Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Loker

Dharma Wanita, Kumpulan Ibu-ibu Super di Dunia Birokrat

Andri Saleh oleh Andri Saleh
22 Desember 2021
A A
Dharma Wanita, Kumpulan Ibu-ibu Super di Dunia Birokrat terminal mojok.co
Share on FacebookShare on Twitter

Di hari suci dan sakral ini, izinkan saya mengucapkan selamat hari Ibu buat para ibu yang ada di alam semesta. Terima kasih untuk segala pengorbanan dan kasih sayangnya selama ini. Semoga kaum ibu tetap menjadi inspirasi buat anak-anaknya dan generasi di masa depan kelak, demi membangun manusia Indonesia yang beradab dan bermartabat.

Aih, kok jadi macam naskah pidato, ya?

Narasi awal macam pidato tadi memang nggak berlebihan. Nggak bisa dimungkiri bahwa kaum ibu punya peranan penting dalam membangun peradaban. Peranan mereka terlihat nyata di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, kesehatan, politik, militer, bahkan birokrat. Untuk poin terakhir tadi, kamu perlu tahu bahwa di dunia birokrat ada sekumpulan ibu-ibu super yang sepak terjangnya nggak kaleng-kaleng. Yup, mereka adalah para anggota Dharma Wanita.

Fyi, Dharma Wanita adalah sebuah organisasi di lingkungan birokrat yang anggotanya merupakan istri para PNS. Biasanya, mereka mengenakan seragam khas warna salem di setiap kegiatan. Saya kurang paham kenapa harus memakai warna itu. Mungkin untuk membedakan mereka dengan ibu-ibu Bhayangkari, ibu-ibu Persit, atau ibu-ibu pengajian Mamah Dedeh.

Meski ada di lingkungan birokrat, kegiatan mereka sering dipandang sebelah mata. Ecek-ecek gitu, lah. Tapi jangan salah, ada begitu banyak pelajaran yang bisa diambil dari kegiatan ibu-ibu ini. Ini adalah beberapa di antaranya.

Pertama, selalu support suami dalam pekerjaannya sebagai PNS. Salah satu tugas mulia ibu-ibu Dharma Wanita ini adalah mendukung dan mendorong suami untuk menjalankan tugas sebaik-baiknya sebagai abdi negara. Ini termaktub dalam Panca Dharma Wanita yang berbunyi “wanita sebagai istri pendamping suami”.

Jadi, kalau suaminya sering mangkir dari kantor, keluyuran di mal, malas-malasan, atau bahkan nilep uang kantor, ibu-ibu Dharma Wanita tadi wajib untuk mengingatkan. Kalau perlu, ancam saja supaya suaminya tidur di teras rumah. Bukannya apa-apa, kalau sudah kena sanksi atau hukuman pidana, yang malu, kan, ibu-ibu Dharma Wanita dan keluarganya juga.

Kedua, sering melakukan kegiatan sosial. Sebagian besar kegiatan ibu-ibu Dharma Wanita adalah kegiatan sosial dan kegiatan amal. Misalnya, bakti sosial di perkampungan, mengunjungi panti jompo atau panti asuhan, memberikan pelatihan dan penyuluhan, arisan, dan sejenisnya.

Baca Juga:

Tidak Semua Anak PNS Hidup Sejahtera Bergelimang Harta, Banyak yang Justru Hidup Sengsara

Jadi PNS di Desa Tidak Bisa Hidup Tenang, Tuntutan Sosialnya Tinggi karena Dikira Mapan dan Serba Bisa

Intinya, sih, ibu-ibu tadi melakukan kegiatan yang bermanfaat buat masyarakat. Mereka melakukan ini semua tanpa mengharapkan keuntungan sepeser pun. Jelas, ini perlu ditiru oleh kita semua, termasuk para pejabat yang suka berbisnis dengan memanfaatkan jabatannya.

Ketiga, melakukan kegiatan tanpa menggunakan anggaran negara. Nah, ini yang patut diberi acungan jempol. Mereka melakukan berbagai kegiatan positif tadi tanpa menggunakan anggaran negara sepeser pun. Padahal, mereka ada di lingkungan birokrat. Loh, kok bisa? Dari mana mereka mendapatkan dananya?

Ibu-ibu ini mendapatkan dana kegiatannya dari uang kas. Sumbernya bukan dari anggaran negara, tapi dari iuran yang dipungut tiap bulan dari seluruh PNS di kantor tersebut. Jumlahnya nggak besar, kok. Biasanya, sih, ada di kisaran 10 ribu sampai 50 ribu per bulan. Uang yang terkumpul inilah yang dijadikan anggaran kegiatan Dharma Wanita.

Itulah hal-hal yang bisa dijadikan pelajaran oleh kita semua dari ibu-ibu Dharma Wanita. Mau dimana pun dan apa pun bidangnya, sosok ibu memang selalu menjadi inspirasi buat kita semua. Memang sih, sebagai manusia tentu ibu-ibu Dharma Wanita pasti ada kekurangan. Dan, ini yang jangan kita tiru. Belok kiri sambil menyalakan lampu sein kanan, misalnya.

Sumber Gambar: Unsplash

Editor: Audian Laili

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 21 Desember 2021 oleh

Tags: Dharma WanitaIstripns
Andri Saleh

Andri Saleh

Humas di salah satu instansi pemerintah. Tukang liput kegiatan pimpinan, tukang bikin konten medsos, desain baliho dan flyer, serta kegiatan lainnya yang bikin kelihatan sebagai orang paling sibuk di kantor.

ArtikelTerkait

Menerka Alasan CPNS Mundur setelah Lulus Seleksi cpns 2023

Formasi yang Harus Ada dalam CPNS 2023: dari QA sampai Social Media Specialist

5 Agustus 2022
Akbar Faisal Profesi PNS Adalah Kebanggaan Orang Tua yang Masih Abadi terminal mojok.co

Profesi PNS Adalah Kebanggaan Orang Tua yang Masih Abadi

2 November 2020
4 Alasan PNS Enggan Mengambil Tugas Belajar Terminal Mojok

3 Hal tentang Kebiasaan Makan Siang PNS yang Cukup Unik

14 Desember 2022
PNS Jalur Dukun, Akrobat Logika Terbaik Abad Ini

PNS Jalur Dukun, Akrobat Logika Terbaik Abad Ini

6 Januari 2023
4 Hal yang Harus Disiapkan Pemerintah kalau PNS Diganti Robot terminal mojok

4 Hal yang Harus Disiapkan Pemerintah kalau PNS Diganti Robot

3 Desember 2021
5 Alasan Template PNS Saat Terlambat ke Kantor Terminal Mojok

5 Alasan Template PNS Saat Terlambat ke Kantor

31 Maret 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Siapa sih yang Memulai Kebiasaan Cetak Buku Yasin buat Tahlilan? Ujungnya Cuma Menumpuk di Rumah, yang Tahlilan pun Bawa Sendiri Juga kan?

Siapa sih yang Memulai Kebiasaan Cetak Buku Yasin buat Tahlilan? Ujungnya Cuma Menumpuk di Rumah, yang Tahlilan pun Bawa Sendiri Juga kan?

21 April 2026
Derita Jadi Satu-satunya Sarjana di Kampung: Ekspektasi Warga Ketinggian, Dikira Serba Bisa dan Sempurna Mojok.co

Derita Jadi Satu-satunya Sarjana di Kampung: Ekspektasi Warga Ketinggian, Dikira Serba Bisa dan Sempurna

18 April 2026
Kelas Menengah Dimatikan dengan Pajak dan Kenaikan BBM (Unsplash)

Kenaikan Harga Pertamina Turbo dan DEX Mendorong Kelas Menengah Menuju Kemiskinan dan Kematian

20 April 2026
Bukannya Menghilangkan Penah, Berwisata ke Curug Cimahi Justru Bikin Tingkat Stres Meningkat

Bukannya Menghilangkan Penat, Berwisata ke Curug Cimahi Justru Bikin Tingkat Stres Meningkat

18 April 2026
Bangkalan dan Sampang Memang Bertetangga, tapi Warga Bangkalan Jauh Lebih Sejahtera dan Bahagia Mojok

Bangkalan Madura dan Sampang Memang Bertetangga, tapi Warga Bangkalan Jauh Lebih Sejahtera dan Bahagia

21 April 2026
Stop Geber-Geber Mesin di Pagi Hari! Itu Hal Konyol dan Malah Bikin Mesin Rusak, Ini Cara Memanaskan Motor yang Benar

Stop Geber-geber Mesin di Pagi Hari! Itu Hal Konyol dan Malah Bikin Mesin Rusak, Ini Cara Memanaskan Motor yang Benar

18 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Tongkrongan Gen Z Meresahkan, Mengganggu Kenyamanan dari Yang Bisik-bisik sampai Berisik
  • Mahasiswa Gen Z Bukan Tak Bisa Membaca, tapi “Brain Rot” karena Sering Disuapi dan Kecanduan AI
  • Kena Mental Punya Kebun di Desa: Hasil Berkebun Tak Bisa Dinikmati Sendiri, Sudah Dirampok dan Dirusuhi Masih Digalaki
  • “Solo Date” Menjelang Usia 25: Meski Tampak Menyedihkan, Nyatanya Lebih Bermanfaat daripada Nongkrong Bersama
  • Guru, Profesi yang Dihormati di Desa tapi Hidupnya Sengsara di Kota: Dimuliakan Seperti Nabi, Digaji Lebih Kecil dari Kuli
  • Pakai Jasa Porter di Stasiun meski Bisa Bawa Barang Sendiri: Sadar 50 Ribu Itu Tak bikin Rugi, Tapi Justru Belum Seberapa

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.