Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Buyback Clause, Versi Upgrade dari Loan yang Sebenarnya Merugikan

Yunita Devika Damayanti oleh Yunita Devika Damayanti
21 September 2020
A A
buyback clause loan preemption rugi klub sepakbola transfer mojok

buyback clause loan preemption rugi klub sepakbola transfer mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Tikung-menikung di bursa transfer adalah drama yang kita tunggu sekaligus kita benci dalam bursa transfer. Untuk fans tim yang pemain incarannya ditikung, hal ini amat menyebalkan. Tapi, bagi kita yang hanya nyimak karena tim kesayangan kita nggak punya dana buat transfer, kita bersorak saat tikung-menikung ini terjadi. Hiburan, je, Bwos.

Gokilnya lagi banyak fans yang telanjur baper saat membaca berita dari media online jika klub kebanggaannya sedang mengincar seorang pemain. Padahal berita di media online tidak bisa dipastikan seratus persen kredibel, yang datang diperkenalkan sebagai pemain baru belum tentu dia yang bolak-balik nampang di headline news.

Pengalaman di atas baru saja dirasakan oleh fans Manchester United yang telanjur baper setelah dijejali rumor Sergio Reguilon. Lebih dari satu bulan termakan berita media membuat sebagian fans tidak terima saat sang wingback menyeberang ke Tottenham Hotspur. Di medsos banyak saya lihat mereka menyalahkan kerja manajemen yang dinilai lamban dan tidak becus dalam mendatangkan pemain baru.

Perlu diketahui, lamanya proses negosiasi antara United dengan Real Madrid ditengarai karena buyback clause yang diminta oleh Les Merengues. Pihak Florentino Perez kekeh memaksa klub yang membeli Reguilon untuk menyetujui adanya buyback clause dan preemption. Sedangkan United secara terang-terangan menolak adanya klausul yang dianggap merugikan itu.

Sebelum lanjut, mari kita bahas apa itu preemption dan buyback clause. Preemption atau yang dulunya lebih dikenal dengan istilah first refusal adalah sebuah klausul yang memiliki hak istimewa bagi klub penjual untuk membeli atau menolak pemulangan pemain yang dulu ia jual.

Preemption/first refusal ini pernah digunakan oleh United kala melepas Memphis Depay ke Lyon. Tujuannya jelas seperti yang saat ini terjadi, jika ada klub yang menawar si pemain (dalam konteks adalah Barcelona) dan Lyon setuju dengan penawarannya, hal pertama yang harus dilakukan Lyon adalah menghubungi United untuk kemudian menanyakan apakah mereka akan memulangkan Depay atau tidak. Tentunya dengan harga yang sama seperti penawaran yang diberikan Barcelona.

Buyback clause atau pembelian kembali mengikat klub pembeli untuk mengembalikan si pemain kepada klubnya terdahulu, dengan valuasi harga yang sudah disepakati saat awal transfer. Contoh kasusnya seperti Real Madrid yang melego Alvaro Morata ke Juventus dengan mahar €20 juta. Melihat Morata berkembang pesat di Si Nyonya Tua, Florentino Perez menarik kembali sang pemain dengan harga yang sudah disepakati sejak awal, yaitu €30 juta. Memang jika dilihat Juventus mendapat keuntungan €10 juta, itung-itung biaya pembinaan pemain.

Jika ditelisik lebih dalam lagi, jelas pihak El Real lah yang sebenarnya panen keuntungan dari adanya buyback ini. Mereka memulangkan Morata hanya menambah €10 juta untuk kemudian dijual ke Chelsea sebesar €80 juta. Bayangkan jika Juventus menampung striker itu tanpa embel-embel buyback, Morata akan menjadi penjualan tertinggi mereka setelah Paul Pogba.

Baca Juga:

Manajemen Tolol Penyebab PSS Sleman Degradasi dan Sudah Sepatutnya Mereka Bertanggung Jawab!

Olahraga Lari Adalah Olahraga yang Lebih “Drama” ketimbang Sepak Bola

Selain mengikat, buyback clause juga bersifat memaksa klub penjual untuk siap melepas pemain yang mereka tampung kapan saja. Akan lebih baik dari awal kesepakatan jika Real Madrid ingin memulangkan Morata harus sesuai dengan market value sang pemain, namun kesepakatan ini jelas jarang sekali terjadi dan akan ditolak mentah-mentah oleh Real Madrid.

Jadi ikhlas maupun tidak, saat klub yang bermarkas di Santiago Bernabeu itu melemparkan penawaran €30 juta untuk kepulangan Morata, Juventus harus melepas dengan harga tersebut, tidak peduli market value Morata berada di angka €80 juta. Bahkan kalau Chelsea mau membayar €90 juta langsung ke Juve pun mereka tidak berhak menerima uang besar itu.

Saat dilayangkannya opsi buyback clause, hanya ada dua kemungkinan yang akan terjadi. Dua kemungkinan tersebut sangat menguntungkan klub penjual, lebih jelasnya seperti berikut:

Kemungkinan pertama, jika Reguilon bermain bagus untuk United, sangat mustahil Real Madrid tidak memulangkan sang pemain. Dimainkan apa tidak, mereka pasti akan mengaktifkan klausul pembelian kembali. Entah musim berikutnya akan mereka jual dengan harga mahal seperti Morata, bisa jadi kan? Sepak bola tidak jauh dari unsur bisnis.

Kemungkinan kedua, jika Real Madrid tidak berminat memulangkan Reguilon, sudah pasti performa dia kurang meyakinkan, atau bahasa kasarnya flop, ampas. Tidak worth dengan nominal yang tertera dalam klausul buyback dirinya.

Andai kata yang kejadian di masa depan adalah kemungkinan pertama, MU bakal rugi karena mereka pasti kehilangan pemain tersebut. Lalu bagaimana jika yang terjadi adalah kemungkinan kedua? Sudah tidak perlu dijelaskan panjang lebar lagi, orang awam di sepak bola juga akan mengatakan itu sangat merugikan. Jauh lebih bodoh daripada sistem loan (peminjaman pemain).

Tapi, buyback clause bisa dikatakan lebih bodoh dari loan karena klub yang menampung si pemain harus membayar kontan di awal proses. Kok ya ada yang mau-maunya beli pemain pakai buyback clause? Krezi.

BACA JUGA Manchester United Layak Dibenci Karena Fans Mereka Seperti Anak Kecil dan tulisan Yunita Devika Damayanti lainnya di Terminal Mojok.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 22 September 2020 oleh

Tags: buyback clauseklubloanpreemptionSepak Bolatransfer
Yunita Devika Damayanti

Yunita Devika Damayanti

Pelajar paruh waktu yang mencintai sepak bola.

ArtikelTerkait

Kasta Tempat Duduk di Stadion Sultan Agung Bantul terminal mojok.co

Kasta Tempat Duduk di Stadion Sultan Agung Bantul

6 Januari 2022
Sanksi FIFA dan UEFA pada Rusia: Standar Ganda atau Sekadar Pamer Kekuasaan?

Sanksi FIFA dan UEFA pada Rusia: Standar Ganda atau Sekadar Pamer Kekuasaan?

4 Maret 2022
rasisme

Tidak Ada Tempat Bagi Rasisme di Dunia Ini, Sekalipun Dalam Sepak Bola

5 September 2019
Apa Betul Arsenal Bisa Hidup Tanpa Arsene Wenger? MOJOK.CO

Apa Betul Arsenal Bisa Hidup Tanpa Arsene Wenger?

23 Februari 2020
Fan klub sepak bola

Kesetiaan Fan Klub Sepak Bola Semenjana yang Bisa Bikin Pasangannya Tetap Nempel

21 Agustus 2019
Mengenal Sell-on Percentage dan Efeknya untuk Klub-klub Kecil

Mengenal Sell-on Percentage dan Efeknya untuk Klub-klub Kecil

11 Juni 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bukan Jakarta, Tempat Paling Cocok untuk Memulai Karier Adalah Cilegon. Ini Alasannya!

Cilegon, Kota Industri yang Nggak Kompetitif dan Terlihat Miskin

8 Juni 2026
Lampung Bukan Tempat Merantau untuk Orang Lemah

Lampung Itu Nama Provinsi, Bukan Nama Kota. Pas SD Pernah Belajar IPS Nggak sih?

8 Juni 2026
Culture Shock Warga Cepu Pindah ke Malang, Banyak Orang Ngomong Kebolak-balik dan “Kasar” Mojok.co

Malang Bukan Lagi Kota yang Dingin dan Asri, Kini Ia Menjelma Jadi Kota Panas dan Tak Menyenangkan

10 Juni 2026
Andai Suzuki Burgman Street 125 Ganti Logo Jadi Honda, Pasti Laris di Indonesia

Suzuki Burgman 150 Terbaru yang Rilis di Kolombia Jadi Bukti Bahwa Suzuki Makin Persetan dengan Penjualan dan Tampilan. Desainnya Jelek Banget!

5 Juni 2026
6 Alasan Kebumen Lebih Menarik daripada yang Terlihat di Brosur dan Dibayangkan Banyak Orang Mojok.co

6 Alasan Kebumen Lebih Menarik daripada yang Terlihat di Brosur dan Dibayangkan Banyak Orang

7 Juni 2026
Derita Jadi WNI: Pelayanan Publik Tutup di Akhir Pekan, Saat Kebanyakan Warga Baru Punya Waktu Luang Mojok,co

Derita Jadi WNI: Pelayanan Publik Tutup di Akhir Pekan, Saat Kebanyakan Warga Baru Punya Waktu Luang

5 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.