Dominasi Kuntilanak dan Bukti Kurangnya Referensi Sineas Indonesia Terhadap Hantu Lokal

Kepercayaan mengenai setan adalah salah satunya. Secara umum kita mengenal hantu yang hampir ada di setiap suku atau daerah, macam pocong dan kuntilanak.

Artikel

Avatar

Indonesia adalah salah satu negara dengan keberagaman suku. Maka wajarlah, dengan landasan banyaknya suku ini memiliki banyak kepercayaan sesuai dengan sukunya masing-masing. Kepercayaan mengenai setan salah satunya. Secara umum kita mengenal hantu yang hampir ada di setiap suku atau daerah, macam pocong dan kuntilanak. Bahkan secara eksplisit kita mengenal sebuah daerah atau satu suku yang mendiami Indonesia sesuai dengan hantu khas daerah tersebut. Ketika saya menyebutkan “leak” maka yang terlintas di pikiran kita adalah hantu asal pulau Bali. Dan masih banyak lagi hantu-hantu khas lainnya di masing-masing daerah di Indonesia.

Menilik data yang tertera di atas—asek, pake data dong—maka seharusnya untuk urusan setan dan perhantuan kita tidak akan pernah kekurangan stok. Walaupun jenis satu itu miliki daerah lain, kita masih bisa mengenalkan kepada anak-anak kita, keluarga, atau bahkan teman-teman satu tongkrongan kita agar mereka tidak gagap mengenai jenis-jenis yang lain tadi.

Anehnya, dengan begitu bejibunya hantu yang ada di Indonesia, jenis yang diperkenalkan di bioskop oleh para produser dan sutradara film adalah yang itu-itu saja. Seakan jenis setan yang bisa menakuti kita hanya kuntilanak dan pocong. Sesekali menampilkan tuyul, jailangkung dan jenis yang gak jelas lainnya yang mungkin saja justru tidak pernah ada di Indonesia—sungguh imajinatif sekali para sineas hantu kita dewasa ini.

Perfilman kita memang sempat seringkali digegerkan dengan tayangan sebuah film genre hantu yang bahkan bisa tembus pasar film internesyenel—semacam film yang belum lama ini merambah sampai  ke luar negeri, Pengabdi Setan. Dari Namanya saja ya jelas Setan-nya yekan~ Hantu yang diperkenalkan pun juga ya pocong, kunti dan setan nggak jelas yang saya sudah sebutkan tadi.

Baca Juga:  Reuni yang Berujung Malapetaka

Mungkin saja Joko Anwar, si pembuat film memang berorientasi bahwa kejadian dalam film ini terjadi di suatu tempat entah di mana—di pulau jawa. Karena secara tersirat memang itu yang bisa kita tafsirkan. Tapi seolah melupakan hal lain bahwa di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan daerah lain di Indonesia juga mengenal hantu-hantu itu—apalagi hanya sekedar bersekutu dengan setan. Di daerah lain bahkan bisa lebih parah kejadiannya, Bung!

Bahkan seorang Joko Anwar yang kenamaan itu saja masih berorientasi pada hantu yang umum yang memang hampir semua daerah mengenalnya. Walaupun ada kabar beliau menggarap film (HBO) Wewe Gombel yang khas Jawa itu.

Bagaimana dengan sineas lain? Tak jauh berbeda. Kita tidak bisa berharap banyak—bahkan pada beberapa film genre horor, ada sineas yang menampilkan hantu yang tidak memiliki konsep menyeramkan secara layak. Ada lagi film yang menampilkan hantu yang mirip dengan film-film di luar negeri—semacam hantu imigran, gitu.

Pada dasarnya, untuk membuat cerita horor dengan tema seram tidak harus semua jenis setan di Indonesia dimasukkan dalam sebuah film. Tapi bukankah dengan khazanah persetanan yang begitu rame jika dikumpulkan dalam sebuah tempat, para sineas terutama yang berhubungan dengan hantu ini bisa memiliki lebih banyak lagi referensi.

Bahkan bisa jadi setan yang ada di Indonesia ini memiliki seri filmnya mereka masing-masing dengan cerita yang disesuaikan dengan tempat asalnya itu berada. Dan ini jauh lebih baik dibandingkan para sineas ini membuat karakter setan baru yang bahkan bikin kita kaget alih-alis serem justru karena kita tidak pernah membayangkan jenis setan macam apa yang berusaha ditampilkan.

Saya sendiri yakin, mengeksplore makhluk halus yang mendiami seluruh Indonesia tidak akan pernah ada habis ceritanya. Karena bahkan untuk satu daerah saja mereka memiliki satu atau lebih jenis setan yang beberapa kali lebih serem dari hantu yang sebelumnya sudah diperkenalkan di televisi atau film. Bahkan di saluran televisi dengan siaran horor pada jam-jam tertentu saja sudah memiliki jenis setan yang berbeda pada setiap episodenya. Masa sekelas film bioskop gitu-gitu aja jenisnya?

Baca Juga:  Mengenang Masa Kecil Bersama Pesawat Terbang

Oiya satu lagi—jenis-jenis makhluk halus di tiap daerah Indonesia juga masing-masing memiliki karakter yang berbeda. Leak, suanggi, kuyang dan masih banyak jenis hantu lain yang bahkan mirip saja tidak antara satu dengan yang lain. Bukan tidak mungkin, jika berhasil membuat satu saja film hantu dengan kearifan lokal akan muncul film-film horor lokal lain dengan tingkat serem yang melebihi film Pengabdi setan.

Untuk itu, mari kita gaungkan jargon, “berbeda-beda hantu, tetap satu Indonesia”. Merdeka!

---
1.717 kali dilihat

7

Komentar

Comments are closed.