Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Film

Do-hyeok, Cowok Kentang dalam Dua Babak di Drama Nevertheless

Aminah Sri Prabasari oleh Aminah Sri Prabasari
4 Agustus 2021
A A
Do-hyeok, Cowok Kentang dalam Dua Babak di Drama Nevertheless terminal mojok.co

Do-hyeok, Cowok Kentang dalam Dua Babak di Drama Nevertheless terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Penonton Nevertheless pasti tak asing dengan Do-hyeok, second lead di drama ini. Ia diceritakan sebagai teman spesial di masa kecil Na-bi. Mereka bertetangga dan terpisah karena Na-bi pindah ke Seoul mengikuti ibunya. Do-hyeok bekerja sebagai asisten chef di Seoul dan punya channel memasak yang populer di YouTube. Bit-na, sahabat Na-bi, adalah salah satu fans channel Do-hyeok.

Meski baru muncul sebentar, Do-hyeok sudah bikin warganet histeris di Twitter, ramai dibahas sampai masuk daftar trending. Gara-gara Na-bi yang-yangan dengan Jae-eon di rumah Do-hyeok, sementara si pemilik rumah sedang bersusah payah menyiapkan kejutan untuk Na-bi di pantai!

Histeria tersebut bisa dimaklumi. Sidang penonton drakor yang budiman pernah patah hati massal, ikut menangis bersama Ji-pyeong di drama Start-Up. Rasanya nggak bakalan kuat kalau sampai terulang lagi rasa sakit itu, ya, Yeurobun~

Satu hal menarik dari penceritaan sedih Do-hyeok adalah gelar “potato boy” yang kemudian diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia menjadi “cowok kentang” atau ada juga yang bilang “Mas Kentang”.

Penerjemahan “cowok kentang” tersebut membuat sosok Do-hyeok jadi semakin terlihat menyedihkan karena kata “kentang” punya arti tersendiri dalam bahasa gaul. Dalam keseharian berbahasa (gaul) orang Indonesia, Do-hyeok menjadi cowok kentang dalam dua babak.

Cowok kentang babak #1

Do-hyeok sebagai cowok kentang di babak pertama adalah seorang cowok yang nervous ketika bertemu dengan cinta pertamanya di bus. Saking nervous-nya, kentang yang ia bawa berjatuhan saat bus direm Pak Sopir. Scene Do-hyeok yang kikuk memunguti kentang, dan Na-bi yang serba salah, epik banget.

Biasanya, di drakor, scene bus direm yang melibatkan tokoh utama selalu klasik. Tokoh cewek kehilangan keseimbangan kemudian buru-buru dipegangi tokoh cowok biar nggak jatuh. Lalu mereka bertatapan, jarak dekat tentu saja. Kemudian, salah satu atau keduanya mulai menyadari bahwa ada perasaan yang meronta-ronta minta diutarakan.

Momen manis yang biasanya terjadi di bus tersebut tidak diberikan Writer-nim pada Do-hyeok. Saat bus direm, bukannya memegangi Na-bi, Do-hyeok malah memegangi kentang. Setelah itu ikut turun di halte tujuan Na-bi pula, dengan senyum lebar dan mata berbinar sambil membawa payung.

Baca Juga:

Belajar Menerima Penolakan Cinta dari Drakor Nevertheless

Higgs Domino, SPayLater, dan Kesedihan Teman Saya Setiap Awal Bulan

Berbagai scene tentang pertemuan pertama setelah sekian tahun antara Do-hyeok dengan Na-bi ini meski manis banget, entah kenapa juga terasa getir.

Perasaan saya mulai nggak enak pas momen bus tersebut, seakan Do-hyeok sudah ditakdirkan menjadi sad boy. Biasanya, sad boy yang dikisahkan bertepuk sebelah tangan punya karakter yang to be good to be true, karakter yang mampu mengaduk emosi penonton. Apalagi Chae Jong Hyeop masih terekam jelas di kepala sebagai sad boy dalam drama Sisyphus: The Myth, berperan sebagai Jae-sun yang mendapat julukan “cowok lotre”.

Cowok kentang babak #2

Do-hyeok sebagai sad boy dijelaskan di “cowok kentang” babak kedua. Kata “kentang” dalam bahasa gaul adalah akronim dari “kena tanggung” yang maksudnya adalah situasi yang serba tanggung (atau nanggung), kurang maksimal, atau serba hampir (yang maksudnya adalah sekadar mendekati, tidak bisa dibilang bagus atau unggulan).

Contoh dari penggunaan kata “kentang” dalam bahasa gaul:

“Gue nggak bisa install aplikasi Toktok, HP gue kentang.” Maksudnya speak HP kurang mumpuni

“Gimana nggak kalah saingan, muke lo kentang, sih!” Maksudnya cakep kagak, jelek juga kagak

“Bentaran, deh, gue nyusul aja, kentang nih dikit lagi kelar.” Maksudnya sedang melakukan sesuatu dan sebentar lagi selesai

Kata “kentang” dalam bahasa gaul bisa dilekatkan pada benda dan seseorang. Seperti Do-hyeok, yang memang kentang banget. Udahlah setelah sekian tahun baru nongol, pas nongol kok ya harus bersaing dengan Jae-eon yang udah kadung bikin Na-bi klepek-klepek. Do-hyeok menjadi seseorang yang tepat di waktu yang salah.

Ngenesnya, Na-bi dan Do-hyeok di masa kecil pernah saling taksir. Bibinya Na-bi sampai ngeh bahwa keponakannya itu punya perasaan ke Do-hyeok lebih dari sekadar teman. Sayangnya, ada kesalahpahaman yang terjadi saat Do-hyeok ingin menyatakan perasaan, ia mendengar gosip Na-bi naksir cowok lain. Do-hyeok yang patah hati bahkan tidak mau bertemu Na-bi saat mau pindah ke Seoul. Na-bi bersedih, berpikir Do-hyeok tidak menyukainya karena semua teman datang dan mengucapkan perpisahan. Kesalahpahaman tersebut membuat Do-hyeok dan Na-bi putus komunikasi.

****

Rasanya, setiap orang pernah jadi kentang nggak, sih? Sesempurna apa pun usaha, ada saja yang bikin usaha tersebut jadi nggak maksimal hasilnya. Seperti Do-hyeok yang perfect banget untuk Na-bi yang sensitif dan pernah disakiti pasangan, segala usaha yang ia lakukan berujung kentang.

Saya sudah menyerah pada hubungan Do-hyeok dan Na-bi, sekarang hanya berharap Writer-nim nggak terlalu kejam menulis takdir Do-hyeok. Kayaknya bakalan banyak yang kena second lead syndrome di drama Nevertheless, ya. Pemirsa terbagi menjadi kubu yaitu team Da-hyeok dan team Jae-eon. Btw, memangnya ada gitu yang mau jadi team Jae-eon si kupu-kupu? Ganteng-ganteng fakboi, duh.

Sumber Gambar: YouTube Drama World Indo

BACA JUGA Drakor Nevertheless: Toxic Relationship dan Anggapan Perempuan Cuma Suka Bad Boy dan tulisan Aminah Sri Prabasari lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 21 September 2021 oleh

Tags: Cowok KentangDo-hyeokHiburan TerminalNevertheless
Aminah Sri Prabasari

Aminah Sri Prabasari

Perempuan yg merdeka, pegawai swasta yg punya kerja sambilan, pembaca yg sesekali menulis. Tertarik pada isu gender, politik, sosial dan budaya.

ArtikelTerkait

rurouni kenshin_ the final samurai x mojok

‘Rurouni Kenshin: The Final’, Live Action Terbaik yang Dibuat Persis Anime Aslinya

21 Juni 2021
SSD HDD storage komputer laptop motherboard mojok

Betapa Susahnya Meyakinkan Orang Tua Perkara Upgrade RAM dan SSD

14 Agustus 2021
mnet produce 101 kingdom mojok

5 Alasan Mnet Nggak Kapok Bikin Acara Survival

2 Juli 2021
Seandainya Film Cruella Bersetting di Bantul terminal mojok

Seandainya Film ‘Cruella’ Bersetting di Bantul

6 Juni 2021

Kebijakan Pemerintah Daerah Adalah Alasan Orang Jogja Nggak Bisa Jadi Spider-Man

11 Juni 2021
kakek gohan son goku dragon ball mojok

Tanpa Asuhan Kakek Gohan, Son Goku Tak Akan Jadi Pahlawan

13 Agustus 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Arsenal (Memang) Berhati Nyaman

Arsenal (Memang) Berhati Nyaman

20 Mei 2026
Kos Murah yang Diidamkan Berujung Penyesalan karena Tabiat Buruk Ibu Kos yang Suka Ngutang Mojok.co

Rasa Syukur Tinggal di Kos Murah Berubah Jadi Penyesalan karena Tabiat Buruk Ibu Kos yang Suka Ngutang

20 Mei 2026
Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

17 Mei 2026
Pantai Glagah Disebut Bali-nya Jogja, dan Saya Tidak Tahu Harus Senang atau Khawatir

Pantai Glagah Disebut Bali-nya Jogja, dan Saya Tidak Tahu Harus Senang atau Khawatir

15 Mei 2026
Low Maintenance Friendship: Tipe Pertemanan Dewasa yang Minim Drama, Cocok untuk Orang-Orang Usia 30 Tahunan Terminal

Low Maintenance Friendship: Tipe Pertemanan Dewasa yang Minim Drama, Cocok untuk Orang-Orang Usia 30 Tahunan

15 Mei 2026
Dilema Hidup di Jaten Karanganyar: Asap dan Truknya Mengganggu, tapi Perputaran Uangnya Menyelamatkan Ribuan Rumah Tangga

Dilema Hidup di Jaten Karanganyar: Asap dan Truknya Mengganggu, tapi Perputaran Uangnya Menyelamatkan Ribuan Rumah Tangga

19 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.