Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Daripada Mengidolakan Naruto, Saya Lebih Meneladani Jalan Ninja Orochimaru

Mohammad Ibnu Haq oleh Mohammad Ibnu Haq
2 Desember 2020
A A
kurama Jangan-jangan Pemerintah Kita Kena Genjutsu Mata Bulan alias Eye of The Moon Madara naruto tsuki no me mojok.co

Jangan-jangan Pemerintah Kita Kena Genjutsu Mata Bulan alias Eye of The Moon Madara naruto tsuki no me mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai karakter utama, wajar jika Naruto jauh lebih populer ketimbang tokoh-tokoh yang lain. Namun, ada satu nama yang lebih saya teladani daripada si manusia jadi-jadian rubah ekor sembilan itu. Namanya Orochimaru.

Tokoh yang sempat menjadi villain di arc awal saga Naruto ini menurut saya jauh lebih patut diteladani daripada siapa pun. Walaupun sama-sama yatim piatu seperti Naruto, Orochimaru memiliki jalan ninja yang berbeda. Pengembangan karakternya pun dibangun dengan ciamik oleh Kishimoto. Dia pernah menjadi pahlawan dan bahkan dianggap sebagai legenda oleh netizen Konoha, tetapi di sisi lain ia juga pernah hampir berhasil memporakporandakan desanya. Selain karena karakternya yang unik dan manusiawi, blio tentunya juga memiliki segudang sikap dan sifat yang sangat relevan untuk diimplementasikan di kehidupan nyata.

#1 Tidak pernah berhenti belajar

Di serial Naruto, hanya terdapat segilintir karakter yang memiliki ambisi besar. Meskipun demikian, beberapa di antaranya terlampau tinggi dan cenderung klise. Menjadi hokage dan menguasai dunia contohnya. Cita-cita yang agaknya sulit diwujudkan dalam realita. Orochimaru berbeda. Ambisinya besar, tetapi masih sangat mungkin untuk diikuti siapa pun. Bagaimana tidak? Lha wong ambisinya “cukup” menguasai semua jutsu yang ada.

Oleh karena ambisinya inilah, wajar baginya untuk tidak pernah berhenti menuntut ilmu. Padahal dikisahkan kalau sejak kecil blio ini sudah dianggap salah satu ninja jenius yang dimiliki Konoha. Ia juga murid kesayangan dari Hokage ketiga. Toh, nyatanya hal tersebut tidak lantas membuatnya besar kepala dan berhenti belajar. Apa pun akan ia pelajari dengan sungguh-sungguh dan tak kenal lelah.

#2 Hobi riset dan eskperimen

Seperti kata pepatah dunia ninja, ada banyak jalan menuju Konoha. Yang artinya ada berbagai macam cara untuk mempelajari ilmu-ilmu yang ada di dunia. Sekolah, kuliah, seminar, ngaji, workshop, membaca buku, nonton youtube, dengerin podcast, dan masih banyak cara lainnya. Orochimaru tidak berhenti sampai di situ. Untuk memastikan validitas dan reliabilitas suatu ilmu, ia selalu melakukan riset yang mendalam terlebih dahulu. Begitu semua informasi yang dibutuhkan sudah didapatkan, ia pun melakukan eksperimen. Ia bahkan sampai memiliki banyak laboratorium yang tersebar di berbagai desa. Dan dari penelitiannya itulah, ia mampu menyempurnakan jurus pembangkitan mayat hidup yang diciptakan oleh pendahulunya, yang nanti pengaruhnya akan sangat signifikan di Perang Dunia Ninja IV.

Selain itu, dari segelintir ninja-ninja hebat yang kita kenal, Orochimaru termasuk yang mampu menguasai lima elemen dasar. Itu belum lagi ditambah dengan jurus-jurus khusus baik yang merupakan ciptaannya sendiri maupun yang ia dapatkan dari berbagai macam literatur ketika melakukan riset.

#3 Cermat dan cerdik memanfaatkan bakat

Di saat organisasi hitam sekelas Akatsuki piknik ke sana kemari untuk merekrut anggota, Orochimaru justru menciptakan sendiri pasukannya. Ia tidak sekadar melihat manusia hanya dari kemampuan bertarungnya. Orochimaru percaya bahwa setiap manusia memiliki bakat yang unik. Tinggal bagaimana caranya ia mengembangkan bakat itu.

Hal ini dibuktikan dengan keragaman pengikutnya yang tergolong memiliki ciri khas masing-masing. Ada yang mampu mengendalikan tulangnya sendiri, melacak seseorang lewat cakra, berubah jadi air, bermain seruling, bahkan salah satu pengikutnya ada yang sukses menjadi ketua yayasan panti asuhan. Semua ditempatkan sesuai dengan keahlian masing-masing.

Baca Juga:

Mengurai Benang Kusut Konsep BRT di Indonesia

Lagu Slank Terbaru Itu Bukan Sedang Memuji, Justru Itu Upaya Mengubah Sistem dari Dalam

#4 Memajukan daerah tertinggal

Seperti yang telah kita ketahui bersama, Orochimaru sempat melakukan serangan besar-besaran ke desanya sendiri, Konoha. Hal itu terjadi—salah satunya—karena ia merasa kecewa setelah gagal dalam pilkada di Konoha. Ia dikalahkan oleh juniornya sendiri. Orochimaru yang merasa kemampuan leadership-nya akan mubazir jika tidak dimanfaatkan, beralih mencari daerah kecil yang tertinggal lalu mendirikan sebuah desa yang bebas dari pengaruh dan kekuasaan lima desa besar. Otogakure namanya. Meskipun baru berdiri dan wilayahnya tidak luas, akan tetapi desa ini memiliki kekuatan militer yang kuat. Hal ini sekaligus membuat poster Orochimaru selalu ada di setiap rumah warga Otogakure, bersebelahan dengan poster Che Guevara.

#5  Berjiwa besar

Dalam Perang Dunia Ninja IV, sebenarnya bisa saja bagi Orochimaru untuk memancing di air keruh. Memanfaatkan kelengangan Konoha untuk kembali menyerangnya. Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Ia dengan berbesar hati mengakui kesalahan-kesalahannya di masa lalu. Dan sebagai bentuk pertaubatannya, ia pun membantu Sasuke dan aliansi ninja untuk mengalahkan Madara beserta kroco-kroconya. Lalu, yang paling menyentuh hati adalah ketika ia mampu menjadi orang tua yang baik bagi—anggap saja demikian—anaknya, Mitsuki. Ia tidak malu pulang kampung ke Konoha untuk menghadiri pertemuan guru dan wali murid. Kegiatan yang bahkan tidak dilakukan oleh Naruto dan Sasuke.

Tanpa perlu berniat menghancurkan negara desa atau membunuh banyak orang terlebih dahulu, saya rasa Orochimaru jauh lebih pantas untuk diteladani ketimbang para karakter protagonis sekalipun. Lagipula, bukankah orang-orang berilmu juga akan ditinggikan derajatnya, kan?

BACA JUGA Lulusan SMK Punya Keunggulan di Mata HRD, Jangan Minder sama Fresh Graduate dan tulisan Mohammad Ibnu Haq lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 1 Desember 2020 oleh

Tags: rekomendasi animesatire
Mohammad Ibnu Haq

Mohammad Ibnu Haq

Sukanya mojok

ArtikelTerkait

Saya Mantap Menunggu Seluruh Episode Tamat Dulu Sebelum Nonton Anime terminal mojok.co

Saya Mantap Menunggu Seluruh Episode Tamat Dulu Sebelum Nonton Anime

29 Januari 2021
Puan Maharani bertani

Puan Maharani Menanam Padi Saat Hujan Itu Satire, Bukan Pencitraan

14 November 2021
Pledoi Luna Sebagai Pelakor Hubungan Farel dan Rachel dalam 'Heart Series' terminal mojok.co rachel farel adipati dolken yuki kato ranti aria michele zudith

Pleidoi Luna sebagai Pelakor Hubungan Farel dan Rachel dalam ‘Heart Series’

23 Desember 2020
rekomendasi anime time leap tokyo manji gang tokyo revengers mojok

3 Rekomendasi Anime Time Leap Selain Tokyo Revengers biar Nggak Nggumunan

3 Juli 2021
10 Lagu Slank yang Sebaiknya Nggak Usah Didengarkan

Lagu Slank Terbaru Itu Bukan Sedang Memuji, Justru Itu Upaya Mengubah Sistem dari Dalam

17 Juli 2023
kurama Jangan-jangan Pemerintah Kita Kena Genjutsu Mata Bulan alias Eye of The Moon Madara naruto tsuki no me mojok.co

Jangan-jangan Pemerintah Kita Kena Genjutsu Mata Bulan alias Eye of The Moon Madara

3 Februari 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

7 Kebiasaan Orang Kebumen yang Terlihat Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warga Lokal Mojok.co

6 Mitos di Kebumen yang Nggak Bisa Dibilang Hoaks Begitu Saja

3 Februari 2026
Menurut Keyakinan Saya, Tugas Presentasi Mahasiswa Adalah Metode Pembelajaran yang Efektif, dan Saya Serius

Menurut Keyakinan Saya, Tugas Presentasi Mahasiswa Adalah Metode Pembelajaran yang Efektif, dan Saya Serius

31 Januari 2026
5 Bentuk Sopan Santun Orang Solo yang Membingungkan dan Disalahpahami Pendatang  MOjok.co

5 Sopan Santun Orang Solo yang Membingungkan dan Disalahpahami Pendatang 

2 Februari 2026
Video Tukang Parkir Geledah Dasbor Motor di Parkiran Matos Malang Adalah Contoh Terbaik Betapa Problematik Profesi Ini parkir kampus tukang parkir resmi mawar preman pensiun tukang parkir kafe di malang surabaya, tukang parkir liar lahan parkir pak ogah

3 Perilaku Tukang Parkir dan Pak Ogah yang Bikin Saya Ikhlas Ngasih Duit 2000-an Saya yang Berharga

5 Februari 2026
Aturan Kereta Api Bikin Bingung- Bule Tenggak Miras Dibiarkan (Unsplash)

Pengalaman Naik Kereta Api Segerbong dengan Bule yang Membawa Miras Membuat Saya Mempertanyakan Larangan Ini

5 Februari 2026
5 Barang Indomaret yang Sebenarnya Mubazir, tapi Terus Dibeli Pelanggan Mojok.co

5 Barang Indomaret yang Sebenarnya Mubazir, tapi Terus Dibeli Pelanggan

31 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Ironi TKI di Rembang dan Pati: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Karena Harus Terus Kerja di Luar Negeri demi Gengsi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial
  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.