Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Film

Doctor Strange in the Multiverse of Madness: Menyenangkan, tapi Ending-nya Biasa Saja

Bintang Ramadhana Andyanto oleh Bintang Ramadhana Andyanto
6 Mei 2022
A A
Doctor Strange in the Multiverse of Madness: Menyenangkan, tapi Ending-nya Biasa Saja

Doctor Strange (Faiz Zaki/Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Doctor Strange in the Multiverse of Madness menyenangkan untuk ditonton, meski masih ada kekurangan di sana-sini

Doctor Strange in the Multiverse of Madness merupakan karya terbaru Marvel Studios yang baru saja dirilis pada Kamis, 5 Mei 2022, atau tepatnya hari yang sama dengan hari saya menulis artikel ini. Oleh sebab itu, saya sangat beruntung karena berhasil mendapatkan tiket menonton dengan seat yang lumayan strategis meski baru memesannya dua jam sebelum waktu tayang.

Dan ketika saya memasuki ruangan bioskop, situasinya persis sekali dengan apa yang saya bayangkan: semua bangku dipenuhi oleh kaum muda-mudi yang sudah sangat menantikan film yang disutradarai oleh Sam Raimi ini. Lantas, apakah kualitas filmnya sendiri sesuai dengan besarnya ekspektasi penonton?

Kalau boleh jujur, sekuel dari film Doctor Strange ini sebenarnya sedikit berada di bawah harapan saya. Hal itu disebabkan karena saya mengharapkan jalan cerita yang lebih “mewah” dan tidak hanya sekadar pertentangan ideologi dari Stephen Strange (Benedict Cumberbatch) dan Wanda Maximoff (Elizabeth Olsen). Memang, konsep tersebut sudah disampaikan dengan sangat menarik, di mana para penonton yang tidak menyaksikan serial WandaVision pun mampu dibuat peduli dengan keinginan sang Scarlet Witch hingga ia harus melancarkan aksi jahatnya.

Begitu pula dengan sang Sorcerer Supreme yang terpaksa harus melawan hatinya sendiri karena terpaksa berseteru dengan rekannya tersebut. Pertentangan-pertentangan semacam itu disajikan dengan cara yang manis dan saya yakin mampu “ditelan” dengan nyaman oleh para penonton.

Namun, kurang lebih sama seperti serial Moon Knight yang kebetulan saya ulas di Terminal Mojok beberapa hari lalu, penyelesaian dari konflik tersebut masih terlalu remeh dan menimbulkan kesan “Hah? Begitu doang?”

Hal ini menurut saya menjadi kelemahan terbesar dari film ini, di mana sang sutradara dan penulis naskah kurang berhasil menciptakan sebuah ending yang memuaskan dan menyayat hati penonton. Akan tetapi, harus saya ingatkan pula bahwa ini semua merupakan pendapat pribadi saya.

Baca Juga:

Pengalaman Nonton Film di Bioskop Bandara Sepinggan Balikpapan, Alternatif Menunggu Penerbangan Tanpa Menguras Dompet 

5 Tayangan Netflix yang Sebaiknya Jangan Ditonton Saat Makan, Bikin Mual!

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Doctor Strange (@doctorstrangeofficial)

Jika tadi itu adalah kekurangan terbesarnya, lalu apa kelebihan dari Doctor Strange in the Multiverse of Madness yang membuatnya layak untuk dijadikan tontonan pada masa libur Lebaran? Yah, saya yakin, bila kalian adalah fans berat film atau komik Marvel, hal pertama yang akan membuat kalian tersenyum kegirangan ketika menyaksikan film ini adalah kehadiran cameo-cameo ikonik yang pasti semakin menambah rasa excited kalian akan kisah-kisah di Marvel Cinematic Universe (MCU) berikutnya

 Hal yang sama juga terjadi kepada saya, di mana hingga kini saya masih tak menyangka bahwa tokoh “itu” benar-benar resmi melakukan debutnya di semesta MCU. Untuk siapa tokoh yang saya maksud, mending kalian tonton sendiri aja. Toh, akan lebih baik jika kalian menyaksikannya sendiri secara langsung sehingga rasa “nampolnya” akan lebih terasa.

Lalu, aspek berikutnya yang menarik untuk dibahas adalah kekuatan akting yang ditampilkan oleh Benedict Cumberbatch dan Elizabeth Olsen. Bagi yang sudah mengikuti karier Cumberbatch sebelum menjadi superhero Marvel, saya pikir kalian tak akan terkejut perihal kehebatan sang aktor dalam menghidupkan karakter yang ia perankan. Sejak pertama kali memerankan Doctor Strange, lelaki asal Inggris itu sudah sangat sukses menunjukkan kepribadian sang dokter yang congkak, tengil, tetapi memiliki jiwa heroik pula dalam hatinya. Hal itu pun kembali ia tunjukkan dalam film ini, terlebih ia dituntut juga untuk menjadi Strange dengan berbagai wujud dan gerak-gerik yang berbeda antar satu sama lain.

Sementara untuk Olsen, penampilannya kali ini benar-benar mengejutkan saya. Memang, saya telah melihat potensinya untuk menjadi aktris yang powerful dalam berakting sejak ia terakhir kali menjadi Wanda di series WandaVision. Saat itu, ia berperan menjadi sang main character, sehingga mungkin akan lebih wajar bila kemampuan aktingnya betul-betul dijadikan sorotan utama.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Marvel Studios (@marvelstudios)

Namun, dalam film ini, ia ditunjuk untuk menjadi sang antagonis utama yang motivasinya harus memorable dan bisa mengikat hati para penonton. Hebatnya, ia mampu melakoni tugas tersebut dengan teramat baik. Aura dan karismanya ketika memerankan Wanda Maximoff sungguh semakin memikat semenjak tokoh itu pertama kali memulai debutnya di Avengers: Age of Ultron pada 2015 lalu. Tujuh tahun kini telah berlalu, dan aktris berusia 33 tahun itu kini telah berhasil melekat dengan karakter tersebut dan sama sekali tidak menunjukkan penurunan performa.

Pujian sesungguhnya juga harus saya layangkan kepada Xochitl Gomez yang berperan sebagai America Chavez. Ia sama sekali tidak “menahan diri” ketika harus beradu akting dengan lawan main yang jauh lebih senior darinya. Selain itu, tantangan lain pun harus ia terima karena memerankan seorang tokoh yang belum familier dan baru memulai debut perdananya di dunia layar lebar Marvel melalui film ini. Hebatnya, aktris kelahiran 2006 itu sukses menunjukkan performa yang memukau dan menimbulkan kesan mendalam di benak penonton.

Kesimpulan dari tulisan ini adalah Doctor Strange in the Multiverse of Madness merupakan sebuah film yang sangat enjoyable dan cocok ditonton sebagai pengisi waktu liburan yang sebentar lagi hendak menemui ujungnya ini. Banyak aksi-aksi pertempuran yang sangat menghibur dan didukung pula oleh scoring music dan efek visual yang sangat memanjakan panca indra. Akan tetapi, menurut saya pribadi, film ini masih belum mampu memenuhi ekspektasi saya yang memang teramat tinggi.

Namun, itu sama sekali tidak mengindikasikan bahwa film ini merupakan sebuah karya layar lebar yang tidak bagus, sama sekali tidak seperti itu. Film ini layak diklasifikasikan ke dalam golongan film yang “manis” dan mampu menimbulkan kenikmatan serta euforia tersendiri ketika tuntas. Saya pun kini menjadi semakin bersemangat untuk mengikuti kisah-kisah para pahlawan Marvel di masa mendatang yang tampaknya akan semakin lekat dengan dunia per-multiverse–an.

Kalau boleh memberi nilai, 7.5/10 lah ya. Gas tonton!

Penulis: Bintang Ramadhana Andyanto
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 4 Film dan Series MCU yang Perlu Ditonton Sebelum Nonton Doctor Strange in the Multiverse of Madness

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 6 Mei 2022 oleh

Tags: Doctor StrangeFilmmarvelMCU
Bintang Ramadhana Andyanto

Bintang Ramadhana Andyanto

Anak negeri. Tukang ngopi. Pakar senjalogi.

ArtikelTerkait

Illuminati, Grup Elit Superhero Marvel yang Bekerja di Balik Layar

Illuminati, Grup Elit Superhero Marvel yang Bekerja di Balik Layar

16 Februari 2022
mola tv liga inggris film hbo go mojok

Mola TV Ternyata Bagus dan Layak untuk Dicoba

18 September 2020
rekomendasi film pendek

Rekomendasi Film Pendek Bagus di YouTube yang Wajib Kamu Tonton

8 Oktober 2019
4 Hal yang Patut Anda Cantumkan dalam Resolusi Tahunan

4 Hal yang Patut Anda Cantumkan dalam Resolusi Tahunan

29 Desember 2019
Stigma Sarjana Matematika yang Bikin Malu Kalau Pamer Gelar terminal mojok.co

Rekomendasi Film tentang Matematika yang Pernah Saya Tonton

15 September 2020
5 Film yang Wajib Disaksikan Sebelum Nonton Serial I Am Groot Terminal Mojok

5 Film yang Wajib Disaksikan Sebelum Nonton Serial I Am Groot

24 Juli 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Keributan Saat Menonton Barongan di Kendal, Bonus yang Tidak Pernah Saya Pesan dan Inginkan

Keributan Saat Menonton Barongan di Kendal, Bonus yang Tidak Pernah Saya Pesan dan Inginkan

5 Januari 2026
Ambarawa Ekspres: Kereta Api Pantura yang Krisis Identitas, Bikin Sesat Calon Penumpang

Ambarawa Ekspres: Kereta Api Pantura yang Krisis Identitas, Bikin Sesat Calon Penumpang

5 Januari 2026
3 Peraturan Tidak Tertulis Makan Ramen di Golden Geisha Jogja agar Tidak Kecewa Mojok.co

3 Peraturan Tidak Tertulis Makan Ramen di Golden Geisha Jogja agar Tidak Kecewa

5 Januari 2026
6 Mitos Tentang Solo yang Ternyata Beneran Ada (Unsplash)

6 Mitos Tentang Solo yang Ternyata Beneran Ada

10 Januari 2026
Healing dari Palembang ke Lampung Penuh Perjuangan, tapi Sepadan dengan yang Didapat Mojok.co

Healing dari Palembang ke Lampung Penuh Perjuangan, tapi Sepadan dengan yang Didapat

5 Januari 2026
Bukan Jakarta, Tempat Paling Cocok untuk Memulai Karier Adalah Cilegon. Ini Alasannya!

Bukan Jakarta, Tempat Paling Cocok untuk Memulai Karier Adalah Cilegon. Ini Alasannya!

5 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • “Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah”: KDRT Tidak Selalu Datang dari Kekerasan, tapi Juga Lewat Ketidakpedulian 
  • Lalu-lalang Bus Pariwisata Jadi “Beban” bagi Sumbu Filosofi Jogja, Harus Benar-benar Ditata
  • Sensasi Pakai MY LAWSON: Aplikasi Membership Lawson yang Beri Ragam Keuntungan Ekslusif buat Pelanggan
  • Super Flu yang Muncul di Jogja Memang Lebih Berat dari Flu Biasa, tapi Beda dengan Covid-19
  • Derita Anak Bungsu Saat Kakak Gagal Penuhi Harapan Orang tua dan Tak Lagi Peduli dengan Kondisi Rumah
  • Nasib Sarjana Kini: Masuk 14 Juta Pekerja Bergaji di Bawah UMP, Jadi Korban Kesenjangan Dunia Kerja

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.