Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Decoy Effect, Penghancur Prioritas Belanja yang Menyebalkan

Allan Maullana oleh Allan Maullana
19 September 2020
A A
uang habis decoy effect

Menjawab Misteri Uang yang Tiba-Tiba Habis Secara Misterius Padahal Belum Akhir Bulan decoy effect

Share on FacebookShare on Twitter

Pernah dengar decoy effect nggak? Kalau belum, saya kasih gambarannya aja dulu. Pernah nggak kamu kebingungan saat sedang jajan atau belanja sesuatu? Ya, penyebabnya apa lagi kalau bukan perkara harga. Saya dan istri sering mengalami hal ini. Saya atau istri selalu tanya pendapat satu sama lain sebagai bahan pertimbangan atas keputusan yang akan diambil.

“Mas, menurut kamu beli satu kotak isi 8 dimsum harga Rp30.000 atau yang isi 16 harga Rp50.000?”

“Yang isi 8 biji aja, Dik.”

“Kamu mau nggak?”

“Ya, mau.”

“Beli 16 aja, yah? Nanti bagi dua. Pas tuh, aku delapan, kamu delapan.”

“Oh, ya udah. Gasss!”

Saya sih nggak masalah kalau beli satu kotak isi delapan dimsum lalu dibagi dua. Tapi kalau mau beli yang isi 16 juga nggak apa-apa, toh dimsumnya juga enak. Yang udah-udah, ketika saya makan empat biji, saya masih belum puas. Okelah, mari kita beli dengan porsi yang lebih besar daripada biasanya.

Baca Juga:

5 Barang Indomaret yang Sebenarnya Mubazir, tapi Terus Dibeli Pelanggan

Setelah Saya Belajar Ekonomi Makro, Saya Baru Tahu bahwa Ternyata Belanja Sama Pentingnya dengan Menabung

Tapi, keputusan yang udah diambil buat beli satu kotak isi 16 dimsum nggak bertahan lama. Rasa bimbang itu menyerang kami lagi ketika mendapatkan penawaran satu kotak dimsum isi 25 biji dengan harga Rp65.000.

“Gimana, Mas?”

“Beli secukupnya aja deh, Dik.”

“Ya tapi sayang banget kalo nggak diambil.”

“Ini kan sifatnya cuma jajan, bukan makanan pokok.”

“Yah, padahal cuma nambah Rp15.000 kita bisa dapet 11 dimsum lagi. Sisanya nanti bisa taro di kulkas.”

“Kan kita makannya cuma berdua.”

“Tapi, kan….”

“Ini soal kebutuhan, Yang….”

Adu pendapat nyaris terjadi. Untung ada mas-mas penjaga toko yang melerai. Kami tersadar harus segera memutuskan mau beli satu kotak dimsum yang isi berapa. Dengan selisih harga lebih murah tentu sangat menggiurkan, akhirnya kami jadi membeli 25 dimsum tapi yang frozen aja. Sisanya biar bisa masuk kulkas terus bisa dikukus lagi sesuai kebutuhan yang mau dimakan.

Sebenarnya hal itu tadi adalah win-win solution yang masih saya ragukan tepat atau nggaknya, padahal saya rasa keputusan awal sudah tepat. Gegara si mas-mas toko juga sih, pakai ngasih penawaran lain. Kondisi kayak gini cukup sering terjadi pada kami. Lalu membuat saya bertanya-tanya, apa sih yang sebenarnya terjadi?

Untung saja ada alat serbatahu bernama Google yang memudahkan saya mencari pencerahan tentang apa yang sebenarnya telah terjadi pada diri ini. Ternyata yang saya alami secara nggak sadar ini disebabkan oleh decoy effect.

Paper menjelaskan bahwa decoy effect adalah sebuah fenomena psikologi yang terjadi pada kebanyakan manusia di mana kita akan mempertimbangkan dua buah opsi di depan kita berdasarkan kebutuhan dan keperluan. Tapi, pilihan kita itu dipatahkan dengan munculnya opsi ketiga.

Faktanya, decoy effect adalah sebuah trik marketing yang sudah banyak diterapkan oleh para penjual. Contohnya aja soal dimsum itu.

  • 8 dimsum: Rp30.000
  • 16 dimsum Rp50.000
  • 25 dimsum Rp65.000

Di sini saya disuguhkan sebuah produk yang memang sengaja dibuat untuk jadi pembanding, yakni pilihan B. Bisa jadi produk utama yang ditargetkan untuk dijual adalah yang C. Memang jumlahnya terkesan kebanyakan, tapi bagi saya pelanggan dimsum di sana yang udah berkali-kali beli, harga Rp65.000 cukup menguntungkan.

Pilihan A dan B harganya jadi terkesan nggak masuk akal. Padahal biasanya kelipatan harga berdasarkan yang A. Pemasangan harga tersebut membuat produk dengan ukuran besar jadi lebih menggiurkan. Dengan kata lain produk B dibuat memang bukan untuk dipilih. Hah? Bukannya produk dibuat agar dipilih oleh pembeli yah?

Iya, betul. Tapi, produk yang C itulah lebih tepatnya dibuat agar dipilih oleh pembeli. Maka dari itu juga, triknya saya akan ditawari lebih dulu yang A atau B. Ketika sudah memilih B, muncullah tawaran utama; produk C. Sama halnya dengan beli minuman atau popcorn saat nonton bioskop, kita cukup menambah beberapa ribu rupiah aja untuk mendapatkan ukuran upsize.

Efeknya saya jadi memilih porsi yang ekstra kemudian mengesampingkan hal-hal yang semestinya dibeli sesuai keperluan atau kebutuhan. Sebetulnya hal ini nggak lepas dari sifat alami saya sebagai manusia yang—terkadang—rakus. Kalau saya bisa dapat lebih banyak daripada apa yang saya keluarkan, kenapa nggak?!

Padahal ketika produk dengan ukuran besar itu sudah saya beli, malah jarang sekali bisa saya habiskan dalam sekali waktu. Meskipun tetap habis sih dengan embel-embel kata “sayang kalau dibuang”. Nah, saya sadar, di sinilah kuncian dari decoy effect itu. Apakah dengan keteguhan dalam mengambil satu keputusan berdasarkan kebutuhan bisa menang melawan decoy effect?

Lain waktu saya akan coba kuatkan pertahanan ini.

BACA JUGA Honda CT125, Motor yang Cocok untuk para Kurir dan tulisan Allan Maullana lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 21 September 2020 oleh

Tags: belanjadecoy effectKeuangan
Allan Maullana

Allan Maullana

Alumni SMK Karya Guna Bhakti 1 Bekasi, jurusan Teknik Mekanik Otomotif. Pemerhati otomotif khususnya Sepeda Motor. Suka baca buku dan menulis catatan di waktu luang.

ArtikelTerkait

5 Tips Belanja Barang Imut di Miniso biar Nggak Bokek Terminal Mojok

5 Tips Belanja Barang Imut di Miniso biar Nggak Bokek

10 September 2022
5 Orang yang Sebaiknya Belanja di Matahari Department Store Terminal Mojok

5 Orang yang Sebaiknya Belanja di Matahari Department Store

29 September 2022
Informasi Bayar UKT yang Mepet Adalah Bukti Betapa Jeniusnya Birokrat Kampus perguruan tinggi negeri

Informasi Bayar UKT yang Mepet Adalah Bukti Betapa Jeniusnya Birokrat Kampus

26 Januari 2023
Selain Saya, Siapa yang Tidak Pintar dalam Menawar Harga Ketika Berbelanja? kartu member belanja

Ranjau Tak Kasat Mata yang Bernama Kartu Member Belanja

28 Agustus 2020
5 Alasan Orang Lebih Memilih Ambil Barang di Deretan Belakang Rak Minimarket padahal Barangnya Sama Saja

5 Alasan Orang Lebih Memilih Ambil Barang di Deretan Belakang Rak Minimarket padahal Barangnya Sama Saja

16 Juni 2024
Cara-cara Starbucks Membuat Pembeli Mengeluarkan Uang Lebih Banyak

Cara Starbucks Membuat Orang Tertarik Beli meski Tahu Harganya Mahal

13 Mei 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Naik Bus Sinar Mandiri Mulya Rembang-Semarang Mengancam Nyawa, Armada Reyot dan Sopir Ugal-ugalan Mojok.co

Bus Sinar Mandiri Mulya Rembang-Semarang Mengancam Nyawa, Armada Reyot dan Sopir Ugal-ugalan

1 April 2026
Bontang Naik Level: Dulu Cari Hiburan Susah, Sekarang Bingung karena Kebanyakan Tempat

Bontang Naik Level: Dulu Cari Hiburan Susah, Sekarang Bingung karena Kebanyakan Tempat

1 April 2026
Toyota Kijang Kapsul: Mobil Legendaris yang Cuma Menang di Spare Part Murah, Sisanya Ampas Total dan Super Boros

Toyota Kijang Kapsul: Mobil Legendaris yang Cuma Menang di Spare Part Murah, Sisanya Ampas Total dan Super Boros

4 April 2026
Angkringan di Kendal Tak Lagi Merakyat: Harga Tambah Mahal dan Porsi Semakin Menyedihkan, Makan Jadi Cemas Mojok.co

Angkringan di Kendal Tak Lagi Merakyat: Harga Tambah Mahal dan Porsi Semakin Menyedihkan, Makan Jadi Cemas

7 April 2026
Magelang, Kota Paling Ideal untuk Orang yang Sedang Jatuh Cinta (Unsplash)

Magelang, Kota Paling Ideal untuk Orang yang Sedang Jatuh Cinta

3 April 2026
Saya Kira Jadi PPPK Bikin Hidup Tenang, Ternyata Cuma Ganti Kecemasan yang Lain

Saya Kira Jadi PPPK Bikin Hidup Tenang, Ternyata Cuma Ganti Kecemasan yang Lain

2 April 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Kuliah Kebidanan sampai “Berdarah-darah”, Lulus dari World Class University Masih Sulit Cari Kerja dan Diupah Nggak Layak
  • Makin Muak ke Ulah Pesilat: Perkara Tak Disapa Duluan dan Beda Perguruan Langsung Dihajar, Dikasih Fakta Terang Eh Denial
  • Terpaksa Kuliah di Jurusan yang Tak Diinginkan karena Tuntutan Beasiswa, 4 Tahun Penuh Derita tapi Mendapatkan Hikmah Setelah Lulus
  • Deles Indah, Bukti Klaten Punya Harga Diri yang Bisa Kalahkan Jogja dan Solo sebagai Tempat Wisata Populer
  • Orang Jakarta Nyoba Punya Rumah di Desa, Niat Cari Ketenangan Berujung Frustrasi karena Ulah Tetangga
  • Kuliah di Jurusan Paling Dicari di PTN, Setelah Lulus bikin Ortu Kecewa karena Kerja Tak Sesuai Harapan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.