Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Cerita Orang yang Memilih Ular sebagai Hewan Peliharaan

Muhammad Ikhsan Firdaus oleh Muhammad Ikhsan Firdaus
17 April 2020
A A
memelihara ular cara mengapa hobi teknik cara memulai hewan peliharaan mojok

memelihara ular cara mengapa hobi teknik cara memulai hewan peliharaan mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Saya sendiri nggak nangkep apa sih enaknya memelihara ular. Menurut saya lebih seru memelihara ikan di kolam. Sewaktu kecil di rumah saya ada ikan, aktivitas membersihkan kolam ikan adalah hal menyenangkan untuk anak-anak yang suka air seperti saya, selain kehadiran kolam ikan dan ikan-ikannya bisa mempercantik rumah.

Saya mulai sadar ternyata ada sebagian kecil orang yang lebih memilih memelihara ular dibandingkan ikan. Orang tersebut adalah pacar saya sendiri.

Awal masa pendekatan kami tentu saja sama seperti kalian, saya juga menyelami postingan Instagram dia supaya saya tahu apa yang dia suka dan saya bisa membuat percakapan menarik tentangnya. Tidak ada yang aneh saat melihat postingan Instagramnya. Isinya foto bareng teman, traveling, pemandangan… Instagramnya biasa saja sama seperti kebanyakan perempuan usia 20-an.

Waktu berlalu saya dan dia menjadi kekasih. Setelah beberapa minggu kami pacaran saya masih belum tahu bahwa pacar saya memelihara ular. Percakapan kami selama ini memang tidak pernah membahas hewan peliharaan, apalagi membahas ular. Sampai pada suatu hari ketika kami habis jalan-jalan, saya mengantarnya kembali ke rumah. Saya diajak masuk rumah dan setelah itu, saya diajak masuk suatu ruangan di rumah tersebut.

“Ada yang mau aku kasih liat ke kamu,” kata pacar saya.

“Oh, oke,” kata saya

Saya mengikutinya dari belakang, perasaan saya campur aduk, bagaimana kalau terjadi hal-hal yang tidak saya inginkan, bagaimana kalau cerita film Hostel terjadi kepada saya.

Di ruangan tersebut ada banyak akuarium berisi ular.

Baca Juga:

Pelajaran Hidup yang Saya Dapatkan dari Memelihara Burung Ciblek

3 Model Orang Berpuasa Menurut K.H. Anwar Zahid

Saya tidak memiliki fobia ular, tapi berada dalam ruangan penuh ular bukanlah situasi ideal. Terakhir kali saya berinteraksi dengan ular adalah di game Nokia jadul, bukan di dunia nyata seperti ini.

Saya melihat-lihat isi dari akuarium tersebut, kagum terhadap ular-ular di dalamnya. Semua ular-ular di ruangan ini terlihat sangat cantik bagi saya. Setelah saya terpana, pacar saya memberi sajian lain, atraksi memberi makan ular. Ini benar-benar pengalaman pertama saya melihat langsung ular makan.

Setelah ular tersebut menelan makanannya, saya memberondong banyak pertanyaan kepada pacar saya yang empunya ular. Apa alasannya memelihara ular? Kenapa nggak melihara kucing, anjing, atau ikan?

Selain karena warna dan coraknya sangat cantik, kata pacar saya ular ini dianggap lebih mudah pemeliharaannya. Ular mempunyai pola makan yang unik, paling makan seminggu sekali, tidak seperti anjing dan kucing yang makan dua kali sehari. Membersihkan kotoran ular juga tergolong lebih mudah, ular biasanya menghabiskan banyak waktu di dalam akuarium tersebut. Beda seperti anjing dan kucing yang biasa bermain-main di dalam rumah. Sering terjadi juga anjing dan kucing buang air sembarangan. Ular juga tidak perlu diajak berjalan-jalan keliling kompleks.

Kalau tidak enaknya memelihara ular? tanya saya.

Banyak, dia menjawab. Memberi makan ular ada tekniknya. Tidak disarankan memberikan makan ular dengan tangan, usahakan pake pinset. Digigit ular itu bukanlah hal yang lucu. Selain itu, sejinak-jinaknya ular, mereka tetaplah hewan karnivora berbahaya. Jadi saat membersihkan akuarium ular, dibutuhkan konsentrasi yang tinggi.

Ular juga punya lifestyle yang berbeda-beda, ada yang semiakuatik, ada yang suka di pohon, macem-macem. Jadi kalau saya mau ikut-ikutan memelihara ular, lebih baik belajar dulu.

Ada juga duka dari memelihara ular. Orang biasanya bermain-main, melatih, atau pelukan dengan binatang peliharaannya. Bahkan banyak juga orang yang tidur dengan peliharaan. Sementara ular bukan hewan yang bisa dibegitukan. Ada istilah handling dalam menangani ular, tapi handling hanya sebatas memegang ular, bukan untuk memeluk apalagi menjadikannya teman tidur. Jadi untuk orang yang membutuhkan afeksi dari peliharaan, ular bukanlah peliharan yang tepat.

Saya langsung mikir, nggak ada bedanya dengan melihara ikan hias.

Dia lanjut cerita. Mencari pakan ular tuh tidak mudah. Pakan ular yang berupa tikus sudah pasti tidak tersedia di minimarket, maka butuh waktu tersendiri untuk pergi ke pasar hewan peliharaan untuk membeli pakan ular. Ketika sedang pandemi seperti ini, mencari pakan untuk ular adalah tantangan berat.

Sebenarnya, kata pacar saya, mau memelihara hewan apa pun: anjing, kucing, ular, kelinci, intinya ya tanggung jawab. Nggak boleh bosen, harus dirawat dengan baik sama keluarga serumah, dan kalau sakit bawa ke dokter hewan.

Kalau nggak mau repot, pacar saya menutup sesi wawancara hari itu, pelihara tamagotchi aja sana.

Oke deh. Okeee.

BACA JUGA Kena Hair Shaming karena Masih Muda Udah Ubanan dan tulisan Muhammad Ikhsan Firdaus lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 17 April 2020 oleh

Tags: HewanPeliharaanular
Muhammad Ikhsan Firdaus

Muhammad Ikhsan Firdaus

Pemuda yang memiliki cita-cita dapat mengunjungi berbagai negara di Asia.

ArtikelTerkait

Pelajaran Hidup yang Saya Dapatkan dari Memelihara Burung Ciblek

Pelajaran Hidup yang Saya Dapatkan dari Memelihara Burung Ciblek

3 September 2023
dokter hewan peliharaan sakit mojok

Dokter Hewan Bukanlah Dukun, Jadi Biarkan Mereka Melakukan Tugasnya sebagaimana Mestinya

25 September 2021
kucing liar

Menjadi Kucing Liar Itu Berat, Kamu Tak Akan Sanggup!

9 Mei 2019
5 Suara Meresahkan Pertanda Keberadaan Kecoak

5 Suara Meresahkan Pertanda Keberadaan Kecoak

13 Agustus 2022
Panduan Membawa Hewan Kesayangan Berobat ke Dokter Hewan bagi Pemula terminal mojok

Panduan Membawa Peliharaan Kesayangan Berobat ke Dokter Hewan bagi Pemula

4 Oktober 2021
7 Hewan yang Harus Diwaspadai Masuk Rumah Saat Musim Hujan

7 Hewan yang Harus Diwaspadai Masuk Rumah Saat Musim Hujan

14 Oktober 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sisi Gelap Mahasiswa Timur Tengah- Stempel Suci yang Menyiksa (Unsplash)

Sisi Gelap Menjadi Mahasiswa Timur Tengah: Dianggap Manusia Suci, tapi Jatuhnya Menderita karena Cuma Jadi Simbol

5 Februari 2026
Banting Setir dari Jurusan Manajemen Jadi Guru PAUD, Dianggap Aneh dan Nggak Punya Masa Depan Mojok.co jurusan pgpaud

Jurusan PGPAUD, Jurusan yang Sering Dikira Tidak Punya Masa Depan

5 Februari 2026
4 Kebohongan Tentang Indomaret yang Perlu Diluruskan (Unsplash)

4 Kebohongan Tentang Indomaret yang Perlu Diluruskan

4 Februari 2026
5 Alasan yang Membuat Saya Ingin Balik ke Pantai Menganti Kebumen Lagi dan Lagi Mojok.co

5 Alasan yang Membuat Saya Ingin Balik ke Pantai Menganti Kebumen Lagi dan Lagi

6 Februari 2026
7 Kebiasaan Orang Kebumen yang Terlihat Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warga Lokal Mojok.co

6 Mitos di Kebumen yang Nggak Bisa Dibilang Hoaks Begitu Saja

3 Februari 2026
Es Teh Jumbo Cuan, tapi Jualan Gorengan Bikin Saya Bisa Kuliah (Unsplash)

Bisnis Kecil Seperti Gorengan dan Es Teh Jumbo Dipandang Remeh Nggak Bakal Cuan, Padahal Berkat Jualan Gorengan Saya Bisa Kuliah

2 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Ironi Kerja di Luar Negeri: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Tak Pulang demi Gengsi dan Standar Sukses yang Terus Berganti
  • Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak
  • Tak Menyesal Ikuti Saran dari Guru BK, Berhasil Masuk Fakultas Top Unair Lewat Golden Ticket Tanpa Perlu “War” SNBP
  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.