Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Olahraga Lari di CFD Jakarta: Berawal Murah, Berujung Mewah

Jarot Sabarudin oleh Jarot Sabarudin
5 Mei 2024
A A
Olahraga Lari di CFD Jakarta: Berawal Murah, Berujung Mewah

Olahraga Lari di CFD Jakarta: Berawal Murah, Berujung Mewah (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Olahraga lari dengan memanfaatkan CFD Jakarta sebenarnya bagus juga, tapi masalahnya tak jarang aktivitas ini jadi ajang untuk berlomba membanggakan diri.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyelenggarakan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau yang juga dikenal dengan car free day (CFD). Pelaksanaan CFD dilakukan di 6 titik di berbagai bagian Jakarta mulai pukul 6 pagi hingga 11 siang. Khusus di Jalan Jenderal Sudirman-Jalan MH. Thamrin (Patung Pemuda Membangun sampai Bundaran Patung Kuda/Patung Arjun) dilakukan tiap minggunya.

ADVERTISEMENT

Banyak warga Jakarta dan sekitarnya yang memanfaatkan satu hari dalam seminggu ini untuk berolahraga atau sekadar jalan-jalan bersama keluarga, khususnya para pelari, baik rekreasional maupun profesional. Makin maraknya insan yang menggeluti olahraga lari, makin banyak juga brand lokal pendukung olahraga lari ini bermunculan. Bahkan brand luar negeri yang mungkin belum banyak orang tahu seperti Tracksmith, Saysky, Satisfy Running, dll., juga turut mengeluarkan produk yang mendukung olahraga lari.

Harga outfit para pelari di CFD Jakarta kian mahal

Saya yang masih pelari pemula ini teringat pada sebuah kalimat, kurang lebih begini bunyinya: lari adalah olahraga murah. Ya sebenarnya nggak ada yang salah dengan kalimat tersebut seandainya kita memang lari hanya untuk olahraga.

Akan tetapi kalimat tersebut rasanya jadi kurang pas begitu kita merasakan lari di CFD Sudirman-Thamrin Jakarta. Di sini, lari bukan hanya sebuah aktivitas olahraga. Lari di CFD bisa juga dibilang jadi ajang membanggakan diri. Dan hal itu juga diamini oleh teman saya yang sudah menggeluti dunia lari bertahun-tahun lamanya.

Di CFD Jakarta, kita akan melihat banyak runners yang ber-“outfit kalcer”. Mulai dari sepatu, jersey, topi, running belt, jam tangan, hingga perangkat audio. Ketika saya cek harga barang-barang penunjang olahraga tersebut di toko hijau, rerata harga outfit yang dipakai para pelari ini berada di atas 1 juta rupiah.

Bayangkan kalau di CFD Jakarta ada sebuah social experiment dengan pertanyaan, “Berapa harga outfit lo?” Mungkin yang bertanya pun akan heran mendengarnya. Kaos singlet saja harganya bisa mencapai 1,8 juta. Sungguh di luar nurul. Hehehe.

Punya pelatih lari hingga ikut berbagai race

Banyak pelari pemula seperti saya yang kecemplung olahraga lari akhirnya memutuskan untuk punya pelatih. Alasannya beragam. Entah karena ingin mendalami olahraga lari dengan baik atau bahkan punya target sebuah race. Biaya untuk membayar seorang pelatih pun bervariasi dan menurut saya, itu juga tidak murah.

Baca Juga:

Jangan Salahkan Orang Jakarta kalau Harga Makanan di Jogja Tak Ramah Warlok: Sebuah Pembelaan untuk Kaum Plat B

Jangan Samakan Bubur Ayam Jakarta dan Cirebon, Mereka Beda!

Seorang pelatih nantinya akan memberikan program-program yang harus dilakukan seorang pelari untuk mencapai targetnya, seperti easy run, interval run, tempo run, long run, dan banyak lagi. Tak jarang pula para pelari memposting catatan waktu lari mereka di kolom media sosial mereka.

Dalam setahun, hampir tiap bulan selalu ada event race yang diadakan di berbagai penjuru Nusantara. Bahkan, slot race tersebut selalu ludes dalam hitungan menit walau didapatkan dengan cara war. Padahal faktanya, biaya ikutan race tersebut terbilang mahal. Biaya race untuk jarak 10 kilometer rata-rata dibanderol seharga 600 ribu rupiah. Tapi itu belum termasuk biaya akomodasi. Lebih di luar nurul lagi kan dibandingkan harga outfit lari yang biasa dipakai di CFD Jakarta.

Terpengaruh circle sampai ikut komunitas

Selain rutin berolahraga lari di CFD Jakarta, ada banyak komunitas lari di Jakarta yang bisa diikuti siapa pun dan dari kalangan apa pun. Biasanya, komunitas lari tersebut menyediakan program teknik dasar lari dan strength training yang bisa diikuti untuk menunjang performa, dan itu gratis. Seperti komunitas lari yang saya ketahui misalnya, mereka rutin berkumpul setiap Kamis malam di GBK.

Akan tetapi seperti kehidupan pada umumnya, dalam komunitas lari pun ada drama-drama yang menjadi hidangan. Seperti persaingan antar-member, ada grup dalam grup, atau sekadar fenomena ingin tampil lebih unggul dari yang lain misalnya dari outfit-nya, performa larinya, dll..

Saya tidak bermaksud menyalahkan atau membenarkan apa yang saya tuliskan, karena saya juga mengalami salah satu fase yang saya tuliskan di atas. Jika dirasa mampu untuk kalcer, ya jangan sungkan. Tapi kalau dirasa tidak perlu, ya jangan memaksakan diri. Toh masih banyak juga yang lari di CFD Jakarta dengan outfit menyesuaikan kantong. Yang penting tetap berolahraga, tetap berlari. Semangat, Gaes!

Penulis: Jarot Sabarudin
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Pengalaman Saya Berjualan di Car Free Day.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 5 Mei 2024 oleh

Tags: car free dayCFDcfd jakartaJakartalariolahragaolahraga lari
Jarot Sabarudin

Jarot Sabarudin

Seorang multitasker yang menghabiskan sebagian besar hidupnya di hadapan piksel dan cahaya layar. Menekuni berbagai peran dari pagi hingga sore, mengubah tatapan kosong ke monitor menjadi deretan karya dan solusi

ArtikelTerkait

Pasar Ciputat, Pasar Paling Ruwet se-Tangerang Selatan (Unsplash)

Pasar Ciputat, Pasar Paling Ruwet se-Tangerang Selatan

8 September 2024
4 Hal Menyebalkan yang Sering Saya Rasakan Ketika Naik JakLingko

4 Hal Menyebalkan yang Sering Saya Rasakan Ketika Naik JakLingko

6 Mei 2023
4 Fasilitas di Kota Bogor yang Membuat Iri Orang Kabupaten Bogor (Unsplash)

4 Fasilitas di Kota Bogor yang Membuat Iri Orang Kabupaten Bogor

27 Oktober 2025
Konser Coldplay Cuma Sehari di Jakarta, Harusnya Pemerintah Sadar Diri dan Berbenah xyloband

Surat Terbuka untuk Fans Coldplay yang Nggak Balikin Xyloband: Nggak Apa-apa kok, Beneran, tapi Ingat, Lemah Teles!

25 November 2023
Pasar Buku Bekas Kwitang: Dahulu Berjaya, Kini Nyaris Lenyap

Pasar Buku Bekas Kwitang: Dahulu Berjaya, Kini Nyaris Lenyap

5 Oktober 2023
5 Rekomendasi Warung Makan Underrated di Tebet yang Wajib Dicoba

5 Rekomendasi Warung Makan Underrated di Tebet yang Wajib Dicoba

19 September 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sebagai Warga Jember, Saya Sudah (Amat) Muak dengan Warna Pink!

Sebagai Warga Jember, Saya Sudah (Amat) Muak dengan Warna Pink!

24 Juni 2026
Membayangkan Betapa Menderita Jadi Warga Perumahan yang Lingkungannya Dijadikan Pasar Kaget Tiap Pekan Mojok.co

Membayangkan Betapa Menderita Jadi Warga Perumahan yang Lingkungannya Dijadikan Pasar Kaget Tiap Pekan

26 Juni 2026
Hidup di Desa Nggak Seindah Bayangan, Banyak Iuran yang Harus Dibayarkan kalau Nggak Mau Jadi Bahan Omongan

Hidup di Desa Itu Murah, yang Mahal Adalah Ongkos Sosialnya, dan Ini Rinciannya

21 Juni 2026
Gagal Paham dengan Warlok Solo yang Ngebet Kuliah di Luar Kota Demi Kejar Gengsi Mojok.co

Gagal Paham dengan Warlok Solo yang Ngebet Kuliah ke Luar Kota Demi Kejar Gengsi

27 Juni 2026
Soto Bukan Makanan Rakyat, Harganya Mahal karena Sate-satean dan Gorengan Mojok.co

Soto Bukan Makanan Rakyat, Harganya Mahal karena Sate-satean dan Gorengan

23 Juni 2026
Alasan Saya Gemar Berjalan Kaki di Bandar Lampung kendati Rasanya seperti Uji Nyali

Alasan Saya Gemar Berjalan Kaki di Bandar Lampung kendati Rasanya seperti Uji Nyali

24 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.