Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Profesi

Curahan Hati Mantri Tani, Dicari Saat Bantuan Tiba, Dicaci Tatkala Gagal Panen Melanda

Dodik Suprayogi oleh Dodik Suprayogi
12 Agustus 2025
A A
Curahan Hati Mantri Tani, Dicari Saat Bantuan Tiba, Dicaci Tatkala Gagal Panen Melanda

Curahan Hati Mantri Tani, Dicari Saat Bantuan Tiba, Dicaci Tatkala Gagal Panen Melanda

Share on FacebookShare on Twitter

“Kalau ada bantuan cair saja kita dikejar-kejar, tapi kalau gagal panen melanda kita mas yang dicaci maki”, begitulah curahan hati Pak Broto, mantri tani alias penyuluh pertanian yang sudah mengabdi 20 tahun lamanya.

Konon katanya, negeri kita Indonesia dikenal sebagai negara agraris yang pertaniannya gemah ripah loh jinawi. Makanya peran mantri tani sangat penting untuk mendukung cita-cita swasembada pangan. Di balik cita-cita yang ambisius itu, terdengar lirih nasib mantri tani yang keberadaannya seakan antara ada dan tiada. Kok bisa?

Kurang lebih enam tahun saya berinteraksi dengan mantri tani. Nggak sedikit dari mereka yang menceritakan pahit getirnya menjadi seorang pejuang dunia pertanian yang nggak kena spotlight.

Mantri tani bukannya urus petani malah banyak administrasi

“Apalagi kalau menjelang pemilu, Mas, rasanya kita cuma jadi alat politik. Banyak caleg yang nurunin bantuan ke petani syaratnya setor dukungan ngasih KTP petani, kan kurang ajar”, makin ngegas saja Pak Broto menceritakan kisah hidupnya.

Tugas utama mantri tani di bawah Kementerian Pertanian atau Dinas Pertanian pastinya adalah membina petani atau kelompok tani di suatu wilayah biar berkembang ekonominya. Selain itu, juga meningkatkan produktivitas hasil panennya. Jadi, mereka harus banyak turun ke kelompok tani, memantau tanaman di sawah atau kebun, dan mengadakan penyuluhan pertanian.

Tapi, nyatanya nggak cukup itu. Tugas-tugas administratif yang memberatkan dan menyita waktu serta tenaga juga nggak luput harus dituntaskan, kalau nggak kena semprot kelompok tani atau kepala dinas. Belum lagi harus buat programa penyuluhan.

“Terutama buat proposal-proposal bantuan alsintan atau pupuk poktan. Kalau terlambat, kena amuk poktan kita, Mas. Kalau nggak diambil kena marah atasan,” sesekali sambil meneguk secangkir kopi arabica di ruang tamu BPP.

Eksistensinya sempat terancam Bakomsus Pertanian

Di awal pemerintahan presiden Prabowo Subianto sempat santer terdengar perekrutan Bintara Kompetensi Khusus Pertanian (Bakomsus) di bawah Kepolisian Republik Indonesia (POLRI) untuk mendukung cita-cita swasembada pangan.

Baca Juga:

Jadi Petani Itu Blas Nggak Ada Slow Living-nya, Jangan Ketipu Konten Sosmed!

Curahan Hati Mahasiswa Jurusan Pertanian yang Selalu Dicap Omong Kosong Soal Kontribusi Swasembada Pangan

Kabar ini sempat membuat risau para mantri tani, apalagi masih banyak mantri di pedesaan yang masih honorer dengan pendapatan yang nggak seberapa.

“Daripada buat ngangkat gitu-gituan, kenapa nggak ngangkat kita-kita yang honorer aja? Kurang jelas gimana lagi kerja kita buat pertanian?” Seloroh Bu Mirda, mantri tani yang sudah 6 tahun mengabdi tapi masih menjadi honorer dengan gaji mendekati UMR Jawa Tengah.

Padahal kalau pemerintah serius dengan pangan, kenapa nggak ningkatin keterampilan dan pengetahuan para mantri tani saja? Kenapa harus buat Bakomsus atau apa pun sejenisnya.

Kalau seperti ini sama saja mengingkari kinerja mantri yang setiap hari mengakar dengan petani. Idealnya mantri tani seperti bidan desa. Jadi setiap desa harus ada mantri yang membina dan mengawasi para petani kalau mau sektor pertanian diperhatikan.

Jadi tumbal asuransi pertanian

“Terutama asuransi-asuransi pemerintah itu, Mas. Katanya biar klaim petani cair harus ada tanda tangan mantri tani. Giliran sudah ditandatangani eh malah nggak ada kabar, kita yang dianggap nilep duitnya, Mas.” Nggak berhenti di situ saja, Pak Broto juga bercerita pernah rumahnya didatangi kelompok tani.

Belum lagi kalau petani banyak yang gagal panen, peran mantri tani seakan diragukan kinerjanya. Petani juga nggak henti-hentinya mencaci maki mereka tani karena dinilai nggak ada gunanya. Sudah gitu dibuat tumbal lagi sama pihak asuransi.

Padahal kalau mau jujur dan terus terang ke petani, pasti petani juga bakal menerima. Nggak usah tipu-menipu, seolah menumbalkan mantri tani.

Di balik dengung swasembada pangan, food estate yang digembor-gemborkan Menteri Pertanian, ada pihak yang namanya jarang disebut, tapi kontribusi buat kemajuan pertanian Indonesia besar yaitu mantri tani.

Saya nggak melebih-lebihkan, memang begitulah adanya, toh saya sendiri juga bukan mantri tani. Kalau memang negara peduli dengan sektor pertanian, jangan ragu buat menyejahterakan mereka.

Fokus saja dengan yang ada, jangan latah dikit-dikit buat lembaga baru pertanian, bukannya pertanian maju malah menghabiskan anggaran saja. Hidup Mantri Tani!

Penulis: Dodik Suprayogi
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Susahnya Jadi Petani di Indonesia: Refleksi dari Seorang Sarjana Pertanian yang Kini Jadi Petani Muda

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 12 Agustus 2025 oleh

Tags: bakomsusmantri tanimenteri pertanianPetaniswasembada pangan
Dodik Suprayogi

Dodik Suprayogi

Penggiat pertanian yang sedang menempuh pendidikan S2 Ilmu Ekonomi di Universitas Trisakti Jakarta.

ArtikelTerkait

Puan Maharani bertani

Puan Maharani Menanam Padi Saat Hujan Itu Satire, Bukan Pencitraan

14 November 2021
Menjadi Petani Modis ala Hedi dan Gia BBQ Mountain Boys terminal mojok.co

Menjadi Petani Modis ala Hedi dan Gia BBQ Mountain Boys

20 Oktober 2020
Buruh Tani Situbondo: Pekerjaan yang Sering Disepelekan, tapi Penghasilannya Bisa Bikin Iri Pegawai Kantoran Mojok.co

Buruh Tani Situbondo: Pekerjaan yang Sering Disepelekan, tapi Upahnya Bisa Bikin Iri Pegawai Kantoran

3 Juli 2025
jawaban pertanyaan yang sering ditujukan untuk mahasiswa pertanian mojok

Teruntuk Mahasiswa Pertanian, Berikut Jawaban yang Ampuh Jika Jurusanmu Diremehkan

1 Agustus 2021
Tips Jadi Petani Pemula bagi Sarjana Pengangguran yang Peduli Agraria terminal mojok.co

Tips Jadi Petani Pemula bagi Sarjana Pengangguran yang Peduli Agraria

16 Oktober 2020
Tips Jadi Petani Pemula bagi Sarjana Pengangguran yang Peduli Agraria terminal mojok.co

Bagi Kami di Sulawesi Barat, Menjadi PNS dan Polisi adalah Cita-Cita Kami. Kalau Gagal? Balik Lagi Jadi Petani dan Nelayan

3 September 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Nasib Ironis Pulau Buton, Penghasil Aspal tapi Kualitas Jalannya Begitu Buruk

Nasib Ironis Pulau Buton, Penghasil Aspal tapi Kualitas Jalannya Begitu Buruk

6 Juli 2026
Leuwigajah, Kelurahan Paling Mentereng Se-Kota Cimahi

Cimahi Selatan, Sebuah Anomali di “Kota Tentara”: Menjaga Kedaulatan Ekonomi dan Keberlangsungan Hidup Warga Cimahi

7 Juli 2026
Bangkalan Lebih Cocok Jadi Ibu Kota Provinsi Madura daripada Pamekasan Terminal

Bangkalan Lebih Cocok Jadi Ibu Kota Provinsi Madura daripada Pamekasan

8 Juli 2026
Tinggal di Bangkalan Madura Bikin Saya Sadar, Nggak Semua Orang Bakal Cocok Tinggal di Sini Mojok.co

Jangan Keluyuran ke Bangkalan Madura, Niat Menenangkan Pikiran Malah Dibuat Menyesal karena Perjalanan yang Melelahkan

5 Juli 2026
Harga Makanan di Surabaya Lebih Murah dari Banyuwangi: Untung bagi Pembeli, tapi Derita bagi Penjualnya

Harga Makanan di Surabaya Lebih Murah dari Banyuwangi: Untung bagi Pembeli, tapi Derita bagi Penjualnya

11 Juli 2026
Universitas Terbuka, Kampus Negeri yang UKT-nya Tidak Kenal Sistem Golongan, Banyak Beasiswa Pula! Mojok.co

Universitas Terbuka, kampus negeri yang UKT-nya tidak kenal sistem golongan, banyak beasiswa pula!

9 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.