Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Clubhouse Adalah Aplikasi Penunjuk Kelas Ekonomi Masyarakat

Kuncoro Purnama Aji oleh Kuncoro Purnama Aji
20 Februari 2021
A A
Clubhouse Adalah Aplikasi Penunjuk Kelas Ekonomi Masyarakat terminal mojok.co

Clubhouse Adalah Aplikasi Penunjuk Kelas Ekonomi Masyarakat terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Akhir-akhir ini, jagat dunia maya sedang heboh membicarakan sebuah aplikasi baru bernama Clubhouse. Memang Clubhouse adalah primadona sekarang, ia mulai ramai ketika orang terkaya di dunia, Elon Musk, mempopulerkannya. Bahkan aplikasi ini juga dipakai oleh beberapa CEO besar dunia untuk melakukan sebuah percakapan di antara mereka. Tidak hanya di luar negeri, di Indonesia tentu saja aplikasi ini mulai digunakan oleh warganet. Para influencer, public figure, dan orang penting lainnya mulai menggandrungi aplikasi ini.

Untuk orang yang belum tahu, Clubhouse adalah sebuah aplikasi media sosial yang berbasis audio chat khusus undangan. Prinsipnya aplikasi ini memungkinkan para penggunanya untuk melakukan percakapan atau diskusi pada sebuah room yang disediakan, kayak dengerin podcast gitu lah, tetapi secara langsung. Sebab orang-orang terkenal mulai memakai aplikasi ini, akhirnya banyak orang yang tertarik untuk mendownload juga, kan orang Indonesia suka ikut-ikutan.

Masalahnya adalah, aplikasi ini hanya tersedia untuk perangkat iOS, jadi buat orang-orang yang pakai android, kalian nggak bisa tuh install aplikasi ini. Akhirnya banyak orang yang kecewa, bahkan mereka mengungkapkan kekecewaan mereka dengan memberikan komen dan penilaian negatif untuk aplikasi dengan nama Clubhouse di PlayStore, yang sebenarnya beda aplikasi.

Awalnya saya juga penasaran dengan aplikasi ini karena saya juga termakan dengan Instastory orang-orang terkenal yang pada bilang aplikasi ini seru banget, kita bisa dengerin obrolan orang-orang terkenal, para CEO, pokoknya keren deh. Setelah mengetahui jika aplikasi ini cuma bisa diinstall di perangkat iOS, akhirnya saya berpikir, Clubhouse adalah aplikasi yang sebenarnya cuma buat nunjukin bahwa orang-orang di dalamnya mampu beli perangkat iOS. Sedangkan ekonomi kelas menengah yang belinya android, minggir dulu. Jadi buat kalian yang HP-nya masih Xiaomi, Vivo, Realme, ntar dulu, sabar. Kita kelas ekonomi android jangan gegabah.

Munculnya aplikasi ini juga mendapat respons yang beragam dari masyarakat. Ada yang pengin langsung buat akun biar bisa jadi “seleb-house”, ada yang berharap aplikasi ini bisa secepatnya di-monetize. Menurut saya sih, kalau bisa Clubhouse jangan terlalu buru-buru buat ngembangin jangkauannya karena saya takut, aplikasi ini akan bernasib seperti aplikasi sosial media lainnya. Yaitu ketika semua orang bisa mengakses, lama kelamaan, konten yang ditawarkan perlahan jadi sampah.

Untuk saat ini, saya melihat perkembangan Clubhouse lewat Twitter. Isi kontennya cukup berat-berat, ada conversation tentang bisnis lah, tentang keuangan, pokoknya tema yang insightful lah. Saya takutnya ketika aplikasi ini dijangkau oleh semua orang, bahkan anak-anak, nanti akan muncul topik-topik pembicaraan yang nggak jelas gitu. Mungkin nanti bakal ada topik pembicaraan “pergosipan ibu-ibu”, kan bahaya gitu. Mungkin nanti juga ada semacam perang yang akan disebut war-house, mungkin nanti bakal muncul semacam sekte-sekte aneh di Clubhouse, dan kenorakan-kenorakan lainnya.

Saya dengar juga prinsip dari Clubhouse adalah, hanya memperbolehkan orang yang memiliki undangan yang boleh masuk, jadi bisa dikatakan cukup eksklusif dan kita nggak bisa sembarangan masuk room. Ketakutan lainnya dari saya, nanti pasti ada jual beli undangan Clubhouse, pasti. Kalau resmi sih nggak masalah, tapi namanya orang Indonesia, kalau bisa diduitin kenapa tidak.

Masalahnya nih, beredar kabar bahwa aplikasi ini terancam diblokir oleh pemerintah, katanya belum mendapat izin atau apalah gitu. Padahal di China aplikasi ini sangat booming, di saat media sosial lainnya dilarang. Nah masalahnya aplikasi ini akhirnya tetap dilarang karena banyak digunakan untuk membicarakan masalah-masalah yang bisa dibilang “nyrempet-nyrempet” lah.

Baca Juga:

4 Jasa yang Tidak Saya Sangka Dijual di Medsos X, dari Titip Menfess sampai Jasa Spam Tagih Utang

Drama Cina: Ending Gitu-gitu Aja, tapi Saya Nggak Pernah Skip Menontonnya

Meskipun saya cukup sinis menanggapi kemunculan aplikasi Clubhouse ini, tapi saya berharap aplikasi ini akan bermanfaat. Toh di awal kemunculannya diperkenalkan oleh orang-orang yang punya pengaruh dan sampai saat ini manfaat yang bisa didapat cukup positif, saya berharap Clubhouse bisa menjadi sebuah platform untuk menambah wawasan kita semua. Saya juga cukup yakin aplikasi ini akan menjadi hal yang baik. Sebab, di awal kemunculannya, kesan yang ditampilkan cukup positif. TikTok aja yang di awal kemunculannya dianggap aplikasi sampah, sekarang malah sangat populer. Harusnya Clubhouse bisa lebih dari itu.

BACA JUGA Clubhouse Adalah Aplikasi Mirip Discord Versi Lebih Eksklusif dan tulisan Kuncoro Purnama Aji lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 20 Februari 2021 oleh

Tags: ClubhouseMedia Sosial
Kuncoro Purnama Aji

Kuncoro Purnama Aji

Memiliki keinginan menjadi penulis, meski prosesnya berjalan pelan. Banyak ide justru muncul saat berlari dan membiarkan pikiran mengembara.

ArtikelTerkait

alay

Memangnya Alay Ya Kalau Sering Merekam Ini dan Itu?

8 Oktober 2019
Cowok Fobia Transgender yang Bikin Face App, Standar Ganda Nggak, sih? terminal mojok.co

Cowok Fobia Transgender yang Bikin Face App, Standar Ganda Nggak, sih?

28 Januari 2021
Repost Story Hampers Kiriman Sendiri Itu Maksudnya Gimana_ terminal mojok

Mohon Maaf, Repost Story Hampers Kiriman Sendiri Itu Maksudnya Gimana?

13 Mei 2021
Twitter, Please Do Your Magic!

Twitter, Please Do Your Magic!

2 Juli 2019
Food Vlogger Semakin Nggak Bisa Mendeskripsikan Rasa: Miskin Kosakata, Cuma Menang "Pedas"

Food Vlogger Semakin Nggak Bisa Mendeskripsikan Rasa: Miskin Kosakata, Cuma Menang “Pedas”

22 Juni 2024
Bukan TikTok Atau X, Platform Media Sosial Paling Toxic Adalah LinkedIn

Bukan TikTok Atau X, Platform Media Sosial Paling Toxic Adalah LinkedIn

7 Agustus 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Deodoran Kahf, Deodoran Murah yang Tidak Jualan Klaim yang Mewah, tapi Kualitasnya Begitu Hebat dan Nggak Bau, Nggak kayak Merek yang Itu tuh

Deodoran Kahf, Deodoran Murah yang Tidak Jualan Klaim yang Mewah, tapi Kualitasnya Begitu Hebat dan Tidak Bau, Nggak kayak Merek yang Itu tuh

17 Juni 2026
Drama Tumbler di XXI: Ketika Membawa Tumbler Dianggap Tindakan Kriminal yang Mengancam Ekonomi Bisnis Bioskop  

Beli Kopi Pakai Tumbler Memang Ramah Lingkungan, tapi Plis, Dicuci Dulu, Jangan Minta Baristanya Nyuci Tumbler Kalian!

22 Juni 2026
Kecamatan Purwokerto Lebih Populer daripada Kabupatennya, Banyumas, Bikin Banyak Orang Salah Paham Mojok.co

Kecamatan Purwokerto Lebih Populer daripada Kabupatennya, Banyumas, Bikin Banyak Orang Salah Paham

21 Juni 2026
Pengalaman Klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan: Awalnya Overthinking Tidak Bisa Cair, Syukur Akhirnya Happy Ending Mojok.co

Pengalaman Klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan: Awalnya Overthinking Tidak Bisa Cair, Syukur Akhirnya Happy Ending

22 Juni 2026
Kandang Ayam Datang Belakangan, Rusak Kenyamanan (Unsplash)

Rumah Saya Perlahan Kehilangan Rasa Nyaman Akibat Kandang Ayam yang Datang Belakangan

21 Juni 2026
Hidup di Desa Nggak Seindah Bayangan, Banyak Iuran yang Harus Dibayarkan kalau Nggak Mau Jadi Bahan Omongan

Hidup di Desa Itu Murah, yang Mahal Adalah Ongkos Sosialnya, dan Ini Rinciannya

21 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.