Dokter Spesialis dan Garis Besar Kasus yang Mereka Tangani Bagian 1

Sebagai cabang ilmu yang bisa dibilang baru di Indonesia, masih banyak masyarakat yang salah tentang kerja dokter apa aja sih—khususnya dokter spesialis

Artikel

Tulisan ini terinspirasi dari setiap percakapan saya ketika bertemu orang baru. Kira-kira seperti ini isi percakapan kami:

🧕 : Dokter spesialis apa?
👨‍⚕️ : Bedah plastik tante
🧕 : Oh dokter kecantikan, pasiennya cantik-cantik dongg?
👨‍⚕️ : Bukan tante buka dokter kecantikan

Atau seperti ini:

🧕 : Lo kerjaannya mancungin hidung itu kan?
👨‍⚕️ : Bukan cuma itu tante. Bla…. blaaaa…. blaaaa…. *ngejelasin ampe dower*
🧕 : Oh jadi bukan cuma kecantikan aja ya?
👨‍⚕️ : *males nimpalin lagi*

Sebagai cabang ilmu yang mungkin bisa dibilang baru di Indonesia—walaupun tidak baru baru amat—banyak masyarakat yang salah tentang kerja dokter apa aja sih. Dari sini saya jadi sadar kalau jurusan yang tampak terkenal pun ternyata masih banyak orang salah tahu.

Misalnya, patah tulang muka nih, sebenarnya ranah ini merupakan kompetensi dari dokter bedah plastik, dokter THT-KL, dokter gigi bedah mulut, dokter subspesialis bedah kepala leher, dokter subspesialis bedah trauma, atau dokter bedah umum juga mengerjakan. Tapi ada dong, pasien dirujuk atau pasien datang sendiri ke dokter orthopedi atau bahasa awamnya dokter tulang. (((Apapun tentang tulang, ke dokter tulang))).

Ini salah ya teman-teman…

Jadi, harus kalian tahu bahwa ada banyak cabang spesialis kedokteran. Ini baru bahas kedokteran belum kedokteran gigi. Spesialis pun dibagi 2: Pertama, spesialis-1 atau gampangnya spesialis umum. Kedua, spesialis-2 atau subspesialis atau super spesialis, dengan umumnya terdapat tambahan gelar K setelah gelar spesialis (Konsultan)

Ranah kedokteran juga dibagi menjadi ilmu dasar, klinik, dan paraklinik. Dalam tulisan ini saya nggak akan bahas ilmu dasar. Ilmu klink sendiri dia ada dua pembagian, yaitu medik dan bedah. Sementara Ilmu paraklinik biasanya akan menjadi penunjang, tapi ada juga yang penunjang tapi bukan paraklinik…

…Pusing? Iya, saya juga.

Mari kita mulai saja pembahasan mengenai macam-macam dokter spesialis dan garis besar kasus yang mereka tangani (karena ini akan jadi tulisan yang sangat panjang, kita bagi menjadi 2 bagian yhaa).

1. Spesialis Penyakit Dalam | Gelar: Sp.PD |

Kerennya dibilang Internist atau interna.

Dasar ilmu banget ini spesialis, yang dipelajari banyak—like, banyak banget. Kalau orang awam, sakit dikit ke interna. Penyakit yang ditangani pun banyak. Ada 11 subspesialis dibidang ini. Di antaranya adalah: Alergi Imunologi (K-AI), Ginjal Hipertensi (K-GH), Gastroenterohepatklogi (K-GEH), Geriatri (K-Ger), Hematologi Onkologi Medik (K-HOM), Kadiologi (K-KV), Metabolik Endokrim (K-EMD), Pulmonologi (KP), Psikosomatik (K-Psi), Tropik Infeksi (K-PTI), dan Konsulan Rhematologi (K-R).

Tuhkan banyak 😑

Contoh sakitnya apa sih, contoh dikit ya, rematik, dispepsia (gaulnya mag), hepatitis, leukemia, diabetes, DHF, HIV, dll. Syarat utama pasiennya : Dewasa 😂

Dokter interna pun ada tindakan-tindakan yang orang awam daripada mikir nyebutnya “operasi” walau bukan operasi. Semacam endoskopi untuk meneropong saluran cerna mencari penyebab penyakit atau bahkan juga memberi terapi dari penyakit itu.

2. Spesialis Anak | Gelar: Sp.A |

Orang-orang biasanya nyebut dokter anak (yaiyalah) atau pediatri atau pediatrician atau pediatric

Ini cabang ilmu yang luas sekali bagaikan galaxy bimasakti, tetapi semua pasiennya, anak anak, dari bayi ceprot sampai menginjak usia dewasa. Anak bukan miniatur dewasa, itu yang harus dipegang teguh oleh seluruh dokter jika memiliki pasien anak. Hampir semua penyakit anak dipegang oleh dokter anak, ada juga yang harus berkolaborasi dengan dokter lain.

Bidang kerja dokter anak, sesuai dengan website IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) ada Alergi Imunologi, Endokrinologi,
Gastrologi-Hepatologi, Hematologi-Onkologi, Infeksi&Penyakit Tropis, Kardiologi, Nefrologi, Neurologi, Nutrisi Metabolik, Pencitraan, Neonatologi, ERIA (Emergensi dan Rawat Intensif Anak), Respirologi, Tumbuh Kembang Pediatri Sosial.

Banyak kan, pusing kan?

Secara garis besar seluruh penyakit anak, konsultasikanlah ke dokter atau dokter Anak terdekat. Jika penanganan butuh Subspesialis pasti akan dirujuk.

3. Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah | Gelar: Sp.JP |

Sebutan: dokter jantung, kardiologi, cardiologist

Masalah perjantungan, darah tinggi, atau penyakit pembuluh darah perifer bisa ke dokter jantung. Harus dibedakan dokter jantung dengan dokter ahli bedah jantung. Beda ya…

4. Spesialis Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi | Gelar: Sp.P |

Masa lalu dan awam menyebut dokter paru. Nama keren Pulmonologist

Masalah yang ditangani: Infeksi paru, radang paru, tuberkulosis (TB), kanker paru. Dokter ini lah ahli nya. Asma dewasa juga datanglah ke beliau ini

5. Spesialis Dermatologi dan Venereologi | Gelar: Sp.DV |

Dahulu Spesialis Kulit dan Kelamin (Sp.KK)

Sebagai organ manusia terbesar, kulit pasti dong harus ada spesialis yang ahli dibidangnya. Kajian yang dipelajari pun banyak, tidak hanya tentang estetik atau jerawat ya gais. Dari namanya jelas Dermatology Venereology / Kulit dan kelamin. Ada dua aspek besar yang dipelajari tentang Kulit dan tentang kesehatan kelamin. Apa saja yang dipelajari: Infeksi Menular Seksual, Herpes, Morbus Hansen (Kusta), Imunodermatologi, Psoriasis, Dermatomikologi (Jamur), Dermatologi Anak, Dermatologi Kosmetik, Tumor dan Bedah Kulit, Laser, Geriatri, Dermatopatologi, Dermatologi Sosial

Banyak kan?

Jadi tidak hanya tentang estetik ya, kulit banyak kok penyakit yang diobati. Sering yang orang tidak tahu akhirnya terlambat diobati, Kusta itu diobati oleh dokter kulit, jumlah pasiennya masih banyak lo di Indonesia

6. Spesialis Telinga Hidung Tenggorokan dan Bedah Kepala Leher | Gelar: Sp.T.H.T.K.L |

Ini ilmu yang sulit menurutku, lubangnya kecil kecil yang dilihat, kalo ada gangguan ya engap juga. Sesuai namanya area yang dipegang adalah kelainan Telinga Hidung Tenggorok dan Leher serta fungsinya. Kelainan pendengaran, hidung tersumbat, alergi jadi sering pilek, tumor area kepala leher, itu sebagian area kerja Sp.T.H.T.K.L.

Baca Juga:  Dilema Jadi Dokter yang Sering Disalahin dalam Pusaran Konflik BPJS

7. Spesialis Mata | Gelar: Sp.M |

Sebutan jelaslah, dokter mata. Kerennya opthalmologist. Ada 10 sub divisi secara umum di spesialis mata: kornea bedah refraktif, glaukoma, infeksi dan imunologi, retina, pediatrikoftalmologi, neurooftalmologi, refraksi, tumor, plastikrekonstruksi, dan strabismus.

Gampangnya apa pun hubungannya dengan bola mata, penglihatan, dan area sekitar mata. Datanglah ke dokter mata.

8. Spesialis Neurology | Gelar: Sp.N |

Dahulu nyebutnya Spesialis Saraf atau Sp.S

Jangan bingung ya gais kalau liat tulisan Sp.N, beliau itu dokter spesialis saraf, gaulnya skrg Spesialis neurology. Semua tentang kelainan saraf, baik saraf pusat dan saraf tepi. Saraf pusat itu otak dan sumsum tulang belakang (medula spinalis) Saraf tepi itu serabut saraf yangg kluar dari medula spinalis sampe ke ujung tepi kulit.

Kelainan apa sih yang sering? Stroke, tumor otak, infeksi selaput otak (meningitis), atau bahkan infeksi dalam otak sekalipun, beliau ini ahlinya. Nyeri tulang belakang, juga silahkan ke dokter neurology. Spesialis ini erat dengan Spesialis Bedah Saraf jika memerlukan tindakan operatif invasif.

9. Spesialis Patologi Klinik | Gelar: Sp.PK |

Sebutan kerennya, Clinical Pathologist?

Jadi beliau ini orang orang dibalik layar para klinisi seperti saya. Cek darah kirim ke PK, cek hapusan darah kirim PK, dan lain sebagainya. Mereka akan bekerja di Laboratorium untuk membantu para klinisi menegakkan diagnosis. Keberadaan mereka sangat penting, tanpa mereka kami tidak bisa apa apa.

10. Spesialis Patologi Anatomi | Gelar: Sp.PA |

Nama kerennya patologist.

Orang awam pasti jarang tau dan berinteraksi sama spesialis ini. Taunya cuma ngirim sampel trus dapatnya kertas hasil bacaan. Ngapain sih sebenarnya beliau ini? Setelah dokter bedah melakukan operasi, khususnya tumor. Tumornya itu ga dibawa pulang dan dibuat bakso gais. Sediaan tumor dikirim ke Lab Patologi Anatomi untuk diidentifikasi jenis tumor dan selnya apakah tumor ganas atau bukan dan memastikan tumor itu asalnya benar. Fungsinya buat apa? Contoh untuk kanker payudara, hasil pemeriksaan patologi ini berfungsi untuk menentukan jenis kanker dan akan menjadi acuan obat kemoterapi apa yang akan digunakan untuk pengobatan pasien selanjutnya.

11. Spesialis Radiologi | Gelar: Sp.Rad |

Dokter foto.

Bukan foto selfi ya, foto rontgent. Interpretasi dari rontgent baik foto polos/rontgent biasa, CT Scan, MRI. Mereka ahlinya. Aku tak sanggup. Ini pekerjaan yang berat

12. Spesialis Mikrobiologi Klinik | Gelar: Sp.MK |

Ini ahli tentang bakteri dan virus. Era post antibiotik, dengan penggunaan antibiotik yang serampangan, dokter ini penting untuk menganalisis apakah sebuah bakteri masih dapat diatasi dengan sebuah antibiotik atau tidak. Pesan moral: antibiotik itu bukan permen gais. Tidak semua penyakit harus minum antibiotik.

13. Spesialis Parasitologi Klinik | Gelar: Sp.ParK |

Pekerjaan : identifikasi penyakit yang disebabkan oleh parasit. Penyakit apa itu? Contoh malaria, cacing, dan lain lain.

14. Spesialis Kedokteran Nuklir | Gelar: Sp.KN |

Dokter juga ada lo yang menggunakan nuklir di tempat kerjanya. Beliau ini bekerja dengan nuklir untuk diagnosis penyakit bahkan terapi. Area ini masih berhubungan dengan area radiodiagnostik.

15. Spesialis Onkologi Radiasi | Gelar: Sp.OnkRad |

Nama kerennya radiation oncologist.

Dahulu merupakan cabang dari radiologi, sehingga beberapa ada yang bergelar Sp.Rad(K)Onk, berarti dulu belajarnya setelah jadi dokter radiologi sekolah lagi ambil onkologi radiasi. Kalau sekarang bisa langsung.

Dokter ini bertanggung jawab atas tindakan radiotherapy pada pasien. Umumnya pasien kanker yang memerlukan radioterapi akan ditangani oleh Sp.OnkRad

16. Spesialis Andrologi | Gelar: Sp.And |

Tentang kesehatan reproduksi pria, merek ahlinya. Perlu jasa untuk bayi tabung? Pasti akan ada seorang ahli andrologi di dalam tim tersebut.

17. Spesialis Akupuntur Klinik | Gelar: Sp.Ak |

Memang banyak di luar sana kursus tentang pengobatan akupuntur. Tetapi saat ini di FKUI sudah diselenggarakan pendidikan spesialis Akupuntur klinik. Saat ini pengobatan komplementer ini sudah semakin meroket ketenarannya.

18. Spesialis Gizi Klinik | Gelar : Sp.GK |

Dokter spesialis gizi adalah dokter spesialis yang fokus menangani masalah kesehatan pasien terkait gizi, serta memberikan terapi medis gizi sesuai kondisi pasien dan berorientasi pada riwayat penyakit dan keadaan umum pasien.

Apa bedanya ahli gizi dan dokter spesialis gizi? Ahli Gizi adalah seorang pakar nutrisi yang berkompetensi memberikan informasi tentang gizi, serta rekomendasi makanan dan pola makan sehat kepada masyarakat pada umumnya. Sedangkan dokter spesialis gizi memiliki latar belakang seorang dokter umum yang sudah menyelesaikan pendidikan magister (S2) gizi dan menjalani pendidikan spesialisasi ilmu gizi klinik selama 6 semester.

Ahli gizi memiliki wewenang merumuskan asupan gizi yang dibutuhkan untuk mendukung kesehatan. Dokter spesialis gizi tidak hanya merumuskan asupan nutrisi, tapi juga melakukan terapi medis terkait kondisi pasien, misal meresepkan obat, suplemen, tindakan medis yang terkait gizi dan kondisi pasien. Jadi jelas ya, ada Amd.Gz, S.Gz, Dietisien, M.Gizi, Sp.GK. Masing masing kewenangannya berbeda

19. Spesialis Farmakologi Klinik | Gelar: Sp.FK

Beliau ini ahli dibidang obat-obatan, memperlajari farmakokinetik dan farmakodinamik dari obat-obatan. Ilmu yang sangat susah, aku pun tak sanggup dulu. Ilmu ini sangat berguna bagi dokter untuk mempelajari interaksi obat dan nasib obat ketika diberikan kepada pasien. Jadi dokter belajar obat bukan cuma sakit A obatnya panadol, bukan ya, ada dasarnya dan beliau ini yang mengajarkan.

20. Spesialis Forensik dan Medikolegal atau ilmu kedokteran kehakiman | Gelar: Sp.FM |

Dari namanya sudah jelas, dokter ini banyak berurusan dengan mayat. Selain mayat, Sp.F juga memeriksan korban kejahatan yang masih hidup untuk permintaan visum. Beliau ini tugasnya berat karena berhubungan dengan hukum.

Baca Juga:  Dokter Spesialis dan Garis Besar Kasus yang Mereka Tangani Bagian 2

21. Spesialis Kedokteran Jiwa | Gelar: Sp.KJ |

Nama Keren: Psikiatri atau Psikiater atau Psyciatrist

Jangan sampai salah dengan Psikolog ya. Psikiater adalah seorang dokter spesialis yang mendalami ilmu kesehatan jiwa dan perilaku (psikiatri). Psikiatri sendiri adalah cabang keilmuan medis yang fokus pada diagnosis, pengobatan, dan pencegahan terhadap gangguan emosional, kejiwaan, maupun perilaku.

Kondisi apa saja yang perlu ke Sp.KJ? Gangguan mental organtik, gangguan mental akibat penyalahgunaan zat dan narkoba, gangguan emosi, gangguan kepribadian, gangguan cemas, post trauma, OCD, psikotik (bahasa awam, gila), gangguan mood (bipolar atau depresi). Hati-hati, keinginan bunuh diri itu termasuk indikasi harus ke psikiatri ya. Depresi juga harus segera berobat. Jangan orang depresi dihujat dengan harus banyak berdoa, ga sembuh gak.

Walaupun tentang kejiwaan, ada kegawatdaruratan psikiatri, jika menemukan ini wajib harus dibawa ke dokter SP.KJ, apa saja itu? Gaduh gelisah atau kekerasan, percobaan bunuh diri, penelantaran diri, sindroma putus zat, perkosaan dan bencana lain, dan sindroma neuroleptik maligna

Seorang Psikiater harus menempuh pendidikan dokter terlebih dahulu program sarjana (S.Ked), profesi/koas (dr.), selesai internship lalu mengambil pendidikan dokter spesialis kedokteran jiwa (Sp.KJ). Sementara seorang Psikolog menempuh pendidikan Sarjana Psikologi (S.Psi), lalu mengambil S2 Magister Psikologi Profesi (M.Psi, Psikolog). Secara umum, perbedaan mendasar adalah, jika memerluka terapi dengan obat – obatan, yang berwenang adalah Psikiater

22. Spesialis Anestesi dan Terapi Intensif | Gelar: Sp.An |

Terkenal sebagai Dokter Bius. Apakah cuma bius saja? oh tentu tidak, perawatan untuk pasien yang memerluka terapi intensif di ICU, dipegang oleh anestesi. Dokter ini berada di balik layar kesuksesan para ahli bedah. Tanpa mereka, operasi tidak akan lancar. Mereka akan bertugas menidurkan pasien dan membangunkan pasien pasca operasi sehingga pasien tidak merasakan nyeri.

23. Spesialis Emergency Medicine | Gelar: Sp.Em |

Dokter ini bertanggung jawab dalam penanggulangan kegawatdaruratan. Dokter ini belum banyak jumlahnya dan bertanggung jawab di Instalasi Gawat Darurat.

24. Spesialis Kedokteran Olahraga | Gelar: Sp.KO |

Dokter ini berspesialisasi dalam merawat orang-orang yang mengalami cedera olahraga. Cedera olahraga adalah cedera yang didapat orang dari berolahraga atau karena aktif secara fisik. Tidak hanya fokus pada perawatan cedera yang berhubungan dengan olahraga, tetapi juga pada pencegahan cedera, rehabilitasi, nutrisi, dan pelatihan untuk membantu atlet meningkatkan kemampuan mereka di lapangan.

25. Spesialis Okupasi | Gelar: Sp.Ok |

Dikenal juga dengan istilah ilmu kesehatan kerja adalah cabang kedokteran klinis yang berfokus pada identifikasi dan pengelolaan risiko kesehatan yang mungkin dihadapi seseorang di tempat kerjanya. Diperuntukkan bagi perusahaan atau badan usaha dengan karyawan mereka, dan berfokus pada pencegahan, evaluasi, diagnosis, pengobatan dan rehabilitasi masalah kesehatan yang mungkin dialami di tempat kerja.

26. Spesialis Kedokteran Penerbangan | Gelar: Sp.KP |

Cabang ilmu kedokteran yang fokus pada pencegahan dan pengendalian penyakit akibat pekerjaan dan yang terkait dengan lingkungan kerja. Subyek utama dalam kedokteran penerbangan adalah pilot atau awak kokpit, awak kabin, personel di darat khususnya pengendali lalu lintas udara (air traffic controller), dan orang-orang yang terlibat dalam penerbangan ke ruang angkasa (space flight).

Yang paling penting dipelajari dalam kedokteran penerbangan adalah peranan faktor medis yang terkait dengan kesalahan manusia (human error) yang berdampak pada keselamatan penerbangan. Subyek dalam kedokteran penerbangan selain air crew, ground crew, tentunya penumpang pun ditangani termasuk evakuasi medis, apakah dinyatakan boleh terbang dengan pesawat atau kah dipending dulu.

27. Spesialis Obstetri dan Ginekologi | Gelar: Sp.OG |

Nama lain Dokter Kebidanan dan Kandungan. Tugas sudah jelas, apa pun yang berhubungan dengan reproduksi wanita, beliau ahlinya.

Ibu hamil datang ke Sp.OG Ibu melahirkan jika normal ke Bidan, jika bermasalah harus dirujuk ke Sp.OG Ibu sedang rencana hamil juga ke Sp.OG Ini adalah area kerja Obstetri atau Kebidanan. Lalu Gynecology apa? Tentang kesehatan organ reproduksi itu sendiri, misal pasien dengan kanker leher rahim, atau kanker indung telur, merupakan ranah kerja dokter ini.

Tim bayi tabung selain harus ada dokter spesialis andrologi, sudah pasti harus ada dokter obstetri dan ginekologi ini. Dokter ini semua pasiennya wanita ya. Para cowok-cowok jangan sekali-kali datang ke dokter ini untuk berobat.

28. Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi | Gelar : Sp.KFR | Dahulu : Spesialis Rehabilitasi Medis (Sp.RM) |

Dokter spesialis ini berperan membantu mengembalikan fungsi tubuh pasien yang menderita gangguan fungsi tubuh atau kecacatan. Kondisi tersebut bisa disebabkan oleh cedera, kecelakaan, atau pun penyakit. Dengan bantuan dokter rehabilitasi medis, pasien diharapkan dapat memiliki kualitas hidup yang lebih baik. Biasanya pasien akan dikonsulkan dari spesialis lain ke dokter KFR. Contoh pasien stroke pada masa pemulihan akan dikonsulkan ke KFR utk dibantu pemulihan rehabilitasinya.

Selanjutnya tentang bedah. Yang terakhir bedah plastik pokoknya, karena akan sedikit lebih rinci karena saya ahilnya di situ. Di pembahasan bagian kedua yaa. (*)

BACA JUGA Dokter Spesialis dan Garis Besar Kasus yang Mereka Tangani Bagian 2 atau tulisan Arif Tri Prasetyo lainnya. Follow Twitter Arif Tri Prasetyo.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

---
7

Komentar

Comments are closed.