Clubhouse Adalah Aplikasi Mirip Discord Versi Lebih Eksklusif – Terminal Mojok

Clubhouse Adalah Aplikasi Mirip Discord Versi Lebih Eksklusif

Artikel

Media sosial memang selalu berkembang pesat. Akhir-akhir ini ada pendatang baru yang mengguncang panggung dunia maya, yakni aplikasi Clubhouse. Dalih “eksklusif” dan pembawa sejuta manfaat menjadi nyawa utama dari aplikasi ini. Terutama bagi kamu yang mau banyak belajar dan menambah wawasan. Kata banyak user-nya ini adalah jalan ninjamu. Wah, keren betul, pikir saya.

Saya tidak menampik bahwa Clubhouse adalah aplikasi yang membawa banyak manfaat. Saya percaya dan bahkan kalau dirasa perlu, empat jempol saya berikan untuk aplikasi ini. Namun, kalau sudah masuk aplikasi ini tolong kamu ini tidak usah berulah terlalu berlebihan. Biasa aja, nggak usah ndakik-ndakik pamer gitu. Saya kira aplikasi ini tidak se-wah yang orang-orang bicarakan. Namun, juga tidak se-iuh itu review-nya.

Kalau kamu berhasil bergabung dengan Clubhouse, pasti sudah tahu bahwa ia memang sangat dekat dengan kesan eksklusif. Untuk menggunakan aplikasi ini kamu harus punya hape iPhone. Jadi, buat kamu yang hapenya Android, mohon maaf, silakan mundur dulu.

Kalau kamu punya modal utama yakni si iPhone, kamu perlu mendaftar terlebih dahulu. Namun, ini tidak serta merta kamu langsung bisa join begitu saja: kamu akan masuk ke dalam waiting list.

Atau kamu mau jalur cepat? Ada jalur yang dapat digunakan, tapi tidak semua orang bisa menggunakan. Sama persis seperti jalur yang sangat legendaris di negeri tercinta kita ini: jalur orang dalam. Bisa aja kamu pakai aplikasi ini dengan cara ada orang yang meng-invite kamu. Serupa dan sama, kan, dengan jalur orang dalam? Jadi, cobalah cari orang dalam tersebut.

Sedari awal, pemakaian aplikasi ini saja menurut saya sudah memenuhi standar eksklusif. Setidaknya bapak ibu penghuni grup WhatsApp keluarga akan sangat susah untuk memakai aplikasi satu ini. Kalau menurut saya ini salah satu poin plusnya: aman dari keluarga yang senang nimbrung-nimbrung seenaknya.

Minusnya, saya rasa aplikasi ini hanya cocok untuk kamu yang mempunyai pengikut media sosial yang besar. Kalau kamu hanya insan biasa seperti orang yang berada di keramaian dan berlalu lalang tanpa ada yang mengenali, saya kira aplikasi ini kurang cocok.

Clubhouse adalah aplikasi yang menyediakan wadah sangat ciamik dengan menyuguhkan webinar live tiap saat. Topik yang beraneka ragam dengan pembicara yang top. Belum lagi, kita yang orang biasa ini punya kesempatan bisa bercengkerama dengan orang-orang top tadi. Sungguh seru sekali kalau dapat mengobrol dengan idola, bukan?

Meski dua kalimat terakhir tersebut perlu ditambahkan, “Syarat dan ketentuan berlaku,” sih. Pasalnya, kalau semua orang dapat bercengkerama langsung tanpa ada aturan yang jelas, room diskusi pada aplikasi ini akan sangat riuh sekali. Mau bercengkerama di luar? Mohon maaf, aplikasi ini tidak menyediakan fitur DM. Jadi, interaksi betul-betul hanya via suara pada ruang diskusi.

Setiap room dari aplikasi ini ada semacam stage-nya. Ada host atau moderator, ada yang berbicara di situ, dan ada audiens-nya: orang-orang seperti saya yang hanya bisa jadi pendengar dan tidak bisa berbicara seenaknya. Kita baru bisa ikut gabung ngobrol kalau di-notice dan diberikan kesempatan ngomong sama yang punya room. Kalau tidak, ya, mirip sama mahasiswa kuliah online yang kamera dan suaranya di-off-kan.

Hal utama yang dijual dari aplikasi ini adalah diskusi via suara. Jadi, kalau nggak berani nimbrung berbicara, ya buat apa main aplikasi ini. Intinya, aplikasi Clubhouse ini mirip-mirip sama aplikasi Discord, tetapi ia lebih eksklusif aja. Jadi, yaaa keduanya memang terasa agak beda gitu kelas sosialnya.

Sebentar, sebelumnya kamu sudah tahu aplikasi Discord, kan?

BACA JUGA 7 Aplikasi Chat Alternatif untuk Pindah dari WhatsApp yang Sudah Makin Aneh dan tulisan Dimas Purna Adi Siswa lainnya.

Baca Juga:  Kupas Politik Indonesia Hari ini: People Power 22 Mei
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.



Komentar

Comments are closed.