Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Kuliah S2 vs Langsung Kerja, Analisis Untung Rugi untuk Masa Depan

Paula Gianita Primasari oleh Paula Gianita Primasari
21 April 2025
A A
Kuliah S2 Jadi Asyik dan Nggak Menyeramkan Asalkan Tiga Syarat Ini Terpenuhi

Kuliah S2 Jadi Asyik dan Nggak Menyeramkan Asalkan Tiga Syarat Ini Terpenuhi (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Jika setelah kalkulasi matang ternyata kuliah S2 lebih banyak risikonya daripada keuntungannya, jangan ragu untuk bilang tidak

Berhasil menggapai gelar sarjana, tak lantas membuat para fresh graduate dapat menghela napas lega. Sebab, pertanyaan klise seputar melanjutkan studi atau langsung kerja dipastikan siap merecoki. Meski bukan berasal dari tekanan lingkungan sekitar, kebimbangan ini tak jarang muncul dari kepala sendiri.

Di satu sisi, gelar master konon bisa jadi tiket emas untuk karier cemerlang atau syarat mutlak di bidang tertentu. Namun, di lain pihak, bayang-bayang biaya kuliah yang membengkak serta waktu yang dihabiskan guna merampungkan tesis kerap membuat orang meringis miris. Terlebih, menurut opini kolektif, skill sering kali lebih dihargai ketimbang gelar tinggi. Sebelum bertindak impulsif mendaftar di kampus impian, menghitung untung rugi ala pedagang bukan sesuatu yang diharamkan.

Bukan cuma mimpi idealis, meneruskan studi S2 atas dasar alasan praktis jauh lebih logis

Bagi sebagian orang, kuliah S2 adalah panggilan jiwa. Entah jawaban tersebut memang berasal dari lubuk hati terdalam atau sekadar romantisasi kecintaan terhadap ilmu pengetahuan yang sejatinya patut dipertanyakan. Sederet alasan idealis yang menyertai keputusan mengambil studi master memang terdengar manis.

Jangan salah, belajar itu selalu baik. Namun, jika landasannya hanya sebatas mempertajam kerja otak serta memperluas jaringan, rasanya orang tak perlu menghabiskan waktu bertahun-tahun di bangku kuliah lagi. Pasalnya, hanya dengan mengikuti sertifikasi atau kursus singkat, seseorang dapat memperoleh kedua keuntungan tersebut sekaligus.

Di luar segala argumentasi basa-basi tadi, asas pragmatis sesungguhnya menjadi dasar kuat pengambilan keputusan menempuh kuliah S2. Nilai tambah yang bersifat eksplisit dan dapat dilihat dengan mata telanjang adalah investasi yang hitung-hitungannya lebih masuk nalar daripada sekadar memenuhi gengsi akademik. Artinya, seseorang sebaiknya mengambil S2 bila gelar tersebut punya peran bukan cuma nice to have, melainkan must-have.

Misalnya saja, untuk syarat mutlak kenaikan jabatan atau kemudahan mengakses beasiswa bagi peneliti dan dosen setelah berkecimpung di dunia S2 ketimbang hanya berpredikat sarjana. Intinya, ilmu di bangku master wajib dikejar jika memang menjanjikan pengembalian kesejahteraan hidup yang lebih baik. Jadi, sebelum berceloteh dengan rentetan pertimbangan idealis ala motivator, mari analisis dulu soal return of investment konkret yang bakal didekap seusai menyandang gelar master.

Tak kuat terhadap tekanan finansial dan mental, membatalkan niat terkadang jadi pilihan rasional

Di lain pihak, terdapat sejumlah kondisi yang mendukung seseorang mengurungkan niat mengambil kuliah S2. Sebab, di balik janji pekerjaan gemilang dan intelektualitas yang terasah seperti kata banyak orang, ada rentetan pertanyaan yang wajib diungkap. Salah satunya adalah kesiapan mental dan finansial yang banyak dikeluhkan mahasiswa S2, khususnya bagi mereka yang kuliah tanpa beasiswa.

Baca Juga:

Aquascape Hobi Mahal yang Bikin Saya Semangat Cari Uang

Kuliah S2 Itu Ternyata Mahal: SPP-nya Bisa Jadi Murah, tapi Akan Ada Biaya Tambahan yang Menghantam!

Biaya kuliah S2 tidak main-main, mulai dari puluhan juta hingga ratusan juta rupiah, tergantung kampus dan jurusan. Jika nekat mengambil pinjaman atau mengorbankan tabungan, pertanyaannya adalah kapan modal tersebut mampu dikembalikan? Di banyak bidang, kenaikan gaji pasca-S2 tidak signifikan. Terkadang, malah kalah dengan pengalaman kerja langsung. Bukankah waktu dua tahun lebih baik digunakan untuk membangun portofolio kuat daripada gelar mentereng tapi rekening bikin mata jereng?

Ya, setiap pilihan pasti mengandung opportunity cost. Waktu yang dihabiskan untuk S2 adalah waktu yang hilang untuk pengalaman kerja, membangun bisnis, atau mengasah keterampilan lain. Di sisi lain, sebagian besar industri justru lebih menghargai keterampilan dan pengalaman calon pelamar kerja. Bahkan, saat ini, mengikuti bootcamp coding 6 bulan bisa lebih menjanjikan kerja ketimbang S2 manajemen. Toh, LinkedIn dipenuhi orang bergelar master yang tetap kesulitan dapat pekerjaan karena pasar tenaga kerja adalah tentang kemampuan.

Intinya, sesuaikan kebutuhan

Pokoknya, jika bidang mata pencaharian yang ditekuni tidak mensyaratkan gelar master, sebaiknya mimpi ambil kuliah S2 tak perlu ditindak lanjuti. Sebab, tidak mengambil S2 bukan berarti menyerah pada perkembangan diri. Sebaliknya, hal tersebut justru membuktikan bahwa seseorang cukup bijak menimbang prioritas.

Sukses tidak diukur dari gelar, tapi dari seberapa baik seorang individu piawai mengelola sumber daya yang dipunya, termasuk waktu, uang, dan kesehatan. Kesimpulannya, jika setelah kalkulasi matang ternyata S2 lebih banyak risikonya daripada keuntungannya, jangan ragu untuk bilang tidak. Ingatlah, sikap tegas seperti itu bukan bentuk kemalasan, melainkan kecerdasan.

Penulis: Paula Gianita Primasari
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 4 Tipe Orang yang Sebaiknya Nggak Usah Kuliah S2, Cuma Buang-buang Waktu dan Duit

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 21 April 2025 oleh

Tags: kerjakuliah s2
Paula Gianita Primasari

Paula Gianita Primasari

Mahasiswa doktoral UNDIP jurusan Manajemen Pemasaran asal Semarang.

ArtikelTerkait

4 Tipe Orang yang Sebaiknya Nggak Usah Kuliah S2, Cuma Buang-buang Waktu dan Duit Mojok.co

4 Tipe Orang yang Sebaiknya Nggak Usah Kuliah S2, Cuma Buang-buang Waktu dan Duit

26 Mei 2024
hobi resign dari tempat kerja alasan ragu cara memutuskan menyesal mojok.co

4 Alasan yang Sering Membuat Orang Ragu-ragu Resign dari Tempat Kerja

31 Maret 2020
Bekerja Sesuai Passion Itu Klise, Layaknya Kata Manis yang Bikin Diabetes terminal mojok.co

Kunci Sukses Mana yang Lebih Menentukan: Membangun Relasi atau Mengasah Soft Skill Dulu?

23 Mei 2020
kerja negosiasi gaji gaji sule di awas ada sule mojok

Nyatanya, Banyak yang Mau Kerja 10 Juta, Gaji 3 Juta. Terpaksa, Bos!

18 September 2021
4 Tanda Kalian Nggak Cocok Kerja di Pabrik, Tempat Ini Hanya untuk Orang-orang Bakoh dan Displin Mojok.co

4 Tanda Kalian Nggak Cocok Kerja di Pabrik, Tempat Ini Hanya untuk Orang-orang Bakoh dan Disiplin

27 Juni 2024
5 Stereotipe yang Saya Dapatkan sebagai Mahasiswa S2 di Universitas Trisakti, Salah Satunya Dicap Aktivis Gemar Demo

5 Stereotipe yang Saya Dapatkan sebagai Mahasiswa S2 di Universitas Trisakti, Salah Satunya Dicap Aktivis Gemar Demo

25 September 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

17 Mei 2026
Wahai BKN dan Panitia CPNS, Percuma Ada Masa Sanggah CPNS kalau Tidak Transparan! soal TWK daftar cpns pppk pns cat asn

Terima Kasih untuk Siapa pun yang Mencetuskan dan Melaksanakan Ide CAT CPNS, Tes yang Tak Pandang Bulu, Tak Pandang Siapa Dirimu

13 Mei 2026
6 Pelatihan untuk Awardee LPDP yang Lebih Penting Dibanding Pembekalan dari TNI, Ada Academic Writing hingga Literasi Finansial Mojok.co

6 Pelatihan bagi Awardee LPDP yang Lebih Penting Dibanding Pembekalan dari TNI, Ada Academic Writing hingga Literasi Finansial 

11 Mei 2026
Peribahasa Ada Harga Ada Rupa Tidak Berlaku untuk “MBG” Superindo yang Wujudnya Meyakinkan, Rasa Enak, dan Harganya Tetap Murah Mojok.co

Peribahasa Ada Harga Ada Rupa Tidak Berlaku untuk “MBG” Superindo yang Wujudnya Meyakinkan, Rasa Enak, dan Harganya Tetap Murah

17 Mei 2026
Fortuner dan Pajero Memang Arogan, tapi Pemotor yang Nggak Pernah Menyetir Mobil Adalah Red Flag Sesungguhnya di Jalan Raya Mojok.co

Fortuner dan Pajero Memang Arogan, tapi Pemotor yang Nggak Paham Logika Nyetir Mobil Lebih Red Flag di Jalan Raya

14 Mei 2026
Pintu Tol KM 99 Cipularang, Pemberi Berkah bagi Warga Purwakarta: Mobilitas Makin Mudah, Akses Pendidikan Makin Luas

Pintu Tol KM 99 Cipularang, Pemberi Berkah bagi Warga Purwakarta: Mobilitas Makin Mudah, Akses Pendidikan Makin Luas

15 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.