Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Cimahi Selatan, Sebuah Anomali di “Kota Tentara”: Menjaga Kedaulatan Ekonomi dan Keberlangsungan Hidup Warga Cimahi

Acep Saepulloh oleh Acep Saepulloh
7 Juli 2026
A A
Leuwigajah, Kelurahan Paling Mentereng Se-Kota Cimahi

Leuwigajah, Kelurahan Paling Mentereng Se-Kota Cimahi (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Kalau Anda mendengar nama Kota Cimahi, hal pertama yang bakal menyergap isi kepala adalah deretan pria latihan baris-berbaris, baju loreng hijau, dan potongan rambut cepak yang presisi. Julukan “Kota Hijau” atau “Kota Tentara” itu bukan sekadar citra kosmetik di brosur pariwisata.

Di kota sekecil ini, belasan pusat pendidikan TNI, markas komando, sampai asrama tentara bertebaran dengan rapat. Ada anekdot lokal yang bilang, kalau Anda melempar batu secara acak di Kota Cimahi, kemungkinan batunya kalau tidak kena atap barak, ya pasti mendarat di kepala serdadu.

ADVERTISEMENT

Namun, hukum tak tertulis tentang kota Cimahi ini mendadak pupus dan menguap tanpa sisa begitu Anda melipir ke arah Cimahi bagian selatan. Begitu melewati batas wilayah Kecamatan Cimahi Selatan, atmosfer disiplin yang kaku itu langsung lenyap.

Kecamatan Cimahi Selatan adalah sebuah anomali. Sepetak wilayah yang memilih membangkang dari identitas hijau loreng khas TNI. Lalu menjelma menjadi kawasan yang steril dari bau-bau mesiu dan persenjataan perang.

Ketimpangan wilayah hijau di Kota Tentara

Cimahi itu Kota di Jawa Barat yang minimalis dan mungil seluas 40,47 km persegi. Saking mungilnya kota di Jawa Barat ini, secara administratif Cimahi hanya punya tiga kecamatan. Yaitu Cimahi Utara, Cimahi Tengah, dan Cimahi Selatan. Tapi urusan bagi-bagi fasilitas negara, porsinya jomplang bukan main.

Cimahi Tengah memborong semua fasilitas elite dan megah. Mulai dari Pusdikif, Pusdikarmed, Pusdik Bekang, Pusdikpom, Brigif 15 Kujang, sampai Rumah Sakit Dustira yang bersejarah itu. Pemandangan di sana begitu rapi, tertib, dan dijaga oleh benteng-benteng kokoh.

Lantas, Cimahi Selatan dapat apa? Mereka kebagian ampasnya alias nihil urusan militer. Begitu roda motor Anda melewati batas wilayah dan masuk ke selatan, lanskap berganti total 180 derajat. Alih-alih disambut gapura hijau khas dengan ornamen patung tentara memegang senapan, Anda akan langsung ditampar oleh pemandangan khas wilayah sipil pinggiran yang padat, berdebu, dan bising. Selamat datang di dapur industri garmen dan tekstil Jawa Barat.

Kecamatan Cimahi Selatan adalah dapur industri, kepulan polusi dan deru mesin pabrik

Sejak zaman Orde Baru sekitar tahun 1970-an hingga 1980-an, kawasan Cimahi Selatan yang dulunya masih ikut Kabupaten Bandung ini memang didesain untuk menjadi mesin penggerak ekonomi non-militer. Maka jangan heran kalau di sini Anda tidak akan menemukan lapangan tembak atau mes perwira yang rindang.

Baca Juga:

Bukannya Menghilangkan Penat, Berwisata ke Curug Cimahi Justru Bikin Tingkat Stres Meningkat

Seolah Tidak Mau Saya Pergi, Selalu Ada Alasan untuk Tetap Tinggal di Bandung

Di Kecamatan Cimahi Selatan, khususnya daerah Cibaligo, Melong, dan Leuwigajah, pemandangan sehari-hari didominasi oleh kepulan asap dari cerobong pabrik raksasa dan deretan truk kontainer yang gemar bikin macet jalanan sempit.

Denyut nadi di wilayah ini tidak diatur oleh suara terompet apel pagi. Melainkan oleh alunan bising mesin tenun dan klakson kendaraan logistik. Di sinilah tempat di mana ribuan pasang kaki buruh pabrik bergegas mengejar absen shift pagi. Kontras ini makin terasa perih kalau kita bicara realitas.

Sementara wilayah tengah dan utara sibuk merawat estetika kota tentara yang bersih dan berwibawa, wilayah selatan harus ikhlas mencium bau limbah industri, menembus kabut polusi udara, dan bertarung dengan macetnya jalanan setiap kali jam keluar pabrik tiba.

Pembagian kasta, yang selatan ke atas jaga kedaulatan, yang selatan ke bawah jaga Isi perut warganya 

Simbiosis di Kota Cimahi ini pada akhirnya melahirkan pembagian kasta yang unik sekaligus ironis. Ketika wilayah tengah sibuk mencetak prajurit tangguh untuk menjaga kedaulatan negara, wilayah selatan dipaksa mandiri untuk memutar roda ekonomi, menyediakan lapangan kerja, dan memastikan urusan isi perut warga tetap aman terkendali dengan upah minimum regional.

Kecamatan Cimahi Selatan adalah bukti nyata, bahwa sekokoh-kokohnya sebuah kota benteng pertahanan militer, harus selalu ada satu sudut luas yang dibiarkan tetap “sipil”. Tempat di mana keringat kaum buruh, asap cerobong pabrik, dan geliat ekonomi bawah berputar demi menopang hajat hidup orang banyak.

Jadi, kalau kebetulan Anda main atau berniat menetap di Cimahi, jangan kaget saat berkunjung ke wilayah selatan. Agak membingungkan memang, katanya Kota Tentara, tapi begitu kaki melangkah ke selatan, Anda justru lebih akrab dengan aroma kain garmen, masker penutup debu, dan deru mesin pabrik yang tidak ada gagah-gagahnya sama sekali.

Penulis: Acep Saepulloh
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Cimahi Terbuat dari Kesalahpahaman yang Perlu Diluruskan

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 7 Juli 2026 oleh

Tags: cimahicimahi selatankota tentara
Acep Saepulloh

Acep Saepulloh

Aa-aa milenial Bandung yang ngojol membelah kemacetan di pagi hari, berjibaku dengan debu sebagai petugas kebersihan di siang hari, hingga akhirnya melabuhkan lamunan menjadi sebuah tulisan di malam hari.

ArtikelTerkait

Cimahi Terbuat dari Kesalahpahaman yang Perlu Diluruskan Mojok.co

Cimahi Terbuat dari Kesalahpahaman yang Perlu Diluruskan

6 Mei 2024
Jalan Cihanjuang, Jalan Penghubung Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat yang Kurang Layak

Jalan Cihanjuang, Jalan Penghubung Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat yang Kurang Layak

19 Mei 2024
orang bandung

Alasan Kenapa Warga Cimahi Suka Ngaku-Ngaku Orang Bandung

31 Maret 2020
5 Kuliner Khas Cimahi yang Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup

5 Kuliner Khas Cimahi yang Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup, Salah Satunya Denjapi

31 Oktober 2024
Saya Sarankan Pilih Cimahi Tengah kalau Ingin Menetap di Kota Cimahi. Kecamatan Paling Ideal Dijadikan Tempat Tinggal  Mojok.co

Saya Sarankan Pilih Cimahi Tengah kalau Ingin Menetap di Kota Cimahi. Kecamatan Paling Ideal Dijadikan Tempat Tinggal 

17 Juni 2024
5 Hal yang Bisa Dibanggakan Kota Bandung meski Tata Kelolanya Buruk dan Transportasi Umumnya Tidak Layak

Seolah Tidak Mau Saya Pergi, Selalu Ada Alasan untuk Tetap Tinggal di Bandung

23 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sensus Ekonomi 2026 Hasilkan Sampah, Petugas BPS Dianggap Intel (Unsplash)

Sensus Ekonomi 2026 Cuma Hasilkan Sampah, Petugas BPS Dianggap “Intel Pajak” oleh Warga

5 Juli 2026
Obsesi Beli iPhone Bukan karena Gengsi, tapi Ingin Setara (Unsplash)

Obsesi Saya untuk Membeli iPhone Bukan Soal Gengsi, tapi Ingin Merasa Setara karena Tidak Ada Manusia yang Terlihat Kecil di Depan Orang Lain

4 Juli 2026
3 Kali Gagal Tes Sekolah Kedinasan, Akhirnya Malah Lolos Kedokteran UGM yang Terpaksa Direlakan karena Biaya Mojok.co

3 Kali Gagal Tes Sekolah Kedinasan, Akhirnya Malah Lolos Kedokteran UGM yang Terpaksa Direlakan karena Biaya

6 Juli 2026
Lulusan S2 Jadi Beban, Kerap Dianggap Overqualified padahal Cuma Ingin Kerja demi Menyambung Hidup Terminal

Lulusan S2 Jadi Beban, Kerap Dianggap Overqualified padahal Cuma Ingin Kerja demi Menyambung Hidup 

4 Juli 2026
Alasan Saya Malas Jajan di Area Food Street AEON Mall Tanjung Barat Mojok.co

Alasan Saya Malas Jajan di Area Food Street AEON Mall Tanjung Barat

2 Juli 2026
Orang Madura Serasa “Tamu” di Universitas Trunojoyo Madura, Mahasiswa hingga Dosen Isinya Pendatang Mojok.co

Nasib Alumni Universitas Trunojoyo Madura: Balik ke Rumah Menanggung Ekspektasi Orang Sekampung, Merantau Malah Jadi Insecure

7 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.