarang yang Harus Dikunjungi Lebih dari Sekali karena Rasanya Tidak Mengecewakan

22 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Pasar Wiguna Sukaria Edisi 102 Padati Vrata Hotel Kalasan, Usung Semangat “Wellness” dan Produk Lokal
  • Jakarta Tak Cocok bagi Fresh Graduate yang Cuma “Pengen Cari Pengalaman”: Bisa Bikin Finansial dan Mental Layu Sebelum Berkembang
  • Hajatan Itu Nggak Penting: Tabungan 50 Juta Melayang Cuma Buat Ngasih Makan Ego Keluarga, Setelah Nikah Hidup Makin Susah
  • Konten “Ke Jogja tapi Nggak Ke Malioboro” Adalah Kabar Baik, Membuat Derak Roda Ekonomi Bergerak ke Seluruh Pelosok DIY
  • Hancur Hati Ibu: Amat Percaya ke Daycare LA Jogja dan Suka Kasih Tip ke Pengasuh, Anak Saya Justru Dibuat Trauma Serius
  • Tak Install Mobile Legend untuk Mabar di Tongkrongan: Dicap “Tak Gaul” dan Kosong Hiburan, Padahal Hiburan Orang Beda-beda

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.