Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Acara TV

Dilema Program Jejak Si Gundul: Judul Sangar, Ternyata Cuma Acara Kuliner

Imron Amrulloh oleh Imron Amrulloh
14 Juli 2020
A A
acara trans7 jejak si gundul mojok.co

acara trans7 jejak si gundul mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Terlepas dari banyaknya artis dan program baru, ada satu program televisi yang saya masih ikuti. Itu acara Jejak Si Gundul di Trans7. Program tersebut bergenre petualangan, dengan host kebanggaan mereka yaitu si Gundul sendiri. Sebelum masuk ke bahasan, ada yang tahu nggak sih nama asli si Gundul? Atau nama aslinya memang Gundul?

Sambil menunggu jawaban, saya mau mengajukan pertanyaan lain: Sebenarnya si Gundul ini mau bertualang apa cuma mau makan? Soalnya sejak satu dua bulan terakhir saya menyimak program ini, isinya cuma tentang makanan tradisonal.

ADVERTISEMENT

Acara Jejak Si Gundul tayang setiap hari. Di hari biasa disiarkan pukul 16.00 WIB, sedangkan di akhir pekan pukul 14.30. Ciri khas acara ini, bumper pembukanya menampilkan jejak sepatu, kompas, dan si Gundul dengan pakaian pencinta alam.

Setelah bumper selesai, acara akan dimulai dari si Gundul yang sedang melakukan aktivitas seolah-olah warga lokal tempat ia berada saat itu. Sambil gambar menampilkan kegiatannya, akan ada narasi soal keunikan daerah tersebut.

Tak lama kemudian, Gundul akan melihat orang yang sedang menangkap atau memetik sesuatu (biasanya yang bisa dimakan). Orang tersebut bakal melihat Gundul dan meminta bantuannya.

Gundul yang baik hati pasti membantu orang tersebut. Bisa itu memetik buah-buahan atau menangkap binatang. Setelah selesai, ia diajak ke rumah si peminta tolong untuk kemudian mengolah bahan-bahan yang telah didapatkan.

Mulai dari sini Gundul seolah-olah sudah profesional mengolah suatu masakan. Dia dibiarkan sendiri mengolah dari bahan mentah sampai jadi makanan yang siap santap, sedangkan orang-orang lokal hanya nyuruh-nyuruh kayak, “Ndul, tolong ini diparut”, “Ndul, tolong ini diongseng”.

Setelah masakannya jadi, Gundul dan warga lokal akan bersama-sama menyantap hidangan yang telah dimasak sebelumnya. Pola seperti ini akan berlanjut sampai tiga segmen dengan tiga makanan berbeda. Yang kemudian membuat saya heran, kan ceritanya sedang bertualang ya, tapi kok isinya cuma masak sama makan? Malah mirip acara kuliner. Ya, walau tetep acara makannya pindah-pindah daerah sih.

Baca Juga:

Misteri Kondisi Cikgu Jasmi Setelah Lama Menghilang dan Tak Lagi Muncul dalam Serial “Upin Ipin”

3 Alasan yang Bikin Saya Enggan Punya TV di Rumah

Soalnya, judulnya saja sudah keren gitu. Tapi setelah melihat isi programnya, ternyata cuma masak sama makan, sudah begitu nggak ada tips bertahan di alam liar atau apalah. Nggak sekalian aja judulnya diganti jadi Jejak Dapur Si Gundul atau Jejak Kuliner Nusantara?

Penontonnya pun jadi geser. Dari yang semula ingin menjaring jiwa-jiwa petualang, sekarang bergeser menjadi ibu-ibu yang butuh resep masakan tradisional. Ibu saya sendiri sering mencontek resep masakan dari si Gundul.

Jadi, Trans 7, mbok ya kalau buat acara, tolong disinkronkan antara judul dengan isinya. Ada dosen saya yang pernah bilang, “Pembaca akan selalu melihat buku dari judulnya”. Nah, bayangin tuh misal ada kelompok pencinta alam yang sudah mengagendakan untuk nobar Jejak Si Gundul karena judulnya petualangan banget, tapi setelah ditonton ternyata program masak-masak sama makan, apa nggak rugi besar buat nyewa proyektor?

Sumber gambar: Trans7

BACA JUGA Pengalaman Saya Berguru Ilmu Kebal yang Berakhir Mengecewakan dan tulisan Imron Amrulloh lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 11 Januari 2022 oleh

Tags: acara tvjejak si gundultrans7
Imron Amrulloh

Imron Amrulloh

Seorang pengangguran baru yang sedang mencoba dan terus mencoba.

ArtikelTerkait

Jerome Polin Nggak Salah, Nyatanya Acara TV di Jepang Memang Jauh Lebih Bermutu Terminal Mojok

Jerome Polin Nggak Salah, Nyatanya Acara TV di Jepang Memang Jauh Lebih Bermutu

10 Juli 2022
Membela Eko Maung yang Blunder di Mata Najwa terminal mojok

Membela Eko Maung yang Blunder di ‘Mata Najwa’

26 Maret 2021
Dear Trans7, Budaya Indonesia Bukan Soal Makanan Saja terminal mojok

Dear Trans7, Budaya Indonesia Nggak Melulu Soal Makanan

27 Juni 2021
Siapakah Pria Paling Serbabisa di Antara Ariel, Gundul, dan Luhut terminal mojok

Siapakah Pria Paling Serbabisa di Antara Ariel, Gundul, dan Luhut?

11 Oktober 2021
rakyat kecil, kemiskinan, acara tv

Perspektif Mantan Produser Acara TV pas Nonton Acara yang Nampilin Kehidupan Orang Miskin

9 Mei 2020
Bagi Saya, Trans 7 Adalah Channel TV Terbaik Saat Ini terminal mojok.co

Bagi Saya, Trans 7 Adalah Channel TV Terbaik Saat Ini

15 November 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 jurusan kuliah S2 yang sebaiknya diambil di Indonesia saja Mojok.co

5 jurusan kuliah S2 yang sebaiknya diambil di Indonesia aja, nggak usah jauh-jauh ke luar negeri

10 Agustus 2026
Di kala ekonomi yang sulit ini, bisnis nasi bungkus 7 ribu malah cuan selangit

Di kala ekonomi yang sulit ini, bisnis nasi bungkus 7 ribu malah cuan selangit

10 Agustus 2026
Fenomena “makan” tabungan yang ramai di medsos kini saya alami sendiri, betapa menyesakkan hidup di tengah ketidakpastian Mojok.co

Fenomena “makan” tabungan yang ramai di medsos kini saya alami sendiri, betapa menyesakkan hidup di tengah ketidakpastian

8 Agustus 2026
Nasib perempuan usia 20 tahunan di desa, dianggap sudah tua dan dipaksa menikah  Mojok.co

Nasib perempuan usia 20 tahunan di desa, dianggap sudah tua dan dipaksa menikah 

7 Agustus 2026
Pemilik kos nggak problematik, fasilitas yang seharusnya tercantum dalam brosur Mojok.co

Pemilik kos nggak problematik, fasilitas yang seharusnya tercantum dalam brosur

8 Agustus 2026
Menolak lupa bus jalur 15 Jogja yang punya trayek terpanjang dan berjasa untuk pelajar Mojok.co

Menolak lupa bus jalur 15 Jogja yang punya trayek terpanjang dan berjasa untuk banyak pelajar 

8 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.