Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Dari Bima Yudho Saya Belajar dan Paham Kenapa Orang Memilih Diam dan Bungkam

Zubairi oleh Zubairi
15 April 2023
A A
Dari Bima Yudho Saya Belajar dan Paham Kenapa Orang Memilih Diam dan Bungkam

Dari Bima Yudho Saya Belajar dan Paham Kenapa Orang Memilih Diam dan Bungkam (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Saya rasa tak perlulah saya menceritakan detil kasus yang Bima Yudho alami, tapi ada satu hal yang bisa kita tangkap: dari Bima Yudha kita paham kenapa banyak orang memilih diam.

Apa yang Bima Yudho sampaikan tentang kritikannya terhadap Lampung, adalah sebuah kebenaran. Kebenaran itu didukung oleh argumen orang lain bahwa apa yang Bima ucap, ya memang fakta. Bukan mengada-ngada. Sayangnya, meski betul apa yang Bima katakan, pihak-pihak yang dikritik tidak menerimanya dengan baik. Bahkan mungkin tak mau juga dikritik.

Keluarga Bima Yudho didatangi polisi, bokapnya ditelpon oleh Bupati Lampung melalui wakil Bupati. Itu harga yang harus Bima bayar hanya karena kritik.

Hal itulah yang membuat kita jadi mengurungkan niat untuk menyampaikan kritik. Entah tentang ketidaknyamanan di tempat kita tinggal atau isu hangat lain tentang sistem kebijakan atau politik yang lagi naik daun. Jika bersuara, besar kemungkinan rumahnya bakal didatangi pejabat, pihak berwenang, atau bahkan polisi seperti keluarganya Bima. Gilak, gilak. 

Betapa menakutkan jika kita mengkritik suatu hal 

Jujur saja, apa yang menimpa Bima sebetulnya sudah bukan hal yang baru. Cuman, kasus Bima mungkin lebih seksi, sehingga menjadi isu hangat dan trending. Salah satu contohnya, mengkritik dapat menyebabkan guru sekolah dipecat.

Kasus lain, dulu saya pernah nonton live Mojok di Instagram, yang kala itu narasumbernya adalah Mas Prabu dan Mas Jevi (dua penulis Terminal Mojok). Mas Prabu waktu itu bilang bahwa, dia pernah didatangi salah satu pihak ke rumahnya yang pada intinya: kenapa Mas Prabu mengkritik Jogja, padahal dia hidup di Jogja, kok malah mengkritik Jogja.  

Kritik tempat tinggal aja didatangi. Apalagi kalau kritik…

Memilih diam, memilih bungkam

Jujur saja, mengetahui peristiwa yang aneh di atas, saya jadi pesimis untuk mengeluarkan uneg-uneg. Baik itu tentang Sumenep misalnya, atau isu hangat yang lain yang menarik untuk disampaikan ke publik. Betapa tidak, jika pada akhirnya adalah ketakutan yang bakal dirasakan oleh kita atau keluarga kita. Bisa jadi keluarga kita dapat cemoohan seperti Bima yang dicap orang tuanya gagal mendidik anak.

Baca Juga:

Healing dari Palembang ke Lampung Penuh Perjuangan, tapi Sepadan dengan yang Didapat

Mengenal ITERA, Kampus Teknologi Negeri Satu-satunya di Sumatra yang Sering Disebut Adik ITB

Maka dari itu, saya rasa saya tak akan lagi kaget jika ada satu kebijakan merugikan, tapi pada diam saja. Keamanan orang-orang tersayang bisa jadi taruhan hanya karena kritik yang sifatnya sebagai masukan. Daripada jadi martir, mending (terpaksa) diam demi alasan keamanan.

Tahan dulu pendapat kalian yang menganggap saya pengecut. Apa yang dialami Bima Yudho itu mengerikan. Saya sendiri tak mau mengalami. Benar memang pemimpin harus dikritik, tapi jika pemimpinnya nggak mau dikritik dan menyalahgunakan kekuasaan mereka, kita bisa melawan pake cara apa?

Kalau cuman simpati lewat medsos sih, tetep aja babak belur.

Apalagi melihat banyak orang mempermasalahkan kata Dajjal dalam kritik Bima Yudho. Berharap apa sama manusia yang nggak bisa melihat substansi, tapi lebih memilih melihat diksi? Sulit. Ini mah keliatan orang cari gara-gara aja. Dan orang kayak ginilah yang bikin hidup kita, orang yang peduli sama negara, malah jadi sengsara.

Jujur saja, harapan pada dunia yang lebih baik itu jadi terkesan utopis. Membayangkan rakyat sejahtera itu jadi seakan halusinasi, jika melihat pemimpin dikritik saja tidak mau. Padahal, kritik itu ya sebagai masukan agar kinerja pemimpin jadi lebih baik kan. Terus kalau memberi kritik kayak Bima Yudho malah diserang, ya gimana mau dianggap baik?

Penulis: Zubairi
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Kritik Harus Sopan Itu Aturan dari Mana?

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 15 April 2023 oleh

Tags: bima yudhoKebebasan berpendapatkritiklampungpersekusi
Zubairi

Zubairi

Pemuda asli Sumenep, Madura yang biasa makan nasi jagung dan gengan kelor.

ArtikelTerkait

4 Oleh-oleh Khas Lampung yang Tidak Boleh Kalian Lewatkan

4 Oleh-oleh Khas Lampung yang Tidak Boleh Kalian Lewatkan

25 November 2024
Mengkritik Pemerintah Itu Mudah dan Banyak Manfaatnya

Kritik Harus Sopan Itu Aturan dari Mana?

17 Maret 2023
Nonton Petualangan Sherina Saat Anak-anak dan Dewasa Itu Beda Pisan (Eddy H/Shutterstock.com)

Nonton Petualangan Sherina Saat Anak-anak dan Dewasa Itu Beda Pisan!

21 Mei 2022
PT KAI Adalah Contoh untuk Negara dan BUMN: Tidak Ada Kufur Nikmat dari Keluhan Rakyat

PT KAI Adalah Contoh untuk Negara dan BUMN: Tidak Ada Kufur Nikmat dari Keluhan Rakyat

27 Agustus 2022
6 Provinsi di Indonesia Bagian Barat yang Underrated (Unsplash.com)

6 Provinsi di Indonesia Bagian Barat yang Underrated: Luhur dan Wajib Dikunjungi

18 September 2022
pungli proyek pemerintah gaji PNS kerja 10 juta pejabat digaji besar tapi solusi minta rakyat mojok

Sebenarnya, Pejabat Itu Dibayar untuk Menyelesaikan Masalah atau Minta Solusi dari Rakyat?

12 Juli 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Polban, "Adik Kandung" ITB Tempat Mahasiswa Jenius tapi Kurang Hoki

Polban, “Adik Kandung” ITB Tempat Mahasiswa Jenius tapi Kurang Hoki

18 Januari 2026
Alasan Lupis Legendaris Mbah Satinem Jogja Cukup Dikunjungi Sekali Aja Mojok.co

Alasan Lupis Legendaris Mbah Satinem Jogja Cukup Dikunjungi Sekali Aja

16 Januari 2026
Mahasiswa yang Kuliah Sambil Kerja Adalah Petarung Sesungguhnya, Layak Diapresiasi Mojok.co

Mahasiswa yang Kuliah Sambil Kerja Adalah Petarung Sesungguhnya, Layak Diapresiasi

16 Januari 2026
KA Sri Tanjung, Penyelamat Mahasiswa Jogja Asal Banyuwangi (Wikimedia)

Pengalaman Naik Kereta Sri Tanjung Surabaya-Jogja: Kursi Tegaknya Menyiksa Fisik, Penumpangnya Menyiksa Psikis

13 Januari 2026
Pengendara Jogja Jarang Klakson Bukan Berarti Mereka Beradab di Jalan dan Layak Jadi Teladan  Mojok.co

Pengendara Jogja Jarang Klakson Bukan Berarti Mereka Beradab di Jalan dan Layak Jadi Teladan 

19 Januari 2026
Kasta Nescafe Kaleng di Indomaret dari yang Berkelas sampai yang Mending Nggak Usah Ada

Kasta Nescafe Kaleng di Indomaret dari yang Berkelas sampai yang Mending Nggak Usah Ada

19 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan
  • Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu
  • Nasib Tinggal di Jogja dan Jakarta Ternyata Sama Saja, Baru Sadar Cara Ini Jadi Kunci Finansial di Tahun 2026
  • Mahasiswa di Jogja Melawan Kesepian dan Siksaan Kemiskinan dengan Ratusan Mangkuk Mie Ayam
  • Beasiswa LPDP 80 Persen ke STEM: Negara Ingin Membuat Robot Tanpa Jiwa?
  • Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.