Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Dear Maba: Jangan Jadi Temen Kelompok yang Menyebalkan

Ali Achmad Zainuri oleh Ali Achmad Zainuri
22 Agustus 2019
A A
kelompok

kelompok

Share on FacebookShare on Twitter

Menjadi mahasiswa memang masa yang membanggakan. Gimana nggak, setelah 12 tahun lebih terikat peraturan yang mengekang, akhirnya kamu bisa bebas mengekspresikan dirimu. Jadwal kuliah yang bisa diatur sesuai jam bangun, ke kampus bisa bebas mix and match sesuai personality kamu dan citra yang hendak kamu bangun, bebas nongkrong di mana aja dan kapan aja tanpa harus takut kepergok guru sekolah dan digelandang ke ruang BK, dan untuk anak kos, kalian bisa bebas menentukan apa aja yang pengen kalian lakukan.

Kebebasan ini, otherwise, bisa membentuk kita menjadi pribadi yang mungkin berbeda dengan teman-teman kuliah kita. Padahal kita bakalan punya urusan banyak dengan mereka. Minta catatan perkuliahan karena kita bolos, nitip absen, hingga ngebentuk kelompok buat nugas bareng.

Kelompokan pas kuliah jelas beda kalau dibandingkan kelompokan pas zaman SMA. Latar belakang yang berbeda ngebuat pemikiran dan tingkah laku orang jadi beda-beda. Tak jarang, perbedaan ini yang kemudian menimbulkan konflik di dalam kelompok itu sendiri. Maka dari itu, sebagai veteran dalam dunia perkuliahan, saya hendak membagikan beberapa do and don’t ketika kelompokan untuk kalian maba lucu yang baru akan menjalani kesibukan dunia perkuliahan.

Yang pertama, ketika kelompokan, jangan terlalu bergantung sama satu orang. Tugas kuliah, apalagi yang isi tugasnya tidak ditentukan oleh dosen, adalah media dimana tiap orang harusnya bisa memberikan idenya demi mewujudkan karya yang beda dari yang lainnya. Jangan malah terlalu bertumpu sama satu orang yang akhirnya malah kesannya tugas kelompok itu jadi ‘karya’-nya dia. Saya pernah waktu itu ditugaskan ngebuat majalah untuk salah satu tugas kuliah. Entah kenapa, semua orang cuman diem selama kumpul. Akhirnya ya saya juga yang usul ide, ngasih konten, bahkan ngusulin lay-outnya. Jangan ditiru, guys.

Yang kedua, jadilah anggota yang kooperatif. Kalau kalian udah dikasih tugas dan dikasih deadline, tolong selesaikan jatah kalian itu sebelum deadline. Saya pernah kelompokan untuk ngebuat proposal program. Nah, salah satu temen saya itu lagi traveling dan susah dihubungi. Padahal, saya udah ngasih deadline sejak sebelum dia berangkat traveling. Eh, ternyata, dia belum bikin bagiannya. Akhirnya dia bikin secara kilat di bandara dan hasilnya beneran ngga maksimal. Saya pun kena getahnya, karena harus nunggu sampai jam 12 malam, padahal harusnya tugas maksimal dikirim jam 11. Kalau kayak gitu kan sekelompok yang repot.

Ketiga, plis inisiatif minta kerjaan. Memang menyenangkan cuman nunggu jatah tugas pas kelompokan, apalagi kalau kita malah dilupakan dan baru diingat pas akhir pembagian tugas sehingga kita cuman dapet hal remeh, seperti ngeprint tugas sama bikin PPT. Tapi, plis banget, mintalah kerjaan pas pembagian tugas.

Tugas kelompok kan tujuannya untuk sama-sama belajar. Bukankah lebih menguntungkan kalau kerjaan kita banyak sehingga bisa belajar lebih banyak? Selain itu, kita kan ngga tahu ke depannya bakalan ada apaan. Kayak misalnya saya pernah bolos pas eksekusi tugas kelompok karena sakit lambung. Tapi, karena saya sering volunteer menemui dosen pas konsultasi tugas, akhirnya dosen tersebut memaafkan saya dan nilainya juga tetep bagus.

Keempat, jangan jadikan kesibukan lain (terutama organisasi) sebagai alasan bolos kumpul kelompok. Semua orang punya kesibukannya masing-masing, yang bisa jadi lebih penting dibandingkan cuman urusan organisasi, cuman mereka emang ngga cerita aja. Ada yang mungkin harus part-time buat ngebiayain kuliahnya tapi dia masih menyempatkan kumpul kelompok, ada yang mungkin bela-belain kumpul padahal lagi sakit, ada yang rela ngga pulang, dan lainnya. Coba lebih aktif ketika pemilihan hari buat ngumpul sehingga kamu bisa ikutan kelompokan. Selain itu, dipikir ulang deh sebelum bolos kumpul kelompok.

Baca Juga:

Jurusan Ekonomi Menyelamatkan Saya dari Jurusan Kedokteran yang seperti Robot

Alasan Orang-Orang NTT Lebih Memilih Merantau Kuliah ke Jogja daripada Kota Besar Lainnya

Yang kelima, jadilah anggota kelompok yang bertanggung jawab. Teman kelompokmu ngga bakalan mikir ulang buat mencoret namamu dari daftar anggota kelompok kalau kontribusimu emang kurang. Maka dari itu, kalau kamu emang ngga bisa ikutan kumpul misalnya, ya back it up dengan ngerjain sesuatu yang mungkin ngebantu kelompokmu. Misalnya bantu edit tugasnya, ngasih modal buat mencetak tugasnya, atau at least ngirim makanan ke mereka pas pada lagi ngumpul.

Kelompokan di perkuliahan tuh yang penting saling pengertian satu sama lain, sih. Jangan cuman mau dingertiin doang tapi menuntut orang lain buat no excuse. Apalagi kan kamu udah gedhe yah, ngga mungkin dong ngadu ke orangtua, sambil nangis, biar ortu kamu ngelabrak pihak kampus. Bukannya dapet kelompok, bisa jadi kamu malah masuk ke akun gosip kampusmu dan jadi bahan perbincangan sefakultas. (*)

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) yang dibikin untuk mewadahi sobat julid dan (((insan kreatif))) untuk menulis tentang apa pun. Jadi, kalau kamu punya ide yang mengendap di kepala, cerita unik yang ingin disampaikan kepada publik, nyinyiran yang menuntut untuk dighibahkan bersama khalayak, segera kirim naskah tulisanmu pakai cara ini.

Terakhir diperbarui pada 22 Agustus 2019 oleh

Tags: mabaMahasiswamahasiswa barutugas kelompok
Ali Achmad Zainuri

Ali Achmad Zainuri

ArtikelTerkait

Kerugian yang Bakal Diderita Mahasiswa kalau Program KKN Ditiadakan terminal mojok.co presma ketua BEM UGM organisasi mahasiswa

KKN Itu Momen Belajar Jadi Warga, Bukan Ajang Sok-sokan Mengubah Sistem Desa

29 Juli 2023
jurnal ilmiah kemendikbud mojok

Kok Bisa Kemendikbud Nggak Masukin Situs Jurnal Ilmiah dalam Daftar?

1 November 2020
PPSMB UGM: Ospek Terbaik yang Bikin Iri Mahasiswa Kampus Lain

PPSMB UGM: Ospek Terbaik yang Bikin Iri Mahasiswa Kampus Lain

8 Agustus 2023
Alasan Mahasiswa ITB Jatinangor Jarang Terlihat Adalah Perkara 'Kenyamanan' terminal mojok.co

Tak Ada Yang Lebih Tabah Dari Mahasiswa Skripsi

20 Juni 2019
3 Alasan Jangan Memasang Ekspektasi Ketinggian ke UIN Palembang, Takutnya Nanti Kecewa Mojok.co

3 Alasan Maba Jangan Memasang Ekspektasi Ketinggian ke UIN Palembang, Takutnya Nanti Kecewa

8 Desember 2025
mahasiswa uns

Mencoba Tabah Menjadi Mahasiswa UNS yang Berulang Kali “Diblenjani” Bapaknya Sendiri

11 April 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Oleh-Oleh Khas Wonosobo yang Sebaiknya Kalian Pikir Ulang Sebelum Membelinya Mojok.co

Wonosobo Memang Cocok untuk Berlibur, tapi untuk Tinggal, Lebih Baik Skip

3 Februari 2026
5 Bentuk Sopan Santun Orang Solo yang Membingungkan dan Disalahpahami Pendatang  MOjok.co

5 Sopan Santun Orang Solo yang Membingungkan dan Disalahpahami Pendatang 

2 Februari 2026
Rumah Lelang Memang Murah, tapi Banyak Risiko Tersembunyi yang Membuntuti Mojok.co

Rumah Lelang Memang Murah, tapi Banyak Risiko Tersembunyi yang Membuntuti

9 Februari 2026
Banting Setir dari Jurusan Manajemen Jadi Guru PAUD, Dianggap Aneh dan Nggak Punya Masa Depan Mojok.co jurusan pgpaud

Jurusan PGPAUD, Jurusan yang Sering Dikira Tidak Punya Masa Depan

5 Februari 2026
Tiket Pesawat Sudah Terlalu Mahal, Ini Hitungan yang Lebih Logis (Unsplash)

Tiket Pesawat di Indonesia Sudah Terlalu Mahal dan Tidak Masuk Akal, Berikut Saya Membuat Hitungan yang Lebih Logis

9 Februari 2026
Kelas Menengah, Pemegang Nasib Paling Sial di Indonesia (Unsplash)

Kelas Menengah Indonesia Sedang OTW Menjadi Orang Miskin Baru: Gaji Habis Dipalak Pajak, Bansos Nggak Dapat, Hidup Cuma Jadi Tumbal Defisit Negara.

2 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Bagi Pekerja Bergaji Dua Digit “Nanggung” di Jakarta, Menyewa Apartemen di Tengah Kota Lebih Baik Ketimbang Ambil KPR di Pinggiran
  • Wisuda TK Rasa Resepsi Pernikahan: Hentikan Normalisasi Pungutan Jutaan Rupiah Demi Foto Toga, Padahal Anak Masih Sering Ngompol di Celana
  • Salah Kaprah soal Pasar Jangkang yang Katanya Buka Setiap Wage dan Cuma Jual Hewan Ternak
  • BPMP Sumsel Bangun Ekosistem Pendidikan Inklusif Melalui Festival Pendidikan
  • Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah
  • Ironi Kerja di Luar Negeri: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Tak Pulang demi Gengsi dan Standar Sukses yang Terus Berganti

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.